21 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Prasasti Sira Arya Gajah Para: Membaca dan Menyambung Narasi dari Para Leluhur

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
September 7, 2025
in Khas
Prasasti Sira Arya Gajah Para: Membaca dan Menyambung Narasi dari Para Leluhur

Pembacaan prasasti | Foto: penulis

SEHARI sebelum Saraswati, Jumat 5 September 2025, masyarakat pengempon Merajan Sira Àrya Gajah Para di Desa Tagtag Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, melaksanakan pembacaan prasasti. Prasasti tersebut ditulis pada daun lontar dengan ukuran panjang kurang lebih 45cm jumlah baris dalam satu lembar adalah tiga baris serta berjumlah 45 lembar.

Prasasti tersebut menjelaskan mengenai perjalanan leluhur mereka yang semulanya berasal dari Arya Gajah Para. Namun sayang, angka tahun termasuk nama si penulis tidak tertulis pada prasasti itu. Sebagai naskah yang sangat disucikan, prasasti ini disimpan pada sebuah kotak berukir dengan cat emas, disebut dengan keropak. Dalam satu keropak terdapat lontar lainnya, seperti mengenai wariga dan usada.

Pembacaan saat itu dilakukan oleh I Wayan Eka Septiawan dan saya sendiri. Serta penerjemahan (ngartos) dilakukan oleh I Made Arik Wiraputra. Serta disaksikan oleh Panglingsir Puri Kukuh I Gusti Ngurah Artha Wijaya.

Sebelum pembacaan dimulai, prosesi diawali dengan matur piuning oleh jero mangku dan diikuti oleh seluruh krama pangempon.Selanjutnya prasasti tersebut katedunang (diturunkan) dari bale piyasan dan dilanjutkan dengan identifikasi naskah.

 Identifikasi naskah bertujuan untuk memastikan kondisi naskah. Biasanya naskah seperti babad, prasasti dan sejenisnya memiliki kondisi yang memprihatinkan. Sebab ia disimpan dan tak pernah disentuh dalam waktu yg cukup panjang. Sehingga, terlebih pada prasasti yg ditulis pada daun lontar akan lebih cepat mengalami kerusakan.

Setelah diidentifikasi, prosesi dilanjutkan dengan matur piuing oleh sang pembaca. Tujuannya agar mendapatkan kelancaran dan keselamatan saat melaksanakan pembacaan.

Struktur teks jika saya simak, dimulai dengan mantra pemujaan kepada para leluhur dalam bahasa Sanskerta. Sehingga cara membacanya dengan menggunakan nada (tembang) nyruti. Hal ini cukup lumrah dalam beberapa prasasti dan naskah sejenisnya. Setelah memanjatkan puja dalam bahasa Sanskerta, puja dilanjutkan dalam bahasa Kawi. Karena bahasa yang digunakan sudah berbeda, maka nada pembacaan menggunakan teknik phalawakya.

Dokumentasi pembacaan prasasti. Foto: Penulis

Kemudian, teks menceritakan Raja Mayadanawa, kelahiran Ràja Sri Masula-Masuli (raja kembar buncing), kelahiran Ni Diah Soka putra dari Sang Antabhoga, hingga kisah maharaja Bedahulu yang berkepala babi. Arikwiraputra menjelaskan, Raja Bedahulu memiliki kepala yang berbeda, karena saat itu pemerintahan Bali tidak berkenan tunduk terhadap Majapahit sebagai pemerintahan tertinggi saat itu. Sehingga kata bedahulu berarti berkepala berbeda dan dapat dimaknai ketidaktundukan terhadap atasan/pusat pemerintahan.

Di tengah pembacaan, Arik Wiraputra dan Eka Septiawan menjelaskan bahwa cerita yang diceritakan merupakan kisah umum mengenai masa terkahir Bali Kuno dan masuknya Majapahit ke Bali. Ia menjelaskan jika pembacaan terus dilanjutkan lempir demi lempir maka akan menghabiskan waktu yang cukup lama. Sementara itu, tujuan pembacaan prasasti adalah untuk memastikan kisah leluhur semeton Arya Gajah Para dapat sampai di Tagtag.

Maka atas persetujuan para tetua, pembacaan dilanjutkan pada tahap yang lebih penting, termasuk cerita yang menjelaskan mengenai leluhur Arya Gajah Para. Dijelaskan bahwa leluhur mereka berasal dari daerah Gelgel, kemudian menuju Penebel dan dilanjutkan menuju Desa Tagtag. Di Desa Tagtag inilah lahir leluhur mereka yang  berjumlah sembilan orang. Serta melahirkan sentana (keturunan) hingga saat ini.

Prasasti ditulis menggunakan aksara Bali wreastra dan swalalita. Penulisan menggunakan model pasang jajar sambung dan pasang jajar tumpuk. Penulisan dengan pasang jajar tumpuk cukup sering dijumpai pada naskah yang berusia cukup tua. Contoh penulisan dengan pasang jajar tumpuk adalah pada kata pnebel, jruk, krangasem. Kata-kata tersebut jika ditulis menggunakan model pasang jajar sambung menjadi penebel, jeruk, karangasem. Terdapat perbedaan, tapi tetap dapat dipahami referen yang diacu.

Pembacaan disimak dengan baik oleh krama pengempon. Hal seperti ini dilakukan agar setiap generasi memahami asal mereka sebenarnya. Sehingga keterjalinan pemahamam setiap generasi tetap terikat. Diakhir pembacaan, krama pengempon meminta agar naskah ini nantinya dapat dialih aksara dan alih bahasa. Tujuannya agar mereka mempunyai arsip dalam bahasa yang mudah dipahami. Sehingga ingatan dan pemahaman mereka akan tetap terjaga.

Arikwiraputra pada akhir kesempatan menjelaskan bahwa Prasasti adalah sejenis maklumat yang hanya dikeluarkan oleh raja. Prasasti biasanya ditulis pada media batu dan tembaga. Di Bali jika suatu naskah jika menjelaskan mengenai asal usul leluhur mereka maka naskah tersebut akan disebut prasasti. Padahal naskah seperti ini dapat disebut sebagai bancangah.

Bancangah dalam bahasa Bali dapat dimaknai sebagai ‘pecahan’ karena menceritakan mengenai ‘pecahan suatu leluhur’ yang menyebar ke tempat yang berbeda. Serta bancangah tersebut disusun berdasarkan naskah babad atau historiografi tradisional. [T]

Penulis: IGP Weda Adi Wangsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Arya Gajah ParaDesa Kukuhlontarprasasti
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hujan Ikan Sapu-Sapu  |  Cerpen Rizan Panda

Next Post

Kekerasan: Tatkala Aspirasi Berujung Tragedi

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails

Wisata Orang Bali: ‘From Healing To Eling’

by I Nyoman Tingkat
May 19, 2026
0
Wisata Orang Bali: ‘From Healing To Eling’

DALAM salah satu bukunya, I Gde Aryantha Soethama menulis bahwa orang Bali tidak punya tradisi berwisata ala Barat. Berwisata dalam...

Read moreDetails

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Kekerasan: Tatkala Aspirasi Berujung Tragedi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026
Gaya

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”
Panggung

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

"Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?
Khas

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital
Esai

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana
Ulas Musik

Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

Citta-Vrittis dan Fenomena 'Sending' Dalam Psikologi Kognitif dan Filosofi Hindu, gejolak pikiran yang tak menentu disebut sebagai Citta-Vrittis. Fenomena sending...

by Ida Ayu Made Dwi Antari
May 20, 2026
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’
Ulas Buku

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

by Inno Koten
May 20, 2026
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius
Tualang

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

SETIAP tanggal 20 Mei bangsa Indonesia seolah menyetel ulang kompas tentang nasionalisme. Dari mana nasionalisme dimulai, dan kini hendak dibawa...

by Chusmeru
May 20, 2026
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026
Persona

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi
Esai

Sudut Pandang, Cinta, dan Manusia yang Terlalu Cepat Menghakimi

DUNIA modern melahirkan manusia-manusia yang semakin pandai berbicara, tetapi perlahan kehilangan kemampuan memahami. Hari ini, orang terlalu cepat membuat kesimpulan...

by Emi Suy
May 19, 2026
Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik
Bahasa

Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik

Pernahkah Anda mendengar seseorang kecewa dan mengeluh bahwa ia sedang patah hati kepada sebuah negara? Saya sendiri kerap mendengar orang...

by I Made Sudiana
May 19, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Setelah Tari Pembuka, Apa yang Tersisa dari Diplomasi Budaya Indonesia?

JUMAT malam, 8 Mei 2026, di Mactan Expo, Cebu, Filipina, dalam jamuan santap malam KTT ke-48 ASEAN, budaya tampil lagi...

by Early NHS
May 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co