3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Pembangunan: Refleksi Pembangunan Partisipatif  Yang Berkelanjutan — [Bagian 2]

Chusmeru by Chusmeru
December 20, 2025
in Persona
Komunikasi Pembangunan: Refleksi Pembangunan Partisipatif  Yang Berkelanjutan — [Bagian 2]

Prof.Dr.Shinta Prastyanti,S.I.P.,M.A . setelah acara pengukuhan/ Foto Dok.Penulis

PENCAPAIAN jabatan akademik guru besar merupakan dambaan setiap dosen di perguruan tinggi. Memperoleh jabatan itu tentulah tidak mudah, namun bagi Prof.Dr.Shinta Prastyanti, S.I.P.,M.A kerja keras merupakan kunci meraih jabatan profesornya.

Sebagai dosen Shinta Prastyanti disibukkan dengan rutinitas mengajar di kelas. Setiap semester ia juga dituntut untuk mengisi Beban Kinerja Dosen (BKD). Namun ia masih sempat menulis beberapa karya ilmiah di jurnal internasional serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di beberapa daerah.

Hari yang berbahagia pun tiba. Shinta Prastyanti dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Pembangunan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada tanggal 16 Desember 2025.

Prof.Dr.Shinta Prastyanti,S.I.P.,M.A. bersama keluarga | Foto Dok.Penulis

Dalam orasi ilmiahnya, Prof.Dr.Shinta Prastyanti,S.I.P.,M.A membacakan naskah berjudul “Komunikasi Pembangunan: Sebuah Refleksi Teoritis dan Praksis Menuju Pembangunan Partisipasif yang Berkelanjutan”.

Prof.Dr.Shinta Prastyanti,S.I.P.,M.A mengutip Tufte & Mefalopulos (2009) menyatakan, partisipasi dapat dilihat dari dua perspektif yakni a social movement perspective (partisipasi sebagai sebuah gerakan sosial) dan a project based or institutional perpective (partisipasi yang berbasis proyek atau perspektif kelembagaan). Meskipun demikian keduanya sepakat melihat partisipasi merupakan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sebagai sebuah proses menuju perubahan.

Participatory communication membutuhkan keterlibatan, identitas budaya, dan demokrasi pada semua level. Meskipun demikian masyarakatlah yang menjadi titik tolak, karena semua tahapan dan permasalahan diidentifikasi, didiskusikan di antara anggota masyarakat. Pendekatan ini lebih menekankan pada pengetahuan dan kapabilitas lokal yang hadir menggantikan model modernisasi yang didominasi difusi dan transfer teknologi (Servaes & Servaes, 2021).

Komunikasi partisipasi dipandang sebagai jawaban atas lemahnya teori pada paradigma lama yang tidak memberikan ruang pada masyarakat untuk berperan serta dalam pembangunan. Meskipun demikian, secara konseptual definisi komunikasi partisipasi bukannya tanpa kelemahan. Menurut Jacobson & Storey (2004) definisi komunikasi partisipasi sendiri kurang jelas dan hanya membatasi pada proses di level desa. Padahal pembangunan tidak hanya terbatas pada level tersebut saja. Pembangunan membutuhkan kehadiran para pemangku kepentingan pada berbagai tingkatan.

Pendekatan Partisipatif

Kajian komunikasi pembangunan partisipatif tidak lepas dari pengalaman di Amerika Latin yang mengabaikan komponen partisipasi pada proyek-proyek pembangunan yang dilaksanakan pada waktu itu. Apa yang terjadi di Amerika Latin mendorong para ilmuwan untuk merumuskan teori komunikasi pembangunan yang lebih tepat dan responsif terhadap kenyataan yang terjadi di lapangan.

Penulis bersama Prof.Dr.Shinta Prastyanti,S.I.P.,M.A. | Foto Dok.Penulis

Meninjau kembali elemen kunci komunikasi pembangunan berdasarkan pengalaman yang terjadi di Amerika Latin merupakan upaya yang dilakukan untuk menyempurnakan pemahaman akan partisipasi dalam kajian komunikasi pembangunan. Tidak mengherankan jika banyak literatur yang mengeksplorasi pendekatan komunikasi partisipatif untuk pembangunan yang dihasilkan dari berbagai proyek penelitian merupakan dampak dari banyaknya kritik yang diterima oleh paradigma lama pada tahun 1970-an.

Komunikasi pembangunan hendaknya dilihat pada kerangka global yang dilandasi teori ketergantungan, sehingga proyek-proyek pembangunan yang dilaksanakan di negara-negara berkembang dapat dianalisa sebagai elemen tak terpisahkan dari sistem global yang menjaga hubungan asimetris (O’Sullivan-Ryan and Kaplún, 1978; Huesca, 2008; Prastyanti et al., 2024).

Selanjutnya, Prof.Dr.Shinta Prastyanti,S.I.P.,M.A yang mengajar mata kuliah Komunikasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat menyebutkan, pada tahun 1980-an–1990-an pendekatan partisipatif mendapatkan momentum dan berkembang pesat menjadi bidang kajian yang sangat bertolak belakang dengan teori dan model pembangunan pada paradigma lama (Huesca, 2002).

Salah satu karya yang menginspirasi dalam pergeseran paradigma adalah analogi Freire (1970) tentang pedagogi tradisional dengan komunikasi pembangunan. Freire mengusulkan sebuah pendekatan kebebasan sehingga dapat menutup jarak antara guru dengan siswa, agen pembangunan dengan masyarakat, dan lain-lain untuk masuk ke dalam proses belajar bersama dan dapat menjadi contoh bagi dirinya sendiri bagaimana memperjuangkan dan menakhlukkan peluang yang lebih baik. Keterbukaan dan kesesuaian program pembangunan dengan kebutuhan masyarakat juga menjadi indikator penting yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi pada program-program di kemudian hari (Prastyanti & Adi, 2018).

Reviewer The British Academy International Interdisciplinary Research Projects Scheme 2026 ini pun mengkritisi model komunikasi pembangunan partisipatif dikembangkan oleh Guy Besset. Menurutnya, poin pertama yang perlu dikritisi adalah tentang membangun hubungan dengan komunitas lokal. Hal ini menunjukkan bahwa inisiator pembangunan berasal dari luar komunitas dan menutup kemungkinan inisiator dari masyarakat setempat.

Model Guy Basset tidak menjelaskan secara konkret sampai sejauh mana masyarakat lokal dapat berpartisipasi. Model Guy Basset menganggap proses komunikasi pembangunan partisipatif selalu berhasil melewati tahapan demi tahapan, sehingga tidak mempunyai ruang untuk mengantisipasi kegagalan ataupun gangguan-gangguan (noise) dalam prosesnya.

Model Guy Basset juga hanya sekadar menjabarkan tahapan-tahapan, namun tidak menjelaskan tujuan yang dapat atau hendak dicapai dari tahapan-tahapan tersebut. Sharing dan pemanfaatan hasil juga masih terbatas pada tahap rencana, sehingga belum sampai ke tahap implementasi.

Tawaran

Terkait beberapa kelemahan yang ditemukan dalam model komunikasi pembangunan partisipatif yang dikembangkan oleh Guy Bessette tersebut, maka Prof.Dr.Shinta Prastyanti,S.I.P.,M.A  mencoba memberikan tawaran untuk mengembangkan satu framework yang diharapkan mampu meminimalisasi kekurangan-kekurangan pada model sebelumnya.

Pada framework yang ia kembangkan diawali dari inisiator pembangunan yang terbagi menjadi tiga yakni: 1) pihak luar saja (pemerintah, NGO, dll.), 2) masyarakat lokal saja, 3) kolaborasi antara pihak luar dengan masyarakat lokal. Tahapan pertama yang dilakukan dalam pengembangan komunikasi pembangunan partisipatif adalah mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Langkah selanjutnya yakni menggali potensi yang dimiliki masyarakat, baik dalam aspek sumber daya manusia, sumber daya alam, maupun organisasi lokal yang ada di masyarakat. Setelah menemukan permasalahan, kebutuhan, dan sumber daya yang dimiliki, maka dirumuskan potensi solusi dari beberapa alternatif terbaik.

Prof.Dr.Shinta Prastyanti,S.I.P.,M.A. usai acara pengukuhan | Foto Dok.Penulis

Dari tahapan pertama hingga ketiga (potensi solusi) sejatinya sudah tergambarkan komunikasi pembangunan partisipatif karena proses tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak luar saja, namun juga berkolaborasi dengan masyarakat setempat. Dalam konteks ini keterlibatan masyarakat bersifat aktif sehingga masyarakat tidak hanya sebagai pelengkap semata.

Tahapan penting berikutnya dalah menentukan stakeholder lain yang terlibat dan sejauhmana keterlibatannya. Tahapan ini juga krusial karena pemilihan stakeholder yang tidak tepat akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang dicapai. Penetapan sejauhmana keterlibatan stakeholder tersebut juga harus jelas sehingga tidak terjadi tumpang tindih antara stakeholder satu dengan yang lainnya.

Tahap selanjutnya adalah menentukan bentuk dan jenis pesan serta media komunikasi yang digunakan untuk mencapai khalayak sasaran yang dituju. Penentuan pesan maupun media komunikasi sangat bergantung pada karakteristik khalayak sasaran. Ketepatan pemilihan pesan dan media komunikasi memperbesar peluang tercapainya kesamaan makna diantara stakeholder penggerak pembangunan serta tercapainya tujuan pembangunan. Proses evaluasi pada framework ini diharapkan terjadi di setiap tahapan sehingga ketika ditemukan kendala atau  kekurangan maka dapat segera diselesaikan. 

Mengakhiri orasinya, dosen yang pernah  mengikuti The British Academy Visiting Fellowship Programme di Leeds Trinity University, Leeds, United Kingdom 2023 ini mengatakan, masyarakat merupakan salah satu stakeholder aktif yang turut berperanserta dalam proses pembangunan melalui serangkaian tahapan, sehingga diharapkan mampu menghasilkan perubahan sosial yang pada akhirnya berkontribusi pada terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.

Selamat atas pengukuhan Prof.Dr.Shinta Prastyanti,S.I.P.,M.A . [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Komunikasi Pembangunan: Refleksi Pembangunan Partisipatif  Yang Berkelanjutan — [Bagian 1]
Tags: ilmu komunikasikomunikasiUniversitas Jenderal Soedirman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kenapa Kita (Ayah) Takut Mengambil Rapor Anak?

Next Post

GANAS 2025: Perjalanan Panjang Generasi Muda Merawat Seni, Menyatukan Imajinasi, dan Menyalakan Harapan

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
GANAS 2025: Perjalanan Panjang Generasi Muda Merawat Seni, Menyatukan Imajinasi, dan Menyalakan Harapan

GANAS 2025: Perjalanan Panjang Generasi Muda Merawat Seni, Menyatukan Imajinasi, dan Menyalakan Harapan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co