24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ai Kurnia Sari, Pejuang Literasi dari Langkah Sunyi

Jefriyan Putra Deska by Jefriyan Putra Deska
November 17, 2025
in Khas
Ai Kurnia Sari, Pejuang Literasi dari Langkah Sunyi

Ai Kurnia Sari, pendiri TBM Lambang, berdiskusi tentang buku cerita bersama anak-anak di ruang baca sederhana di Perumnas Lambang, Kota Pariaman,

DI sudut Perumnas Lambang, Kota Pariaman, Sumatera Barat, deretan rumah sederhana berdiri rapat seperti sahabat yang saling menopang. Jalan sempit yang menjadi penghubung antarblok kerap dipenuhi suara anak-anak berlari, sepeda kecil yang berlomba, dan perbincangan hangat para ibu di teras rumah.

Namun, di antara riuh aktivitas harian itu, ada satu rumah yang berbeda auranya. Bukan karena megahnya, melainkan karena kehidupan kecil yang tumbuh dari rak-rak buku di dalamnya tempat di mana setiap lembar kertas menjadi jendela bagi banyak mimpi, dan keheningan membaca bersanding dengan suara riang anak-anak.

Dari rumah biasa di lingkungan padat ini, sebuah gerakan literasi lahir, pelan namun pasti, menembus batas ruang dan kebiasaan masyarakat yang mulai tergerus oleh layar gawai. Di balik semua itu adalah seorang perempuan bernama Ai Kurnia Sari yang tidak pernah lelah menyalakan cahaya literasi. Ia percaya bahwa satu buku dapat menuntun pada satu perubahan.

Ai Kurnia Sari adalah seorang ibu yang tumbuh dengan kebiasaan membaca. Ia sering berpikir, betapa jauhnya akses terhadap buku telah menciptakan ketimpangan dalam cara berpikir dan memahami dunia. Ketika sebagian orang bisa dengan mudah mengakses informasi dan literatur, namun masih banyak orang lain yang harus berjuang keras hanya untuk membaca satu buku yang layak.

Kesadaran itulah yang mendorongnya untuk memulai sesuatu dari yang ia miliki. Koleksi buku pribadinya terbilang banyak, mencakup berbagai genre dari novel hingga buku-buku keislaman, dari puisi hingga buku anak-anak. Awalnya, buku-buku itu hanya ia simpan rapi di rak rumah. Tapi kemudian ia berpikir, mengapa tidak dipinjamkan saja kepada mereka yang ingin membaca?

Dengan semangat itu, ia memulai langkah kecil, membuka taman baca dari rumah sendiri. Langkah pertama itu sederhana tapi bermakna. Ia mulai membagikan foto-foto koleksi buku di media sosial, terutama di Facebook dan WhatsApp dalam keterangan, ia menuliskan bahwa siapa pun yang ingin meminjam boleh menghubunginya. Tidak ada syarat sulit, tidak ada batasan. Jika mereka sibuk dan tidak sempat datang, ia bersedia mengantarkan buku langsung ke rumah mereka. selama masih satu kota.

Respon yang ia terima sungguh di luar dugaan. Teman-temannya mulai membalas unggahannya ada yang tertarik meminjam, ada pula yang sekadar bertanya. Perlahan, jumlah peminjam pun meningkat. Bahkan ada beberapa orang yang sebelumnya tidak begitu tertarik membaca, menjadi rutin datang karena penasaran dengan buku-buku yang ia tawarkan. Anak-anak kecil pun mulai berdatangan, ditemani orang tua mereka. Ia merasa senang, sekaligus terharu. Ternyata, di balik kesibukan dan kehidupan yang serba cepat ini, masih banyak orang yang punya minat terhadap buku. Mereka hanya butuh akses, dan sedikit dorongan.

Media sosial memainkan peran yang sangat besar dalam pertumbuhan taman baca ini. Bukan hanya untuk menyebarkan informasi, tetapi juga sebagai jembatan untuk bertemu dengan para pegiat literasi, komunitas, dan bahkan donator.

Beberapa penulis dan pegiat literasi yang Ai Kurnia Sari kenal secara daring mulai menghubunginya. Mereka tertarik dengan gerakan yang ia lakukan dan menawarkan bantuan. Ada yang menyumbangkan buku, ada yang mempromosikan taman bacanya di jaringan mereka, bahkan ada yang mengirimkan paket buku tanpa diminta. Jumlah koleksi buku pun bertambah secara signifikan.

Jika awalnya hanya sekitar 200-an buku, kini koleksi buku telah mencapai ribuan. Ada novel, buku agama, buku pelajaran, ensiklopedia anak, komik edukatif, majalah, dan lain-lain. Dari sinilah ia belajar bahwa media sosial, jika digunakan secara bijak, bisa menjadi alat pemberdayaan yang sangat efektif. Pengenalan dan citra taman baca menjadi penting, bukan untuk mencari ketenaran, tapi agar pesan kebaikan bisa menyebar lebih luas.

Selain sebagai penggerak literasi, Ai Kurnia Sari juga seorang ibu rumah tangga yang menjalani keseharian sederhana. Pagi hari ia biasa menyiapkan sarapan untuk keluarga, mengantar anak ke sekolah, lalu membuka pintu rumah yang juga menjadi taman baca bagi warga sekitar. Setelah pekerjaan rumah selesai, ia menyusun buku-buku, membersihkan rak, dan menyambut anak-anak yang datang untuk membaca.

Baginya, taman baca bukan hanya tempat untuk meminjam dan membaca buku, melainkan juga ruang yang hidup, menyenangkan, dan penuh interaksi. Karena itu, ia mulai mengadakan berbagai kegiatan dari lomba mewarnai untuk anak-anak, diskusi buku untuk remaja dan dewasa, hingga pelatihan membuat makanan sehat bagi ibu-ibu. Salah satu kegiatan favorit anak-anak adalah read aloud, atau membaca nyaring, di mana ia atau relawan lain membacakan cerita dengan ekspresif.

Kegiatan-kegiatan ini menjadikan taman baca sebagai ruang sosial yang hangat. Anak-anak datang tidak hanya untuk membaca, tetapi juga bermain dan belajar. Orang tua pun merasa aman membiarkan anak-anak mereka berkegiatan karena tahu mereka berada di lingkungan positif yang dipelopori oleh Ai Kurnia Sari.

Namun tentu, tidak semua berjalan mulus. Tantangan terbesar bagi Ai Kurnia Sari adalah menjaga keberlanjutan kegiatan di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. Buku memang terus berdatangan, tetapi menjaga semangat anak-anak, merawat fasilitas, dan mengatur waktu bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, Ia memilih tetap konsisten. Ia percaya, konsistensi akan mengubah pandangan dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

Ia menyadari bahwa taman baca ini masih jauh dari sempurna. Masih banyak yang perlu dibenahi, dari sistem peminjaman, keterlibatan relawan, hingga pengembangan fasilitas. Namun ia tidak ingin berhenti. Ia punya harapan besar bahwa suatu hari nanti, taman baca ini bisa menjadi pusat literasi yang lebih lengkap, dengan ruang belajar yang nyaman, koleksi buku digital, dan program-program pembinaan yang berkelanjutan.

Ai Kurnia Sari menyampaikan pesan yang menyentuh tentang perjalanan dan makna dari perjuangannya membangun taman baca. Baginya, mengelola Taman Baca Masyarakat bukan sekadar mengatur buku dan kegiatan, tetapi sebuah proses belajar tentang ketekunan, kepedulian, dan kekuatan kolaborasi. “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan saya percaya, satu buku bisa mengubah hidup seseorang,” ujarnya dengan mata berbinar.

Semangat itulah yang terus ia tularkan kepada siapa pun yang ia temui. Ia ingin lebih banyak orang berani memulai taman baca di lingkungannya sendiri, meski dengan keterbatasan. Kini, di sela kesibukan dan aktivitasnya, Ai Kurnia Sari mulai menyusun panduan sederhana tentang cara membangun taman baca dari nol mulai dari mengelola koleksi buku, memanfaatkan media sosial, hingga menjalin jejaring dengan komunitas literasi lain. Baginya, setiap taman baca baru adalah sebuah cahaya kecil yang akan menambah terang bagi masa depan literasi bangsa. [T]

Penulis: Jefriyan Putra Deska
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukuKota PariamanSumatera Barat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Prof. Satjipto Rahardjo, Hukum Progresif, dan Titik Balik Fritjof Capra

Next Post

Galungan Banyak Biaya? –Merayakan Hari Suci Mesti Cermat, Bukan Hemat

Jefriyan Putra Deska

Jefriyan Putra Deska

Mahasiswa Univeristas Negeri Padang

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Hari Suci Saraswati, Mempermulia Diri dengan “Kaweruhan Sujati”

Galungan Banyak Biaya? --Merayakan Hari Suci Mesti Cermat, Bukan Hemat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co