23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Asa Baru untuk Ibukota Baru

Ananta Kurnia by Ananta Kurnia
September 6, 2019
in Opini
Asa Baru untuk Ibukota Baru

Ilustrasi: pixabay

Rencana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta keluar Pulau Jawa terus digadangkan. Rencana ini memberikan harapan baru untuk memecahkan masalah yang terjadi di Jakarta. Hingga saat ini, pemerintah melalui Bappenas bekerja keras menimbang serta memperhitungkan lokasi untuk membangun Ibu Kota baru yang ideal.

Dua provinsi yang ada di Kalimantan yakni  Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur muncul sebagai kandidat terkuat yang akan menggantikan Jakarta sebagai Ibu Kota yang baru. Kedua provinsi ini dinilai memenuhi syarat dan kriteria untuk menggantikan Jakarta. Mulai dari lokasi yang strategis, adanya ajakan dan dorongan pembangunan ke timur yang dinyatakan dengan semboyan “Go to East”, ketersediaan air bersih dan lahan yang sangat memadai, serta secara umum dan historis Pulau Kalimantan relatif paling aman dari sisi kerawanan bencana alam.

Bappenas mengatakan rencana pemindahan ini akan dilaksanakan dalam jangka waktu sepuluh tahun. Dari penetapan lokasi Ibu Kota baru pada tahun 2019, perencanaan dan perancangan konsep master plan serta urban design yang dimulai pada tahun 2019, sinkronisasi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, ground breaking Ibu Kota baru ditahun 2021 dan yang terakhir pembangunan infrastruktur dasar serta fasilitas penunjang lainnya yang akan dimulai dari tahun 2019 hingga 2024.

Harapan ekonomi baru.

Dengan adanya pemindahan Ibu Kota diharapkan dapat membangun ekonomi baru yang berkualitas sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak dan meningkatkan kesejahteraan karena selama ini Indonesia masih bergantung pada Pulau Jawa dalam hal perekonomian. Pemindahan Ibu Kota baru menjadi harapan bagi kota–kota lainnya. Sebab, akan tercipta ekonomi baru di luar pulau Jawa yang akan menghasilkan kemandirian kawasan ekonomi selain Sumatera – Jawa – Bali.

Keunggulan kawasan Geostrategi SEMEJA (satu meja) Selat Makassar.

Selat Makassar memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis, dilihat dari aspek pengembangan wilayah, transportasi, dan perkotaan. Selat Makassar berada pada posisi sentral yang menjembatani antara Kawasan Barat Indonesia dan Kawasan Timur Indonesia, dimana diharapkan terjadi dampak pembangunan dari Barat ke arah Timur. Terbentuknya perempatan sea highway yang menjadi tulang punggung sistem jaringan transportasi laut di Indonesia.  Dan juga di sekeliling selat Makassar yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang potensial untuk dikembangkan pada masa depan.

Pengembangan wilayah Poros Pembangunan.

Poros pembangunan Kalimantan sebagai alternatif lokasi Ibu Kota baru dan pemerintahan yang layak serta ideal karena memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a) memiliki tata ruang yang luas untuk menampung dinamika perkembangan masa depan,

b) terbentang luas lahan produktif,

c)  memiliki aksesibilitas yang tinggi,

d) tersedianya infrasturktur pembangunan yang memadai,

dan e) memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang terendah serta dilihat dari konteks Nusantara, Kalimantan terletak pada lokasi sentral yang merupakan lokasi efisien dalam melakukan pelayanan ke seluruh bagian wilayah Indonesia.

Dalam menghadapi tantangan pertumbuhan tata ruang wilayah Ibu Kota di masa depan diharapkan mampu melaksanakan konsep kebijakan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang dapat menggerakkan dinamika pembangunan dan pertumbuhan wilayah secara sinergis.

Daya Dukung Lingkungan.

Adanya daya dukung tata ruang Kalimantan yang luas dan produktif untuk menampung dinamika perkembangan masa depan diharapkan mampu mengembangkan multi centrum kegiatan ekonomi, industri, pusat pemerintahan, melaksanakan transmigrasi. Di samping itu perlu dipersiapkan suatu strategi yang memperhitungkan masalah lingkungan.

Dengan tersedianya lahan yang memadai sangat memungkinkan munculnya harapan baru untuk memecahkan masalah lingkungan hidup yang dapat merangsang pengembangan etika sosial masyarakat dan pemerintah untuk memperhatikan dan menyelamatkan lingkungannya. Beberapa alternatif yang dapat direncanakan Ibu Kota baru dalam menghadapi tantangan masalah lingkungan antara lain:

a) menciptakan peraturan standar yang mengatur segala aspek yang berkaitan dengan ancaman masalah dan dampak lingkungan,

b) adanya perencanaan lokasi industri yang tepat guna,

c) pengelolaan sumber–sumber air secara berencana disertai pengamatan segala aspek yang berhubungan dengan pengelolaan air dan saluran irigasi,

d) peraturan dan penataan penggunaan tanah dan lahan hutan secara berimbang.

Perimbangan kota dengan desa.

Pemeliharaan kondisi kota dan desa juga perlu diperhitungkan, karena ketimpangan kota dengan desa akan membawa akibat politik dan sosial yang dapat mengancam pembangunan.

Dengan perencanaan yang matang, pembangunan Ibu Kota baru yang meliputi kota dan desa haruslah berimbang guna menanggulangi masalah urbanisasi yang kompleks di masa depan. Arus urbanisasi yang tidak terkendali dapat merusak strategi rencana pembangunan kota dan menghisap fasilitas perkotaan di luar kemampuan pengendalian pemerintah kota. Oleh sebab itu, pemerintah harus menyajikan strategi pembangunan kota dan desa secara terpadu dalam kebijaksanaan praktek pembangunan.

Tentunya masih banyak harapan lainnya yang belum disampaikan dalam tulisan ini, pada bagian akhir penulis berharap dengan adanya spirit baru dapat mendorong Presiden serta jajarannya untuk melaksanakan amanah dengan sungguh–sungguh dan konsekuen. Semoga Allah memberikan berkah kepada Ibu Kota Jakarta, calon Ibu Kota baru, dan seluruh wilayah yang ada di negeri tercinta ini.

Salam hangat dari salah satu rakyat Indonesia. [T]

Tags: DKI JakartaibukotaJokowiKalimantanPembangunan
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Mahbub Djunaidi dan Orang-Orang di Kampung Saya

Next Post

Tuak Adalah Nyawa: Tetap Macho, Jangan Kacau!

Ananta Kurnia

Ananta Kurnia

Pengangguran. Lahir dan tinggal di Gilimanuk, Jembrana, Bali

Related Posts

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

Read moreDetails

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

Read moreDetails

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Tuak Adalah Nyawa: Tetap Macho, Jangan Kacau!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co