17 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keberagaman Daya Ungkap dalam Kumpulan Puisi  “Nguber Lawat ring Kalangan Wayah” karya Ngakan Made Kasub Sidan                       

IBW Widiasa Keniten by IBW Widiasa Keniten
September 22, 2025
in Ulas Buku
Keberagaman Daya Ungkap dalam Kumpulan Puisi  “Nguber Lawat ring Kalangan Wayah” karya Ngakan Made Kasub Sidan                       

Buku puisi karya Ngakan Kasub Sidan

  • Judul Buku: Nguber Lawat ring Kalangan Wayah (Mengejar Bayangan di Tanah Tua)
  • Penulis: Ngakan Made Kasub Sidan                       
  • Tahun Terbit: 2022
  • Penerbit: Pustaka Ekspresi, Tabanan
  • Halaman: i-vii, 61 Halaman

SEBUAH karya sastra tercipta dari komunikasi yang intens antara penulis dengan masyarakat sosialnya. Seorang penulis (penyair, sastrawan) adalah warga masyarakat. Penyair, sastrawan bergaul dalam kehidupan masyarakat sosialnya.

Dalam pergaulan itu, seorang penyair, sastrawan berkomunikasi dengan dirinya maupun dengan masyarakatnya. Kelebihan seorang penyair, sastrawan mampu mengubahnya menjadi karya kreatif yang bisa diapresiasi oleh masyarakat pembacanya maupun pendengarnya. Sastrawan, penyair tidak berdiam diri dalam menghadapi problematika sosial. Penyair, sastrawan menciptakan sesuai daya kreatifnya. Di sinilah kelebihan dari seorang penyair maupun sastrawan yang memiliki daya kreativitas. 

Seorang penyair menciptakan puisi. Secara sederhana puisi dapat dirumuskan sebagai ”sebentuk pengucapan bahasa yang memperhitungkan adanya aspek bunyi-bunyi di dalamnya, yang mengungkapkan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair yang ditimba dari kehidupan individual dan sosialnya; yang diungkapkan dengan teknik pilihan tertentu, sehingga puisi itu mampu membangkitkan pengalaman tertentu pula dalam diri pembaca atau pendengar-pendengarnya (Suminto A. Sayuti, 2002:3).  

Kemampuan imajinatif dan komunikasi kreatif sosial budaya itulah yang mampu menciptakan karya sastra khususnya puisi.  Bahasa puisi adalah bahasa yang khas yang menunjukkan pemakaian yang spesial yang hanya dimanfaatkan oleh penyair; pemakaian bahasa itu dianggap menyimpang dari bahasa sehari-hari  (A.Teeuw, 1984: 70). 

Seorang penyair mampu menghidupkan bahasa-bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat sosial. Penyair memiliki daya kreatif mengoptimalkan bahasa. Dengan memanfaatkan majas khususnya metafora, penyair menjadikan bahasa itu lebih berjiwa lebih memiliki ruh sehingga pembaca terkadang dibuatnya berpikir tentang makna-makna yang ada di balik metafora yang diciptakan.

Ngakan Made Kasub Sidan salah satu penyair Bali Modern yang mampu mengkreatifkan bahasa Bali. Keberagaman metafora diciptakan oleh Ngakan Kasub Sidan. Contoh sederhananya pada judul puisinya “Nguber Lawat ring Kalangan Wayah”.

Dalam judul itu ada metafora baru terbentuk, /kalangan wayah/ dalam kata kalangan wayah bisa ditafsirkan, tempat, tanah yang sudah lama baik itu usianya, ataupun tempat dengan tingkat kemagisan yang tinggi.

Keberagaman Daya Ungkap

Puisi lebih mengutamakan  hal-hal yang intuitif, imajinatif, dan sintetis. Oleh karena itu, dalam proses penciptaannya, konsentrasi, dan intensifikasi berbagai hal yang terkait dengan ekspresi pribadi menjadi perhatian utama penyair, baik itu yang menyangkut dasar ekspresi maupun deklarasinya, baik itu yang mengutamakan fungsi emotif (Suminto, A. Sayuti, 2002: 25).

Puisi sebagai sistem tanda memiliki bahasa yang padat, pekat sehingga menjadi terkonsentrasi, terpusat yang memperhatikan pilihan-pilihan kata. Artinya, seorang penyair mengolah kata menjadi kata yang hidup, segar, dan baru bagi pembaca maupun pendengarnya. Kemampuan ini yang  menjadi ciri khas seorang penyair yang mampu mengolah bahasa menjadi bahasa yang hidup betenaga dan kuat.

Dalam puisi Nguber Lawat ring Kalangan Wayah, secara tersirat penyair ingin mengungkapkan keberagaman karakter manusia dengan memakai topeng kehidupan. Ada kritik sosial juga diungkapkan dalam puisi ini terhadap manusia yang berpura-pura:…//tapel cungih nyingidang baos bobad/ tapel enyor ngilidang mua baag dumilah//…// (topeng sumbing menyembunyikan kata berbohong/ topeng ceria menyembunyikan wajah yang memerah).

Itulah Ngakan Kasub Sidan memiliki kemampuan melihat ketimpangan kehidupan sosial di masyarakat. Hidup dengan berpura-pura, manusia yang bertopeng. Di balik topeng ada wajah aslinya. Artinya, topeng perilaku manusia belum sesuai sengan karakter dasarnya yang dimilikinya.

Permainan daya ungkap suara dapat dilihat dalam puisi “Suara Rikala Kali Tepet” Suara-suara kodok yang menarik daya imajinasi Ngakan Kasub Sidan. Peniruan bunyi-bunyi membuat puisi ini enak dibaca. Onomatopea:…/Kek…kung…kek…kung….//

Dalam suasana seperti itu, Ngakan Kasub Sidan merasakan kedamaian dan kesejukan batin makanya ia mengungkapkan dalam bait seperti ini:…//Ning manah/ning genah/ning natah/ning sekala niskala/…//

Kedamaian jiwa lahir dan batin bisa dirasakan oleh penyair pada saat tengah hari. Ini sesuatu yang menarik saat matahari berada di titik puncak keheningan itu dirasakan oleh Ngakan Kasub Sidan. Daya ungkap mencari kesejukan juga tersirat dalam puisi “Aji Tetep Menadi Bianglalah” (Aji Tetap Menjadi Pelangi).

Kata Aji ini bisa berujuk pada seseorang atau ilmu pengetahuan. Kata /ning/ juga bisa merujuk pada anak kandung atau pada suasana hening, suci, dan bening. Begitulah puisi yang multiinterpretasi.

Ngakan Kasub Sidan mampu menciptakan pusi-puisi yang membuat pembaca untuk merenung dan berupaya untuk menggali makna-makna yang tersirat. Keberagaman daya ungkap Ngakan Kasub Sidan sebagai pengejawantahan kekhasannya dalam proses kreatifnya. [T]

Penulis: IBW Widiasa Keniten
Editor: Made Adnyana Ole

Tags: buku puisiPuisipuisi bahasa balipuisi bali anyarsastra balisastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melihat Kembali Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya

Next Post

DEWA INDRA DIMULIAKAN DI BALI

IBW Widiasa Keniten

IBW Widiasa Keniten

Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten lahir di Geria Gelumpang, Karangasem. 20 Januari 1967. Buku-buku yang sudah ditulisnya berupa karya sastra maupun kajian sastra. Pemenang Pertama Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013 dan Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan Tahun 2013 dari Presiden, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu, 27 November 2013 di Istora Senayan Jakarta. Tahun 2014 ikut Program Kunjungan (Benchmarking) ke Jerman, selanjutnya ke Paris (Prancis), Belgia, dan Amsterdam (Belanda). 2014 menerima penghargaan Widya Kusuma dari Gubernur Bali. Tahun 2015 memeroleh Widya Pataka atas bukunya Jro Lalung Ngutah.

Related Posts

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
0
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

Read moreDetails

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
0
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

DEWA INDRA DIMULIAKAN DI BALI

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika
Panggung

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng
Esai

Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

BAGI petani durian di Desa Pucaksari, masa panen seharusnya menjadi waktu yang paling dinanti. Setelah berbulan-bulan merawat pohon, menjaga kesuburan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 17, 2026
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan
Panggung

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari
Panggung

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Toko Modern sebagai “Terminal” Urban
Esai

Toko Modern sebagai “Terminal” Urban

KEHADIRAN berbagai toko modern di banyak kota di Indonesia, tidak melulu negatif. Saya kini melihat toko modern menjelma sebagai sebuah...

by Angga Wijaya
August 17, 2026
UMKM Naik Kelas: Bicara, Jual, Cuan!
Ekonomi

UMKM Naik Kelas: Bicara, Jual, Cuan!

PROGRAM Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar workshop “UMKM...

by Deanda Dewindaru
August 17, 2026
Bangunan Tinggi di Bali: Kritik terhadap Solusi yang Terlalu Sederhana
Esai

Bangunan Tinggi di Bali: Kritik terhadap Solusi yang Terlalu Sederhana

KONVERSI lahan pertanian di Bali telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa dekade terakhir, tekanan pembangunan semakin kuat, terutama di...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 17, 2026
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati
Pameran

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian
Panggung

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

by Asmaran Dani
August 16, 2026
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan
Ulas Rupa

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu
Ulas Musik

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

by I Made Kartawan
August 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co