3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ai Kurnia Sari, Pejuang Literasi dari Langkah Sunyi

Jefriyan Putra Deska by Jefriyan Putra Deska
November 17, 2025
in Khas
Ai Kurnia Sari, Pejuang Literasi dari Langkah Sunyi

Ai Kurnia Sari, pendiri TBM Lambang, berdiskusi tentang buku cerita bersama anak-anak di ruang baca sederhana di Perumnas Lambang, Kota Pariaman,

DI sudut Perumnas Lambang, Kota Pariaman, Sumatera Barat, deretan rumah sederhana berdiri rapat seperti sahabat yang saling menopang. Jalan sempit yang menjadi penghubung antarblok kerap dipenuhi suara anak-anak berlari, sepeda kecil yang berlomba, dan perbincangan hangat para ibu di teras rumah.

Namun, di antara riuh aktivitas harian itu, ada satu rumah yang berbeda auranya. Bukan karena megahnya, melainkan karena kehidupan kecil yang tumbuh dari rak-rak buku di dalamnya tempat di mana setiap lembar kertas menjadi jendela bagi banyak mimpi, dan keheningan membaca bersanding dengan suara riang anak-anak.

Dari rumah biasa di lingkungan padat ini, sebuah gerakan literasi lahir, pelan namun pasti, menembus batas ruang dan kebiasaan masyarakat yang mulai tergerus oleh layar gawai. Di balik semua itu adalah seorang perempuan bernama Ai Kurnia Sari yang tidak pernah lelah menyalakan cahaya literasi. Ia percaya bahwa satu buku dapat menuntun pada satu perubahan.

Ai Kurnia Sari adalah seorang ibu yang tumbuh dengan kebiasaan membaca. Ia sering berpikir, betapa jauhnya akses terhadap buku telah menciptakan ketimpangan dalam cara berpikir dan memahami dunia. Ketika sebagian orang bisa dengan mudah mengakses informasi dan literatur, namun masih banyak orang lain yang harus berjuang keras hanya untuk membaca satu buku yang layak.

Kesadaran itulah yang mendorongnya untuk memulai sesuatu dari yang ia miliki. Koleksi buku pribadinya terbilang banyak, mencakup berbagai genre dari novel hingga buku-buku keislaman, dari puisi hingga buku anak-anak. Awalnya, buku-buku itu hanya ia simpan rapi di rak rumah. Tapi kemudian ia berpikir, mengapa tidak dipinjamkan saja kepada mereka yang ingin membaca?

Dengan semangat itu, ia memulai langkah kecil, membuka taman baca dari rumah sendiri. Langkah pertama itu sederhana tapi bermakna. Ia mulai membagikan foto-foto koleksi buku di media sosial, terutama di Facebook dan WhatsApp dalam keterangan, ia menuliskan bahwa siapa pun yang ingin meminjam boleh menghubunginya. Tidak ada syarat sulit, tidak ada batasan. Jika mereka sibuk dan tidak sempat datang, ia bersedia mengantarkan buku langsung ke rumah mereka. selama masih satu kota.

Respon yang ia terima sungguh di luar dugaan. Teman-temannya mulai membalas unggahannya ada yang tertarik meminjam, ada pula yang sekadar bertanya. Perlahan, jumlah peminjam pun meningkat. Bahkan ada beberapa orang yang sebelumnya tidak begitu tertarik membaca, menjadi rutin datang karena penasaran dengan buku-buku yang ia tawarkan. Anak-anak kecil pun mulai berdatangan, ditemani orang tua mereka. Ia merasa senang, sekaligus terharu. Ternyata, di balik kesibukan dan kehidupan yang serba cepat ini, masih banyak orang yang punya minat terhadap buku. Mereka hanya butuh akses, dan sedikit dorongan.

Media sosial memainkan peran yang sangat besar dalam pertumbuhan taman baca ini. Bukan hanya untuk menyebarkan informasi, tetapi juga sebagai jembatan untuk bertemu dengan para pegiat literasi, komunitas, dan bahkan donator.

Beberapa penulis dan pegiat literasi yang Ai Kurnia Sari kenal secara daring mulai menghubunginya. Mereka tertarik dengan gerakan yang ia lakukan dan menawarkan bantuan. Ada yang menyumbangkan buku, ada yang mempromosikan taman bacanya di jaringan mereka, bahkan ada yang mengirimkan paket buku tanpa diminta. Jumlah koleksi buku pun bertambah secara signifikan.

Jika awalnya hanya sekitar 200-an buku, kini koleksi buku telah mencapai ribuan. Ada novel, buku agama, buku pelajaran, ensiklopedia anak, komik edukatif, majalah, dan lain-lain. Dari sinilah ia belajar bahwa media sosial, jika digunakan secara bijak, bisa menjadi alat pemberdayaan yang sangat efektif. Pengenalan dan citra taman baca menjadi penting, bukan untuk mencari ketenaran, tapi agar pesan kebaikan bisa menyebar lebih luas.

Selain sebagai penggerak literasi, Ai Kurnia Sari juga seorang ibu rumah tangga yang menjalani keseharian sederhana. Pagi hari ia biasa menyiapkan sarapan untuk keluarga, mengantar anak ke sekolah, lalu membuka pintu rumah yang juga menjadi taman baca bagi warga sekitar. Setelah pekerjaan rumah selesai, ia menyusun buku-buku, membersihkan rak, dan menyambut anak-anak yang datang untuk membaca.

Baginya, taman baca bukan hanya tempat untuk meminjam dan membaca buku, melainkan juga ruang yang hidup, menyenangkan, dan penuh interaksi. Karena itu, ia mulai mengadakan berbagai kegiatan dari lomba mewarnai untuk anak-anak, diskusi buku untuk remaja dan dewasa, hingga pelatihan membuat makanan sehat bagi ibu-ibu. Salah satu kegiatan favorit anak-anak adalah read aloud, atau membaca nyaring, di mana ia atau relawan lain membacakan cerita dengan ekspresif.

Kegiatan-kegiatan ini menjadikan taman baca sebagai ruang sosial yang hangat. Anak-anak datang tidak hanya untuk membaca, tetapi juga bermain dan belajar. Orang tua pun merasa aman membiarkan anak-anak mereka berkegiatan karena tahu mereka berada di lingkungan positif yang dipelopori oleh Ai Kurnia Sari.

Namun tentu, tidak semua berjalan mulus. Tantangan terbesar bagi Ai Kurnia Sari adalah menjaga keberlanjutan kegiatan di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. Buku memang terus berdatangan, tetapi menjaga semangat anak-anak, merawat fasilitas, dan mengatur waktu bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, Ia memilih tetap konsisten. Ia percaya, konsistensi akan mengubah pandangan dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

Ia menyadari bahwa taman baca ini masih jauh dari sempurna. Masih banyak yang perlu dibenahi, dari sistem peminjaman, keterlibatan relawan, hingga pengembangan fasilitas. Namun ia tidak ingin berhenti. Ia punya harapan besar bahwa suatu hari nanti, taman baca ini bisa menjadi pusat literasi yang lebih lengkap, dengan ruang belajar yang nyaman, koleksi buku digital, dan program-program pembinaan yang berkelanjutan.

Ai Kurnia Sari menyampaikan pesan yang menyentuh tentang perjalanan dan makna dari perjuangannya membangun taman baca. Baginya, mengelola Taman Baca Masyarakat bukan sekadar mengatur buku dan kegiatan, tetapi sebuah proses belajar tentang ketekunan, kepedulian, dan kekuatan kolaborasi. “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan saya percaya, satu buku bisa mengubah hidup seseorang,” ujarnya dengan mata berbinar.

Semangat itulah yang terus ia tularkan kepada siapa pun yang ia temui. Ia ingin lebih banyak orang berani memulai taman baca di lingkungannya sendiri, meski dengan keterbatasan. Kini, di sela kesibukan dan aktivitasnya, Ai Kurnia Sari mulai menyusun panduan sederhana tentang cara membangun taman baca dari nol mulai dari mengelola koleksi buku, memanfaatkan media sosial, hingga menjalin jejaring dengan komunitas literasi lain. Baginya, setiap taman baca baru adalah sebuah cahaya kecil yang akan menambah terang bagi masa depan literasi bangsa. [T]

Penulis: Jefriyan Putra Deska
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukuKota PariamanSumatera Barat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Prof. Satjipto Rahardjo, Hukum Progresif, dan Titik Balik Fritjof Capra

Next Post

Galungan Banyak Biaya? –Merayakan Hari Suci Mesti Cermat, Bukan Hemat

Jefriyan Putra Deska

Jefriyan Putra Deska

Mahasiswa Univeristas Negeri Padang

Related Posts

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails
Next Post
Hari Suci Saraswati, Mempermulia Diri dengan “Kaweruhan Sujati”

Galungan Banyak Biaya? --Merayakan Hari Suci Mesti Cermat, Bukan Hemat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co