6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Alilitan Catur Desa Adat Tamblingan: Tradisi Pemuliaan Air yang Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Jaswanto by Jaswanto
October 13, 2025
in Khas
Tradisi Alilitan Catur Desa Adat Tamblingan: Tradisi Pemuliaan Air yang Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Tradisi Alilitan

TAHUN ini, tradisi Alilitan dari Catur Desa Adat Dalem Tamblingan—yang terdiri dari Desa Gobleg, Munduk, Gesing, dan Umejero—diresmikan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan. Tradisi tersebut memang layak dilindungi dan dilestarikan. Pasalnya, Alilitan Karya berkaitan erat dengan laku menjaga sumber mata air di kawasan Danau Tamblingan, Kecamatan Banjar. Alilitan Karya diselenggarakan setiap dua tahun sekali.

Menurut Ketua Tim Sembilan Catur Desa Adat Tamblingan Jro Putu Ardana (59), Danau Tamblingan dianggap sebagai pemersatu Desa Gobleg, Munduk, Gesing, dan Umejero. Keempat desa tersebut diikat oleh unsur air yang ada di danau yang terletak di lereng sebelah utara Gunung Lesung itu.

Berdasarkan catatan sejarah, pemerintahan Catur Desa berpusat di Gobleg. Pemimpinnya disebut Pengrajeg Adat Dalem Tamblingan dan sifatnya turun-temurun. Keberadaan masyarakat adat Dalem Tamblingan sudah tercatat pada 900-1100 Masehi, yang tertuang dalam Prasasasti Suradipa, Udayana, dan Ugrasena. Namun, bisa saja, eksistensi Catur Desa malah jauh lebih tua dari angka tahun yang disebutkan dalam prasasti tersebut.

Dahulu, menurut keterangan dalam prasasti, banyak orang bermukim di sekitar Danau Tamblingan dan alas (hutan) Merta Jati. Kemudian, sekitar abad ke 13, masyarakat memutuskan pindah dan menyebar ke bawah yang kini disebut Catur Desa.

“Alasan pindahnya sederhana, yaitu untuk menyucikan Danau Tamblingan. Hutannya disebut Merta Jati atau sumber hidup sesungguhnya. Jadi untuk hidup, desa adat tidak mau mengutak-atik sumber mata airnya, melainkan hanya cukup memanfaatkan rembesannya saja,” jelas Putu Ardana.

Prosesi Tradisi Alilitan Karya

Tradisi Alilitan Karya lahir dari kesadaran-arif atas lingkungan geografi Catur Desa Adat Tamblingan. Masyarakat sangat sadar bahwa air merupakan unsur alam yang sangat berharga bagi kehidupan. Oleh karenanya, tak anek jika keimanan masyarakat Catur Desa Adat Tamblingan—sebagaimana keterangan Jro Ardana—adalah Piagem Game Tirta atau memuliakan air. Kepercayaan itu berpijak pada kesadaran bahwa masyarakat hidup dari sektor agraris dan memanfaatkan rembesan air danau.

Tradisi Alilitan

Sebagai bentuk syukur atas keberlimpahan air itulah, krama Catur Desa menggelar ritual Alilitan Karya—sebuah tradisi dengan prosesi sangat panjang, dilaksanakan berdasarkan perhitungan sasih dari Tilem Kasa sampai Purnama Kelima. Ritual ini telah dilakukan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam. Sebuah tradisi yang tak hanya berorientasi pada laku spiritual semata, tapi juga masa depan.

Jro Ardana menceritakan, Alilitan Karya dimulai pada Tilem Sasih Kasa yang diawali dengan Karya Dalu bermakna sebagai pembersihan—yang dibersihkan adalah Pertiwi. Ritual ini dipusatkan di sebuah sumber mata air di kawasan Cangkub, tepatnya di perbatasan antara Desa Gesing dan Munduk.

“Pada saat Tilem Kasa, diumpamakan masyarakat berada dalam kegelapan. Yang dimaksud kegelapan artinya kemiskinan, kebodohan. Selanjutnya, kami harus melakukan sesuatu—melakukan sesuatu untuk menuju kesejhateraan,” beber Jro Ardana.

Lima belas hari kemudian, tepatnya pada purnama Sasih Karo, krama (penduduk desa adat) melaksanakan Bongkol Karya atau membersihkan dasar bumi, atau sapta patala, sekaligus mulang dasar kamertaan. Ritual ini dilaksanakan di sebuah mata air di perbatasan Desa Munduk dan Gobleg.

Setelah pertiwi dan dasar bumi dibersihkan, barulah masing-masing krama harus membersihkan diri di pura dadia-nya masing-masing, yaitu bertepatan di Purnama Ketiga. Selanjutnya, Purnama Sasih Kapat mereka melaksanakan Karya Pangrakih di daerah hulu, tepatnya di Danau Tamblingan dan Alas Merta Jati. “Karena sumber merta kami di sana. Sambil membersihkan hulu, sambil nunas merta di Luhuring Capah,” terang Ardana.

Penyucian Pratima Ida Bhatara Penghulu

Ritual terus berlanjut. Seusai nunas merta, tepat pada Tilem Sasih Kapat, air yang sudah disucikan itu dibagikan kepada masyarakat di luar Catur Desa. Ritual ini diawali dengan menyucikan pratima Ida Bhatara Penghulu ke segara (laut) dengan berjalan kaki dari Gobleg ke Pura Labuhan Aji, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, sejauh 21 kilometer.

Menariknya, krama yang mengusung pratima Ida Bhatara Penghulu—yang disebut Truna Tekor—ini seolah tak kenal lelah. Mereka kerap berlari saat mendapat kesempatan untuk mengusung pratima itu. Seolah ada kekuatan niskala yang mendorongnya. Jro Ardana, yang juga mantan Kelian Adat Munduk, mengungkapkan, saat ritual ini berlangsung, ribuan krama tumpah ruah ngiringang Ida Bhtara Penghulu mesucian ke laut. Sepanjang perjalanan dari Gobleg ke Pura Labuhan Aji, masyarakat yang wilayahnya dilalui para Truna Tekor kerap menghaturkan makanan dan minuman untuk warga Catur Desa yang ngiringang.

“Sehingga, kami tidak mungkin kelaparan dan kehausan selama perjalanan. Bahkan, ada keyakinan, jika makanan dan minuman yang dihaturkan krama di pinggir jalan itu habis, artinya sangat diberkahi. Begitu juga sebaliknya,” kata Jro Ardana.

Tradisi Alilitan

Di Pura Labuhan Aji, Ida Bhatara mesucian hingga tiga hari. Selama itu pula, segala bentuk kebutuhan makan dan minum krama yang ngiringang telah disediakan oleh krama subak yang selama ini memanfaatkan sumber air dari Mendaum untuk mengairi sawahnya.

Seusai mesucian, Ida Bhatara Penghulu kembali balik ke Gobleg saat tengah malam. Namun, kali ini rute yang ditempuh berbeda dengan saat menuju Pura Labuhan Aji. Pertimbangannya agar sebaran merta  semakin luas, sehingga seluruh tanaman masyarakat tumbuh subur.

Puncaknya adalah upacara Pengayu-ayu pada Purnama Sasih Kalmia. Ritual ini bermakna ngenteg linggih jagad dan ngenteg linggih kemertaan. “Kesejahteraan yang kami dapatkan harus dikukuhkan lewat Upacara Ngayu-Ayu,” kata Jro Ardana.

Segala bentuk ritual yang dilakukan selama Alilitan Karya memiliki makna filosofis sebagai pemuliaan air. “Leluhur kami sudah sejak dahulu melakukannya. Memuliakan air secara skala dan niskala. Apalagi sumber hidup kita kan dari air. Dan masyarakat luar Catur Desa juga mengakui spiritualitasnya,” ujar Jro Ardana.

Saat ini, jumlah warga yang tercatat sebagai anggota krama Catur Desa Adat Dalem Tamblingan mencapai 6 ribu KK, di mana luas lahan kawasan ini mencapai 7 ribu hektar. Dari jumlah tersebut, luas lahan untuk hutan tercatat 1.300 hektar. Dan kini, sekali lagi, negara menetapkan tradisi Alilitan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) yang wajib dijaga dan dilestarikan. Dengan begitu, syarat mutlak yang harus dijalankan negara—dan kita semua—adalah menjaga sumber mata air Tamblingan tetap ada dan lestari. [T]

Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengcatur desa dalem tamblinganTradisi AlilitanWarisan Budaya Tak Benda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Astana Gede Kawali dan Kisah Tragis Dyah Pitaloka

Next Post

Tari Baris Bedog Buleleng sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Tari Baris Bedog Buleleng sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Tari Baris Bedog Buleleng sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co