3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putri Ayu Suarni, Diam-diam Jadi Puteri Bali Persahabatan 2025

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 7, 2025
in Persona
Putri Ayu Suarni, Diam-diam Jadi Puteri Bali Persahabatan 2025

Putu Ayu Suerni ─ Puteri Bali Persahabatan 2025 │Dok. Keysa

NAMA lengkapnya Putu Ayu Suarni (18), siswi kelas 12 di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Hampir semua orang akrab memanggilnya Keysa ─ nama yang lahir dari dunia cosplay yang sempat digelutinya, dan kini justru menjadi bagian dari identitas dirinya.

“Lebih nyaman dipanggil Keysa, bahkan saat memperkenalkan diri, saya sebut nama Keysa,” ujarnya sambil tersenyum kecil. Senyum yang juga ia tampilkan di panggung Putera Puteri Bali 2025.

Gadis kelahiran 8 Mei 2007, asal Denpasar itu sejak kecil tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi disiplin dan tanggung jawab. Kedua orang tuanya, Ni Wayan Eka Wati dan I Nyoman Weda, selalu menanamkan nilai-nilai itu. Sejak kecil ia hidup di lingkungan yang banyak berkecimpung di bidang kesehatan. Maka, ketika Keysa memilih sekolah keperawatan, tak banyak yang terkejut.

“Setelah lulus SMK nanti, saya berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana keperawatan, tapi kalau ada peluang, juga ingin menimba ilmu ke Jepang,” ujarnya.

Tetapi, dunia Keysa tidak berhenti di ruang kelas atau laboratorium praktik. Sejak SMP, ia sudah mengenal panggung. Awalnya ia sekadar mengikuti arahan orang tua, tapi lama-kelamaan ia jatuh cinta pada dunia itu. Lewat modeling, ia belajar tentang sikap, kepercayaan diri, dan cara menampilkan diri dengan baik.

Selain modeling, ia juga menyukai dance, cosplay, dan mendaki. Sejak duduk di bangku SMK, ia mulai menekuni hobi mendaki gunung. Hingga kini, sudah sepuluh puncak di Bali ia taklukan.

“Saya suka mendaki karena bisa merasakan ketenangan sekaligus tantangan,” ucapnya. Barangkali dari sanalah ia belajar memandang hidup seperti perjalanan ke puncak ─ harus sabar, terukur, dan tidak boleh berhenti di tengah jalan.

Keysa bersama para finalis Puteri Bali 2025│Dok. Keysa

Keysa mengakui hidupnya memang terstruktur. Tapi di balik keteraturan itu, ada sisi spontan yang kadang mengejutkan, bahkan bagi dirinya sendiri. Salah satunya adalah keikutsertaannya dalam ajang Putera Puteri Bali 2025.

“Awalnya saya ikut secara diam-diam, agar tidak ada yang tahu,” katanya sambil tertawa kecil.

Ceritanya, suatu hari, ketika ia membuat video perkenalan tentang program kerja yang ia buat untuk ajang tersebut, tanpa sengaja dilihat oleh seorang guru di sekolah. Dari situlah semuanya bermula. Sang guru kemudian mendorongnya untuk mendaftar dan mewakili sekolah.

“Banyak yang kaget, biasanya saya orang yang terbuka. Tapi kali ini, sengaja diam-diam,” ujarnya.

Tidak semua orang langsung mendukung. Orang tuanya sempat ragu karena ia sudah kelas 12 dan tengah fokus menghadapi ujian-ujian. “Mereka takut kegiatan ini bakal mengganggu sekolah saya,” kata Keysa.

Tapi, ia tetap bersikeras. “Entah kenapa, saya merasa harus ikut. Ada ketertarikan yang kuat,” tambahnya.

Keysa saat diberi gelar Puteri Bali Persahabatan 2025 │Dok. Keysa

Akhirnya, dengan persiapan yang minim tapi niat yang besar, ia melangkah ke ajang itu. Putera Puteri Bali sendiri merupakan program di bawah naungan NGID Organization, sebuah wadah pengembangan remaja yang bertujuan melahirkan duta yang cerdas, berani, berwawasan, dan berkarakter. Peserta tidak hanya dinilai dari penampilan luar, tetapi juga dari pengetahuan umum, wawasan budaya, serta kemampuan berkomunikasi. Ajang ini dirancang untuk membentuk generasi muda Bali yang mampu mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisata daerahnya dengan cara yang cerdas dan berkarakter.

Bagi Keysa, pengalaman itu menjadi perjalanan berharga. “Saya belajar banyak. Nggak cuma tampil, tapi juga memahami makna menjadi seorang remaja,” katanya. Ia juga mengaku bertemu banyak teman baru, belajar berbicara di depan publik, dan menemukan arti kepercayaan diri yang sesungguhnya.

Singkat cerita, ketika malam grand final tiba, Sabtu, 18 Oktober 2025, di Colony Plaza Renon, Keysa mengaku tak banyak berharap. Ia hanya ingin menikmati proses dan tampil sebaik mungkin. Namun ketika namanya disebut sebagai peraih kategori Puteri Bali Persahabatan, ia tak mampu menahan air mata haru.

“Terharu banget waktu itu. Sama sekali nggak nyangka bisa sampai di tahap ini,” katanya lirih. Menurutnya, kemenangan itu bukan hanya soal gelar atau selempang, melainkan tentang keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru dan bertanggung jawab pada pilihan sendiri.

Putu Ayu Suarni alias Keysa (kiri)│Dok. Keysa

Prestasi itu terasa semakin istimewa karena ini adalah kali pertama Keysa mewakili sekolah dalam sebuah ajang. “Dari kelas 10 saya belum pernah mewakili sekolah. Ini yang pertama, dan berhasil, meski belum menjadi juara utama,” ucapnya.

Kini, setelah ajang itu, Keysa tetap melanjutkan rutinitasnya di sekolah seperti biasa. Ia masih fokus belajar, sesekali mengikuti kegiatan dance atau cosplay, dan tak melupakan gunung-gunung yang menunggu untuk kembali ia daki.

“Saya ingin tetap jadi diri sendiri. Biar semua jalan beriringan, mulai dari belajar, modeling, maupun kegiatan lainnya,” kata Keysa.

Saat ditanya soal kehidupan pribadi, khususnya hubungan asmara, ia tertawa kecil. “Saya belum punya pacar,” ujarnya jujur. Lalu menambahkan dengan nada bercanda, “Tapi saya suka cowok berkacamata.” Kalimat itu menutup percakapan kami dengan ringan. Mengingatkan bahwa di balik semua kedisiplinan dan pencapaiannya, ia tetaplah remaja yang tahu cara menikmati hidup. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: gaya hidupkecantikanPuteri Bali PersahabatanSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Quantum Entanglement dan Resonansi Kesadaran Guru-Murid

Next Post

Kisah-Kisah dari yang Datang dan Menetap: Bali dari Kacamata Pendatang

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Kisah-Kisah dari yang Datang dan Menetap: Bali dari Kacamata Pendatang

Kisah-Kisah dari yang Datang dan Menetap: Bali dari Kacamata Pendatang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co