2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

ISI Bali Perkenalkan Melukis Wayang Kamasan di Media Plexsiglas dan Pot Gerabah Kepada Anak-anak anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
November 6, 2025
in Khas
ISI Bali Perkenalkan Melukis Wayang Kamasan di Media Plexsiglas dan Pot Gerabah Kepada Anak-anak anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Dosen ISI Bali bersama anak-anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Jika jalan-jalan ke Desa Kamasaan, Klungkung – Bali, jangan kaget kalau menemukan anak-anak yang biasa melukis Wayang gaya Kamasan. Itu sudah menjadi keseharian mereka yang konon, sudah dilakukan secara turun temurun. Namun, pemandangan itu menjadi lebih menarik, saat mereka melukis Wayang Kamawan di dalam media plexsiglas dan pot gerabah. Itu memang pengalaman baru bagi mereka, sehingga mereka lebih bebas dan menyenangkan.

Melukis Wayang Kamasan di Media Plexsiglas dan Pot Gerabah itu diperkenalkan oleh Mahasiswa dan dosen Program Studi Tata Kelola Seni Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, pada saat melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), beberapa waktu lalu. Kampus seni di Bali ini mengajak anak-anak pelukis Wayang Kamasan dengan bentuk lain. Artinya, lukisan wayang yang biasa dibuat di dalam kanvas, kini dibuat dalam media berbeda.

Kegiatan tersebut langsung mendapat apresiasi dari anak-anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung. Mereka menjadi lebih senang dan bebas berekspresi serta berkreasi untuk menghasilkan karya seni. Apalagi, dalam penyampaian materi dikemas dengan penyertaan storytelling menarik. “Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), kami ingin menawarkan solosi atas persoalan kejenuhan peserta didik melukis dan mewarnai khusus anak-anak di Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung,” kata Ketua PKM, Dr. I Wayan Setem, S.Sn., M.Sn, Senin 3 November 2025.

Pelatihan yang dilakukan sekitar 12 bulan itu, melibatkan dosen sebagai anggota, seperti Drs. Gede Yosef Tjokropramono, M.Si, I Made Ade Candra Kusuma dan I Komang Aryawan, serta dibantu oleh beberapa mahasiswa seni.

Pusat seni lukis tradisional Bali

Desa Kamasan Klungkung Bali memang sebagai pusat berbagai kerajinan, berupa lukisan klasik wayang Kamasan yang merupakan ciri khas dan sekaligus andalan Desa Kamasan. Karya seni itu, bahkan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Seni lukis klasik wayang Kamasan dilakukan secara turun temurun yang dilakukan dengan meniru dari warisan leluhur. Maka tak heran, di Desa Kamasan lahir para maestro dan seniman yang menekuni seni lukis wayang Kamasan.

Di desa tersebut juga bertebaran art shop, dan rumah-rumah pengerajin, serta sanggar-sanggar untuk belajar melukis dan mewarnai. Anak-anak tingkat SD hingga SMP dari berbagai desa berdatangan untuk belajar melukis dan mewarnai pada sanggar-sanggar yang ada di sana. Salah satu sanggar yang masih eksis adalah Sanggar Sinar Pande yang berada di Banjar Pande, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung. Sanggar ini masih menyelenggarakan program pendidikan nonformal, meskipun dalam pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala.

Dosen ISI Bali bersama anak-anak Sanggar Sinar Pande Kamasan Klungkung

Pemilik sanggar, I Wayan Pande Sumantra, merupakan pelukis sekaligus penjual produk lukisan klasik wayang Kamasan, kemudian tergerak untuk melestarikannya dengan mendirikan sanggar seni yang bernama Sanggar Sinar Pande pada 9 Februari 2019. Dalam melaksanakan aktivitasnya sanggar tidak memungut biaya apa pun, semua kebutuhan pembelajaran seperti kertas dan pensil disiapkan oleh pihak sanggar. Walau demikian, anak-anak ini sering mengikuti perlombaan yang diselenggarakan pihak kabupaten maupun provinsi.

“Masalah utama yang dihadapi oleh Sanggar Sinar Pande, banyak anak yang merasa bosan dengan aktivitas menggambar yang hanya seperti itu-itu saja. Media pembelajaran berupa media gambar yang diprint kemudian ditiru dalam proses melukis di atas permukaan buku gambar,” ungkap Setem sembara mengaku ini menjadi alasan melakukan PKM di desa tersebut.

Mengembangkan pembelajaran seni lukis wayang Kamasan

Proses pembuatan gambar seperti ini, setelah menguasai materi dasar, anak-anak peserta les merasa jenuh, dan membosankan. Mereka kurang mendapatkan alternatif media dan bahan melukis serta mewarnai, sehingga beberapa dari mereka berhenti les karena rasa jenuh. “Mereka merasa jenuh, karena hanya mewarnai media gambar wayang yang diprint pada kertas, tidak ada kebebasan berkreasi, serta penyampaian materi pembelajaran kurang menarik. Ini yang membuat anak-anak merasa bosan, sehingga malas mengikuti pebelajar,” alasnya.

Karena itulah, mahasiswa dan dosen Program Studi Tata Kelola Seni Pascasarjana ISI Bali melakukan PKM untuk memberikan penawaran penggunaan bahan alternatif, kebebasan berekspresi, dan penyampaian materi yang lebih menarik agar pembelajaran menyenangkan. “Kami mengajak anak-anak melukis Wayang Kamasan dengan menggunakan media alternatif berupa plexsiglas dan pot gerabah. Metodenya, menggunakan demonstrasi praktek secara langsung, yang diawali dengan pengumpulan data permasalahan, dan merancang pelatihan,” papar Setem.

Dalam prateknya, mereka mengembangkan pembelajaran seni lukis wayang Kamasan dengan sinergi konsep diversifikasi teknik melukis dan revitalisasi tekstual serta kontekstual, maka dapat meningkatkan minat dan animo anak-anak mengikuti pembelajaran melukis dan mewarnai. “Revitalisasi terhadap teknik proses melukis untuk memperkuat indigenous skill agar mampu mengaplikasikannya ke media-media yang lebih beragam. Kontekstual ini dilakukan dengan penerapan pada media baru untuk menghasilkan produk bervariasi dan lebih adaptif,” jelasnya.

Mereka tetap melukis dan mewarnai gambar dengan bersumber dari seni lukis klasik wayang Kamasan, namun dibuat di dalam media plexsiglas dan pot gerabah. Hal itu untuk memberikan peserta didik kebebasan berekpresi dan berkreasi. Belajar melukis dan mewarnai itu dirangkai dengan bercerita atau mendogeng (storytelling), sehingga aktivitas melukis dan mewarnai lebih menyenangkan. Cara seperti ini, banyak sekali manfaatnya yakni melatih motorik, kognitif, kreatifitas dan imajinasi anak.

Hal ini juga sebagai upaya dalam membenahi kejenuhan anak melalui ragam aktivitas melukis yang menyenangkan bagi anak. “Mereka sanga senang, sehingga banya yang tertarik untuk meneruskan pembelajaran menggambar dan mewarnai sampai tingkat mahir,” imbuhnya.

Pengembangan seni lukis wayang Kamasan dengan media plexsiglas dan pot gerabah ini, dapat mengoptimalkan potensi Desa Kamasan khususnya terkait seni lukis wayang klasik, kembali diminati dan menjadi daya tarik atraksi wisata dengan kursus melukis wayang Kamasan. “Sementara bagi kami, dosen dan mahasiswa dapat mengabdikan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pelatihan pengembangan seni lukis wayang Kamasan dengan media alternatif sebagai salah satu bentuk Tridharma Pergurauan Tinggi untuk masyarakat sekitar,” tutup Setem.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa KamasanISI Balilukisan kamasanSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Agus Nantika dan Canvas Beton: Cerita di Balik Mural Ubud Writers & Readers Festival 2025

Next Post

Film ‘Abadi Nan Jaya’,  Saat Jamu Eksperimen Menyulap Jadi Zombie

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Film ‘Abadi Nan Jaya’,  Saat Jamu Eksperimen Menyulap Jadi Zombie

Film 'Abadi Nan Jaya',  Saat Jamu Eksperimen Menyulap Jadi Zombie

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co