6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
June 26, 2026
in Esai
Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali

Aksi awak media dan fotografer dalam Pesta Kesenian Bali | Foto: Nyoman Darma Putra

PESTA Kesenian Bali (PKB) memerlukan media massa untuk publikasi dan dokumentasi, sedangkan media massa memerlukan PKB untuk menunjukkan tanggung jawab moral dan sosialnya dalam memajukan kebudayaan Bali, tempat mereka hidup dan menghidupi diri. Hubungan keduanya bersifat saling membutuhkan dan saling menguatkan. Karena itu, perjalanan PKB selama hampir setengah abad tidak dapat dilepaskan dari peran media yang mengabarkan, merekam, menafsirkan, dan menyebarluaskan berbagai capaian kebudayaan Bali kepada masyarakat luas.

PKB berjalan terus, bahkan memasuki pelaksanaan ke-50 pada tahun 2028, tanpa pernah vakum meski krisis moneter dan politik melanda Bali pada 1998 maupun saat pandemi Covid-19 pada 2020. Seiring perkembangan zaman, PKB terus berubah, demikian pula media yang berkembang dari media cetak, radio, dan televisi menuju media sosial dan media digital.

Barong Rangda, salah satu pementasan seni di Pesta Kesenian Bali yang selalu menjadi bidikan kamera oleh awak media | Foto: Nyoman Darma Putra

Namun, di balik perubahan itu, satu hal tetap sama: media massa dan para awak media yang hidup dan bekerja di Bali memikul tanggung jawab budaya. PKB bukan sekadar peristiwa seni tahunan yang memiliki nilai berita, melainkan institusi kebudayaan yang menjaga denyut kehidupan Bali.

Kemajuan kebudayaan Bali menjadi fondasi bagi berkembangnya berbagai sektor, termasuk pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri media itu sendiri. Karena itu, keterlibatan media dalam publikasi dan dokumentasi PKB tidak hanya bernilai profesional, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian budaya.

Peran Informasi dan Dokumentasi

Peran informasi dimainkan secara nyata oleh media massa di Bali, terutama media cetak yang berpengaruh seperti Bali Post, Nusa Tenggara, dan Radar Bali, belakangan juga koran Pos Bali dan Warta Bali; serta media nasional seperti Kompas dan Jawa Pos. Pentingnya PKB bagi media dan pentingnya media bagi PKB tampak dari kenyataan bahwa pemerintah senantiasa mengundang media untuk meliput rangkaian acara PKB. Sebelum dan sesudah penyelenggaraan, pemerintah juga rutin mengadakan jumpa pers untuk memastikan informasi tentang PKB tersampaikan kepada masyarakat luas.

Barong Rangda, salah satu pementasan seni di Pesta Kesenian Bali yang selalu menjadi bidikan kamera oleh awak media | Foto: Nyoman Darma Putra

Pemerintah berkepentingan agar berbagai kegiatan PKB diketahui publik. Salah satu kebijakan penting yang dilakukan sejak awal adalah mengundang media melakukan siaran langsung. Pada masa awal, siaran dilakukan oleh TVRI dan RRI Denpasar. Belakangan, berbagai stasiun televisi lokal seperti Bali TV dan Dewata TV ikut terlibat. Kehadiran media elektronik ini membuat masyarakat yang tidak dapat hadir langsung tetap bisa mengikuti kemeriahan PKB dari rumah.

Dukungan lain yang menarik adalah penyelenggaraan lomba artikel PKB. Artikel terbaik yang telah dimuat di media massa diberikan penghargaan kepada penulis. Kebijakan ini bertujuan mendorong wartawan, budayawan, dan pengamat untuk menulis tentang PKB sehingga semakin banyak tulisan yang mencerdaskan masyarakat sekaligus memberikan apresiasi kepada para seniman. Bagi seniman, publikasi di media merupakan bentuk pengakuan yang penting. Ketika karya dan penampilannya mendapat ulasan, mereka merasa dihargai dan terdorong untuk terus berkarya.

Dalam berbagai siaran radio dan televisi, dialog dengan seniman, kurator, maupun pengamat budaya juga dilakukan untuk memperkaya pemahaman masyarakat. Bayangkan betapa sepinya sebuah ajang kesenian sebesar PKB jika tidak ada ulasan, pemberitaan, dan publikasi.

Pada titik ini, media tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga dokumentasi. Siaran langsung pawai PKB, malam pembukaan, maupun berbagai pertunjukan yang ditayangkan secara langsung atau rekaman tunda secara otomatis menjadi dokumen budaya yang berharga.

Kehadiran Teknologi Baru

Kini, dengan hadirnya media sosial dan kecanggihan teknologi baru live streaming melalui YouTube, publikasi PKB menjadi semakin mudah menjangkau masyarakat yang jauh lebih luas. Seluruh siaran dapat ditonton kembali kapan saja. Kegiatan PKB tidak lagi sekadar menjadi tontonan sesaat, melainkan berubah menjadi arsip digital yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja.

Bukan hanya awak media, warga umum juga membidikkan kamera untuk merekam pementasan seni di PKB untuk disebarkan melalui media sosial | Foto: Nyoman Darma Putra

Warga Bali diaspora di berbagai negara, bahkan mereka yang sedang bekerja di kapal pesiar di tengah lautan, dapat menyaksikan PKB secara langsung maupun melalui rekaman di YouTube. Apa yang dahulu hanya dapat disaksikan oleh ribuan penonton di Art Centre kini dapat diakses oleh ribuan orang kapan dan di mana pun.

Perbedaannya dengan masa lalu sangat mencolok. Dulu, dokumentasi harus disimpan dalam bentuk film atau kaset video yang memerlukan perawatan khusus. Banyak di antaranya kini sulit ditemukan atau bahkan hilang. Rekaman PKB pada masa awal pun sebagian besar masih berupa video hitam-putih karena keterbatasan teknologi kamera saat itu. Kini, dokumentasi digital tersimpan lebih aman dan mudah diakses.

Manfaatnya dirasakan banyak pihak. Para pragina dan penari dapat membagikan penampilannya kepada keluarga yang tidak sempat hadir di Art Centre. Setelah pementasan, mereka dapat menonton kembali penampilannya sebagai bahan evaluasi dan refleksi diri. Para peneliti memperoleh data yang sangat lengkap karena pertunjukan terdokumentasi dengan baik. Sementara itu, masyarakat umum yang enggan menghadapi kemacetan atau keramaian tetap dapat menikmati PKB secara alternatif melalui layar ponsel, tablet, atau komputer.

Melihat besarnya peran media terhadap PKB, ada beberapa hal yang patut didorong. Pertama, pemerintah sebagai penyelenggara perlu terus memberikan ruang yang luas bagi media untuk melakukan peliputan dalam berbagai bentuk. Kedua, pemilik media, wartawan, penulis, dan pengamat budaya perlu semakin aktif membuat liputan dan ulasan agar pertunjukan seni juga berkembang menjadi sumber pengetahuan.

Ketiga, para peneliti perlu melakukan pemetaan dan kajian atas dokumentasi PKB sehingga festival ini tidak hanya menjadi sarana hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran bagi siswa, mahasiswa, dan masyarakat luas. Keempat, pemangku kepentingan PKB dan media perlu melakukan evaluasi berkala agar PKB terus berkembang sebagai wahana penggalian, revitalisasi, dan pemajuan kebudayaan.

Seni Budaya Berlimpah

Bali terlanjur dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan seni budaya paling menonjol dan melimpah di dunia. Tak banyak pulau kecil yang memiliki keragaman budaya sedemikian kaya sekaligus mampu merawatnya secara berkelanjutan. Dalam menjaga kekayaan tersebut, PKB memegang peran sentral.

Aksi dan atraksi perempuan Bali dalam PKB yang juga kerap jadi obyek bidikan kamera | Foto: Nyoman Darma Putra

Karena itu, media massa dan awak media yang hidup dan bekerja di Bali sudah selayaknya menempatkan peliputan PKB sebagai bagian dari tanggung jawab budaya. Ketika kebudayaan Bali tumbuh dan berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para seniman dan pelaku budaya, tetapi juga oleh sektor-sektor lain yang menggantungkan hidup pada citra dan daya tarik Bali, termasuk industri pariwisata, industri media, dan para kreator konten.

PKB memerlukan media untuk menjangkau publik dan menyimpan jejak sejarah. Sebaliknya, media memerlukan PKB untuk menjalankan tanggung jawab moral dalam memajukan kebudayaan Bali. Hubungan keduanya bukan sekadar hubungan antara pemberi informasi dan objek pemberitaan, melainkan kemitraan budaya yang saling menghidupi. [T]

Tags: media massamedia sosialPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Negeri Pesugihan

Next Post

Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails
Next Post
Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali

Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co