3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ai Kurnia Sari, Pejuang Literasi dari Langkah Sunyi

Jefriyan Putra Deska by Jefriyan Putra Deska
November 17, 2025
in Khas
Ai Kurnia Sari, Pejuang Literasi dari Langkah Sunyi

Ai Kurnia Sari, pendiri TBM Lambang, berdiskusi tentang buku cerita bersama anak-anak di ruang baca sederhana di Perumnas Lambang, Kota Pariaman,

DI sudut Perumnas Lambang, Kota Pariaman, Sumatera Barat, deretan rumah sederhana berdiri rapat seperti sahabat yang saling menopang. Jalan sempit yang menjadi penghubung antarblok kerap dipenuhi suara anak-anak berlari, sepeda kecil yang berlomba, dan perbincangan hangat para ibu di teras rumah.

Namun, di antara riuh aktivitas harian itu, ada satu rumah yang berbeda auranya. Bukan karena megahnya, melainkan karena kehidupan kecil yang tumbuh dari rak-rak buku di dalamnya tempat di mana setiap lembar kertas menjadi jendela bagi banyak mimpi, dan keheningan membaca bersanding dengan suara riang anak-anak.

Dari rumah biasa di lingkungan padat ini, sebuah gerakan literasi lahir, pelan namun pasti, menembus batas ruang dan kebiasaan masyarakat yang mulai tergerus oleh layar gawai. Di balik semua itu adalah seorang perempuan bernama Ai Kurnia Sari yang tidak pernah lelah menyalakan cahaya literasi. Ia percaya bahwa satu buku dapat menuntun pada satu perubahan.

Ai Kurnia Sari adalah seorang ibu yang tumbuh dengan kebiasaan membaca. Ia sering berpikir, betapa jauhnya akses terhadap buku telah menciptakan ketimpangan dalam cara berpikir dan memahami dunia. Ketika sebagian orang bisa dengan mudah mengakses informasi dan literatur, namun masih banyak orang lain yang harus berjuang keras hanya untuk membaca satu buku yang layak.

Kesadaran itulah yang mendorongnya untuk memulai sesuatu dari yang ia miliki. Koleksi buku pribadinya terbilang banyak, mencakup berbagai genre dari novel hingga buku-buku keislaman, dari puisi hingga buku anak-anak. Awalnya, buku-buku itu hanya ia simpan rapi di rak rumah. Tapi kemudian ia berpikir, mengapa tidak dipinjamkan saja kepada mereka yang ingin membaca?

Dengan semangat itu, ia memulai langkah kecil, membuka taman baca dari rumah sendiri. Langkah pertama itu sederhana tapi bermakna. Ia mulai membagikan foto-foto koleksi buku di media sosial, terutama di Facebook dan WhatsApp dalam keterangan, ia menuliskan bahwa siapa pun yang ingin meminjam boleh menghubunginya. Tidak ada syarat sulit, tidak ada batasan. Jika mereka sibuk dan tidak sempat datang, ia bersedia mengantarkan buku langsung ke rumah mereka. selama masih satu kota.

Respon yang ia terima sungguh di luar dugaan. Teman-temannya mulai membalas unggahannya ada yang tertarik meminjam, ada pula yang sekadar bertanya. Perlahan, jumlah peminjam pun meningkat. Bahkan ada beberapa orang yang sebelumnya tidak begitu tertarik membaca, menjadi rutin datang karena penasaran dengan buku-buku yang ia tawarkan. Anak-anak kecil pun mulai berdatangan, ditemani orang tua mereka. Ia merasa senang, sekaligus terharu. Ternyata, di balik kesibukan dan kehidupan yang serba cepat ini, masih banyak orang yang punya minat terhadap buku. Mereka hanya butuh akses, dan sedikit dorongan.

Media sosial memainkan peran yang sangat besar dalam pertumbuhan taman baca ini. Bukan hanya untuk menyebarkan informasi, tetapi juga sebagai jembatan untuk bertemu dengan para pegiat literasi, komunitas, dan bahkan donator.

Beberapa penulis dan pegiat literasi yang Ai Kurnia Sari kenal secara daring mulai menghubunginya. Mereka tertarik dengan gerakan yang ia lakukan dan menawarkan bantuan. Ada yang menyumbangkan buku, ada yang mempromosikan taman bacanya di jaringan mereka, bahkan ada yang mengirimkan paket buku tanpa diminta. Jumlah koleksi buku pun bertambah secara signifikan.

Jika awalnya hanya sekitar 200-an buku, kini koleksi buku telah mencapai ribuan. Ada novel, buku agama, buku pelajaran, ensiklopedia anak, komik edukatif, majalah, dan lain-lain. Dari sinilah ia belajar bahwa media sosial, jika digunakan secara bijak, bisa menjadi alat pemberdayaan yang sangat efektif. Pengenalan dan citra taman baca menjadi penting, bukan untuk mencari ketenaran, tapi agar pesan kebaikan bisa menyebar lebih luas.

Selain sebagai penggerak literasi, Ai Kurnia Sari juga seorang ibu rumah tangga yang menjalani keseharian sederhana. Pagi hari ia biasa menyiapkan sarapan untuk keluarga, mengantar anak ke sekolah, lalu membuka pintu rumah yang juga menjadi taman baca bagi warga sekitar. Setelah pekerjaan rumah selesai, ia menyusun buku-buku, membersihkan rak, dan menyambut anak-anak yang datang untuk membaca.

Baginya, taman baca bukan hanya tempat untuk meminjam dan membaca buku, melainkan juga ruang yang hidup, menyenangkan, dan penuh interaksi. Karena itu, ia mulai mengadakan berbagai kegiatan dari lomba mewarnai untuk anak-anak, diskusi buku untuk remaja dan dewasa, hingga pelatihan membuat makanan sehat bagi ibu-ibu. Salah satu kegiatan favorit anak-anak adalah read aloud, atau membaca nyaring, di mana ia atau relawan lain membacakan cerita dengan ekspresif.

Kegiatan-kegiatan ini menjadikan taman baca sebagai ruang sosial yang hangat. Anak-anak datang tidak hanya untuk membaca, tetapi juga bermain dan belajar. Orang tua pun merasa aman membiarkan anak-anak mereka berkegiatan karena tahu mereka berada di lingkungan positif yang dipelopori oleh Ai Kurnia Sari.

Namun tentu, tidak semua berjalan mulus. Tantangan terbesar bagi Ai Kurnia Sari adalah menjaga keberlanjutan kegiatan di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. Buku memang terus berdatangan, tetapi menjaga semangat anak-anak, merawat fasilitas, dan mengatur waktu bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, Ia memilih tetap konsisten. Ia percaya, konsistensi akan mengubah pandangan dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

Ia menyadari bahwa taman baca ini masih jauh dari sempurna. Masih banyak yang perlu dibenahi, dari sistem peminjaman, keterlibatan relawan, hingga pengembangan fasilitas. Namun ia tidak ingin berhenti. Ia punya harapan besar bahwa suatu hari nanti, taman baca ini bisa menjadi pusat literasi yang lebih lengkap, dengan ruang belajar yang nyaman, koleksi buku digital, dan program-program pembinaan yang berkelanjutan.

Ai Kurnia Sari menyampaikan pesan yang menyentuh tentang perjalanan dan makna dari perjuangannya membangun taman baca. Baginya, mengelola Taman Baca Masyarakat bukan sekadar mengatur buku dan kegiatan, tetapi sebuah proses belajar tentang ketekunan, kepedulian, dan kekuatan kolaborasi. “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan saya percaya, satu buku bisa mengubah hidup seseorang,” ujarnya dengan mata berbinar.

Semangat itulah yang terus ia tularkan kepada siapa pun yang ia temui. Ia ingin lebih banyak orang berani memulai taman baca di lingkungannya sendiri, meski dengan keterbatasan. Kini, di sela kesibukan dan aktivitasnya, Ai Kurnia Sari mulai menyusun panduan sederhana tentang cara membangun taman baca dari nol mulai dari mengelola koleksi buku, memanfaatkan media sosial, hingga menjalin jejaring dengan komunitas literasi lain. Baginya, setiap taman baca baru adalah sebuah cahaya kecil yang akan menambah terang bagi masa depan literasi bangsa. [T]

Penulis: Jefriyan Putra Deska
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukuKota PariamanSumatera Barat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Prof. Satjipto Rahardjo, Hukum Progresif, dan Titik Balik Fritjof Capra

Next Post

Galungan Banyak Biaya? –Merayakan Hari Suci Mesti Cermat, Bukan Hemat

Jefriyan Putra Deska

Jefriyan Putra Deska

Mahasiswa Univeristas Negeri Padang

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Hari Suci Saraswati, Mempermulia Diri dengan “Kaweruhan Sujati”

Galungan Banyak Biaya? --Merayakan Hari Suci Mesti Cermat, Bukan Hemat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co