3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Astana Gede Kawali dan Kisah Tragis Dyah Pitaloka

Chusmeru by Chusmeru
October 13, 2025
in Tualang
Astana Gede Kawali dan Kisah Tragis Dyah Pitaloka

Cagar Budaya Astana Gede Kawali, Ciamis / Foto Dok.Penulis

CIAMIS merupakan kabupaten yang berada di bagian timur Provinsi Jawa Barat. Berasal dari kata Ci atau Cai yang berarti air, dan Amis yang berarti manis. Ciamis lantas diartikan sebagai Kota Manis. Predikat ini ditujukan pada masyarakat Ciamis yang dikenal ramah, ditambah dengan pemandangan alam yang indah.

Selain penduduknya yang ramah, Ciamis juga dikenal dengan berbagai situs yang bernilai sejarah dan budaya tinggi. Kerajaan Galuh yang dianggap sebagai kerajaan tertua di tanah Pasundan dan Jawa berada di Kabupaten Ciamis. Kerajaan ini dipercaya sebagai cikal-bakal keberadaan masyarakat Sunda dan Jawa.

Situs Kerajaan Galuh juga terdapat di Kecamatan Kawali, Ciamis yang bernama Astana Gede Kawali. Berada di lahan seluas 5 hektare, situs atau cagar budaya Astana Gede Kawali memiliki berbagai peninggalan arkeologis yang menggambarkan tiga budaya berbeda, yaitu budaya lokal, Hindu, dan Islam. Situs ini dahulu kala merupakan ibu kota Kerajaan Galuh di masa Prabu Niskala Wastu Kencana pada abad ke-14 atau sekitar tahun 1371 – 1475 Masehi.

Hari sudah menjelang senja ketika penulis mengunjungi cagar budaya ini. Tanpa ditemani pemandu atau juru kunci, penulis mengamati berbagai situs dan prasasti yang ada di Astana Gede Kawali. Situs ini dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis. Suasana terasa sedikit mistis di dalam cagar budaya ini, membuat merinding penulis.

Pintu Gerbang Astana Gede Kawali | Foto Dok.Penulis

Berdasarkan papan informasi yang terdapat di cagar budaya, terdapat enam peninggalan arkeologi berupa enam prasasti. Keenam prasasti ini merupakan peninggalan Prabu Wastu Kencana. Terdapat pula situs makam Adipati Singacala dan situs tempat abu jasad Dyah Pitaloka Citraresmi. Semua situs maupun prasasti yang ada di Astana Gede Kawali memiliki nilai sejarah dan budaya yang potensial untuk dikembangkan sebagai objek wisata sejarah, budaya, dan edukasi.

Dari keenam prasasti yang ada, prasasti Kawali I, II, dan VI mengandung pesan moral bagi masyarakat saat itu, dan tentu saja kekinian. Prasasti Kawali I diduga merupakan tugu peringatan untuk mengenang kejayaan Prabu Niskala Wastu Kancana, penguasa Sunda yang bertahta di Kawali. Selain itu, terdapat juga Batu Palinggih, yang konon digunakan untuk melantik para raja Galuh saat memerintah di wilayah Kawali.

Prasasti I berbunyi: “hayua diponaḥ ponaḥ, hayua dicawuḥ cawuḥ iňa neker iňa ager iňa nincak iňa rĕmpag”. Artinya: “Jangan dilangkahi, jangan dirusak, yang memotong akan binasa, yang menginjak biar runtuh”. Prasasti Kawali I secara umum berisi larangan terhadap tindakan seperti melangkahi, merusak, memotong, atau menginjak objek tertentu ( wikibooks.org).

Prasasti Kawali II, merupakan salah satu dari enam prasasti yang ditulis dalam aksara dan bahasa Sunda Kuno. Bunyi prasasti itu adalah: “aya manu ṅösi ina kawali ini pakena kěṛta běněr pakön nanjör na juritan”. Artinya, “Adanya yang menghuni Kawali senantiasa berbuat makmur lagi adil, supaya berjaya dalam laga”. Isi prasasti ini mengungkapkan harapan agar penduduk Kawali mencapai kemakmuran dan kemenangan dalam peperangan.

Prasasti Kawali VI isinya cukup menarik, karena menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Dalam catatan Tim Arkeologi Sejarah FIB UNPAD yang terdapat di papan informasi, Prasasti Kawali VI disebutkan: “Peninggalan dari astiti rasa yang ada, yang menghuni kota ini jangan berjudi bisa sengsara”. Ternyata larangan untuk berjudi sudah tertulis dalam prasasti di Astana Gede Kawali.

Makam Adipati Singacala

Makam Adipati Singacala terletak pada koordinat 7,1904S 108,3624E. Terletak ditengah-tengah situs Kawali, mengisi pada lahan yang diperkirakan punden yang dipagari bambu dengan pintu masuk disisi utara dan selatan. Makamnya berbentuk dua undakan dibuat dari susunan kerikil andesit. Nisan kepala dan nisan kaki berbentuk dan berukuran sama, yaitu segi empat pipih dengan bagian atas berundak yang semakin mengecil di bagian puncak (galuhvirtual.ciamiskab.go.id).

Situs Makam Adipati Singacala | Foto Dok.Penulis

Adipati Singacala adalah penguasa Kawali setelah pusat pemerintahan Kerajaan Sunda pindah ke Pakuan Pajajaran. Di sebelah barat makam Adipati Singacala terdapat makam Pangeran Usman. Tokoh ini dikenal sebagai utusan dari Cirebon yang bertugas menyebarkan agama Islam di Kawali. Dalam aktivitasnya, Pangeran Usman mendapat dukungan Adipati Singacala (www.geni.com, 26/4/2024).

Dengan pindahnya pusat pemerintahan ke Pakuan Pajajaran, kawasan timur Kerajaan Sunda yang juga disebut dengan daerah Galuh terpecah-pecah. Kota Kawali berada di bawah kepemimpinan Adipati Singacala. Keadaan ini terus berlangsung hingga Susuhunan Jati, penguasa Cirebon, mempersatukan kembali desa-desa di daerah Galuh dengan Islam sebagai alat pemersatunya.

Ketika penulis memasuki situs makam Adipati Singacala, suasana magis begitu terasa. Terdapat bekas taburan bunga dan dupa. Sepertinya  baru saja ada pengunjung yang melakukan ziarah ke makam tokoh penguasa Kawali ini. Sekawanan monyet bergelantungan di pepohonan besar sekitar makam, membuat suasana bertambah seram.

Abu Jasad Dyah Pitaloka

Cagar budaya Astana Gede Kawali memiliki menhir, yaitu batu purbakala berbentuk tegak lurus sebagai persemayaman abu jasad Dyah Pitaloka Citraresmi  atau Citra Rashmi. Disebutkan dalam berbagai cerita, Dyah Pitaloka adalah gadis yang sangat cantik, hidup di tahun 1340 – 1357. Dyah Pitaloka sering dikaitkan dengan terjadinya perang  Bubat di bagian utara, Trowulan, ibu kota Majapahit.   Dalam  tragedi Perang Bubat , putri raja Sunda ini bunuh diri setelah mendapati ayahnya Prabu Maharaja Lingga Buana dan semua pengiring rombongan tewas.

Terdapat banyak versi tentang kisah tragis Dyah Pitaloka. Konon raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan motif politik ingin menikahi Dyah Pitaloka sebagai istrinya. Berbesar hati serta melihat perjodohan ini sebagai peluang untuk mengikat persekutuan dengan kerajaan Majapahit yang besar dan jaya, Raja Sunda dengan suka cita memberikan restunya dan ikut pergi mengantarkan putrinya ke Majapahit untuk dinikahkan dengan Hayam Wuruk (Wikipedia.org).

Pada tahun 1357 rombongan Kerajaan Sunda tiba di Majapahit setelah melayari Laut Jawa. Rombongan Kerajaan Sunda mendirikan pesanggrahan di Lapangan Bubat di bagian utara Trowulan, ibu kota Majapahit. Mereka menantikan jemputan dari pihak Majapahit serta upacara kerajaan yang pantas layaknya pernikahan agung kerajaan.

Situs Abu Jasad Dyah Pitaloka | Foto Dok.Penulis

Namun ternyata rencana pernikahan itu menimbulkan dilema. Hayam Wuruk dianggap masih memiliki kekerabatan dekat dengan calon permaisuri. Hal ini menjadikan Gajah Mada menyampaikan kepada rombongan Kerajaan Sunda bahwa perkawinan antara Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka tidak dapat dilaksanakan. Merasa dipermalukan, rombongan kerajaan Sunda pada akhirnya memilih berperang melawan Majapahit demi menjaga kehormatan.

Rombongan kerajaan Sunda berniat untuk belapati melakukan puputan demi membela kehormatan mereka di Lapangan Bubat. Meskipun memberikan perlawanan dengan gagah berani, rombongan kerajaan Sunda kewalahan dan akhirnya gugur dalam kepungan tentara Majapahit. Hampir seluruh rombongan kerajaan Sunda tewas dalam tragedi ini

 Dyah Pitaloka larut dalam kesedihan dengan hati yang remuk redam. Sang Putri pun melakukan bunuh diri untuk membela kehormatan dan harga diri negaranya. Kisah tragis kematian Dyah Pitaloka diratapi oleh Hayam Wuruk serta segenap rakyat Kerajaan Sunda yang kehilangan sebagian besar keluarga kerajaannya. Jenazah Dyah Pitaloka dibawa kembali ke Kerajaan Sunda, dan abu jasadnya disemayamkan di Astana Gede Kawali.

Menhir Batu Abu Jasad Dyah Pitaloka | Foto Dok.Kartika Soetrisno

Cinta dan kekuasaan kadang memerlukan pengorbanan. Dyah Pitaloka Citraresmi ingin membuktikan, bahwa ia tak sudi menjadi milik orang lain dengan dalih ambisi kekuasaan tanpa dilandasi rasa cinta. Menyerah pasrah bukan jalan yang ia tempuh. Mengorbankan diri adalah pilihan terbaik baginya. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Gunung Galunggung: Wisata dengan Aura Mistis
Objek Wisata Ciung Wanara: Legenda Sarat Intrik Politik
Tags: cagar budayaciamisJawa Barat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merindukan Lagi, “Panggung Bebas Bicara” di Lapangan Renon

Next Post

Tradisi Alilitan Catur Desa Adat Tamblingan: Tradisi Pemuliaan Air yang Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails
Next Post
Tradisi Alilitan Catur Desa Adat Tamblingan: Tradisi Pemuliaan Air yang Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Tradisi Alilitan Catur Desa Adat Tamblingan: Tradisi Pemuliaan Air yang Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co