2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menonton “Soft Square” dengan Sok Tahu

Jaswanto by Jaswanto
November 13, 2025
in Ulas Pentas
Menonton “Soft Square” dengan Sok Tahu

Pertunjukan "Soft Square" karya Razan Wirjosandjojo di B-PART 2025 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

RAZAN masuk ke dalam kain persegi merah muda (“aneh) yang menyerupai sarung kasur beritsleting dan berbulu tebal. Ia lalu beringsut ke panggung pementasan dengan merangkak, berguling, merayap, hingga mengesot dengan pola persegi—dengan diselingi berbagai gerak lainnya. Sebagai penonton awam, saya garuk-garuk kepala.

Di pertengahan tari yang berjalan lambat itu, Razan keluar dari kain dengan kostum merah muda—yang juga terlihat tebal. Selanjutnya, ia dengan gerakan pelan lantas merespon benda-benda persegi, seperti memindahkan kaca dengan mulut, mengembangkan handuk, dan menari-nari dengan kombinasi benda-benda tersebut.

Itulah sedikit gambaran yang masih saya ingat dari pertunjukan bertajuk “Soft Square” karya Razan Wirjosandjojo yang dipentaskannya dalam program “Panggung Tumbuh” serangkaian Bali Performing Arts Meeting (B-PART) 2025, 4 November 2025, di Masa Masa, Ginyar, Bali.

Suasana panggung pementasan “Soft Square” karya Razan Wirjosandjojo di B-PART 2025 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Pada awal pertunjukan, saya nyaris tak memiliki bayangan apa-apa mengenai karya yang juga pernah dipentaskan Razan di Kaba Festival X 2025 itu. Tetapi setelah membaca sedikit sinopsis karya di akun Instagram B-PART, saya menjadi penonton sok tahu. Dan berikut kesok-tahuan saya mengenai repertoar Soft Square.

Kesoktahuan Pertama

Saya beranggapan, bagi Razan, persegi itu tidak lagi kaku. Ia bernapas, mengembang, dan bergetar di bawah kulit tubuh manusia. Dalam Soft Square, geometri yang biasanya terasa dingin dan matematis mendadak menjadi lembut, bahkan emosional. Karya ini seperti sebuah eksperimen tentang bagaimana keteraturan bisa didekonstruksi melalui tubuh, suara, dan kesunyian.

Razan memulai dengan ruang yang tampak bersih. Tak ada properti mencolok, hanya tubuh, kostum aneh, dan cahaya yang berubah perlahan. Tapi dari situ, ia menata sesuatu yang jauh lebih kompleks: sebuah percakapan antara tubuh dan ruang, antara ketegangan dan kehalusan.

Pertunjukan “Soft Square” karya Razan Wirjosandjojo di B-PART 2025 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Garis-garis persegi yang semula imajiner perlahan terasa nyata—ditarik oleh tubuh, direntangkan oleh gerak, lalu dilenturkan hingga kehilangan ujungnya. Di titik-titik itulah “soft” dari Soft Square menemukan maknanya: bukan tentang kelembutan semata, melainkan tentang kemampuan bentuk untuk menyesuaikan diri, untuk tetap hidup di tengah perubahan.

Dalam pertunjukan ini, seolah Razan menjadikan tubuhnya laboratorium. Ia seperti menelusuri bagaimana persegi, sebagai simbol keteraturan dan kontrol dalam kehidupan modern, menyusup ke dalam perilaku manusia. Persegi ada di mana-mana—di ruang kerja, layar ponsel, jalan-jalan kota, bahkan dalam pola pikir kita, dalam kehidupan manusia sebagaimana Razan katakan.

Melalui serangkaian gerak yang repetitif namun terukur, Razan memperlihatkan bagaimana tubuh pun akhirnya dibentuk oleh tatanan persegi: lurus, sistematis, efisien. Tapi di saat yang sama, ia juga menunjukkan bagaimana tubuh bisa memberontak—dengan cara melentur, mengalir, dan menggeliat keluar dari garis-garis yang membatasi.

Ada sesuatu yang kontemplatif dalam cara Razan menata ritme tubuhnya. Tidak ada puncak dramatik, tak ada narasi linear. Justru dalam repetisi, kita menemukan denyut kehidupan yang paling jujur.

Bunyi dalam Soft Square tak kalah signifikan. Getaran halus, lembut, membentuk lanskap akustik yang ambigu—antara mekanis dan organik. Dalam konteks inilah “tembok empuk” dan “petak lunak” yang disebut Razan terasa hidup: sebuah kontradiksi yang membentuk pengalaman.

Pertunjukan “Soft Square” karya Razan Wirjosandjojo di B-PART 2025 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Tekanan tidak hadir dari kerasnya gerak, tetapi justru dari kelenturan dan keheningan. Di sini, keheningan bekerja seperti ruang kosong dalam kaligrafi Jepang: ia bukan ketiadaan, melainkan napas di antara garis.

Kesoktahuan Kedua

Sebagai penonton, saya merasa diajak bukan untuk mengikuti cerita, melainkan untuk merasakan tekanan dari yang lembut. Tidak semua orang nyaman di situ, saya kira. Sebab saya juga merasa ada jarak yang lahir dari sifat reflektif karya ini—Razan seolah berdialog lebih dengan pikirannya sendiri daripada dengan audiens.

Tapi jarak itu bisa juga dibaca sebagai bagian dari pernyataan artistik: bahwa keteraturan modern membuat kita terpisah dari keintiman, bahkan terhadap diri sendiri. Dalam tubuh yang terus bernegosiasi antara batas dan kelenturan itu, Razan mengajak kita menatap bagaimana sistem sosial dan spasial membentuk gerak kita sehari-hari.

Pertunjukan “Soft Square” karya Razan Wirjosandjojo di B-PART 2025 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Meski demikian, kepekaan ruang dan tubuh yang ditunjukkan Razan patut dicatat sebagai pencapaian. Karya ini berani berdiri di antara konsep dan pengalaman, antara ide dan sensasi. Ia menolak menjadi “karya tari yang menjelaskan sesuatu,” dan lebih memilih menjadi perenungan yang tak selesai. Dengan itu, Soft Square membuka ruang baru dalam wacana koreografi kontemporer Indonesia—ruang yang berpikir bukan hanya lewat ide, tapi lewat keheningan dan napas tubuh.

Di akhir pertunjukan, tubuh Razan mengendur. Cahaya perlahan memudar, garis-garis imajiner menghilang. Persegi yang tadi tegas kini lenyap, meninggalkan jejak samar di udara. Saat itu, kita menyadari: mungkin keteraturan memang tidak pernah hilang—ia hanya belajar menjadi lembut.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: B-Partseni pertunjukanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

 Kampusku Sarang Hantu [40]: Hantu Perempuan di Lift Kampus

Next Post

Indonesia Performance Camp 2025 Hadirkan Workshop Dramaturgi Postdramatic di Sumatera Barat

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

by Asmaran Dani
September 4, 2026
0
Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Catatan pendek, sebagai pengantar diskusi menonton ulang dokumentasi pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot melalui Youtube, Sabtu 05 Septemper 2026 di...

Read moreDetails

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

by Yanik Parta
August 24, 2026
0
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

Read moreDetails

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
0
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

Read moreDetails

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
0
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

Read moreDetails

Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

by Anselmus Dore Woho Atasoge
July 31, 2026
0
Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

MALAM pembukaan Festival Bale Nagi 2026 di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Flores Timur, NTT, menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memicu...

Read moreDetails

Fragmentari “Jro Luh” dan Sinkronisitas: Sebuah Pembacaan Estetika atas Pertemuan Dramaturgi dan Fenomena Alam

by I Gusti Made Darma Putra
July 28, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

PANGGUNG seni pertunjukan pada dasarnya merupakan ruang rekayasa artistik. Di dalamnya, setiap unsur dirancang dengan cermat, struktur dramatik disusun melalui...

Read moreDetails

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
0
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

Read moreDetails

Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

by Chandra Manikan
July 22, 2026
0
Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

Asap mengepul perlahan hingga menutupi sebagian panggung, sementara cahaya merah merambat dan menerangi Ocha Diartini yang saat itu berperan sebagai...

Read moreDetails

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

by Satria Aditya
July 20, 2026
0
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

Read moreDetails

Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

by Putu Intan Juliantika
July 19, 2026
0
Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

 “Teng! Tong! Teng! Tong! Teng! Tung! Pagi tiba alarm berbunyi...” Itu adalah suara dering alarm saya pukul tiga pagi yang...

Read moreDetails
Next Post
Indonesia Performance Camp 2025 Hadirkan Workshop Dramaturgi Postdramatic di Sumatera Barat

Indonesia Performance Camp 2025 Hadirkan Workshop Dramaturgi Postdramatic di Sumatera Barat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co