26 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Prasasti Sira Arya Gajah Para: Membaca dan Menyambung Narasi dari Para Leluhur

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
September 7, 2025
in Khas
Prasasti Sira Arya Gajah Para: Membaca dan Menyambung Narasi dari Para Leluhur

Pembacaan prasasti | Foto: penulis

SEHARI sebelum Saraswati, Jumat 5 September 2025, masyarakat pengempon Merajan Sira Àrya Gajah Para di Desa Tagtag Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, melaksanakan pembacaan prasasti. Prasasti tersebut ditulis pada daun lontar dengan ukuran panjang kurang lebih 45cm jumlah baris dalam satu lembar adalah tiga baris serta berjumlah 45 lembar.

Prasasti tersebut menjelaskan mengenai perjalanan leluhur mereka yang semulanya berasal dari Arya Gajah Para. Namun sayang, angka tahun termasuk nama si penulis tidak tertulis pada prasasti itu. Sebagai naskah yang sangat disucikan, prasasti ini disimpan pada sebuah kotak berukir dengan cat emas, disebut dengan keropak. Dalam satu keropak terdapat lontar lainnya, seperti mengenai wariga dan usada.

Pembacaan saat itu dilakukan oleh I Wayan Eka Septiawan dan saya sendiri. Serta penerjemahan (ngartos) dilakukan oleh I Made Arik Wiraputra. Serta disaksikan oleh Panglingsir Puri Kukuh I Gusti Ngurah Artha Wijaya.

Sebelum pembacaan dimulai, prosesi diawali dengan matur piuning oleh jero mangku dan diikuti oleh seluruh krama pangempon.Selanjutnya prasasti tersebut katedunang (diturunkan) dari bale piyasan dan dilanjutkan dengan identifikasi naskah.

 Identifikasi naskah bertujuan untuk memastikan kondisi naskah. Biasanya naskah seperti babad, prasasti dan sejenisnya memiliki kondisi yang memprihatinkan. Sebab ia disimpan dan tak pernah disentuh dalam waktu yg cukup panjang. Sehingga, terlebih pada prasasti yg ditulis pada daun lontar akan lebih cepat mengalami kerusakan.

Setelah diidentifikasi, prosesi dilanjutkan dengan matur piuing oleh sang pembaca. Tujuannya agar mendapatkan kelancaran dan keselamatan saat melaksanakan pembacaan.

Struktur teks jika saya simak, dimulai dengan mantra pemujaan kepada para leluhur dalam bahasa Sanskerta. Sehingga cara membacanya dengan menggunakan nada (tembang) nyruti. Hal ini cukup lumrah dalam beberapa prasasti dan naskah sejenisnya. Setelah memanjatkan puja dalam bahasa Sanskerta, puja dilanjutkan dalam bahasa Kawi. Karena bahasa yang digunakan sudah berbeda, maka nada pembacaan menggunakan teknik phalawakya.

Dokumentasi pembacaan prasasti. Foto: Penulis

Kemudian, teks menceritakan Raja Mayadanawa, kelahiran Ràja Sri Masula-Masuli (raja kembar buncing), kelahiran Ni Diah Soka putra dari Sang Antabhoga, hingga kisah maharaja Bedahulu yang berkepala babi. Arikwiraputra menjelaskan, Raja Bedahulu memiliki kepala yang berbeda, karena saat itu pemerintahan Bali tidak berkenan tunduk terhadap Majapahit sebagai pemerintahan tertinggi saat itu. Sehingga kata bedahulu berarti berkepala berbeda dan dapat dimaknai ketidaktundukan terhadap atasan/pusat pemerintahan.

Di tengah pembacaan, Arik Wiraputra dan Eka Septiawan menjelaskan bahwa cerita yang diceritakan merupakan kisah umum mengenai masa terkahir Bali Kuno dan masuknya Majapahit ke Bali. Ia menjelaskan jika pembacaan terus dilanjutkan lempir demi lempir maka akan menghabiskan waktu yang cukup lama. Sementara itu, tujuan pembacaan prasasti adalah untuk memastikan kisah leluhur semeton Arya Gajah Para dapat sampai di Tagtag.

Maka atas persetujuan para tetua, pembacaan dilanjutkan pada tahap yang lebih penting, termasuk cerita yang menjelaskan mengenai leluhur Arya Gajah Para. Dijelaskan bahwa leluhur mereka berasal dari daerah Gelgel, kemudian menuju Penebel dan dilanjutkan menuju Desa Tagtag. Di Desa Tagtag inilah lahir leluhur mereka yang  berjumlah sembilan orang. Serta melahirkan sentana (keturunan) hingga saat ini.

Prasasti ditulis menggunakan aksara Bali wreastra dan swalalita. Penulisan menggunakan model pasang jajar sambung dan pasang jajar tumpuk. Penulisan dengan pasang jajar tumpuk cukup sering dijumpai pada naskah yang berusia cukup tua. Contoh penulisan dengan pasang jajar tumpuk adalah pada kata pnebel, jruk, krangasem. Kata-kata tersebut jika ditulis menggunakan model pasang jajar sambung menjadi penebel, jeruk, karangasem. Terdapat perbedaan, tapi tetap dapat dipahami referen yang diacu.

Pembacaan disimak dengan baik oleh krama pengempon. Hal seperti ini dilakukan agar setiap generasi memahami asal mereka sebenarnya. Sehingga keterjalinan pemahamam setiap generasi tetap terikat. Diakhir pembacaan, krama pengempon meminta agar naskah ini nantinya dapat dialih aksara dan alih bahasa. Tujuannya agar mereka mempunyai arsip dalam bahasa yang mudah dipahami. Sehingga ingatan dan pemahaman mereka akan tetap terjaga.

Arikwiraputra pada akhir kesempatan menjelaskan bahwa Prasasti adalah sejenis maklumat yang hanya dikeluarkan oleh raja. Prasasti biasanya ditulis pada media batu dan tembaga. Di Bali jika suatu naskah jika menjelaskan mengenai asal usul leluhur mereka maka naskah tersebut akan disebut prasasti. Padahal naskah seperti ini dapat disebut sebagai bancangah.

Bancangah dalam bahasa Bali dapat dimaknai sebagai ‘pecahan’ karena menceritakan mengenai ‘pecahan suatu leluhur’ yang menyebar ke tempat yang berbeda. Serta bancangah tersebut disusun berdasarkan naskah babad atau historiografi tradisional. [T]

Penulis: IGP Weda Adi Wangsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Arya Gajah ParaDesa Kukuhlontarprasasti
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hujan Ikan Sapu-Sapu  |  Cerpen Rizan Panda

Next Post

Kekerasan: Tatkala Aspirasi Berujung Tragedi

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 26, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails

Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Selera, Kualitas, dan Masa Depan Musik Pop Bali

“SATU yang tidak bisa dilakukan oleh AI adalah sentuhan nurani.” Kalimat itu diucapkan oleh I Made Adnyana di tengah diskusi...

Read moreDetails

Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

BERANDA Pustaka menggelar diskusi bedah buku bertajuk "Dekonstruksi Mitos: Menelusuri Kedalaman Peristiwa dalam Naskah Drama Rahu". Diskusi ini menjadi kesempatan...

Read moreDetails

Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
0
Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

KALANGAN Ayodya, Taman Budaya Bali, yang biasanya dipenuhi riuh pertunjukan tari dan karawitan, berubah menjadi ruang perenungan pada Selasa (21/7/2026)...

Read moreDetails

Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
0
Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

AGENDA Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 semakin semarak dengan hadirnya diskusi buku bertajuk "Hasrat Menjadi Manusia dalam...

Read moreDetails

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Kekerasan: Tatkala Aspirasi Berujung Tragedi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi
Ulas Buku

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan
Khas

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

by Angga Wijaya
July 26, 2026
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego
Esai

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

ADA sebuah kalimat yang telah bertahan melewati pergantian zaman, melintasi peradaban, dan terus dikutip hingga hari ini: “Dan kamu akan...

by T.H. Hari Sucahyo
July 26, 2026
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan
Khas

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris
Khas

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi
Ulas Pentas

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan
Panggung

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur
Budaya

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

by tatkala
July 25, 2026
Orkestra Warna Kun Adnyana
Ulas Rupa

Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

by Hartanto
July 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co