2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tutur Para Tetua dan Yadnya 60 Tahunan di Pura Dalem Bhatarateng Desa Adat Beringkit-Mengwi

IGP Weda Adi Wangsa by IGP Weda Adi Wangsa
August 27, 2025
in Khas
Tutur Para Tetua dan Yadnya 60 Tahunan di Pura Dalem Bhatarateng Desa Adat Beringkit-Mengwi

Suasana Pada Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Bhatarateng, Desa Adat Beringkit, Mengwi Badung

Cerita Lama Sang Pengayah

PURA Dalem Bhatarateng merupakan pura ibu yang terletak di Desa Beringkit, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Catatan mengenai Pura Dalem Bhatarateng dalam bentuk prasasti dan sejenisnya tidak saya temukan. Namun cerita dari para tetua di kisaran tahun 1960-an sedikit memberi cahaya terang mengenai bagaimana keadaan Pura Dalem Bhatarateng sebelum seperti saat ini.

Pada tahun 2024 saya mencatat cerita dari seorang pengayah bernama Biang Bulan. Ia mengatakan dahulu Pura ini bernama Pura Dalem Suci. Kemudian suatu saat Desa Adat Beringkit mengikuti lomba desa, nama pura ini diubah menjadi Pura Dalem Bhatarateng. Namun sayang Biang Bulan tidak tahu apa alasan perubahan nama pura dan tanggal pasti perubahan nama tersebut.

Ingatan yang masih tersimpan rapi di kalbu Biang Bulan adalah aci tabuh rah yang rutin dilaksanakan ketika piodalan pada hari suci Buda Cemeng Klawu. Aci Tabuh Rah adalah persembahan dengan melaksanakan sabung ayam (tajen).

Kala itu sekitar tahun 1990-an saat piodalan berlangsung pedagang babi guling berjejer menjajakan dagangan mereka. Para pemain sabung ayam entah dari mana, datang untuk ikut menaruhkan ayam jagoan mereka. Sebagai jejaton atau persembahan, darah dari ayam yang kalah dihaturkan di altar pemujaan pelinggih utama Pura Dalem Bhatarateng. Selain itu, pelaksanaan aci tabuh rah juga menyumbangkan utpeti atau pajak dalam jumlah yang fleksibel kepada pihak pura.

Pelaksanaannya pun bukan hanya sebagai pelengkap upacara dan hiburan. Ia adalah simbolisasi kemenangan. Mengingat Pura Dalem Bhatarateng adalah tapak tilas terakhir dari ksatria sang Pangeran Buringkit (menurut cerita lisan dari para tetua). Sehingga keberanian melawan musuh adalah hal yang wajib bagi seorang ksatria. Hal tersebut mencerminkan jika menginginkan bendera kemenangan maka harus siap dengan darah kekalahan.

Selain mengenai pelaksaan yadnya, Biang Bulan pun sangat ingat mengenai pembangunan kori agung yang memisahkan antara nista mandala dan utama mandala. Kori agung itu dibangun secara gotong royong oleh para leluhur kami. Mereka mengumpulkan upah hasil ngedig (panen padi) saat musim panen di sawah.

Kori Agung Pura Dalem Bhatarateng setelah direstorasi | Sumber: Dokumentasi Panitia

Bahkan bahan bangunan pun mereka persiapkan secara patungan. Sebagian ada yang menyumbang bata, pasir, makanan, dan kebutuhan lainnya. Seorang penglingsir kami yang masih nyeneng saat ini menceritakan, pembangunannya dikomando oleh satu tukang dari daerah Sibang, sedangkan untuk tenaga lainnya semua disokong oleh krama pura.

Begitu kentalnya semangat ngayah mereka saat itu, tak pamerih sedikit pun kepada bantuan pemerintah yg cukup besar seperti saat ini. Mungkin menurut mereka selama kita menghaturkan hasil keringat kepada Ida Bhatara, selama itulah rejeki mereka akan terus mengalir.

Tetua lainnya mengungkapkan hal yang berbeda mengenai keberadaan Pura Dalem Bhatarateng di kisaran tahun 1960. Beliau hanya ingat upacara besar yakni karya Ngenteg Linggih pernah dilakukan sebelum peristiwa gestok. Saat itu kondisi pura masih sangat sederhana.

Atapanya terbuat dari daun ilalang kering. Cecandiannya berbahan batu bata merah. Perbaikan pura baru dapat dilaksanakan setelah Karya Ngenteg Linggih. Pembangunannya pun saat itu secara swadaya. Ada yang menyumbang batu bata, ijuk untuk atap serta pembangunannya dilakukan oleh seluruh pengempon pura.

Pahatan Sejarah Baru

Bertepatan dengan hari Buda Cemeng Klawu, 20 Agustus 2025, pangempon Pura Dalem Bhatarateng, Desa Adat Beringkit, Mengwi melaksanakan puncak Karya Ngenteg Linggih. Ngenteg linggih sendiri adalah upacara untuk menyempurnakan stana Ida Bhatara secara ritual.

Sebab tahun lalu telah dilaksanakan pemugaran total terhadap seluruh bangunan pelinggih, meliputi Palinggih Ibu, Palinggih Panca Rsi, Palinggih Ratu Ngurah, Bale Kulkul, Bale Gong, hingga restorasi kecil terhadap Kori Agung. Sehingga upaya penyeimbangan secara sekala-niskala perlu dilakukan. Pada tataran sakala wujud nyata melalui perbaikan  telah rampung, sehingga penyempurnaan secara ritual untuk entitas yang tak terpikirkan pun wajib dilakukan.

Prosesi Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Bhatarateng | Sumber Foto: Penulis

Sebelum Puncak Karya, masyarakat pengempon telah melaksanakan rangkaian yang panjang selama kurang lebih dua minggu. Rakaiannya pun beragam, seperti upacara Nyukat Karang Setra, Ngingsah, Mecaru rsi gana hingga Melasti di Pantai Seseh.

Panitia karya I Gusti Nyoman Ratnata mengungkapkan, antusisme masyarakat pangempon dalam mengikuti rangkaian acara sangat baik. Hal tersebut didasarkan atas komunikasi yang lancar antara panitia dan masyarakat. Sehingga masyarakat akan secara bergiliran untuk mohon ijin di tempat kerja untuk dapat mengikuti rangkaian upacara.

Pada setiap ritual hingga puncak karya dipuput oleh Ida Pedanda Gede Mandhara Putra Kekeran serta dibantu oleh Pemangku Kahyangan Tiga Desa Adat Beringkit. Sebelum upacara dimulai Ida Pedanda Gede Mandhara Putra Kekeran menjelaskan esensial palaksanaan upacara ngenteg linggih.

Ia menjelaskan bahwa ngenteg linggih bukan hanya menyempurnakan stana Hyang Widhi, namun yang terpenting masyarakat pangempon lebih sadar dan memiliki pikiran yang tajam dalam menyembah beliau. Sehingga dalam kehidupan senantiasa dianugrahi keselamatan dan keharmonisan.

Ida Pedanda Gede Mandhara Putra Kekeran saat melakukan puja di Pura Dalem Bhatarateng. Sumber Foto: Penulis

Upakara banten yang dihaturkan adalah pangenteg, panyegjeg, ngingkup, bebangun ayu dan berbagai banten pelengkap lainnya. Suasana saat upacara berlangsung ramai dan riuh. Puja dari Ida Sulinggih diikuti oleh Puja Sang Arjuna Kepada Bhatara Siwa dari lantunan Kakawin Arjuna Wiwaha oleh Sekha Santhi. Iringan semakin bergemuruh ketika Sekha Gong menabuh seluruh alat musik mereka. Suara kulkul bersahutan, Pangenter parikrama (MC) memandu upacara dengan pelantang suara.

Prosesi Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Bhatarateng | Sumber Foto: Penulis

Suasana kedamaian dalam keriuhan sangat terasa saat itu. Karya Ngenteg Linggih bukan saja upaya untuk menyempurnakan linggih sang entitas yang maha gaib. Namun ia menyemai pesan penting kepada para manusia. Bahwa kesempurnaan dan kesadaran sangat diperlukan dalam kehidupan. Ia diperlukan dalam setiap aspek bukan saja saat memuja.

Setelah nyejer selama tiga hari, tepat pada hari sabtu, 23 Agustus 2025 dilaksanakan upacara makebat daun dan nyenuk. Menurut Ida Padanda Gede Mandhara Putra Kekeran tujuan dari upacara makebat daun adalah untuk memohon kerahayuan dan kesejahteraan, kebat bermakna memohon dan daun bermakna tangan.

Sedangkan upacara nyenuk memohon kehadapan Bhatara Bhatari agar berkenan jenek atau bersetana di Pura Dalem Bhatarateng. Dengan berakhirnya upacara nyenuk maka seluruh rangkaian Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Bhatarateng selesai dengan sampurna.

Tidak ada yang harus dalam Agama Hindu. Kemampuan dan keiklasan hendaknya menjadi dasar ketika melaksanakan yadnya. Sebab yadnya hanya dikatakan satwika ketika dilaksanakan secara damai. [T]

Penulis: IGP Weda Adi Wangsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
“Napak Pertiwi” di Pura Desa Adat Beringkit-Mengwi: Limpahan Anugerah Melalui Ritus “Masolah”
Umanis Galungan, Ungkapan Bakti dalam Kesederhanaan | Catatan Odalan dari Desa Adat Beringkit
“Nurunang”: Rangkaian Penataan Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Beringkit, Mengwi, Badung
Tags: Desa Adat BeringkitHindu BaliMengwiMengwitaniPuraPura Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lawan Gas Bocor Wajan Dilalap Api dengan Tenang — Cerita dari Pelatihan dan Simulasi Kebakaran di Bulfest 2025

Next Post

Ketika Kursi Empuk Membuat Hati Beku

IGP Weda Adi Wangsa

IGP Weda Adi Wangsa

I Gusti Putu Weda Adi Wangsa, mahasiswa Prodi Jawa Kuno, FIB Unud. Akun Instagram: igstngrweda_

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Ketika Kursi Empuk Membuat Hati Beku

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co