3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Agus Nantika dan Canvas Beton: Cerita di Balik Mural Ubud Writers & Readers Festival 2025

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 6, 2025
in Persona
Agus Nantika dan Canvas Beton: Cerita di Balik Mural Ubud Writers & Readers Festival 2025

Agus Nantika dari Canvas Beton di UWRF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

JIKA Anda sempat berkunjung ke Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025, Anda pasti menemukan mural-mural yang menghiasi berbagai sudut lokasi acara. Dari tembok di sekitar Jalan Penestanan, hingga Taman Baca Ubud, karya-karya itu turut menambah semarak festival yang tahun ini mengusung tema Aham Brahmasmi. Namun, tidak banyak yang tahu siapa di balik mural-mural tersebut. Mereka adalah Canvas Beton, kelompok mural yang didirikan oleh Agus Nantika (26), seniman muda asal Denpasar.

Canvas Beton berdiri sejak Juli 2023. Agus Nantika mengaku tak begitu ingat tanggal pastinya, tapi ia tahu betul bahwa gagasan membentuk kelompok mural ini lahir dari semangat untuk bekerja bersama dan belajar dari satu sama lain. Kini, ada 13 orang yang bergabung di Canvas Beton.

“Di Canvas Beton tidak semuanya pelukis, tapi semuanya suka lukisan,” ujar Agus sambil tersenyum.

Bagi Agus, keahlian teknis bukanlah syarat utama untuk bergabung. Yang lebih penting adalah kemauan untuk belajar dan mampu bekerja sama dalam tim. “Tidak harus andal melukis. Yang penting mau berproses dan belajar bersama,” katanya. Prinsip inilah yang membuat Canvas Beton terasa seperti ruang belajar bagi anak-anak muda yang ingin menyalurkan minatnya dalam seni visual.

 

Canvas Beton melukis mural di Jalan Penestanan │Foto: tatkala.co/Dede

Kembali ke UWRF 2025, perhelatan tahun ini menjadi pengalaman pertama Canvas Beton terlibat di festival sastra terbesar di Bali itu. Meski demikian, Agus sendiri bukan orang baru di lingkungan UWRF. Sejak 2020, ia dan beberapa teman kampusnya sudah beberapa kali ikut berpartisipasi, baik dalam proyek dekorasi maupun pameran seni di berbagai festival di Ubud.

“Meskipun ini festival sastra, saya rasa memang tetap perlu sentuhan seni visual di dalamnya, untuk menambah daya tarik dan estetika ruang,” ujarnya.

Agus Nantika mengatakan, untuk proyek UWRF tahun ini, konsep desain dan warna sudah disiapkan sejak awal oleh panitia. Tugas Canvas Beton adalah menerjemahkannya ke berbagai media mural, mulai dari tembok, triplek, hingga papan-papan penunjuk acara.

“Ketika konsep diberikan ke kami, kami cek dulu warna dan desainnya agar identik. Setelah itu, tinggal eksekusi,” ucap Agus, singkat.

Mural karya Canvas Beton di Taman Baca, Ubud │Foto: tatkala.co/Dede

Dari 13 anggota tim, enam orang turun langsung melukis mural di lokasi. Menariknya, sebagian besar dari mereka masih berstatus pelajar sekolah menengah, berusia 17–18 tahun. “Semuanya muda-muda, saya aja yang tua sendiri,” ujarnya sambil tertawa.

Keterlibatan anak-anak sekolah ini tentu membawa tantangan tersendiri. Waktu pengerjaan harus menyesuaikan jadwal belajar. Mereka baru bisa bekerja selepas sekolah, sehingga proses pengerjaan menjadi lebih panjang. “Kebetulan waktu melukis di Taman Baca, kami juga ada proyek lain di Pedungan, Denpasar. Jadi harus bagi waktu dan tenaga,” kata Agus.

Ia menambahkan, pengerjaan mural di tembok Jalan Penestanan sepanjang hampir lima belas meter sudah dikerjakan sedari tiga bulan sebelum festival bergulir. Sementara mural di Taman Baca dikerjakan beberapa minggu menjelang acara.

“Untuk pengerjaan di venue memang cukup mendadak juga. Tapi justru di sana serunya. Ketika kita terdesak, pekerjaan malah cepat selesai, kayak bikin skripsi,” candanya.

Mural karya Canvas Beton │Foto: tatkala.co/Dede

Meski mural-mural itu tidak secara langsung berkaitan dengan sastra, bagi Agus, keberadaannya tetap penting sebagai unsur dekoratif dan informatif. “Lewat mural ─ hiasan panggung, dan tanda penunjuk arah di venue, kami membantu menciptakan suasana festival yang lebih hidup,” tegasnya.

Ia lalu menambahkan dengan nada bangga, “Intinya, kalau sudah lihat ada hal yang dilukis atau digambar di UWRF, sudah pasti itu karya Canvas Beton.”

Di sela obrolan, Agus menyeruput kopi panasnya sambil menyalakan sebatang rokok. Ia tampak santai, tapi ucapannya selalu mengalir penuh keyakinan. Ia bercerita bahwa tujuan utama membentuk Canvas Beton adalah untuk mewadahi anak-anak muda yang gemar melukis agar punya tempat berekspresi. Ia mengajak kawan, adik, dan kerabatnya untuk bergabung.

“Canvas Beton sebenarnya cuma wadah bagi mereka untuk mencurahkan ekspresi. Kalau pun menjadi komersial, hasilnya dibagi secara adil. Jadi mereka dibayar untuk menjalankan hobinya,” terangnya.

Canvas Beton melukis mural di Jalan Penestanan │Foto: tatkala.co/Dede

Agus Nantika sendiri baru saja lulus dari Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI). Sebelumnya, ia menempuh pendidikan di SMK Negeri 1 Sukawati, atau lebih dikenal dengan nama SSRI (Sekolah Seni Rupa Indonesia) ─ sekolah seni yang banyak melahirkan seniman terkenal di Bali.

Ketika tidak ada proyek mural, Agus tetap melukis dan sesekali berpameran. Namun belakangan, waktunya lebih banyak tersita untuk proyek Canvas Beton. “Jadi ya tetap ngelukis, karena memang nggak ada hal lain selain itu,” ujarnya sambil tertawa.

Kini, Canvas Beton terus berkembang dan mulai dikenal sebagai kelompok mural yang konsisten berkarya di ruang publik. Dari dinding jalan, sekolah, hingga panggung festival, karya mereka menjadi penanda bahwa seni rupa tak selalu harus berada di galeri. Ia bisa hadir di tembok, di antara pejalan kaki, atau di tengah hiruk pikuk festival sastra. “Kalau mau mempercantik tembok rumah, kantor, atau tempat usaha, tinggal hubungi kami,” kata Agus sambil terkekeh. Anda bisa menemukan mereka di Instagram @canvasbeton. Satu hal yang pasti, mereka akan siap “mencorat-coret” tembok Anda ─ dengan harga yang, kata Agus, “menyame.” [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA JUGA:

Agus Nantika, Mural, dan Canvas Beton: Tidak Asal Coret, Tapi Kalau Ada Panggilan, Ia Siap Mencoret
Tags: MuralSeni Rupaseni rupa BaliUbud Writers and Readers FestivalUWRFUWRF 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yudiati Kuniko Menyembuhkan Luka lewat ‘Hana: Jangan Biarkan Mereka Lihat Lukamu’ –Dari Sesi Peluncuran Buku di UWRF 2025

Next Post

ISI Bali Perkenalkan Melukis Wayang Kamasan di Media Plexsiglas dan Pot Gerabah Kepada Anak-anak anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails
Next Post
ISI Bali Perkenalkan Melukis Wayang Kamasan di Media Plexsiglas dan Pot Gerabah Kepada Anak-anak anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

ISI Bali Perkenalkan Melukis Wayang Kamasan di Media Plexsiglas dan Pot Gerabah Kepada Anak-anak anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co