6 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
June 26, 2026
in Esai
Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali

Aksi awak media dan fotografer dalam Pesta Kesenian Bali | Foto: Nyoman Darma Putra

PESTA Kesenian Bali (PKB) memerlukan media massa untuk publikasi dan dokumentasi, sedangkan media massa memerlukan PKB untuk menunjukkan tanggung jawab moral dan sosialnya dalam memajukan kebudayaan Bali, tempat mereka hidup dan menghidupi diri. Hubungan keduanya bersifat saling membutuhkan dan saling menguatkan. Karena itu, perjalanan PKB selama hampir setengah abad tidak dapat dilepaskan dari peran media yang mengabarkan, merekam, menafsirkan, dan menyebarluaskan berbagai capaian kebudayaan Bali kepada masyarakat luas.

PKB berjalan terus, bahkan memasuki pelaksanaan ke-50 pada tahun 2028, tanpa pernah vakum meski krisis moneter dan politik melanda Bali pada 1998 maupun saat pandemi Covid-19 pada 2020. Seiring perkembangan zaman, PKB terus berubah, demikian pula media yang berkembang dari media cetak, radio, dan televisi menuju media sosial dan media digital.

Barong Rangda, salah satu pementasan seni di Pesta Kesenian Bali yang selalu menjadi bidikan kamera oleh awak media | Foto: Nyoman Darma Putra

Namun, di balik perubahan itu, satu hal tetap sama: media massa dan para awak media yang hidup dan bekerja di Bali memikul tanggung jawab budaya. PKB bukan sekadar peristiwa seni tahunan yang memiliki nilai berita, melainkan institusi kebudayaan yang menjaga denyut kehidupan Bali.

Kemajuan kebudayaan Bali menjadi fondasi bagi berkembangnya berbagai sektor, termasuk pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri media itu sendiri. Karena itu, keterlibatan media dalam publikasi dan dokumentasi PKB tidak hanya bernilai profesional, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian budaya.

Peran Informasi dan Dokumentasi

Peran informasi dimainkan secara nyata oleh media massa di Bali, terutama media cetak yang berpengaruh seperti Bali Post, Nusa Tenggara, dan Radar Bali, belakangan juga koran Pos Bali dan Warta Bali; serta media nasional seperti Kompas dan Jawa Pos. Pentingnya PKB bagi media dan pentingnya media bagi PKB tampak dari kenyataan bahwa pemerintah senantiasa mengundang media untuk meliput rangkaian acara PKB. Sebelum dan sesudah penyelenggaraan, pemerintah juga rutin mengadakan jumpa pers untuk memastikan informasi tentang PKB tersampaikan kepada masyarakat luas.

Barong Rangda, salah satu pementasan seni di Pesta Kesenian Bali yang selalu menjadi bidikan kamera oleh awak media | Foto: Nyoman Darma Putra

Pemerintah berkepentingan agar berbagai kegiatan PKB diketahui publik. Salah satu kebijakan penting yang dilakukan sejak awal adalah mengundang media melakukan siaran langsung. Pada masa awal, siaran dilakukan oleh TVRI dan RRI Denpasar. Belakangan, berbagai stasiun televisi lokal seperti Bali TV dan Dewata TV ikut terlibat. Kehadiran media elektronik ini membuat masyarakat yang tidak dapat hadir langsung tetap bisa mengikuti kemeriahan PKB dari rumah.

Dukungan lain yang menarik adalah penyelenggaraan lomba artikel PKB. Artikel terbaik yang telah dimuat di media massa diberikan penghargaan kepada penulis. Kebijakan ini bertujuan mendorong wartawan, budayawan, dan pengamat untuk menulis tentang PKB sehingga semakin banyak tulisan yang mencerdaskan masyarakat sekaligus memberikan apresiasi kepada para seniman. Bagi seniman, publikasi di media merupakan bentuk pengakuan yang penting. Ketika karya dan penampilannya mendapat ulasan, mereka merasa dihargai dan terdorong untuk terus berkarya.

Dalam berbagai siaran radio dan televisi, dialog dengan seniman, kurator, maupun pengamat budaya juga dilakukan untuk memperkaya pemahaman masyarakat. Bayangkan betapa sepinya sebuah ajang kesenian sebesar PKB jika tidak ada ulasan, pemberitaan, dan publikasi.

Pada titik ini, media tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga dokumentasi. Siaran langsung pawai PKB, malam pembukaan, maupun berbagai pertunjukan yang ditayangkan secara langsung atau rekaman tunda secara otomatis menjadi dokumen budaya yang berharga.

Kehadiran Teknologi Baru

Kini, dengan hadirnya media sosial dan kecanggihan teknologi baru live streaming melalui YouTube, publikasi PKB menjadi semakin mudah menjangkau masyarakat yang jauh lebih luas. Seluruh siaran dapat ditonton kembali kapan saja. Kegiatan PKB tidak lagi sekadar menjadi tontonan sesaat, melainkan berubah menjadi arsip digital yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja.

Bukan hanya awak media, warga umum juga membidikkan kamera untuk merekam pementasan seni di PKB untuk disebarkan melalui media sosial | Foto: Nyoman Darma Putra

Warga Bali diaspora di berbagai negara, bahkan mereka yang sedang bekerja di kapal pesiar di tengah lautan, dapat menyaksikan PKB secara langsung maupun melalui rekaman di YouTube. Apa yang dahulu hanya dapat disaksikan oleh ribuan penonton di Art Centre kini dapat diakses oleh ribuan orang kapan dan di mana pun.

Perbedaannya dengan masa lalu sangat mencolok. Dulu, dokumentasi harus disimpan dalam bentuk film atau kaset video yang memerlukan perawatan khusus. Banyak di antaranya kini sulit ditemukan atau bahkan hilang. Rekaman PKB pada masa awal pun sebagian besar masih berupa video hitam-putih karena keterbatasan teknologi kamera saat itu. Kini, dokumentasi digital tersimpan lebih aman dan mudah diakses.

Manfaatnya dirasakan banyak pihak. Para pragina dan penari dapat membagikan penampilannya kepada keluarga yang tidak sempat hadir di Art Centre. Setelah pementasan, mereka dapat menonton kembali penampilannya sebagai bahan evaluasi dan refleksi diri. Para peneliti memperoleh data yang sangat lengkap karena pertunjukan terdokumentasi dengan baik. Sementara itu, masyarakat umum yang enggan menghadapi kemacetan atau keramaian tetap dapat menikmati PKB secara alternatif melalui layar ponsel, tablet, atau komputer.

Melihat besarnya peran media terhadap PKB, ada beberapa hal yang patut didorong. Pertama, pemerintah sebagai penyelenggara perlu terus memberikan ruang yang luas bagi media untuk melakukan peliputan dalam berbagai bentuk. Kedua, pemilik media, wartawan, penulis, dan pengamat budaya perlu semakin aktif membuat liputan dan ulasan agar pertunjukan seni juga berkembang menjadi sumber pengetahuan.

Ketiga, para peneliti perlu melakukan pemetaan dan kajian atas dokumentasi PKB sehingga festival ini tidak hanya menjadi sarana hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran bagi siswa, mahasiswa, dan masyarakat luas. Keempat, pemangku kepentingan PKB dan media perlu melakukan evaluasi berkala agar PKB terus berkembang sebagai wahana penggalian, revitalisasi, dan pemajuan kebudayaan.

Seni Budaya Berlimpah

Bali terlanjur dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan seni budaya paling menonjol dan melimpah di dunia. Tak banyak pulau kecil yang memiliki keragaman budaya sedemikian kaya sekaligus mampu merawatnya secara berkelanjutan. Dalam menjaga kekayaan tersebut, PKB memegang peran sentral.

Aksi dan atraksi perempuan Bali dalam PKB yang juga kerap jadi obyek bidikan kamera | Foto: Nyoman Darma Putra

Karena itu, media massa dan awak media yang hidup dan bekerja di Bali sudah selayaknya menempatkan peliputan PKB sebagai bagian dari tanggung jawab budaya. Ketika kebudayaan Bali tumbuh dan berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para seniman dan pelaku budaya, tetapi juga oleh sektor-sektor lain yang menggantungkan hidup pada citra dan daya tarik Bali, termasuk industri pariwisata, industri media, dan para kreator konten.

PKB memerlukan media untuk menjangkau publik dan menyimpan jejak sejarah. Sebaliknya, media memerlukan PKB untuk menjalankan tanggung jawab moral dalam memajukan kebudayaan Bali. Hubungan keduanya bukan sekadar hubungan antara pemberi informasi dan objek pemberitaan, melainkan kemitraan budaya yang saling menghidupi. [T]

Tags: media massamedia sosialPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Negeri Pesugihan

Next Post

Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

by Agung Sudarsa
August 6, 2026
0
Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

Dampak Pembangunan Brutal dan Ugal-ugalan, Ledakan Kendaraan Tanpa Jeda, atau Buruknya Transportasi Umum? "Sanur makin macet, namun kenapa fasilitas wisata...

Read moreDetails

Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

by Arief Rahzen
August 6, 2026
0
Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

COBA hentikan sejenak geseran jempol Anda di atas layar gawai. Di luar sana, dunia hari ini bergerak dalam ritme yang...

Read moreDetails

Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana

by Angga Wijaya
August 6, 2026
0
Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana

KALIMAT itu masih saya ingat dengan jelas. Mendiang Bang D.S. Putra mengucapkannya suatu sore, ketika kami berbincang santai bersama beberapa...

Read moreDetails

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
0
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

Read moreDetails

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

by Sugi Lanus
August 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

Read moreDetails

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails
Next Post
Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali

Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis
Esai

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

Dampak Pembangunan Brutal dan Ugal-ugalan, Ledakan Kendaraan Tanpa Jeda, atau Buruknya Transportasi Umum? "Sanur makin macet, namun kenapa fasilitas wisata...

by Agung Sudarsa
August 6, 2026
Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi
Esai

Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

COBA hentikan sejenak geseran jempol Anda di atas layar gawai. Di luar sana, dunia hari ini bergerak dalam ritme yang...

by Arief Rahzen
August 6, 2026
Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana
Esai

Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana

KALIMAT itu masih saya ingat dengan jelas. Mendiang Bang D.S. Putra mengucapkannya suatu sore, ketika kami berbincang santai bersama beberapa...

by Angga Wijaya
August 6, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

by Chusmeru
August 6, 2026
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur
Ulas Musik

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi
Esai

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin
Khas

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co