28 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kesetaraan Gender: Evolusi Sebuah Ideologi

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
April 20, 2020
in Opini
Kesetaraan Gender:  Evolusi Sebuah Ideologi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Hari Kartini diperingati sebagai tonggak bersejarah tentang  kesetaraan gender di Indonesia khususnya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam mengenyam pendidikan. Perjuangan kesetaraan gender terus disuarakan. Dalam bidang politik, sudah diatur mengenai proporsi keterwakilan perempuan. Dalam Undang-undang Nomor 31/2002 tentang Partai Politik, perhatian atas perlunya keterwakilan perempuan di bidang politik sudah terlihat. Pasal 13 ayat 3 undang-undang tersebut memberi ruang perhatian kepada kesetaraan dan keadilan gender.

Ketentuan terkait keterwakilan perempuan dalam politik semakin jelas dalam Undang-undang Nomor 2/2008 tentang Partai Politik. Dalam Pasal 2 undang-undang tersebut, keterwakilan perempuan di bidang politik diperlihatkan dalam angka yang jelas yaitu 30 persen. Besaran keterwakilan perempuan itu menyangkut pendirian dan pembentukan parpol, serta kepengurusan parpol di tingkat pusat (diramu dari berbagai sumber).

Dalam bidang pendidikan, perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki untuk mengenyam pendidikan. Saat ini, sudah ada perempuan yang menjadi menteri, menjadi pimpinan perusahaan dan menjadi bupati, gubernur, anggota dewan serta pengurus partai. Hal itu menandakan bahwa kesetaraan gender telah terakomodasi meskipun persentase belum maksimal.

Kesetaraan gender berkaitan dengan sebuah ideologi yang dianut oleh masyarakat. Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, tentu antara suku-suku tersebut memiliki perbedaan ideologi. Ideologi suatu masyarakat tercermin dalam bentuk perilaku anggota masyarakat dalam keseharian. Bahkan Thomson (1984:14) menyatakan ideologi tidak dapat dipisahkan dengan kajian bahasa. Dari perspektif kebahasaan dapat dicermati ideologi. Mengkaji ideologi berarti mengkaji penggunaan bahasa dalam kehidupan sosial. Melalui bahasa direfleksikan ideologi suatu masyarakat. Melalui kajian bahasa dapat ditentukan kekuasaan. Teori ideologi memandang bahwa bahasa bukan sekadar struktur yang dapat digunakan untuk komunikasi tetapi dengan pengkajian bahasa  terungkap fenomena sosial suatu masyarakat.

William (1986) mendefinisikan ideologi menjadi tiga kategori. Pertama, ideologi sebagai sebuah sistem kepercayaan yang dimiliki oleh kelompok tertentu atau kelas tertentu. Ideologi tidak merupakan sistem yang unik yang dibentuk oleh pengalaman seseorang, tetapi ditentukan oleh masyarakat di mana dia hidup, posisi sosial mereka, pembagian kerja, dan lain sebagainya.          

Kedua, ideologi merupakan seperangkat  kategori yang dibuat dan digunakan oleh kelompok yang dominan untuk melakukan dominasi kepada kelompok yang tidak dominan. Kelompok yang superordinat mengontrol kelompok subordinat dengan menggunakan seperangkat ideologi sehingga kelompok subordinat memandang hubungan tersebut tampak natural dan diterima sebagai sebuah kebenaran.  Dalam hal ini, kelompok superordinat berhasil memengaruhi pikiran kelompok subordinsai sehingga mereka dapat menerima bentuk dominasi tersebut sebagai sesuatu konsensus, berterima, dan legal. Gramscsi ( 1971) mengistilahkan situasi tersebut dengan hegemoni.

Ketiga, ideologi digunakan untuk menggambarkan produksi makna. Eriyanto (2000)memberikan contoh tentang berita demonstrasi buruh pabrik Gudang Garam. Secara umum  berita tersebut menggambarkan apa yang dilakukan oleh buruh dan bagaimana dampaknya bagi produksi perusahaan, perekonomian masyarakat, dan pemerintah. Yang ditekankan di sini bukan betapa kecilnya gaji  buruh, melainkan sikap buruh yang merugikan  banyak pihak. Ideologi bekerja dalam memproduksi makna dapat dilihat dari bagaimana tindakan masyarakat dan pengusaha digambarkan dan bagaimana posisi kelompok yang terlibat diposisikan. Masyarakat digambarkan sebagai pihak yang anarkis yang melakukan cara-cara kekerasan agar tuntutannya dipenuhi. Sebaliknya, pihak perusahaan/penguasa digambarkan sebagai pihak yang berjasa dalam menyerap tenaga kerja dan membayar pajak.  

Menurut van Dijk  (1997: 29) ideologi merupakan sistem dasar dari kognisi sosial dan yang merefleksikan tujuan dasar, kepentingan, dan nilai-nilai dari sebuah grup sosial. Ideologi secara metafora dapat diandaikan sebagai fundamental kognitif program atau sistem operasi yang mengorganisasikan atau memonitor sikap sosial suatu grup atau anggotanya dan representasi sosial. Van Dijk ( 2008:35) menegaskan ideologi merupakan salah satu bentuk kognisi sosial yang ada pada setiap anggota suatu grup.       

Wacana kesetaraan gender terus dikumandangkan oleh pejuang perempuan. Perjuangan tersebut untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dalam berbagai bidang. Kesetaraan gender akan tercapai apabila pandangan masyarakat yang dalam hal ini ideologi masyarakat berubah secara perlahan. Tidak bisa dipungkiri, masyarakat menganggap perempuan menduduki posisi inferior sedangkan laki-laki menduduki posisi superior. Urusan nafkah keluarga merupakan tanggung jawab laki-laki sedangkan perempuan mengurus kepentingan domestik. Hal ini merupakan fakta yang tidak terbantahkan. Hal ini perlu dicermati karena perbedaan  peran antara laki-laki dan perempuan merupakan peran yang telah dibentuk oleh sebuah ideologi suatu masyarakat.

Kajian tentang gender telah banyak dikaji. Kajian itu dianalisis dari berbagai aspek. Yang menarik untuk dicermati adalah kajian yang dilakukan Coates (1986:12). Coates mengkaji bahwa dalam masyarakat modern, ada perbedaan pola perlakuan antara anak laki-laki dengan perempuan. Coates (1986:12) menyatakan bahwa perempuan sebagai anggota dari suatu masyarakat mempunyai status  sosial  yang berbeda dengan laki-laki. Kaum perempuan merupakan  grup inferior yang posisinya selalu berada di bawah grup superior (laki-laki). 

Selanjutnya Coates menekankan bahwa  perbedaan pendekatan atau cara pandang terhadap laki-laki dengan perempuan diakibatkan oleh dua pendekatan yang ada pada masyarakat. Pertama, pendekatan perbedaan(difference approach) yang memandang bahwa antara  laki-laki dengan perempuan merupakan kelompok yang berbeda. Kedua, pendekatan dominasi (dominant approach).  Pendekatan ini memandang bahwa laki-laki sebagai grup atasan memiliki kekuasaan yang lebih besar daripada perempuan yang merupakan grup bawahan.

Perbedaan peran laki-laki dan perempuan memang sudah dibentuk sejak dini.  Orang tua akan melarang anak laki-lakinya memainkan boneka begitu sebaliknya anak perempuan dilarang bermain pistol-pistolan. Boneka identik dengan peremuan dan pistol identik dengan laki-laki. Wanita diharap berbahasa dengan santun dan lembut. Laki-laki diharapkan sebagai sosok yang tegas dan tidak cengeng.  

Perbedaan peran laki-laki dan perempuan yang sudah dibentuk sejak kecil akan terefleksi dalam kehidupan sosial sehari-hari. Hal itulah yang membentuk ideologi suatu masyarakat. Ideologi merupakan salah satu dari social belief. Sebagai bentuk dari social belief  sudah tentu ideologi tersebut tercermin pada setiap individu anggota suatu grup tertentu. Ideologi secara alamiah membangun representasi sosial setiap anggota suatu komunitas.

Representasi sosial merupakan kesadaran mental dari suatu grup. Bagaimana kepercayaan, pengetahuan, dan prasangka dari anggota  suatu grup sosial memandang suatu permasalahan.  Di samping membangun representasi sosial, ideologi juga membangun attitude (sikap). Dalam hal ini bagaimana sikap suatu komunitas dalam memandang suatu isu, misalnya bagaimana sikap suatu komunitas terhadap aborsi, kekerasan seksual,dan  ketimpangan pembayaran gaji antara perempuan dan laki-laki.

Wacana kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan yang sering diwacanakan bukanlah sesuatu yang mudah karena pencapaian kesetaraan gender sangat dipengaruhi oleh ideologi masyarakat. Perubahan ideologi memerlukan proses  dan dilakukan bukan dengan revolusi tetapi dengan tahapan yang panjang sehingga masyarakat dapat melakukan evolusi terhadap ideologi.  [T]

Tags: GenderHari Kartiniibulaki-lakiPerempuan
Share46TweetSendShareSend
Previous Post

Bagaimana Jika Akhirnya Kita Terbiasa dengan Situasi ini? – [Renungan di Masa Pandemi]

Next Post

Pandemi Corona atau Pandemi Kesenjangan Sosial? – [Catatan dari Ibukota]

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

Read moreDetails

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

Read moreDetails

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails
Next Post
Pandemi Corona atau Pandemi Kesenjangan Sosial? – [Catatan dari Ibukota]

Pandemi Corona atau Pandemi Kesenjangan Sosial? - [Catatan dari Ibukota]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Di Bawah Lampu Kerlap-Kerlip: Membaca Fenomena “Coffee Shop” sebagai Teks Budaya

"Segelas kopi tidak pernah hanya berisi kopi. Di dalamnya terseduh sejarah, identitas, percakapan, bahkan cara manusia memahami dirinya sendiri." MENJELANG...

by Tri Nugroho Adi
August 28, 2026
Kemarau di Kalianget
Buku Tatkala

Kemarau di Kalianget

Judul: Kemarau di Kalianget Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Luh Arik Sariadi ISBN: Masih dalam proses Tebal: 145 halaman...

by Buku Tatkala
August 28, 2026
Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru
Pendidikan

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar
Esai

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

by Chusmeru
August 27, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Semua tekanan yang sudah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya bisa dibaca sebagai masalah-masalah yang terpisah. Namun semuanya adalah gejala dari satu...

by Andre Syahreza
August 26, 2026
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede
Esai

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

by Dharma Yuda
August 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co