3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putri Ayu Suarni, Diam-diam Jadi Puteri Bali Persahabatan 2025

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 7, 2025
in Persona
Putri Ayu Suarni, Diam-diam Jadi Puteri Bali Persahabatan 2025

Putu Ayu Suerni ─ Puteri Bali Persahabatan 2025 │Dok. Keysa

NAMA lengkapnya Putu Ayu Suarni (18), siswi kelas 12 di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Hampir semua orang akrab memanggilnya Keysa ─ nama yang lahir dari dunia cosplay yang sempat digelutinya, dan kini justru menjadi bagian dari identitas dirinya.

“Lebih nyaman dipanggil Keysa, bahkan saat memperkenalkan diri, saya sebut nama Keysa,” ujarnya sambil tersenyum kecil. Senyum yang juga ia tampilkan di panggung Putera Puteri Bali 2025.

Gadis kelahiran 8 Mei 2007, asal Denpasar itu sejak kecil tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi disiplin dan tanggung jawab. Kedua orang tuanya, Ni Wayan Eka Wati dan I Nyoman Weda, selalu menanamkan nilai-nilai itu. Sejak kecil ia hidup di lingkungan yang banyak berkecimpung di bidang kesehatan. Maka, ketika Keysa memilih sekolah keperawatan, tak banyak yang terkejut.

“Setelah lulus SMK nanti, saya berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana keperawatan, tapi kalau ada peluang, juga ingin menimba ilmu ke Jepang,” ujarnya.

Tetapi, dunia Keysa tidak berhenti di ruang kelas atau laboratorium praktik. Sejak SMP, ia sudah mengenal panggung. Awalnya ia sekadar mengikuti arahan orang tua, tapi lama-kelamaan ia jatuh cinta pada dunia itu. Lewat modeling, ia belajar tentang sikap, kepercayaan diri, dan cara menampilkan diri dengan baik.

Selain modeling, ia juga menyukai dance, cosplay, dan mendaki. Sejak duduk di bangku SMK, ia mulai menekuni hobi mendaki gunung. Hingga kini, sudah sepuluh puncak di Bali ia taklukan.

“Saya suka mendaki karena bisa merasakan ketenangan sekaligus tantangan,” ucapnya. Barangkali dari sanalah ia belajar memandang hidup seperti perjalanan ke puncak ─ harus sabar, terukur, dan tidak boleh berhenti di tengah jalan.

Keysa bersama para finalis Puteri Bali 2025│Dok. Keysa

Keysa mengakui hidupnya memang terstruktur. Tapi di balik keteraturan itu, ada sisi spontan yang kadang mengejutkan, bahkan bagi dirinya sendiri. Salah satunya adalah keikutsertaannya dalam ajang Putera Puteri Bali 2025.

“Awalnya saya ikut secara diam-diam, agar tidak ada yang tahu,” katanya sambil tertawa kecil.

Ceritanya, suatu hari, ketika ia membuat video perkenalan tentang program kerja yang ia buat untuk ajang tersebut, tanpa sengaja dilihat oleh seorang guru di sekolah. Dari situlah semuanya bermula. Sang guru kemudian mendorongnya untuk mendaftar dan mewakili sekolah.

“Banyak yang kaget, biasanya saya orang yang terbuka. Tapi kali ini, sengaja diam-diam,” ujarnya.

Tidak semua orang langsung mendukung. Orang tuanya sempat ragu karena ia sudah kelas 12 dan tengah fokus menghadapi ujian-ujian. “Mereka takut kegiatan ini bakal mengganggu sekolah saya,” kata Keysa.

Tapi, ia tetap bersikeras. “Entah kenapa, saya merasa harus ikut. Ada ketertarikan yang kuat,” tambahnya.

Keysa saat diberi gelar Puteri Bali Persahabatan 2025 │Dok. Keysa

Akhirnya, dengan persiapan yang minim tapi niat yang besar, ia melangkah ke ajang itu. Putera Puteri Bali sendiri merupakan program di bawah naungan NGID Organization, sebuah wadah pengembangan remaja yang bertujuan melahirkan duta yang cerdas, berani, berwawasan, dan berkarakter. Peserta tidak hanya dinilai dari penampilan luar, tetapi juga dari pengetahuan umum, wawasan budaya, serta kemampuan berkomunikasi. Ajang ini dirancang untuk membentuk generasi muda Bali yang mampu mempromosikan kekayaan budaya dan pariwisata daerahnya dengan cara yang cerdas dan berkarakter.

Bagi Keysa, pengalaman itu menjadi perjalanan berharga. “Saya belajar banyak. Nggak cuma tampil, tapi juga memahami makna menjadi seorang remaja,” katanya. Ia juga mengaku bertemu banyak teman baru, belajar berbicara di depan publik, dan menemukan arti kepercayaan diri yang sesungguhnya.

Singkat cerita, ketika malam grand final tiba, Sabtu, 18 Oktober 2025, di Colony Plaza Renon, Keysa mengaku tak banyak berharap. Ia hanya ingin menikmati proses dan tampil sebaik mungkin. Namun ketika namanya disebut sebagai peraih kategori Puteri Bali Persahabatan, ia tak mampu menahan air mata haru.

“Terharu banget waktu itu. Sama sekali nggak nyangka bisa sampai di tahap ini,” katanya lirih. Menurutnya, kemenangan itu bukan hanya soal gelar atau selempang, melainkan tentang keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru dan bertanggung jawab pada pilihan sendiri.

Putu Ayu Suarni alias Keysa (kiri)│Dok. Keysa

Prestasi itu terasa semakin istimewa karena ini adalah kali pertama Keysa mewakili sekolah dalam sebuah ajang. “Dari kelas 10 saya belum pernah mewakili sekolah. Ini yang pertama, dan berhasil, meski belum menjadi juara utama,” ucapnya.

Kini, setelah ajang itu, Keysa tetap melanjutkan rutinitasnya di sekolah seperti biasa. Ia masih fokus belajar, sesekali mengikuti kegiatan dance atau cosplay, dan tak melupakan gunung-gunung yang menunggu untuk kembali ia daki.

“Saya ingin tetap jadi diri sendiri. Biar semua jalan beriringan, mulai dari belajar, modeling, maupun kegiatan lainnya,” kata Keysa.

Saat ditanya soal kehidupan pribadi, khususnya hubungan asmara, ia tertawa kecil. “Saya belum punya pacar,” ujarnya jujur. Lalu menambahkan dengan nada bercanda, “Tapi saya suka cowok berkacamata.” Kalimat itu menutup percakapan kami dengan ringan. Mengingatkan bahwa di balik semua kedisiplinan dan pencapaiannya, ia tetaplah remaja yang tahu cara menikmati hidup. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: gaya hidupkecantikanPuteri Bali PersahabatanSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Quantum Entanglement dan Resonansi Kesadaran Guru-Murid

Next Post

Kisah-Kisah dari yang Datang dan Menetap: Bali dari Kacamata Pendatang

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails
Next Post
Kisah-Kisah dari yang Datang dan Menetap: Bali dari Kacamata Pendatang

Kisah-Kisah dari yang Datang dan Menetap: Bali dari Kacamata Pendatang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co