14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Pembangunan: Refleksi Pembangunan Partisipatif  Yang Berkelanjutan — [Bagian 1]

Chusmeru by Chusmeru
December 19, 2025
in Persona
Komunikasi Pembangunan: Refleksi Pembangunan Partisipatif  Yang Berkelanjutan — [Bagian 1]

Orasi ilmiah Prof. Dr. Shinta Prastyanti, S.I.P., M.A/ Foto Dok.Humas Unsoed

Tidak ada satu pun negara di dunia yang tidak melakukan pembangunan. Pembangunan akan terus berlangsung seiring dengan perjalanan sebuah negara. Dalam prosesnya, pembangunan harus dikomunikasikan. Komunikasi dalam hal ini bukan hanya sekadar mendifusikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat, namun juga bagaimana semua elemen masyarakat dapat terlibat aktif dalam pembangunan sehingga dapat terwujud pembangunan berkelanjutan.

Demikian dipaparkan oleh Prof. Dr. Shinta Prastyanti, S.I.P., M.A dalam orasi ilmiah Pengukuhan Jabatan Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Pembangunan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada tanggal 16 Desember 2025. Orasi ilmiahnya berjudul “Komunikasi Pembangunan: Sebuah Refleksi Teoritis dan Praksis Menuju Pembangunan Partisipasif yang Berkelanjutan”.

 Dijelaskan, sebagaimana pendapat Morris (2006) bahwa komunikasi pembangunan didominasi oleh dua model konseptual yakni difusi dan partisipasi. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan dapat dikembangkan melalui pendekatan komunikasi pembangunan partisipatif karena sifatnya yang dialogis, menekankan pada subjek manusia, serta potensi transformasi sosial, dan keberlanjutan.  Pendekatan ini memberikan ruang yang luas untuk lebih memahami kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan dan berkontribusi dalam menciptakan kohesi dan integrasi sosial. Meskipun demikian, dukungan dari individu, media, serta berbagai institusi sangatlah diperlukan.

Penulis bersama Prof. Dr. Shinta Prastyanti, S.I.P., M.A sebelum acara pengukuhan | Foto Dok.Penulis

Dosen yang lahir di Yogyakarta, 26 September 1973 ini  mengatakan, terdapat relasi antara komunikasi pembangunan dan perubahan sosial yang terlihat pada praktik-praktik komunikasi pembangunan, diantaranya bagaimana melibatkan semua stakeholder melalui proses komunikasi dialogis dalam pengambilan keputusan atas isu-isu penting pembangunan yang pada akhirnya menciptakan perubahan sosial dalam masyarakat.

Komunikasi Pembangunan

Prof.Dr.Shinta Prastyanti,S.I.P.,M.A mengutip Rogers (1976) yang melihat komunikasi pembangunan sebagai sebuah studi perubahan sosial memaknai pembangunan sebagai proses partisipasi dalam perubahan sosial, yakni membantu masyarakat bawah memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru.

Senada dengan Rogers, Servaes (1999) menambahkan bahwa ide-ide pembangunan idealnya berasal dari komunitas dan organisasi yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sebagai gerakan – gerakan sosial yang melepaskan diri dari hirarki struktural sehingga masyarakat dapat bertindak sebagai aktor utama dalam pembangunan. Dalam konteks tersebut, perlu didorong pendekatan yang lebih refleksif terhadap perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dengan jalan mengintegrasikan komunikasi untuk dan tentang pembangunan (Huesca, 2001; Wilkins, 2007).

Guru Besar Ilmu Komunikasi yang menyandang Master of Arts in Rural Development dari School of Development Studies, University of East Anglia, Norwich, United Kingdom dan Doktor Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini melengkapi pemahaman tentang komunikasi pembangunan sebagaimana dikatakan Dutta et al. (2021).

Dikatakan Dutta, bahwa seringkali dalam beberapa literatur komunikasi dan perubahan sosial membentuk dikotomi palsu antara teori dengan praktik, sehingga tidak benar-benar bergulat dengan realitas hidup kaum terpinggirkan. Kompleksitas dari komunikasi pembangunan tersebut, maka secara historis komunikasi pembangunan diposisikan sebagai sebuah proses yang melalui berbagai tahapan serta sensitif secara budaya, sehingga dalam prosesnya peduli terhadap kearifan dan kebutuhan lokal (Ebigbagha, 2016; Mungmachon, 2012).

Kajian komunikasi pembangunan juga tidak dapat dilepaskan dari pertanyaan menggelitik yang datang dari seorang tokoh bernama Jan Servaes. Dalam sebuah tulisannya, Servaes (1995) mempertanyakan sebenarnya komunikasi pembangunan itu untuk siapa dan untuk apa?. Pertanyaan tersebut berangkat dari kenyataan bahwasanya pembangunan yang sejatinya bertujuan melakukan perubahan sosial yakni menyejahterakan masyarakat justru seringkali hanya menguntungkan segelintir elite.

“Bagaimana tidak?. Para elite di negara-negara miskin dan berkembang justru memanfaatkan pembangunan sebagai jalan untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya. Dampaknya adalah yang kaya menjadi semakin kaya, sementara yang miskin selalu terpinggirkan,” ujar dosen pengajar mata kuliah Teori Komunikasi Pembangunan dan Manajemen Strategis Komunikasi Pembangunan di Universitas Jenderal Soedirman.

Pengalungan Samir Guru Besar oleh Ketua Senat Universitas | Foto Dok.Humas Unsoed

Pembangunan juga menjadi semacam “komoditas” bagi negara-negara maju untuk memperluas ekspansinya sehingga semakin eksis dengan misi-misi globalnya, di antaranya melalui berbagai paket “bantuan” internasional. Dalam hal ini negara-negara miskin dan berkembang hanya sebagai penyuplai bahan baku dan tenaga kerja murah, di samping pangsa pasar yang sangat menjanjikan bagi komoditas dari negara-negara maju tersebut. Hal tersebut memperkuat argumen bahwa tampaknya menjadi sebuah keniscayaan dapat melenyapkan kemiskinan di negara-negara dunia ketiga (Unwin, 2007; Prastyanti et al., 2018; Prastyanti, 2015; Alvaredo & Gasparini, 2015).

Peran Media

Servaes (1995) juga memandang bahwa media komunikasi berperan serta mendukung inisiatif-inisiatif pembangunan, yang kemudian memunculkan sebuah studi dan riset dalam komunikasi pembangunan, yakni ICT4D (Information and Communication Technology for Development) yang berkembang sejak pertengahan tahun 1980-an (Walsham, 2017).

Penelitian tentang keterkaitan ICT dalam pembangunan di antaranya dilakukan oleh Malaquias et al, (2017), Jayaprakash & Pillai (2019). Pada kenyataannya peranan ICT terhadap pembangunan masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketersediaan dan kualitas jaringan internet, dan kemampuan mengaksesnya. Riset dan praktik ICT4D juga menghadapi tantangan dinamika sosial masyarakat, perubahan pembangunan yang cepat, pesatnya perkembangan teknologi, kemampuannya dalam mendorong pembangunan pada masyarakat terbelakang, orientasi neoliberal dalam praktiknya, serta perlunya investasi yang besar (Zheng et al., 2017; Sein et al., 2018; Schelenz & Pawelec, 2021).

Lebih lanjut, istri dari Hartana serta ibu dari Nadia Pranasiwi Justie Dewantari dan Reandra Parahita Justie Dewantari ini berpendapat, kebebasan mengakses media baru bervariasi berdasarkan karakteristik sosio-demografis. Melalui pengalaman beraktivitas online masyarakat dapat melakukan interaksi sosial dengan pihak terkait untuk mendiskusikan informasi yang diperoleh (Prastyanti et al., 2020).

Fourie & Kloppers (2018) menambahkan bahwa ketika komunikasi berkontribusi dalam terciptanya pembangunan berkelanjutan, maka interaksi sosial dengan pihak terkait untuk mendiskusikan informasi yang diperoleh. Konsep komunikasi pembangunan yang lain juga disampaikan oleh Servaes & Malikhao (2020) yang menyatakan bahwa komunikasi pembangunan merupakan proses sosial yang bertujuan mencapai konsensus dengan memperhitungkan kepentingan, kebutuhan, dan kapasitas semua pihak melalui sebuah sistem yang akuntabel dan transparan.

Prof. Dr. Shinta Prastyanti, S.I.P., M.A bersama keluarga | Foto Dok.Penulis

Terkadang seseorang tidak berbicara bukan karena tidak ada yang harus disampaikan, namun karena tidak adanya ruang untuk menyuarakannya. Untuk itu diperlukan proses komunikasi partisipasi yang tidak hanya berbicara tetapi juga mendengarkan. Konsep tersebut dapat menjembatani “gap” dan memunculkan kepercayaan di antara komunikator dan komunikan.  Kunci komunikasi partisipasi adalah dialog, yang membuka ruang bagi masyarakat untuk berperanserta dalam pembangunan. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: ilmu komunikasikomunikasiUniversitas Jenderal Soedirman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Hidup dengan Pariwisata, Tapi Juga Mati Karenanya

Next Post

I Love You More Than You’ll Ever Know: Mahakarya dari Improvisasi

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
I Love You More Than You’ll Ever Know: Mahakarya dari Improvisasi

I Love You More Than You'll Ever Know: Mahakarya dari Improvisasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co