24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Asa Baru untuk Ibukota Baru

Ananta Kurnia by Ananta Kurnia
September 6, 2019
in Opini
Asa Baru untuk Ibukota Baru

Ilustrasi: pixabay

Rencana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta keluar Pulau Jawa terus digadangkan. Rencana ini memberikan harapan baru untuk memecahkan masalah yang terjadi di Jakarta. Hingga saat ini, pemerintah melalui Bappenas bekerja keras menimbang serta memperhitungkan lokasi untuk membangun Ibu Kota baru yang ideal.

Dua provinsi yang ada di Kalimantan yakni  Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur muncul sebagai kandidat terkuat yang akan menggantikan Jakarta sebagai Ibu Kota yang baru. Kedua provinsi ini dinilai memenuhi syarat dan kriteria untuk menggantikan Jakarta. Mulai dari lokasi yang strategis, adanya ajakan dan dorongan pembangunan ke timur yang dinyatakan dengan semboyan “Go to East”, ketersediaan air bersih dan lahan yang sangat memadai, serta secara umum dan historis Pulau Kalimantan relatif paling aman dari sisi kerawanan bencana alam.

Bappenas mengatakan rencana pemindahan ini akan dilaksanakan dalam jangka waktu sepuluh tahun. Dari penetapan lokasi Ibu Kota baru pada tahun 2019, perencanaan dan perancangan konsep master plan serta urban design yang dimulai pada tahun 2019, sinkronisasi Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, ground breaking Ibu Kota baru ditahun 2021 dan yang terakhir pembangunan infrastruktur dasar serta fasilitas penunjang lainnya yang akan dimulai dari tahun 2019 hingga 2024.

Harapan ekonomi baru.

Dengan adanya pemindahan Ibu Kota diharapkan dapat membangun ekonomi baru yang berkualitas sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak dan meningkatkan kesejahteraan karena selama ini Indonesia masih bergantung pada Pulau Jawa dalam hal perekonomian. Pemindahan Ibu Kota baru menjadi harapan bagi kota–kota lainnya. Sebab, akan tercipta ekonomi baru di luar pulau Jawa yang akan menghasilkan kemandirian kawasan ekonomi selain Sumatera – Jawa – Bali.

Keunggulan kawasan Geostrategi SEMEJA (satu meja) Selat Makassar.

Selat Makassar memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis, dilihat dari aspek pengembangan wilayah, transportasi, dan perkotaan. Selat Makassar berada pada posisi sentral yang menjembatani antara Kawasan Barat Indonesia dan Kawasan Timur Indonesia, dimana diharapkan terjadi dampak pembangunan dari Barat ke arah Timur. Terbentuknya perempatan sea highway yang menjadi tulang punggung sistem jaringan transportasi laut di Indonesia.  Dan juga di sekeliling selat Makassar yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang potensial untuk dikembangkan pada masa depan.

Pengembangan wilayah Poros Pembangunan.

Poros pembangunan Kalimantan sebagai alternatif lokasi Ibu Kota baru dan pemerintahan yang layak serta ideal karena memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a) memiliki tata ruang yang luas untuk menampung dinamika perkembangan masa depan,

b) terbentang luas lahan produktif,

c)  memiliki aksesibilitas yang tinggi,

d) tersedianya infrasturktur pembangunan yang memadai,

dan e) memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang terendah serta dilihat dari konteks Nusantara, Kalimantan terletak pada lokasi sentral yang merupakan lokasi efisien dalam melakukan pelayanan ke seluruh bagian wilayah Indonesia.

Dalam menghadapi tantangan pertumbuhan tata ruang wilayah Ibu Kota di masa depan diharapkan mampu melaksanakan konsep kebijakan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang dapat menggerakkan dinamika pembangunan dan pertumbuhan wilayah secara sinergis.

Daya Dukung Lingkungan.

Adanya daya dukung tata ruang Kalimantan yang luas dan produktif untuk menampung dinamika perkembangan masa depan diharapkan mampu mengembangkan multi centrum kegiatan ekonomi, industri, pusat pemerintahan, melaksanakan transmigrasi. Di samping itu perlu dipersiapkan suatu strategi yang memperhitungkan masalah lingkungan.

Dengan tersedianya lahan yang memadai sangat memungkinkan munculnya harapan baru untuk memecahkan masalah lingkungan hidup yang dapat merangsang pengembangan etika sosial masyarakat dan pemerintah untuk memperhatikan dan menyelamatkan lingkungannya. Beberapa alternatif yang dapat direncanakan Ibu Kota baru dalam menghadapi tantangan masalah lingkungan antara lain:

a) menciptakan peraturan standar yang mengatur segala aspek yang berkaitan dengan ancaman masalah dan dampak lingkungan,

b) adanya perencanaan lokasi industri yang tepat guna,

c) pengelolaan sumber–sumber air secara berencana disertai pengamatan segala aspek yang berhubungan dengan pengelolaan air dan saluran irigasi,

d) peraturan dan penataan penggunaan tanah dan lahan hutan secara berimbang.

Perimbangan kota dengan desa.

Pemeliharaan kondisi kota dan desa juga perlu diperhitungkan, karena ketimpangan kota dengan desa akan membawa akibat politik dan sosial yang dapat mengancam pembangunan.

Dengan perencanaan yang matang, pembangunan Ibu Kota baru yang meliputi kota dan desa haruslah berimbang guna menanggulangi masalah urbanisasi yang kompleks di masa depan. Arus urbanisasi yang tidak terkendali dapat merusak strategi rencana pembangunan kota dan menghisap fasilitas perkotaan di luar kemampuan pengendalian pemerintah kota. Oleh sebab itu, pemerintah harus menyajikan strategi pembangunan kota dan desa secara terpadu dalam kebijaksanaan praktek pembangunan.

Tentunya masih banyak harapan lainnya yang belum disampaikan dalam tulisan ini, pada bagian akhir penulis berharap dengan adanya spirit baru dapat mendorong Presiden serta jajarannya untuk melaksanakan amanah dengan sungguh–sungguh dan konsekuen. Semoga Allah memberikan berkah kepada Ibu Kota Jakarta, calon Ibu Kota baru, dan seluruh wilayah yang ada di negeri tercinta ini.

Salam hangat dari salah satu rakyat Indonesia. [T]

Tags: DKI JakartaibukotaJokowiKalimantanPembangunan
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Mahbub Djunaidi dan Orang-Orang di Kampung Saya

Next Post

Tuak Adalah Nyawa: Tetap Macho, Jangan Kacau!

Ananta Kurnia

Ananta Kurnia

Pengangguran. Lahir dan tinggal di Gilimanuk, Jembrana, Bali

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Tuak Adalah Nyawa: Tetap Macho, Jangan Kacau!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co