13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ai Kurnia Sari, Pejuang Literasi dari Langkah Sunyi

Jefriyan Putra Deska by Jefriyan Putra Deska
November 17, 2025
in Khas
Ai Kurnia Sari, Pejuang Literasi dari Langkah Sunyi

Ai Kurnia Sari, pendiri TBM Lambang, berdiskusi tentang buku cerita bersama anak-anak di ruang baca sederhana di Perumnas Lambang, Kota Pariaman,

DI sudut Perumnas Lambang, Kota Pariaman, Sumatera Barat, deretan rumah sederhana berdiri rapat seperti sahabat yang saling menopang. Jalan sempit yang menjadi penghubung antarblok kerap dipenuhi suara anak-anak berlari, sepeda kecil yang berlomba, dan perbincangan hangat para ibu di teras rumah.

Namun, di antara riuh aktivitas harian itu, ada satu rumah yang berbeda auranya. Bukan karena megahnya, melainkan karena kehidupan kecil yang tumbuh dari rak-rak buku di dalamnya tempat di mana setiap lembar kertas menjadi jendela bagi banyak mimpi, dan keheningan membaca bersanding dengan suara riang anak-anak.

Dari rumah biasa di lingkungan padat ini, sebuah gerakan literasi lahir, pelan namun pasti, menembus batas ruang dan kebiasaan masyarakat yang mulai tergerus oleh layar gawai. Di balik semua itu adalah seorang perempuan bernama Ai Kurnia Sari yang tidak pernah lelah menyalakan cahaya literasi. Ia percaya bahwa satu buku dapat menuntun pada satu perubahan.

Ai Kurnia Sari adalah seorang ibu yang tumbuh dengan kebiasaan membaca. Ia sering berpikir, betapa jauhnya akses terhadap buku telah menciptakan ketimpangan dalam cara berpikir dan memahami dunia. Ketika sebagian orang bisa dengan mudah mengakses informasi dan literatur, namun masih banyak orang lain yang harus berjuang keras hanya untuk membaca satu buku yang layak.

Kesadaran itulah yang mendorongnya untuk memulai sesuatu dari yang ia miliki. Koleksi buku pribadinya terbilang banyak, mencakup berbagai genre dari novel hingga buku-buku keislaman, dari puisi hingga buku anak-anak. Awalnya, buku-buku itu hanya ia simpan rapi di rak rumah. Tapi kemudian ia berpikir, mengapa tidak dipinjamkan saja kepada mereka yang ingin membaca?

Dengan semangat itu, ia memulai langkah kecil, membuka taman baca dari rumah sendiri. Langkah pertama itu sederhana tapi bermakna. Ia mulai membagikan foto-foto koleksi buku di media sosial, terutama di Facebook dan WhatsApp dalam keterangan, ia menuliskan bahwa siapa pun yang ingin meminjam boleh menghubunginya. Tidak ada syarat sulit, tidak ada batasan. Jika mereka sibuk dan tidak sempat datang, ia bersedia mengantarkan buku langsung ke rumah mereka. selama masih satu kota.

Respon yang ia terima sungguh di luar dugaan. Teman-temannya mulai membalas unggahannya ada yang tertarik meminjam, ada pula yang sekadar bertanya. Perlahan, jumlah peminjam pun meningkat. Bahkan ada beberapa orang yang sebelumnya tidak begitu tertarik membaca, menjadi rutin datang karena penasaran dengan buku-buku yang ia tawarkan. Anak-anak kecil pun mulai berdatangan, ditemani orang tua mereka. Ia merasa senang, sekaligus terharu. Ternyata, di balik kesibukan dan kehidupan yang serba cepat ini, masih banyak orang yang punya minat terhadap buku. Mereka hanya butuh akses, dan sedikit dorongan.

Media sosial memainkan peran yang sangat besar dalam pertumbuhan taman baca ini. Bukan hanya untuk menyebarkan informasi, tetapi juga sebagai jembatan untuk bertemu dengan para pegiat literasi, komunitas, dan bahkan donator.

Beberapa penulis dan pegiat literasi yang Ai Kurnia Sari kenal secara daring mulai menghubunginya. Mereka tertarik dengan gerakan yang ia lakukan dan menawarkan bantuan. Ada yang menyumbangkan buku, ada yang mempromosikan taman bacanya di jaringan mereka, bahkan ada yang mengirimkan paket buku tanpa diminta. Jumlah koleksi buku pun bertambah secara signifikan.

Jika awalnya hanya sekitar 200-an buku, kini koleksi buku telah mencapai ribuan. Ada novel, buku agama, buku pelajaran, ensiklopedia anak, komik edukatif, majalah, dan lain-lain. Dari sinilah ia belajar bahwa media sosial, jika digunakan secara bijak, bisa menjadi alat pemberdayaan yang sangat efektif. Pengenalan dan citra taman baca menjadi penting, bukan untuk mencari ketenaran, tapi agar pesan kebaikan bisa menyebar lebih luas.

Selain sebagai penggerak literasi, Ai Kurnia Sari juga seorang ibu rumah tangga yang menjalani keseharian sederhana. Pagi hari ia biasa menyiapkan sarapan untuk keluarga, mengantar anak ke sekolah, lalu membuka pintu rumah yang juga menjadi taman baca bagi warga sekitar. Setelah pekerjaan rumah selesai, ia menyusun buku-buku, membersihkan rak, dan menyambut anak-anak yang datang untuk membaca.

Baginya, taman baca bukan hanya tempat untuk meminjam dan membaca buku, melainkan juga ruang yang hidup, menyenangkan, dan penuh interaksi. Karena itu, ia mulai mengadakan berbagai kegiatan dari lomba mewarnai untuk anak-anak, diskusi buku untuk remaja dan dewasa, hingga pelatihan membuat makanan sehat bagi ibu-ibu. Salah satu kegiatan favorit anak-anak adalah read aloud, atau membaca nyaring, di mana ia atau relawan lain membacakan cerita dengan ekspresif.

Kegiatan-kegiatan ini menjadikan taman baca sebagai ruang sosial yang hangat. Anak-anak datang tidak hanya untuk membaca, tetapi juga bermain dan belajar. Orang tua pun merasa aman membiarkan anak-anak mereka berkegiatan karena tahu mereka berada di lingkungan positif yang dipelopori oleh Ai Kurnia Sari.

Namun tentu, tidak semua berjalan mulus. Tantangan terbesar bagi Ai Kurnia Sari adalah menjaga keberlanjutan kegiatan di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. Buku memang terus berdatangan, tetapi menjaga semangat anak-anak, merawat fasilitas, dan mengatur waktu bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, Ia memilih tetap konsisten. Ia percaya, konsistensi akan mengubah pandangan dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

Ia menyadari bahwa taman baca ini masih jauh dari sempurna. Masih banyak yang perlu dibenahi, dari sistem peminjaman, keterlibatan relawan, hingga pengembangan fasilitas. Namun ia tidak ingin berhenti. Ia punya harapan besar bahwa suatu hari nanti, taman baca ini bisa menjadi pusat literasi yang lebih lengkap, dengan ruang belajar yang nyaman, koleksi buku digital, dan program-program pembinaan yang berkelanjutan.

Ai Kurnia Sari menyampaikan pesan yang menyentuh tentang perjalanan dan makna dari perjuangannya membangun taman baca. Baginya, mengelola Taman Baca Masyarakat bukan sekadar mengatur buku dan kegiatan, tetapi sebuah proses belajar tentang ketekunan, kepedulian, dan kekuatan kolaborasi. “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan saya percaya, satu buku bisa mengubah hidup seseorang,” ujarnya dengan mata berbinar.

Semangat itulah yang terus ia tularkan kepada siapa pun yang ia temui. Ia ingin lebih banyak orang berani memulai taman baca di lingkungannya sendiri, meski dengan keterbatasan. Kini, di sela kesibukan dan aktivitasnya, Ai Kurnia Sari mulai menyusun panduan sederhana tentang cara membangun taman baca dari nol mulai dari mengelola koleksi buku, memanfaatkan media sosial, hingga menjalin jejaring dengan komunitas literasi lain. Baginya, setiap taman baca baru adalah sebuah cahaya kecil yang akan menambah terang bagi masa depan literasi bangsa. [T]

Penulis: Jefriyan Putra Deska
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukuKota PariamanSumatera Barat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Prof. Satjipto Rahardjo, Hukum Progresif, dan Titik Balik Fritjof Capra

Next Post

Galungan Banyak Biaya? –Merayakan Hari Suci Mesti Cermat, Bukan Hemat

Jefriyan Putra Deska

Jefriyan Putra Deska

Mahasiswa Univeristas Negeri Padang

Related Posts

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails
Next Post
Hari Suci Saraswati, Mempermulia Diri dengan “Kaweruhan Sujati”

Galungan Banyak Biaya? --Merayakan Hari Suci Mesti Cermat, Bukan Hemat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co