27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melihat Kembali Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya

Jaswanto by Jaswanto
September 21, 2025
in Panggung
Melihat Kembali Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya

Drama teatrikal "Surabaya Merah Putih" | Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya

“MERDEKA! Merdeka! Merdeka!” teriak arek-arek Suroboyo setelah berhasil merobek bendera Belanda yang berkibar di atap Hotel Majapahit Surabaya. Teriakan tersebut disambut oleh rakyat yang memadati Jalan Tunjungan. Teriakan-teriakan itu cukup membuat bulu lengan berdiri.

Sesaat setelah aksi heroik itu membuat ribuan warga terpukau, lagu Gugur Bunga karya Ismail Marzuki mengalun memenuhi telinga semua orang. Suasana yang berapi-api itu seketika berubah menjadi sendu. Pasalnya, salah seorang pejuang yang ikut andil dalam peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Cak Sidik, gugur ditembak Sekutu. Seorang perempuan muda terharu melihat adegan tersebut.

Di atas merupakan sedikit gambaran adegan teatrikal kolosal bertajuk “Surabaya Merah Putih” yang digelar Pemerintah Kota Surabaya, Minggu (21/9/2025) pagi di kawasan Hotel Majapahit—dulu bernama Hotel Oranje sebelum berubah nama menjadi Hotel Yamato pada masa penjajahan Jepang. Teatrikal itu merupakan refleksi perobekan bendera di Hotel Yamato 19 September 1945 silam. Hampir setiap tahun Pemkot Surabaya mengenang peristiwa tersebut dengan menampilkan drama teatrikal dan termasuk dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat berperan menjadi Residen Soedirman dalam drama teatrikal “Surabaya Merah Putih” | Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya

“Ini kali kedua saya menyaksikan teatrikal perobekan bendera. Sangat ikonik, refleksi peristiwa sejarah ini juga memupuk rasa nasionalisme,” kata Rosi, warga Surabaya. Perempuan 30 tahun itu tak dapat menyembunyikan rasa harunya saat lagu Gugur Bunga diperdengarkan.

Meski tak sempurna, konsep drama teatrikal ini bukan sekadar drama sejarah yang direkonstruksi, melainkan karya seni kolaboratif yang menyatukan berbagai elemen: teater, tari, musik, puisi, seni instalasi, parade sepeda kuno, bahkan warga biasa sebagai pemeran, bukan aktor profesional. Sekira 1.000 pemain terlibat, dari pelajar SD/SMP, mahasiswa, komunitas budaya, veteran, seniman lintas disiplin, hingga Forkopimda.

Adegan perobekan bendera Belanda di atap Hotel Yamato dalam drama teatrikal “Surabaya Merah Putih” | Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, pihak yang ditunjuk untuk merancang skenario agar terasa hidup, menggunakan skenografi lawas (“ludrukan Surabaya lawasan”), pakaian tradisional, ornamen kota lama, sepeda ontel, serta instalasi yang membangkitkan suasana Surabaya tahun 1945.

Ada bagian yang sangat ditunggu, yakni adegan negosiasi dengan tokoh Belanda W.V.C. Ploegman, pengacara pro-Belanda, yang menolak tuntutan rakyat Surabaya agar menurunkan bendera Belanda dari Hotel Yamato. Kemudian puncak dramanya, pemuda Surabaya, dengan tangga bambu, memanjat Hotel Yamato, menurunkan bendera Belanda, merobek bagian warna birunya, dan mengibarkan sang Saka Merah Putih.

Drama teatrikal “Surabaya Merah Putih” | Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi rupanya turut serta dalam pementasan ini. Ia berperan sebagai Residen Soedirman, bukan hanya hadir sebagai pejabat. Keikutsertaannya seolah menandakan bahwa pemimpin kota juga harus ikut merasakan dan membawa kisah sejarah itu ke hadapan publik.

“Di balik menara bendera, kami tidak goyah berdiri karena semangat bersatu, tekat menyala, harga diri terlalu mahal untuk ditukar. Arek Suroboyo tahu mati lebih baik daripada dijajah lagi,” ujar Residen Soedirman yang diperankan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Simbol Perlawan

Peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya, pada 19 September 1945, merupakan salah satu momentum penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa ini terjadi hanya sebulan setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, ketika rakyat Indonesia masih berusaha menegaskan kedaulatannya di hadapan bangsa asing.

Hotel Yamato—kini dikenal sebagai Hotel Majapahit—pada masa itu menjadi saksi ketegangan antara pemuda-pemuda Surabaya dengan pihak Belanda yang baru saja kembali bersama tentara Sekutu. Pada tanggal tersebut, pihak Belanda mengibarkan bendera merah-putih-biru di atap hotel untuk merayakan ulang tahun Ratu belanda Wilhelmina. Tindakan ini dipandang sebagai bentuk pelecehan terhadap kedaulatan Indonesia, sebab bendera tersebut melambangkan kembalinya penjajahan.

Drama teatrikal “Surabaya Merah Putih” | Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya

Suasana penonton drama teatrikal “Surabaya Merah Putih” | Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya

Rakyat Surabaya, yang dipelopori oleh para pemuda, segera menolak pengibaran bendera tersebut. Mereka menuntut agar bendera Belanda diturunkan dan diganti dengan bendera merah putih. Namun, pihak Belanda menolak. Ketegangan pun meningkat hingga akhirnya para pemuda berinisiatif mengambil tindakan langsung.

Dengan keberanian dan tekad, mereka berhasil memanjat tiang bendera di atap hotel. Salah satu tokoh yang tercatat dalam sejarah adalah Harun Tohir, Sidik, dan Koesno Wibowo yang ikut terlibat dalam aksi tersebut. Mereka kemudian merobek bagian biru dari bendera Belanda, sehingga hanya tersisa warna merah dan putih—bendera Indonesia. Sayang, Sidik gugur dalam peristiwa itu.

Drama teatrikal “Surabaya Merah Putih” | Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya

Tindakan simbolis ini membakar semangat rakyat Surabaya. Perobekan bendera bukan sekadar aksi spontan, tetapi juga wujud perlawanan tegas terhadap upaya Belanda yang ingin kembali berkuasa. Dari peristiwa ini, semangat arek-arek Suroboyo semakin berkobar, yang kemudian memuncak dalam peristiwa pertempuran 10 November 1945—pertempuran besar yang menjadi tonggak perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dengan demikian, peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato bukan hanya sekadar insiden kecil, melainkan simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap kolonialisme. Peristiwa ini menegaskan bahwa kemerdekaan yang telah diproklamasikan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang dan penuh pengorbanan. Hingga kini, kisah heroik tersebut tetap dikenang sebagai bagian dari identitas nasional dan kebanggaan bangsa Indonesia.[T]

Drama teatrikal “Surabaya Merah Putih” | Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: DramakemerdekaanSurabayaTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pesta Demokrasi di SMK Kesehatan Bali Medika: Adelia dan Alissa Siap Pimpin OSIS Kesbam

Next Post

Keberagaman Daya Ungkap dalam Kumpulan Puisi  “Nguber Lawat ring Kalangan Wayah” karya Ngakan Made Kasub Sidan                       

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Keberagaman Daya Ungkap dalam Kumpulan Puisi  “Nguber Lawat ring Kalangan Wayah” karya Ngakan Made Kasub Sidan                       

Keberagaman Daya Ungkap dalam Kumpulan Puisi  “Nguber Lawat ring Kalangan Wayah” karya Ngakan Made Kasub Sidan                       

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co