23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

 Kampusku Sarang Hantu [40]: Hantu Perempuan di Lift Kampus

Chusmeru by Chusmeru
November 13, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

PEMBANGUNAN di universitas dan fakultas telah mengubah wajah kampus sebagai tempat menimba ilmu yang nyaman. Perlahan tapi pasti, gedung-gedung tua di tiap fakultas mulai dibongkar dan dibangun gedung baru. Kesan angker dan mistis yang dulu disandang kampus mulai berkurang dengan bangunan baru.

Kesan angker dan mistis sebetulnya bukan hanya ada di kampus. Kantor-kantor pemerintahan yang sebagian merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda juga terkesan angker. Para pegawai sudah menganggap biasa munculnya cerita mistis di bangunan kuno kantor pemerintah.

Namun cerita berbeda datang dari kampus. Bangunan tua di kampus dengan cepat menjadi bahan pergunjingan. Peran mahasiswa dan media sosial yang dengan masif menarasikan cerita mistis di seputaran kampus, membuat kampus seolah menjadi sarang hantu. Pembangunan gedung baru diharapkan dapat mengubah kesan angker kampus.

Proyek pembangunan di fakultas misalnya, begitu memanjakan dosen, pegawai, dan mahasiswa. Pintu gerbang kampus yang dulu hanya berupa pagar besi, kini dibuat gapura dengan desain yang modern. Tempat parkir kendaraan menjadi sangat luas dengan taman yang asri di kanan dan kiri.

Toilet kampus tidak lagi jorok seperti dulu. Kini siapa pun yang ke toilet terasa nyaman. Selain bersih, toilet kampus juga harum aroma parfum. Sepintas toilet yang ada di gedung baru mirip dengan toilet yang ada di hotel berbintang.

Dosen, pegawai, dan mahasiswa kini tak perlu lagi capai-capai berjalan menaiki tangga untuk menuju ruangan di lantai atas. Gedung baru fakultas telah dilengkapi lift untuk naik dan turun warga kampus. Tentu saja ini sangat membantu bagi dosen dan pegawai yang sudah lanjut usia. Menaiki tangga ke lantai atas membuat mereka ngos-ngosan.

Meski sudah berdiri gedung baru di kampus, kisah misteri dan menyeramkan tentang kampus tidak hilang begitu saja. Semua berasal dari cerita dari mulut ke mulut yang dituturkan dosen, pegawai, dan mahasiswa tentang bangunan kampus yang lama. Karenanya, walau sudah berdiri gedung megah, cerita mistis tentang kampus tetap saja membayangi siapa pun.

Lift di kampus sering dianggap sebagai salah satu tempat yang menyeramkan. Jika pegawai ada keperluan di lantai atas, perasaan merinding kerapkali muncul ketika berada di dalam lift sendirian. Begitu pula dosen dan mahasiswa yang kuliah di lantai atas. Suasana mencekam terasa saat berada dalam lift, apalagi pada kuliah sore dan malam hari.

***

Candrika Sari mengajar malam hari. Jadwal yang seharusnya di siang hari terpaksa ia geser menjadi malam, kebetulan di jam siang ia ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Agak malas sebetulnya Candrika Sari mengajar malam hari, apalagi ruang kuliah berada di lantai 4 di mana ia harus menggunakan lift. Jika melewati tangga biasa tentu sangat melelahkan.

Suasana kampus sepi di malam hari. Candrika Sari masuk ke dalam lift sendiri. Agak sedikit merinding. Meski gedung kuliah baru, namun aura menyeramkan tetap dirasakan. Candrika Sari hendak memencet tombol angka 4 ketika tiba-tiba seorang perempuan ikut masuk ke dalam lift. Candrika Sari menunda menutup lift dan mempersilakan perempuan itu masuk lift dan memencet angka 3.

Perempuan itu berpakaian serba putih dengan rambut sebahu. Wajahnya tampak pucat. Sekelebat ia menatap Candrika Sari sambil tersenyum. Namun senyumnya menyeramkan. Candrika Sari merinding, berharap lift melaju cepat menuju lantai 3 agar perempuan itu segera keluar. Tetapi yang ia rasakan lift berjalan sangat lambat.

Lift berhenti di lantai 3. Perempuan itu keluar begitu pintu terbuka. Sekilas ia masih sempat melontarkan senyum kepada Candrika Sari. Bau harum bunga melati mengiringi kepergian perempuan itu. Bulu kuduk Candrika Sari berdiri.

Saat pintu lift tertutup dan hendak naik ke lantai 4, terdengar nyanyian sepenggal lagu. “Malam ini tak ingin aku sendiri, kucari damai bersama bayangmu”. Sebuah penggalan lagu lawas yang dinyanyikan Dian Piesesha. Lagu itu dinyanyikan dengan nada mendayu oleh perempuan yang baru keluar dari lift. Candrika Sari terkejut. Ia sedikit gemetaran.

“Siapa perempuan itu? Apakah hantu..???” tanya Candrika Sari dalam hati di tengah ketakutan.

Pengalaman serupa dialami dosen lain, Ira Wardani. Ia telah mendengar cerita adanya perempuan misterius dari Candrika Sari. Oleh karenanya ia tidak berani sendirian berada di dalam lift. Apalagi bertepatan dengan malam Jumat Kliwon. Ira Wardani menunggu teman dosen lain, Yanuarianto yang mengajar sore hari di lantai 5.

Mereka berdua di dalam lift menuju lantai 5. Tidak ada orang lain yang ikut naik dari lantai 1, hanya Ira Wardani dan Yanuarianto. Namun ketika berada di lantai 2, lift berhenti. Ada orang yang akan menuju lantai atas.

Begitu pintu lift di lantai 2 terbuka, seorang perempuan masuk sambil tertunduk. Bau wangi bunga melati menyertai masuknya perempuan itu. Ira Wardani dan Yanuarianto saling pandang. Tampak wajah Ira Wardani seperti orang ketakutan. Sementara Yanuarianto berdebar mempersilakan perempuan itu masuk yang memencet lantai 3.

Perempuan berambut sebahu itu berdiri di sudut lift membelakangi Ira Wardani dan Yanuarianto. Saat lift berada di lantai 3, pintu lift terbuka. Perempuan misterius itu keluar sambil menatap Ira Wardani dan Yanuarianto. Kemudian ia melempar senyum dengan sorot mata menyeramkan.

Yanuarianto  merinding, sedangkan Ira Wardani menutup mulutnya. Ia ingin menjerit histeris, namun ditahannya sambil menutup mulut dengan telapak tangannya. Pintu lift lantai 3 kembali tertutup. Namun suasana mencekam masih mereka rasakan. Di luar lift, terdengar perempuan itu menyanyikan lagu Kau Selalu di Hatiku. Lagu tahun 1960-an yang dibawakan Ernie Djohan.

“Sambutlah tanganku ini, belailah dengan mesra, kasihmu hanya untukku, hingga akhir nanti”. Sepenggal refrain lagu dinyanyikan perempuan itu dengan suara yang menyedihkan. Lagu lawas itu terdengar sangat menyayat hati. Ira Wardani dan Yanuarianto bertambah merinding.

“Hantu perempuan..,” ucap Ira Wardani dengan nada gemetaran.

“Iya, selalu naik lift menuju lantai 3,” kata Yanuarianto sambil mengusap keringat di keningnya.

Suasana mencekam dan menyeramkan masih mereka rasakan saat tiba di lantai 5 dan keluar dari lift. Mereka serempak menengok ke kiri dan ke kanan, khawatir hantu perempuan itu berada di lantai 5. Ira Wardani usul, setelah kuliah selesai nanti tidak turun menggunakan lift; lewat tangga saja. Yanuarianto  sepakat. Apalagi kuliah berakhir menjelang magrib. Jangan-jangan hantu perempuan itu akan masuk lift dan turun dari lantai 3.

***

Lantai 3 menjadi tempat yang menyeramkan bagi dosen, pegawai, dan mahasiswa yang menggunakan lift. Ketakutan akan bertemu hantu perempuan di dalam lift membuat siapa pun yang akan menuju lantai atas kampus selalu mengajak teman. Meski bersama orang lain, perempuan misterius yang diduga hantu itu kadang masih juga muncul.

Mahasiswa semester tiga Tutiek Handayani mengajak temannya, Caco Mulyana untuk menuju lantai 4. Kuliah dosen Yuli Hapsari sebenarnya pada pagi hari. Namun mereka tetap saja dibayangi ketakutan kalau harus menggunakan lift menuju ruang kuliah.

Pelan-pelan Tutiek Handayani memencet tombol lift angka 4. Tak Berapa lama pintu lift terbuka. Betapa terkejut Tutiek Handayani dan Caco Mulyana. Mereka melihat sosok perempuan berpakaian serba putih dengan rambut sebahu sudah berada di dalam lift. Mereka hendak mengurungkan niat untuk masuk lift, namun satu kaki mereka sudah berada di dalam lift. Terpaksa mereka masuk lif bersama perempuan misterius yang sering diceritakan orang.

Suasana mencekam dirasakan Tutiek Handayani dan Caco Mulyana. Tangan Tutiek mencengkeram lengan Caco. Tutiek begitu ketakutan. Apalagi perempuan itu sempat memandangnya dengan tatapan kosong. Aroma bunga melati tercium dalam lift yang sedang berjalan naik. Caco Mulyana berusaha menahan napas dan tidak menunjukkan rasa takut, agar Tutiek Handayani tidak bertambah takut.

Tepat di lantai 3 lift terhenti. Padahal tidak ada yang memencet angka 3 di dalam lift. Pintu lift masih tertutup rapat. Tetapi tiba-tiba perempuan itu keluar menembus pintu lift yang tertutup. Sebelum meninggalkan lift perempuan itu sempat melemparkan senyum kepada Tutiek Handayani dan Caco Mulyana. Sekejap lalu menghilang.

“Hantu….!!!” teriak Tutiek  dan Caco berbarengan.

Belum hilang kekagetan dan ketakutan mereka, terdengar sayup-sayup suara nyanyian dari luar lift. “Jika tidak hari ini mungkin minggu depan, jika tidak minggu ini mungkin bulan depan, jika tidak bulan ini mungkin tahun depan”. Lagu folk yang biasanya dinyanyikan Batas Senja dengan merdu itu terasa menyeramkan. Suara perempuan itu terdengar lirih dan menyanyikan lagu Batas Senja dengan diiringi isak tangis.

Tutiek Handayani menutup telinganya tak ingin mendengar lagu itu. Padahal lagu Kita Usahakan Lagi itu sering dinyanyikan bersama teman-temannya. Caco Mulyana tidak dapat menyembunyikan lagi ketakutannya. Wajahnya tampak pucat. Suasana di dalam lift sangat mencekam. Begitu lift berhenti di lantai 4 dan pintu terbuka, mereka berhamburan berlarian menuju kelas. Tentu saja kelas menjadi heboh dengan cerita mereka tentang hantu perempuan di dalam lift.

Sejak peristiwa munculnya hantu perempuan yang bernyanyi, lift di kampus menjadi jarang digunakan. Terutama pada malam Jumat Kliwon. Dosen, pegawai, dan mahasiswa memilih berjalan menaiki tangga menuju lantai atas. Mereka takut bertemu hantu perempuan di dalam lift. Suasana ini membuat kampus menjadi tidak nyaman bagi banyak orang.

Menyikapi ketakutan di kampus, pihak pimpinan berinisiatif untuk mendatangi Mbah Ngatini, seorang wanita tokoh masyarakat yang juga tokoh adat di dekat kampus. Harapannya, hantu perempuan itu tidak lagi muncul di lift dan kampus menjadi tenang kembali.

“Itu makhluk halus perempuan yang dulu tinggal di atas pohon sengon di kampus. Pohon itu telah ditebang dan dijadikan bangunan, makanya ia selalu menuju ke lantai 3 di atas,” kata Mbah Ngatini kepada utusan fakultas yang menemuinya.

Mbah Ngatini menyarankan dilakukan ritual pembersihan makhluk halus yang biasa muncul di lift kampus. Semua persyaratan untuk ritual dipersiapkan Mbah Ngatini. Beraneka bunga dan dupa ditaruh di depan pintu lift.

Seekor ayam cemani disiapkan Mbah Ngatini. Ayam cemani adalah ayam yang berwarna hitam dan biasanya masih dere atau muda. Ayam ini di Jawa sering digunakan untuk ritual tolak bala, pembersihan atau pengusiran makhluk halus.

Kali ini ayam cemani dilepasliarkan Mbah Ngatini di hutan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Secara simbolis, hantu perempuan yang biasa muncul dilepas ke dalam hutan oleh Mbah Ngatini. Hantu perempuan yang sering menyanyikan lagu dengan irama sedih itu kini berada di atas pepohonan dalam hutan.

Lift kampus kembali digunakan oleh dosen, pegawai, dan mahasiswa untuk menuju lantai atas. Tidak ada lagi ketakutan untuk bertemu hantu perempuan di dalam lift. Meski suasana mencekam tetap saja masih dirasakan ketika berada di lift sendirian pada malam hari. Apalagi mahasiswa kadang berada di dalam lift sambil bersenandung kecil. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggambar di T-Shirt, Daur Ulang Kertas dan Ecoprint: Cara Mengantisipasi Bullying dan Menguatkan Kreativitas Anak

Next Post

Menonton “Soft Square” dengan Sok Tahu

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik

by Chusmeru
June 11, 2026
0

BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails
Next Post
Menonton “Soft Square” dengan Sok Tahu

Menonton “Soft Square” dengan Sok Tahu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co