17 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lawan Gas Bocor Wajan Dilalap Api dengan Tenang — Cerita dari Pelatihan dan Simulasi Kebakaran di Bulfest 2025

Son Lomri by Son Lomri
August 27, 2025
in Khas
Lawan Gas Bocor Wajan Dilalap Api dengan Tenang — Cerita dari Pelatihan dan Simulasi Kebakaran di Bulfest 2025

Pelatihan dan Simulasi Kebakaran di Bulfest 2025

KETIKA di dapur gas bocor lalu keluar api, lalu membakar wajan, lalu api membumbung tinggi, waspadalah itu gejala kebakaran.

Jangan ngumpet. Ada seribu seratus cara untuk menghadapi kondisi semacam itu. Selain salah satu caranya menelpon Pemadam Kebakaran (Damkar), adalah menghadapinya sendiri, dengan tenang.

Begitulah kira-kira pelajaran penting dari Sosialisasi dan Edukasi melalui Pelatihan dan Simulasi Kebakaran Awal di areal Buleleng Digital Expo (BDE), di sekitar panggung Buleleng Paten, di depan Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu, 20 Agustus 2025.

Acara itu diinisasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Buleleng melalui Bidang Pencegahan, sebagai salah satu rangkaian acara Buleleng Festival (Bulfest) 2025.

“Sosialisasi ini cukup penting, yah, karena hari sial tidak ada di kalender,” kata Hadi Saputra, Kabid Pencegahan Damkar Buleleng.

Kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman pada masyarakat, pentingnya di rumah tersimpan alat proteksi kebakaran mandiri, misalnya, apar (alat pemadam api ringan).

“Kemudian juga melatih masyarakat basic dasar seperti apa menangani problem di dapur, seperti gas bocor wajan terbakar, atau lainnya agar tidak terjadi kebakaran yang hebat, itu bisa ditangani sendiri. Mandiri.” lanjutnya.

Petugas Damkar Buleleng mempraktikkan cara memadamkan api ketika wajan terbakar | Foto: tatkala.co/Son

Menangani gas bocor atau wajan terbakar memang sangatlah penting. Karena itu ilmu dasar hidup bagi siapa saja yang sering memasak mie instan di dapur, atau bagi siapa saja yang sudah berumah tangga atau yang sedang menyicil rumah bagi pengantin baru itu, pentinglah ilmu ini dipelajari-dipraktikkan. Simak.

Di lapangan BDE, saat praktik itu, sebuah wajan besar dengan api menyala-nyala, seperti sebuah pertunjukan debus.

Gede Sukayasa dibantu dua temannya: Yoga Pratama dan Ketut Yudiastra (sama-sama anggota Damkar Buleleng) memberikan tutor atau cara menghadapi kondisi genting seperti tadi tanpa ribet. Tanpa ritual apapun. Yang penting niat dan yakin.

“Bapak ibu kalau menemukan kondisi seperti ini (wajan dilalap api), harap tenang. Jangan cemas. Jangan khawatir,” kata Gede Sukayasa, mentor alias pemateri di acara sosialisasi itu.

Wajan besar yang dilalap api di depannya, terbayang jika terjadi di dalam dapur, melihatnya—tentu bikin kaget jantung mau copot.

Tapi itu karena berada di lapangan terbuka, para penonton pun hanya kaget setengah saja. Tapi mereka tampak mengernyitkan jidat melihat api membumbung ke atas tinggi-tinggi. Ngeri.

Aditya Putra sedang mencoba memadamkan api di tabung bocor, di dampingi petugas profesional dari Damkar Buleleng | Foto Son

Di sela Gede Sukayasa memberikan teori, Yoga Pratama dan Gede Yudiastra mempraktikkannya secara langsung sesuai instruksi.

Pertama, kata Gede Sukayasa, lepas terlebih dahulu karburator tabungnya, agar aliran api terputus. Jauhkan tabung dengan wajan. Kemudian segera ambil handuk basah.

Lalu tutup wajan yang dilalap api itu dengan handuk basah, dengan cara tidak memberi celah lubang secuil pun pada wajan. Terus ditepuk-tepuk secara merata setelah tertutup itu.

“Harus kedap udara ketika menutup. Agar api bisa padam,” jelas Gede Sukayasa, di sela dua temannya yang mempraktikannya secara profesional di hadapan pengunjung.

Selepas itu, cek asap di sela-sela handuk itu. Kalau ada asap, tandanya api sudah padam, selamatlah Anda. Selamat keluarga.

Tapi bagaimana jika tabungnya yang bocor terus menyemburkan api di liang tabung itu? Nah, ini bagian yang paling mengerikan. Simak.

Membayangkan kembali kondisi semacam ini terjadi di dalam dapur dan jauh dari pintu keluar. Dengan api sudah menggila menyembur-nyembur di liang tabung, hati siapa tidak menggigil?

Menepis rasa penasaran semacam itu, segera Gede Sukayasa memberikan trik dan tips mudahnya, untuk menghadapi kisah sulit di balik kompor itu, agar tidak terjadi sebuah drama: satu dapur dilalap api hingga ke ruang tamu.

Pertama, jangan cemas. Ya, lagi-lagi jangan cemas, apalagi berperilaku congkak, sombong, dan takabur. Lebih dianjurkan ambil napas keluarkan dari pantat (kalau mau). Tetaplah tenang alias stay cool.

“Bisa gunakan jari telunjuk atau jari jempol ibu-bapak, terus tempel di bolong tabung itu,” kata Gede Sukayasa dengan mantap, dengan hakkul yakkin.

“Ada yang mau coba?” tantang Gede Sukayasa, agar praktik berjalan seimbang dan semua orang kebagian ilmunya secara langsung, secara pengalaman.

Tanpa basa-basi, Andre Raharja, seorang siswa SMK TI Global itu, lantang keras berteriak, “Saya!” sembari mengacungkan tangan kanannya.

“Oke. Silahkan maju,” kata Gede Sukayasa merasa senang ada yang berani.

Petugas Damkar Buleleng mempraktikkan cara memadamkan api ketika wajan terbakar | Foto: tatkala.co/Son

Didampingi Gede Pratama dan Ketut Yudiastra, Andre Raharja atau biasa disapa Andre itu, siap-sedia melakukan praktik.

Andre praktik bagian masalah api melalap wajan. Di depannya, api betul-betul membumbung menyala tinggi-tinggi. Kalap. Dia kaget ketika api itu dinyalakan oleh Gede Pratama secara tiba-tiba. Agak keder Andre segera mundur satu langkah.

“Silakan ambil handuk itu, terus basahkan ke air terlebih dahulu,” kata Gede Sukayasa memberi intruksi pada Andre.

Lantas Andre menurut. Membawa handuk lalu dibasahi, segera ia hampiri wajan dengan api masih berkobar. Tubuh Andre tampak defensif.

“Tetap tenang dan hati-hati,” kata Gede Sukayasa.

Andre Raharja didampingi petugas Damkar sebelum akan memadamkan api di wajan | Foto: Son

Andre pun penuh hati-hati menutup wajan itu dengan handuk basahnya. Perlahan api padam, tapi nyaris mau nyembur api di bagian pinggiran handuk karena masih ada celah lobang seuprit.

Tapi itu segera diatasi oleh Andre atas bantuan dua mentor di sampingnya. Segera Andre menepuk-nepuk handuk itu setelah rapat tertutup, dan api pun betul-betul padam.

Terdengar tepuk tangan. Andre tersenyum ke arah teman-temannya, merasa diri selamat dan berhasil dari ujian memadamkan api tidak lebih dari sepuluh menit.

“Agak takut sedikit,” kata Andre. “Tadi apinya nyaris mau keluar, karena tidak kedap udara saat menutup,” lanjutnya.

Selepas Andre praktik, kini saatnya Aditya Putra, temannya Andre, juga ikut serta mau nyoba.

“Biar merasakan juga,” kata Aditya Putra sebelum maju.

Berbeda dengan Andre, Aditya Putra praktik di bagian masalah tabung bocor. Seperti tadi, didampingi dua mentor profesional; Yoga Pratama dan Ketut Yudiastra, Aditya Putra tampaknya sangat siap dan tidak terlalu takut sedikitpun pada yang namanya api.

Ketika dihadapkan tabung bocor dengan api keluar begitu cepat. Agaknya, Aditya juga merasakan sedikit takut yang semula berani. Sambil menarik kaki ke belakang, ia tutup lobang itu dengan telunjuk, tapi gagal. Setelah percobaan yang kedua, barulah berhasil.

“Saya nyoba memadamkan api dengan telunjuk. Ternyata susah juga. Nyaris gagal tadi, karena ragu-ragu saat menutup. Haha.” kata Aditya Putra, siswa SMK TI Global.

Melihat praktik mereka begitu mudah, ingin sekali segera mempraktikannya di dapur masing-masing.

Tapi ada satu pepatah kuno jika kejadian itu terjadi sungguhan suatu hari di rumah kita, dan kita lupa cara menghadapinya, ada satu cara untuk selamat; yaitu kabur.

Lalu telepon Damkar. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengbulfestBulfest 2025pemadam kebakaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lebih Dekat dengan Wiguna Mahayasa: Tidak Ada Jalan Buntu bagi Semangat

Next Post

Tutur Para Tetua dan Yadnya 60 Tahunan di Pura Dalem Bhatarateng Desa Adat Beringkit-Mengwi

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

MEMASUKI penyelenggaraan ke-48, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah menempuh perjalanan panjang sebagai festival seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Selama...

Read moreDetails

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

Read moreDetails

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

Read moreDetails

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
0
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

Read moreDetails

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
0
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

Read moreDetails

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

Read moreDetails

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails
Next Post
Tutur Para Tetua dan Yadnya 60 Tahunan di Pura Dalem Bhatarateng Desa Adat Beringkit-Mengwi

Tutur Para Tetua dan Yadnya 60 Tahunan di Pura Dalem Bhatarateng Desa Adat Beringkit-Mengwi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru
Khas

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

MEMASUKI penyelenggaraan ke-48, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah menempuh perjalanan panjang sebagai festival seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Selama...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi
Khas

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme
Khas

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia
Esai

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan
Ulas Buku

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

by I Made Sujaya
July 16, 2026
Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026

 “Bagi laki-laki yang masih menganut patriarki, saya sarankan jangan membaca buku ini.” Ucapan itu langsung disambut gelak tawa peserta bedah...

by Dede Putra Wiguna
July 16, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010
Gaya

Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

PADA 30 Januari 2018, Canon Indonesia merilis printer terbaru yakni Printer PIXMA Ink Efficient G series.  Ada lima tipe printer...

by tatkala
July 16, 2026
Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa
Panggung

Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa

MENYAKSIKAN Lomba Musikalisasi Puisi dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 bukan sekadar menikmati pertunjukan musik. Di atas...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik
Panggung

Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik

INI bukan sekadar konser musik. "Sang Surya Sampun Metangi" hadir layaknya sebuah perjalanan yang dituturkan melalui lagu. Setiap tembang mengalir...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co