2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Indonesia Performance Camp 2025 Hadirkan Workshop Dramaturgi Postdramatic di Sumatera Barat

Angelique Maria Cuaca by Angelique Maria Cuaca
November 13, 2025
in Panggung
Indonesia Performance Camp 2025 Hadirkan Workshop Dramaturgi Postdramatic di Sumatera Barat

Foto pertunjukan apresiasi 1 oleh Angga Kusuma

SETELAH sukses menyelenggarakan Indonesia Performance Camp (IPC) 2024 dengan menghadirkan seniman Butoh Mutsumi-Neiro dari Jepang–Yugoslavia, IPC 2025 akan kembali digelar pada 9–11 November 2025 di Fabriek Padang dan Pustaka Steva, Sumatera Barat.

Tahun ini, IPC mengangkat tema “Praktik Dramaturgi Postdramatic dalam Pertunjukan Kontemporer”, sebuah kerangka kerja yang mengajak performer menelusuri tubuh sebagai arsip hidup—ruang pertemuan antara memori personal, tradisi, pengalaman sosial, dan gagasan artistik.

Dengan tema tersebut, IPC 2025 difokuskan untuk memperkuat kemampuan teknis, membuka ruang riset tubuh, dan mendorong eksplorasi artistik yang berpijak pada konteks budaya Sumatera Barat sekaligus relevan dengan percakapan global. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas dalam bentuk workshop, pertunjukan apresiasi, dan diskusi.

Penyelenggaraan IPC tahun ini dilakukan secara kolektif oleh Indonesia Performance Syndicate (IPS), Kalabuku, Komunitas Seni Nan Tumpah, Nusantara Art, Komunitas Seni Hitam Putih, Pustaka Steva, Teraseni, dan Fabriek Padang.

Wendy HS, pimpinan IPS, menjelaskan bahwa IPC berupaya menghadirkan ruang bagi performer untuk membaca ulang tubuh mereka—apa yang ia simpan, warisi, dan pertahankan—serta bagaimana tubuh dapat berbicara melampaui bentuk pertunjukan yang naratif dan konvensional. Tema ini dipilih untuk menjembatani metode ketubuhan tradisi dengan praktik postdramatic yang lebih cair, eksperimental, dan berbasis pengalaman langsung.

Foto pertunjukan apresiasi 1 oleh Angga Kusuma

“IPC berupaya menghadirkan ruang belajar yang menumbuhkan cara kerja seni yang reflektif, terstruktur, dan bertanggung jawab pada konteks budaya masing-masing performer,” ujarnya. (7/11)

Wendy menambahkan bahwa IPC 2025 memiliki tiga fokus utama: memperdalam kapasitas teknis performer, membuka ruang kolaborasi lintas disiplin, dan memperkuat regenerasi seni pertunjukan di Sumatera Barat.

Workshop Dramaturgi Postdramatic

Workshop Dramaturgi Postdramatic ini dirancang sebagai ruang temu lintas-komunitas yang membuka dialog setara antarpraktik seni. Peserta berasal dari berbagai latar—teater, tari, musik, hingga seni visual—yang akan belajar bersama, berbagi metode, dan membangun jejaring baru.

Melalui enam sesi workshop, mereka diajak mengolah tubuh sebagai pusat penciptaan; tidak hanya memproduksi bentuk, tetapi memahami proses: bagaimana tubuh merekam keseharian, bereaksi terhadap ruang, menyimpan ketegangan sosial, dan bagaimana seluruh pengalaman itu dirangkai menjadi struktur pertunjukan kontemporer.

Workshop ini akan dipandu oleh Kai Tuchmann, dramaturg dan sutradara dengan pengalaman luas di Eropa dan Asia, serta Ibed S. Yuga dari Kalanari Theatre Movement, Yogyakarta. Kai Tuchmann adalah sutradara, dramaturg, dan akademisi lulusan Akademi Drama Ernst Busch Berlin, dikenal melalui praktik teater dokumenter dan kecenderungannya menantang batas-batas dokumentasi. Secara tematis, karya-karyanya mengkaji kehidupan pasca–Revolusi Kebudayaan Tiongkok, dampak pembangunan perkotaan terhadap pekerja migran, dan penerapan teknologi digital.

Saat ini ia menjadi dramaturg untuk karya koreografi Lian Guodong A Poem to the Unknown, serta mengembangkan proyek Dear Dead Doctor bersama Kiran Kumar dan Matthias Härtig di Academy for Theatre and Digitality, Dortmund—sebuah karya yang memadukan koreografi dengan hologram digital.

Antara 2013–2018, Kai berkolaborasi dengan kelompok teater independen Tiongkok seperti Living Dance Studio, Caochangdi Workstation, dan Grass Stage, dengan karya yang diundang ke Zürcher Theaterspektakel, Kunstfest Weimar, Festival d’Automne à Paris, dan Asia Society New York. Ia juga aktif mengajar di Universitas Beijing, University of California Santa Cruz, dan Jawaharlal Nehru University, serta pernah menjadi Fulbright Scholar di City University of New York, tempat ia menyelesaikan buku Situating Visibility – Dramaturgies of The Real in Dialogue.

Sementara itu, Ibed S. Yuga adalah sutradara, penulis lakon, dan pendiri Kalanari Theatre Movement Yogyakarta yang aktif sejak 2012, dengan pengalaman panjang dalam penyutradaraan dan penulisan teater sejak awal 2000-an. Ia memulai perjalanannya melalui komunitas Seni Teku yang ia dirikan dan pimpin hingga 2011, menghasilkan sejumlah lakon yang kemudian diterbitkan dalam berbagai buku seperti Kintir, Di Luar 5 Orang Aktor, 10 Lakon Teater Indonesia, New Indonesian Plays, hingga States of Crisis.

Karya-karyanya pernah dianugerahi Penghargaan Umar Kayam dan dipresentasikan di berbagai negara termasuk Irlandia, Jepang, Singapura, Malaysia, Inggris, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jerman. Selain sebagai sutradara dan peneliti teater, Ibed dikenal melalui tulisan-tulisannya tentang budaya Bali dalam buku Bali Tanpa Bali, serta aktif sebagai editor di Kalabuku.

Secara keseluruhan, workshop ini tidak diarahkan untuk menghasilkan karya siap pentas, melainkan membuka kembali hubungan peserta dengan tubuhnya. Setiap sesi menjadi proses membaca pola lama, menemukan kemungkinan lahirnya pola baru, serta melatih kepekaan tubuh terhadap ruang, suara, cahaya, dan keberadaan tubuh lain.

Pendekatan gabungan antara Kai dan Ibed menciptakan lanskap latihan yang intens sekaligus reflektif, memungkinkan peserta mengembangkan bahasa tubuh yang lebih jujur dan kontekstual.

“Lewat workshop ini, peserta diharapkan tidak hanya mengembangkan keterampilan tubuh, tetapi juga kemampuan bekerja kolektif, terbiasa dengan proses kreatif yang berbasis riset, serta memiliki sensitivitas terhadap ruang sosial dan budaya di sekitarnya,” jelas Wendy.

Pertunjukan Apresiasi

Pada 9 dan 10 November, bertempat di ruang Exhibition Fabriek Padang, IPC akan menghadirkan pertunjukan apresiasi. Nantinya akan ada pertunjukan dari Indonesia Performance Syndicate dan Teater Hitam Putih yang menjadi ruang demonstrasi metode dan gagasan, sekaligus kesempatan untuk membaca bagaimana tubuh, ruang, dan dramaturgi bekerja di tangan para praktisi dengan pendekatan berbeda.

Foto pertunjukan apresiasi 1 oleh Angga Kusuma

Minggu, 9 November 2025 pukul 20.00 WIB, akan tampil Soliloque Perburuan oleh sutradara Wendy HS, produksi Indonesia Performance Syndicate.

Karya ini membaca ulang naskah legendaris Wisran Hadi melalui pendekatan tubuh dan pengalaman batin aktor. Pertunjukan menelusuri kegelisahan manusia Minangkabau yang berhadapan dengan pergeseran nilai antara tradisi dan realitas modern, ketika tubuh tunggal aktor menjadi ruang pergulatan ide, keyakinan, dan pertanyaan eksistensial tentang pendidikan di negeri ini.

Sementara itu, pada Senin, 10 November 2025 di jam yang sama, akan dipentaskan Pintu, disutradarai oleh Yusril Katil dan ditulis oleh T. Wijaya, Nasrul Aswar, dan Yusril Katil, produksi Komunitas Hitam Putih Padangpanjang.

Karya Pintu mengajak penonton merenungkan kehidupan pascapandemi, ketika teknologi digital mengubah cara kita memahami batas ruang. Teknologi memang mendekatkan, tetapi sekaligus menciptakan jarak baru yang membuat manusia semakin terasing. Dalam konteks ini, pintu tidak lagi sekadar batas fisik, tetapi menjadi ambang virtual antara koneksi dan kesendirian—simbol dunia yang perlahan menjauh dari kenyataan.

Diskusi

Selain program workshop dan pertunjukan, IPC juga menghadirkan forum diskusi yang melibatkan pemateri, akademisi, dan penggiat seni untuk membahas arah perkembangan pertunjukan kontemporer serta tantangan ekosistem seni di Indonesia, khususnya Sumatera Barat.

Forum ini menjadi ruang penting untuk memperluas wawasan peserta bahwa kerja tubuh tidak pernah terpisah dari kerja budaya dan kerja pengetahuan. Dengan mempertemukan perspektif akademik, pengalaman lapangan, dan praktik artistik, diskusi ini membuka percakapan yang lebih menyeluruh mengenai posisi seni pertunjukan hari ini.

Forum akan menghadirkan narasumber Kai Tuchmann, Ibed Surgana Yuga, Wendy HS, Tatang R. Machan, dan Mahatma Muhammad, dengan Thendra BP sebagai moderator. Diskusi akan diselenggarakan pada Selasa, 11 November 2025 pukul 20.00 WIB di Pustaka Steva, Jalan Pagang Raya No. 37, Surau Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatera Barat.

Kilas Indonesia Performance Camp

Indonesia Performance Camp (IPC) berawal pada 2019 melalui Padangpanjang Butoh Camp, sebuah kolaborasi antara Indonesia Performance Syndicate (IPS) dan Shinonome Butoh Tokyo, Jepang, yang mempertemukan teknik Butoh dengan Total Body Performance Method (TBPM) berbasis Tapuak Galemboang dan Silek Minangkabau. IPC sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, namun hadir kembali sebagai laboratorium ketubuhan yang membuka ruang riset dan pertukaran artistik lintas generasi dan lintas disiplin.

Pada IPC 2024, Indonesia Performance Syndicate bersama Komunitas Seni Nan Tumpah, Nusantara Art, dan Fabriek Bloc menghadirkan Mutsumi, Neiro, dan Wendy HS sebagai pemateri, dengan 20 peserta terpilih pada 10–13 September 2024 di Ruang Artistik Fabriek Bloc. Pembiayaannya dikumpulkan secara gotong royong oleh lembaga penyelenggara.

Memasuki 2025, IPC kembali menegaskan posisinya sebagai ruang yang mendorong performer menemukan bahasa tubuhnya sendiri—bahasa yang berakar pada lokalitas sekaligus terbuka pada eksperimen dan percakapan global. Dengan kolaborasi berbagai komunitas serta kehadiran mentor internasional, IPC berharap melahirkan generasi performer yang reflektif, peka, dan berani merumuskan ulang masa depan seni pertunjukan Indonesia. [T]

Profil Penyelenggara

  • Indonesia Performance Syndicate (IPS)

Indonesia Performance Syndicate (IPS) adalah platform terbuka dan kolaboratif bagi praktik pertunjukan eksperimental dan lintas disiplin, berbasis di Padangpanjang dan Batusangkar, Sumatera Barat. IPS menghimpun seniman dari berbagai bidang—teater, tari, musik, seni visual, hingga media baru—serta individu dari luar bidang seni yang ingin mengeksplorasi nilai budaya lokal dalam konteks global. Melalui proses berbasis riset, IPS menumbuhkan lingkungan kreatif tempat tradisi dan kontemporer saling berjumpa.

  • Kalabuku

Kalabuku merupakan gerakan literasi teater/pertunjukan yang bekerja melalui penerbitan buku, kurasi dan laboratorium lakon, serta kuliah pertunjukan. Bernaung di bawah Kalanari Theatre Movement, Kalabuku hadir sebagai ruang kreasi dan diseminasi gagasan seni pertunjukan. Seluruh kegiatannya digerakkan secara sukarela dan tanpa orientasi laba.

  • Komunitas Seni Nan Tumpah

Komunitas Seni Nan Tumpah adalah lembaga seni budaya independen yang berdiri di Padang pada 2009 dan diresmikan pada 2010. KSNT bergerak dalam penciptaan dan pemberdayaan seni pertunjukan tradisional dan modern (teater/randai, tari, musik), seni rupa, seni media baru, sastra/literasi, serta kajian seni budaya. Mereka juga mengelola laboratorium seni di Padangpariaman serta merancang program berkelanjutan seperti produksi seni pertunjukan, album musik puisi, diskusi, pelatihan, pameran, penerbitan karya tulis, hingga penyelenggaraan festival.

  • Nusantara Art

Nusantara Art adalah komunitas seni yang bergerak dalam tata-kelola manajerial dan produksi sejak 2016. Praktiknya menjangkau berbagai daerah seperti Palembang, Jambi, Padang, dan Bengkulu, dengan fokus mempermudah cara kerja komunitas kolektif atau organisasi seni.

  • Komunitas Seni Hitam Putih

Komunitas Seni Hitam Putih merupakan kelompok seni pertunjukan berbasis di Padangpanjang dan berdiri sejak 1997, berakar dari Teater Plus di SMU Plus INS Kayu Tanam. Dikenal melalui eksplorasi teater tubuh dan kebebasan peran anggotanya, kelompok ini telah mementaskan karya di dalam dan luar negeri serta menerima sejumlah Hibah Seni dari Yayasan Kelola. Selain mencipta karya inovatif, mereka aktif berkolaborasi lintas disiplin dan menyelenggarakan program budaya seperti JiFFest, In-Docs, dan Eagle Award.

  • Pustaka Steva

Steva adalah komunitas yang bergerak di bidang literasi, budaya, seni, sastra, dan film. Selain melakukan riset, Steva menjadi ruang bagi berbagai kegiatan inspiratif, inklusif, dan berkemajuan yang mendorong daya analitis serta kreativitas masyarakat. Melalui kerja-kerja kolektif, Steva berupaya menumbuhkan budaya membaca dan menghadirkan ruang aman untuk bertukar pikiran serta menyampaikan aspirasi secara bebas dan bertanggung jawab.

Sejak berdiri pada 2021, Steva secara rutin menggelar diskusi, bedah buku, pelatihan, pemutaran film, panggung bebas, kelas kreatif, serta kolaborasi lintas komunitas, lembaga, dan instansi. Steva juga mengelola ruang baca dengan koleksi bacaan menarik dan berkualitas, guna memperluas akses terhadap buku sekaligus membangun suasana membaca yang hangat dan menyenangkan.

  • Teraseni

Sebuah lembaga yang berkiprah di bidang pembangunan ekosistem seni budaya, berkantor di Padangpanjang.

  • Fabriek Padang

Fabriek Padang menjadi ruang artistik yang terbuka bagi komunitas dan UMKM sejak tahun 2022. Ruang ini dulunya merupakan ex.pabrik seng dari PT.Poyguna Nusantara yang berdiri sejak tahun 1971.

Reporter: Angelique Maria Cuaca
Editor: Adnyana Ole

.

Tags: Indonesia Performance Campseni pertunjukanSumatera Barat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menonton “Soft Square” dengan Sok Tahu

Next Post

Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

Angelique Maria Cuaca

Angelique Maria Cuaca

Atau, Tjoa Sian Hui. Lahir di Padang-Sumatera Barat. Penulis, peneliti, penggiat seni dan Hak Asasi Manusia.

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co