7 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keberagaman Daya Ungkap dalam Kumpulan Puisi  “Nguber Lawat ring Kalangan Wayah” karya Ngakan Made Kasub Sidan                       

IBW Widiasa Keniten by IBW Widiasa Keniten
September 22, 2025
in Ulas Buku
Keberagaman Daya Ungkap dalam Kumpulan Puisi  “Nguber Lawat ring Kalangan Wayah” karya Ngakan Made Kasub Sidan                       

Buku puisi karya Ngakan Kasub Sidan

  • Judul Buku: Nguber Lawat ring Kalangan Wayah (Mengejar Bayangan di Tanah Tua)
  • Penulis: Ngakan Made Kasub Sidan                       
  • Tahun Terbit: 2022
  • Penerbit: Pustaka Ekspresi, Tabanan
  • Halaman: i-vii, 61 Halaman

SEBUAH karya sastra tercipta dari komunikasi yang intens antara penulis dengan masyarakat sosialnya. Seorang penulis (penyair, sastrawan) adalah warga masyarakat. Penyair, sastrawan bergaul dalam kehidupan masyarakat sosialnya.

Dalam pergaulan itu, seorang penyair, sastrawan berkomunikasi dengan dirinya maupun dengan masyarakatnya. Kelebihan seorang penyair, sastrawan mampu mengubahnya menjadi karya kreatif yang bisa diapresiasi oleh masyarakat pembacanya maupun pendengarnya. Sastrawan, penyair tidak berdiam diri dalam menghadapi problematika sosial. Penyair, sastrawan menciptakan sesuai daya kreatifnya. Di sinilah kelebihan dari seorang penyair maupun sastrawan yang memiliki daya kreativitas. 

Seorang penyair menciptakan puisi. Secara sederhana puisi dapat dirumuskan sebagai ”sebentuk pengucapan bahasa yang memperhitungkan adanya aspek bunyi-bunyi di dalamnya, yang mengungkapkan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair yang ditimba dari kehidupan individual dan sosialnya; yang diungkapkan dengan teknik pilihan tertentu, sehingga puisi itu mampu membangkitkan pengalaman tertentu pula dalam diri pembaca atau pendengar-pendengarnya (Suminto A. Sayuti, 2002:3).  

Kemampuan imajinatif dan komunikasi kreatif sosial budaya itulah yang mampu menciptakan karya sastra khususnya puisi.  Bahasa puisi adalah bahasa yang khas yang menunjukkan pemakaian yang spesial yang hanya dimanfaatkan oleh penyair; pemakaian bahasa itu dianggap menyimpang dari bahasa sehari-hari  (A.Teeuw, 1984: 70). 

Seorang penyair mampu menghidupkan bahasa-bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat sosial. Penyair memiliki daya kreatif mengoptimalkan bahasa. Dengan memanfaatkan majas khususnya metafora, penyair menjadikan bahasa itu lebih berjiwa lebih memiliki ruh sehingga pembaca terkadang dibuatnya berpikir tentang makna-makna yang ada di balik metafora yang diciptakan.

Ngakan Made Kasub Sidan salah satu penyair Bali Modern yang mampu mengkreatifkan bahasa Bali. Keberagaman metafora diciptakan oleh Ngakan Kasub Sidan. Contoh sederhananya pada judul puisinya “Nguber Lawat ring Kalangan Wayah”.

Dalam judul itu ada metafora baru terbentuk, /kalangan wayah/ dalam kata kalangan wayah bisa ditafsirkan, tempat, tanah yang sudah lama baik itu usianya, ataupun tempat dengan tingkat kemagisan yang tinggi.

Keberagaman Daya Ungkap

Puisi lebih mengutamakan  hal-hal yang intuitif, imajinatif, dan sintetis. Oleh karena itu, dalam proses penciptaannya, konsentrasi, dan intensifikasi berbagai hal yang terkait dengan ekspresi pribadi menjadi perhatian utama penyair, baik itu yang menyangkut dasar ekspresi maupun deklarasinya, baik itu yang mengutamakan fungsi emotif (Suminto, A. Sayuti, 2002: 25).

Puisi sebagai sistem tanda memiliki bahasa yang padat, pekat sehingga menjadi terkonsentrasi, terpusat yang memperhatikan pilihan-pilihan kata. Artinya, seorang penyair mengolah kata menjadi kata yang hidup, segar, dan baru bagi pembaca maupun pendengarnya. Kemampuan ini yang  menjadi ciri khas seorang penyair yang mampu mengolah bahasa menjadi bahasa yang hidup betenaga dan kuat.

Dalam puisi Nguber Lawat ring Kalangan Wayah, secara tersirat penyair ingin mengungkapkan keberagaman karakter manusia dengan memakai topeng kehidupan. Ada kritik sosial juga diungkapkan dalam puisi ini terhadap manusia yang berpura-pura:…//tapel cungih nyingidang baos bobad/ tapel enyor ngilidang mua baag dumilah//…// (topeng sumbing menyembunyikan kata berbohong/ topeng ceria menyembunyikan wajah yang memerah).

Itulah Ngakan Kasub Sidan memiliki kemampuan melihat ketimpangan kehidupan sosial di masyarakat. Hidup dengan berpura-pura, manusia yang bertopeng. Di balik topeng ada wajah aslinya. Artinya, topeng perilaku manusia belum sesuai sengan karakter dasarnya yang dimilikinya.

Permainan daya ungkap suara dapat dilihat dalam puisi “Suara Rikala Kali Tepet” Suara-suara kodok yang menarik daya imajinasi Ngakan Kasub Sidan. Peniruan bunyi-bunyi membuat puisi ini enak dibaca. Onomatopea:…/Kek…kung…kek…kung….//

Dalam suasana seperti itu, Ngakan Kasub Sidan merasakan kedamaian dan kesejukan batin makanya ia mengungkapkan dalam bait seperti ini:…//Ning manah/ning genah/ning natah/ning sekala niskala/…//

Kedamaian jiwa lahir dan batin bisa dirasakan oleh penyair pada saat tengah hari. Ini sesuatu yang menarik saat matahari berada di titik puncak keheningan itu dirasakan oleh Ngakan Kasub Sidan. Daya ungkap mencari kesejukan juga tersirat dalam puisi “Aji Tetep Menadi Bianglalah” (Aji Tetap Menjadi Pelangi).

Kata Aji ini bisa berujuk pada seseorang atau ilmu pengetahuan. Kata /ning/ juga bisa merujuk pada anak kandung atau pada suasana hening, suci, dan bening. Begitulah puisi yang multiinterpretasi.

Ngakan Kasub Sidan mampu menciptakan pusi-puisi yang membuat pembaca untuk merenung dan berupaya untuk menggali makna-makna yang tersirat. Keberagaman daya ungkap Ngakan Kasub Sidan sebagai pengejawantahan kekhasannya dalam proses kreatifnya. [T]

Penulis: IBW Widiasa Keniten
Editor: Made Adnyana Ole

Tags: buku puisiPuisipuisi bahasa balipuisi bali anyarsastra balisastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melihat Kembali Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya

Next Post

DEWA INDRA DIMULIAKAN DI BALI

IBW Widiasa Keniten

IBW Widiasa Keniten

Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten lahir di Geria Gelumpang, Karangasem. 20 Januari 1967. Buku-buku yang sudah ditulisnya berupa karya sastra maupun kajian sastra. Pemenang Pertama Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013 dan Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan Tahun 2013 dari Presiden, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu, 27 November 2013 di Istora Senayan Jakarta. Tahun 2014 ikut Program Kunjungan (Benchmarking) ke Jerman, selanjutnya ke Paris (Prancis), Belgia, dan Amsterdam (Belanda). 2014 menerima penghargaan Widya Kusuma dari Gubernur Bali. Tahun 2015 memeroleh Widya Pataka atas bukunya Jro Lalung Ngutah.

Related Posts

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
0
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

DEWA INDRA DIMULIAKAN DI BALI

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia
Cerpen

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

by Nur Kamilia
September 6, 2026
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian
Puisi

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

by Salman Alade
September 6, 2026
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot
Esai

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

by Adwan SA
September 6, 2026
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam
Khas

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul
Khas

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
Ubud Art Collect: Antara Batas dan Persimpangan
Kritik Seni

Ubud Art Collect: Antara Batas dan Persimpangan

MULANYA saya kira peristiwa akbar semacam art fair hanya bisa dijangkau oleh orang-orang berduit, tentunya dari para kolektor yang siap...

by Made Chandra
September 6, 2026
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’
Opini

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
Topi Para Penyintas Kanker
Esai

Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

by Angga Wijaya
September 5, 2026
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri
Cerpen

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery
Puisi

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan
Esai

Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

Kita mengajarkan anak mencintai lingkungan. Tetapi, berapa banyak sekolah yang benar-benar memberi anak pengalaman mencintai lingkungan? PERTANYAAN sederhana itu patut...

by I Wayan Yudana
September 5, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co