30 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Alilitan Catur Desa Adat Tamblingan: Tradisi Pemuliaan Air yang Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Jaswanto by Jaswanto
October 13, 2025
in Khas
Tradisi Alilitan Catur Desa Adat Tamblingan: Tradisi Pemuliaan Air yang Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Tradisi Alilitan

TAHUN ini, tradisi Alilitan dari Catur Desa Adat Dalem Tamblingan—yang terdiri dari Desa Gobleg, Munduk, Gesing, dan Umejero—diresmikan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan. Tradisi tersebut memang layak dilindungi dan dilestarikan. Pasalnya, Alilitan Karya berkaitan erat dengan laku menjaga sumber mata air di kawasan Danau Tamblingan, Kecamatan Banjar. Alilitan Karya diselenggarakan setiap dua tahun sekali.

Menurut Ketua Tim Sembilan Catur Desa Adat Tamblingan Jro Putu Ardana (59), Danau Tamblingan dianggap sebagai pemersatu Desa Gobleg, Munduk, Gesing, dan Umejero. Keempat desa tersebut diikat oleh unsur air yang ada di danau yang terletak di lereng sebelah utara Gunung Lesung itu.

Berdasarkan catatan sejarah, pemerintahan Catur Desa berpusat di Gobleg. Pemimpinnya disebut Pengrajeg Adat Dalem Tamblingan dan sifatnya turun-temurun. Keberadaan masyarakat adat Dalem Tamblingan sudah tercatat pada 900-1100 Masehi, yang tertuang dalam Prasasasti Suradipa, Udayana, dan Ugrasena. Namun, bisa saja, eksistensi Catur Desa malah jauh lebih tua dari angka tahun yang disebutkan dalam prasasti tersebut.

Dahulu, menurut keterangan dalam prasasti, banyak orang bermukim di sekitar Danau Tamblingan dan alas (hutan) Merta Jati. Kemudian, sekitar abad ke 13, masyarakat memutuskan pindah dan menyebar ke bawah yang kini disebut Catur Desa.

“Alasan pindahnya sederhana, yaitu untuk menyucikan Danau Tamblingan. Hutannya disebut Merta Jati atau sumber hidup sesungguhnya. Jadi untuk hidup, desa adat tidak mau mengutak-atik sumber mata airnya, melainkan hanya cukup memanfaatkan rembesannya saja,” jelas Putu Ardana.

Prosesi Tradisi Alilitan Karya

Tradisi Alilitan Karya lahir dari kesadaran-arif atas lingkungan geografi Catur Desa Adat Tamblingan. Masyarakat sangat sadar bahwa air merupakan unsur alam yang sangat berharga bagi kehidupan. Oleh karenanya, tak anek jika keimanan masyarakat Catur Desa Adat Tamblingan—sebagaimana keterangan Jro Ardana—adalah Piagem Game Tirta atau memuliakan air. Kepercayaan itu berpijak pada kesadaran bahwa masyarakat hidup dari sektor agraris dan memanfaatkan rembesan air danau.

Tradisi Alilitan

Sebagai bentuk syukur atas keberlimpahan air itulah, krama Catur Desa menggelar ritual Alilitan Karya—sebuah tradisi dengan prosesi sangat panjang, dilaksanakan berdasarkan perhitungan sasih dari Tilem Kasa sampai Purnama Kelima. Ritual ini telah dilakukan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam. Sebuah tradisi yang tak hanya berorientasi pada laku spiritual semata, tapi juga masa depan.

Jro Ardana menceritakan, Alilitan Karya dimulai pada Tilem Sasih Kasa yang diawali dengan Karya Dalu bermakna sebagai pembersihan—yang dibersihkan adalah Pertiwi. Ritual ini dipusatkan di sebuah sumber mata air di kawasan Cangkub, tepatnya di perbatasan antara Desa Gesing dan Munduk.

“Pada saat Tilem Kasa, diumpamakan masyarakat berada dalam kegelapan. Yang dimaksud kegelapan artinya kemiskinan, kebodohan. Selanjutnya, kami harus melakukan sesuatu—melakukan sesuatu untuk menuju kesejhateraan,” beber Jro Ardana.

Lima belas hari kemudian, tepatnya pada purnama Sasih Karo, krama (penduduk desa adat) melaksanakan Bongkol Karya atau membersihkan dasar bumi, atau sapta patala, sekaligus mulang dasar kamertaan. Ritual ini dilaksanakan di sebuah mata air di perbatasan Desa Munduk dan Gobleg.

Setelah pertiwi dan dasar bumi dibersihkan, barulah masing-masing krama harus membersihkan diri di pura dadia-nya masing-masing, yaitu bertepatan di Purnama Ketiga. Selanjutnya, Purnama Sasih Kapat mereka melaksanakan Karya Pangrakih di daerah hulu, tepatnya di Danau Tamblingan dan Alas Merta Jati. “Karena sumber merta kami di sana. Sambil membersihkan hulu, sambil nunas merta di Luhuring Capah,” terang Ardana.

Penyucian Pratima Ida Bhatara Penghulu

Ritual terus berlanjut. Seusai nunas merta, tepat pada Tilem Sasih Kapat, air yang sudah disucikan itu dibagikan kepada masyarakat di luar Catur Desa. Ritual ini diawali dengan menyucikan pratima Ida Bhatara Penghulu ke segara (laut) dengan berjalan kaki dari Gobleg ke Pura Labuhan Aji, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, sejauh 21 kilometer.

Menariknya, krama yang mengusung pratima Ida Bhatara Penghulu—yang disebut Truna Tekor—ini seolah tak kenal lelah. Mereka kerap berlari saat mendapat kesempatan untuk mengusung pratima itu. Seolah ada kekuatan niskala yang mendorongnya. Jro Ardana, yang juga mantan Kelian Adat Munduk, mengungkapkan, saat ritual ini berlangsung, ribuan krama tumpah ruah ngiringang Ida Bhtara Penghulu mesucian ke laut. Sepanjang perjalanan dari Gobleg ke Pura Labuhan Aji, masyarakat yang wilayahnya dilalui para Truna Tekor kerap menghaturkan makanan dan minuman untuk warga Catur Desa yang ngiringang.

“Sehingga, kami tidak mungkin kelaparan dan kehausan selama perjalanan. Bahkan, ada keyakinan, jika makanan dan minuman yang dihaturkan krama di pinggir jalan itu habis, artinya sangat diberkahi. Begitu juga sebaliknya,” kata Jro Ardana.

Tradisi Alilitan

Di Pura Labuhan Aji, Ida Bhatara mesucian hingga tiga hari. Selama itu pula, segala bentuk kebutuhan makan dan minum krama yang ngiringang telah disediakan oleh krama subak yang selama ini memanfaatkan sumber air dari Mendaum untuk mengairi sawahnya.

Seusai mesucian, Ida Bhatara Penghulu kembali balik ke Gobleg saat tengah malam. Namun, kali ini rute yang ditempuh berbeda dengan saat menuju Pura Labuhan Aji. Pertimbangannya agar sebaran merta  semakin luas, sehingga seluruh tanaman masyarakat tumbuh subur.

Puncaknya adalah upacara Pengayu-ayu pada Purnama Sasih Kalmia. Ritual ini bermakna ngenteg linggih jagad dan ngenteg linggih kemertaan. “Kesejahteraan yang kami dapatkan harus dikukuhkan lewat Upacara Ngayu-Ayu,” kata Jro Ardana.

Segala bentuk ritual yang dilakukan selama Alilitan Karya memiliki makna filosofis sebagai pemuliaan air. “Leluhur kami sudah sejak dahulu melakukannya. Memuliakan air secara skala dan niskala. Apalagi sumber hidup kita kan dari air. Dan masyarakat luar Catur Desa juga mengakui spiritualitasnya,” ujar Jro Ardana.

Saat ini, jumlah warga yang tercatat sebagai anggota krama Catur Desa Adat Dalem Tamblingan mencapai 6 ribu KK, di mana luas lahan kawasan ini mencapai 7 ribu hektar. Dari jumlah tersebut, luas lahan untuk hutan tercatat 1.300 hektar. Dan kini, sekali lagi, negara menetapkan tradisi Alilitan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) yang wajib dijaga dan dilestarikan. Dengan begitu, syarat mutlak yang harus dijalankan negara—dan kita semua—adalah menjaga sumber mata air Tamblingan tetap ada dan lestari. [T]

Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengcatur desa dalem tamblinganTradisi AlilitanWarisan Budaya Tak Benda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Astana Gede Kawali dan Kisah Tragis Dyah Pitaloka

Next Post

Tari Baris Bedog Buleleng sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
0
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

Read moreDetails

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails
Next Post
Tari Baris Bedog Buleleng sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Tari Baris Bedog Buleleng sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co