26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 26, 2026
in Panggung
Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di PKB 2026

Rasa penasaran tampak jelas dari raut wajah ribuan penonton yang memadati Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Kamis 25 Juni 2026. Mereka larut dalam Rekasadana Tari Legong yang dipersembahkan Komunitas Seni Ni Pollok pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII. Legong memang ditunggu-tunggu semua penonton yang hadir.

Itu wajar, karena pergelaran ini menghadirkan rekonstruksi Tari Legong Keraton Lasem gaya klasik Kelandis yang pernah dibawakan maestro legong Ni Pollok pada 1928, berdasarkan warisan gerak yang diwariskan langsung oleh gurunya dan disesuaikan dengan karakter tubuh serta kecantikannya.

Sejak tabuh pembuka dimainkan, ribuan pasang mata terpaku ke panggung. Kalangan Angsoka telah dipenuhi penonton jauh sebelum pertunjukan dimulai. Seniman, budayawan, akademisi hingga wisatawan rela bertahan di tempat duduk demi menyaksikan kebangkitan salah satu warisan seni Bali yang telah lama terpendam. Tak sedikit penonton yang ikut menari, walau itu hanya menggeraka kepala atau jemarinya.

“Melalui pementasan ini, Komunitas Ni Pollok berhasil menghidupkan kembali Legong Keraton Lasem gaya klasik Kelandis dengan tetap mempertahankan keaslian pakem, kekuatan energi tari, serta penafsiran kisah Raden Panji yang presisi,” kata Koordinator Komunitas Ni Pollok, Kadek Sandra Widari.

Komunitas seni yang berbasis di Banjar Kelandis, Desa Sumerta Kauh, Denpasar Timur, itu menyajikan pertunjukan yang sarat nilai filosofis dan spiritual, selaras dengan tema PKB tahun ini, “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha.” Pementasan tersebut menggambarkan perjalanan spiritual manusia menuju penyucian jiwa, melepaskan diri dari belenggu kegelapan hingga mencapai kesadaran suci yang paripurna.

Pertunjukan dibuka dengan Gending Jagul Bebarongan gaya Pagan yang merepresentasikan pergolakan batin manusia melalui gerak yang tegas, ritmis, dan penuh energi. Ketegangan yang tercipta menjadi simbol pertarungan antara dharma dan adharma sebagai bagian dari proses penyadaran diri.

Nuansa spiritual semakin kuat saat Tari Barong Ket ditampilkan sebagai simbol dharma sekaligus pelindung keseimbangan alam semesta. Pertemuan Barong dengan unsur-unsur negatif tidak dimaknai sekadar pertarungan antara baik dan buruk, melainkan refleksi perjalanan manusia dalam menemukan harmoni batin hingga mencapai kondisi siddha parisudha, yaitu kesadaran suci yang terbebas dari kekotoran pikiran dan keterikatan duniawi.

Selanjutnya, penonton disuguhkan Tabuh Petegak Palegongan Janger Omang-Omang yang menghadirkan dinamika kehidupan manusia di dunia sekala. Irama gamelan yang ritmis menggambarkan perjalanan manusia menghadapi godaan, kegelisahan, sekaligus harapan dalam menjalani kehidupan.

Puncak pertunjukan ditandai dengan pementasan Tari Legong Keraton Lasem yang mengisahkan perjalanan cinta Diah Rangkesari dan Raden Panji Inu Kertapati. Kisah tersebut juga menghadirkan Prabu Lasem yang jatuh hati kepada Diah Rangkesari. Namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena sang putri telah bertunangan dengan Panji Inu Kertapati. Penolakan itu memicu peperangan yang berujung pada kehancuran Prabu Lasem akibat kesombongan dan ketidakmampuannya membaca pertanda alam.

Kadek Sandra Widari mengatakan, dirinya menerima materi legong langsung dari pelatihan intensif bersama Ni Pollok semasa hidupnya. Sebagai menantu dari cucu Ni Pollok yang juga seorang lulusan seni, ia mampu menyerap seluruh teknik gerak halus hingga ekspresi dinamis sang maestro, yang kemudian diperkuat dengan dokumentasi video arsip masa lalu.

“Melalui harmoni gerak dan tabuh bergaya 1930-an, pementasan ini tidak sekadar menjadi tontonan estetis, melainkan sebuah tuntunan spiritual yang menyelaraskan batin manusia dengan nilai-nilai luhur Atma Kerthi,” ucap Kadek Sandra Widari.

Penata tari pementasan, Ida Ayu Gede Sastrani Widiastuti mengungkapkan, berdasarkan riset yang dilakukannya, kemunculan sosok Rangda tersebut secara struktural menggambarkan puncak kekuatan magis dan kemarahan Raden Inukertapati. “Tokoh Rangda ini menggambarkan kekuatan Raden Inukertapati yang diwujudkan dalam bentuk Rangda. Hal itu terlihat pula dari ucap-ucapannya ketika memaki,” jelas Ida Ayu Gede Sastrani Widiastuti.

Nilai mistis dan kehadiran topeng sakral inilah yang dinilai Kurator memberikan determinasi taksu yang kuat pada pementasan tersebut. Selain aspek struktural, keunikan pementasan ini terletak pada teknik gerak (abah) yang sangat spesifik milik mendiang Ni Pollok. Karakter tarian Ni Pollok dikenal memiliki energi yang meluap (over power) tanpa mengorbankan kelenturan.

Karakteristik ini meliputi gerakan badan, bahu yang lentur, serta kaki yang bergerak lincah dan sedikit diangkat (ngumbang) namun tetap kukuh pada pakem legong. “Ketajaman ekspresi mata (sledet) yang khas—tajam, namun tidak sampai mendelik—serta teknik gerak bergeser cepat (nyregseg) dan nguntang laras yang bergetar hingga ke bagian bancangan menjadi identitas utama yang berhasil dihidupkan kembali,” paparnya.

Maestro seni sekaligus Kurator Pesta Kesenian Bali, Prof. Dr. I Made Bandem mengatakan, pementasan ini merupakan sebuah capaian monumental dalam mengembalikan estetika lawas tanpa kehilangan kesakralannya. Komunitas Ni Pollok berhasil merekonstruksi, dan menghidupkan kembali legong klasik dari Kelandis yang ditarikan oleh Ni Pollok pada waktu itu.

“Komunitas ini merekonstruksi dan merevitalisasi Legong Klasik Lasem dengan cerita yang sangat tepat. Sekali lagi saya ucapkan selamat, baik kepada penari maupun penabuhnya. Gayanya sudah kembali pada gaya 1930-an,” ujar Prof. Bandem.

Kekhasan utama yang menjadi diferensiasi Legong Lasem Kelandis ini terletak pada struktur akhir pementasan. Berbeda dengan pakem Legong Lasem pada umumnya yang menampilkan tokoh burung Garuda (kedis goak) atau struktur gedong, versi Kelandis memunculkan sosok Rangda di akhir cerita. Kehadiran Rangda ini sempat memicu teka-teki akademis, namun berdasarkan penelitian mendalam, sosok tersebut merupakan manifestasi teologis dan psikologis yang spesifik.

Sementara itu, maestro seni tari Bali, Prof. Dr. I Wayan Dibia, mengaku terkesan dengan sajian yang ditampilkan. Budayawan asal Gianyar ini menilai pertunjukan tersebut menunjukkan kekhasan yang membedakannya dari kelompok seni lainnya. “Yang saya sukai adalah tabuh bernuansa janger yang menjadi ciri khas sekaa ini. Kehadiran variasi-variasi seperti ini membuktikan bahwa PKB tidak monoton. Justru di dalam kontennya terdapat kreativitas dan kekhasan yang sangat menarik untuk dinikmati,” sebutnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Banjar Kelandislegonglegong klasikNi PollokPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’

Next Post

Melepas Dunia, Mengetuk Langit

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Melepas Dunia, Mengetuk Langit

Melepas Dunia, Mengetuk Langit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co