27 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lawan Gas Bocor Wajan Dilalap Api dengan Tenang — Cerita dari Pelatihan dan Simulasi Kebakaran di Bulfest 2025

Son Lomri by Son Lomri
August 27, 2025
in Khas
Lawan Gas Bocor Wajan Dilalap Api dengan Tenang — Cerita dari Pelatihan dan Simulasi Kebakaran di Bulfest 2025

Pelatihan dan Simulasi Kebakaran di Bulfest 2025

KETIKA di dapur gas bocor lalu keluar api, lalu membakar wajan, lalu api membumbung tinggi, waspadalah itu gejala kebakaran.

Jangan ngumpet. Ada seribu seratus cara untuk menghadapi kondisi semacam itu. Selain salah satu caranya menelpon Pemadam Kebakaran (Damkar), adalah menghadapinya sendiri, dengan tenang.

Begitulah kira-kira pelajaran penting dari Sosialisasi dan Edukasi melalui Pelatihan dan Simulasi Kebakaran Awal di areal Buleleng Digital Expo (BDE), di sekitar panggung Buleleng Paten, di depan Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu, 20 Agustus 2025.

Acara itu diinisasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Buleleng melalui Bidang Pencegahan, sebagai salah satu rangkaian acara Buleleng Festival (Bulfest) 2025.

“Sosialisasi ini cukup penting, yah, karena hari sial tidak ada di kalender,” kata Hadi Saputra, Kabid Pencegahan Damkar Buleleng.

Kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman pada masyarakat, pentingnya di rumah tersimpan alat proteksi kebakaran mandiri, misalnya, apar (alat pemadam api ringan).

“Kemudian juga melatih masyarakat basic dasar seperti apa menangani problem di dapur, seperti gas bocor wajan terbakar, atau lainnya agar tidak terjadi kebakaran yang hebat, itu bisa ditangani sendiri. Mandiri.” lanjutnya.

Petugas Damkar Buleleng mempraktikkan cara memadamkan api ketika wajan terbakar | Foto: tatkala.co/Son

Menangani gas bocor atau wajan terbakar memang sangatlah penting. Karena itu ilmu dasar hidup bagi siapa saja yang sering memasak mie instan di dapur, atau bagi siapa saja yang sudah berumah tangga atau yang sedang menyicil rumah bagi pengantin baru itu, pentinglah ilmu ini dipelajari-dipraktikkan. Simak.

Di lapangan BDE, saat praktik itu, sebuah wajan besar dengan api menyala-nyala, seperti sebuah pertunjukan debus.

Gede Sukayasa dibantu dua temannya: Yoga Pratama dan Ketut Yudiastra (sama-sama anggota Damkar Buleleng) memberikan tutor atau cara menghadapi kondisi genting seperti tadi tanpa ribet. Tanpa ritual apapun. Yang penting niat dan yakin.

“Bapak ibu kalau menemukan kondisi seperti ini (wajan dilalap api), harap tenang. Jangan cemas. Jangan khawatir,” kata Gede Sukayasa, mentor alias pemateri di acara sosialisasi itu.

Wajan besar yang dilalap api di depannya, terbayang jika terjadi di dalam dapur, melihatnya—tentu bikin kaget jantung mau copot.

Tapi itu karena berada di lapangan terbuka, para penonton pun hanya kaget setengah saja. Tapi mereka tampak mengernyitkan jidat melihat api membumbung ke atas tinggi-tinggi. Ngeri.

Aditya Putra sedang mencoba memadamkan api di tabung bocor, di dampingi petugas profesional dari Damkar Buleleng | Foto Son

Di sela Gede Sukayasa memberikan teori, Yoga Pratama dan Gede Yudiastra mempraktikkannya secara langsung sesuai instruksi.

Pertama, kata Gede Sukayasa, lepas terlebih dahulu karburator tabungnya, agar aliran api terputus. Jauhkan tabung dengan wajan. Kemudian segera ambil handuk basah.

Lalu tutup wajan yang dilalap api itu dengan handuk basah, dengan cara tidak memberi celah lubang secuil pun pada wajan. Terus ditepuk-tepuk secara merata setelah tertutup itu.

“Harus kedap udara ketika menutup. Agar api bisa padam,” jelas Gede Sukayasa, di sela dua temannya yang mempraktikannya secara profesional di hadapan pengunjung.

Selepas itu, cek asap di sela-sela handuk itu. Kalau ada asap, tandanya api sudah padam, selamatlah Anda. Selamat keluarga.

Tapi bagaimana jika tabungnya yang bocor terus menyemburkan api di liang tabung itu? Nah, ini bagian yang paling mengerikan. Simak.

Membayangkan kembali kondisi semacam ini terjadi di dalam dapur dan jauh dari pintu keluar. Dengan api sudah menggila menyembur-nyembur di liang tabung, hati siapa tidak menggigil?

Menepis rasa penasaran semacam itu, segera Gede Sukayasa memberikan trik dan tips mudahnya, untuk menghadapi kisah sulit di balik kompor itu, agar tidak terjadi sebuah drama: satu dapur dilalap api hingga ke ruang tamu.

Pertama, jangan cemas. Ya, lagi-lagi jangan cemas, apalagi berperilaku congkak, sombong, dan takabur. Lebih dianjurkan ambil napas keluarkan dari pantat (kalau mau). Tetaplah tenang alias stay cool.

“Bisa gunakan jari telunjuk atau jari jempol ibu-bapak, terus tempel di bolong tabung itu,” kata Gede Sukayasa dengan mantap, dengan hakkul yakkin.

“Ada yang mau coba?” tantang Gede Sukayasa, agar praktik berjalan seimbang dan semua orang kebagian ilmunya secara langsung, secara pengalaman.

Tanpa basa-basi, Andre Raharja, seorang siswa SMK TI Global itu, lantang keras berteriak, “Saya!” sembari mengacungkan tangan kanannya.

“Oke. Silahkan maju,” kata Gede Sukayasa merasa senang ada yang berani.

Petugas Damkar Buleleng mempraktikkan cara memadamkan api ketika wajan terbakar | Foto: tatkala.co/Son

Didampingi Gede Pratama dan Ketut Yudiastra, Andre Raharja atau biasa disapa Andre itu, siap-sedia melakukan praktik.

Andre praktik bagian masalah api melalap wajan. Di depannya, api betul-betul membumbung menyala tinggi-tinggi. Kalap. Dia kaget ketika api itu dinyalakan oleh Gede Pratama secara tiba-tiba. Agak keder Andre segera mundur satu langkah.

“Silakan ambil handuk itu, terus basahkan ke air terlebih dahulu,” kata Gede Sukayasa memberi intruksi pada Andre.

Lantas Andre menurut. Membawa handuk lalu dibasahi, segera ia hampiri wajan dengan api masih berkobar. Tubuh Andre tampak defensif.

“Tetap tenang dan hati-hati,” kata Gede Sukayasa.

Andre Raharja didampingi petugas Damkar sebelum akan memadamkan api di wajan | Foto: Son

Andre pun penuh hati-hati menutup wajan itu dengan handuk basahnya. Perlahan api padam, tapi nyaris mau nyembur api di bagian pinggiran handuk karena masih ada celah lobang seuprit.

Tapi itu segera diatasi oleh Andre atas bantuan dua mentor di sampingnya. Segera Andre menepuk-nepuk handuk itu setelah rapat tertutup, dan api pun betul-betul padam.

Terdengar tepuk tangan. Andre tersenyum ke arah teman-temannya, merasa diri selamat dan berhasil dari ujian memadamkan api tidak lebih dari sepuluh menit.

“Agak takut sedikit,” kata Andre. “Tadi apinya nyaris mau keluar, karena tidak kedap udara saat menutup,” lanjutnya.

Selepas Andre praktik, kini saatnya Aditya Putra, temannya Andre, juga ikut serta mau nyoba.

“Biar merasakan juga,” kata Aditya Putra sebelum maju.

Berbeda dengan Andre, Aditya Putra praktik di bagian masalah tabung bocor. Seperti tadi, didampingi dua mentor profesional; Yoga Pratama dan Ketut Yudiastra, Aditya Putra tampaknya sangat siap dan tidak terlalu takut sedikitpun pada yang namanya api.

Ketika dihadapkan tabung bocor dengan api keluar begitu cepat. Agaknya, Aditya juga merasakan sedikit takut yang semula berani. Sambil menarik kaki ke belakang, ia tutup lobang itu dengan telunjuk, tapi gagal. Setelah percobaan yang kedua, barulah berhasil.

“Saya nyoba memadamkan api dengan telunjuk. Ternyata susah juga. Nyaris gagal tadi, karena ragu-ragu saat menutup. Haha.” kata Aditya Putra, siswa SMK TI Global.

Melihat praktik mereka begitu mudah, ingin sekali segera mempraktikannya di dapur masing-masing.

Tapi ada satu pepatah kuno jika kejadian itu terjadi sungguhan suatu hari di rumah kita, dan kita lupa cara menghadapinya, ada satu cara untuk selamat; yaitu kabur.

Lalu telepon Damkar. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengbulfestBulfest 2025pemadam kebakaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lebih Dekat dengan Wiguna Mahayasa: Tidak Ada Jalan Buntu bagi Semangat

Next Post

Tutur Para Tetua dan Yadnya 60 Tahunan di Pura Dalem Bhatarateng Desa Adat Beringkit-Mengwi

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

by Dede Putra Wiguna
June 26, 2026
0
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

 “Karya sampah ini. Kok bisa muncul di PKB?" KALIMAT itu masih diingat betul oleh Agung Rahma Putra. Sekitar satu dekade...

Read moreDetails

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

Read moreDetails

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
0
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

Read moreDetails

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails
Next Post
Tutur Para Tetua dan Yadnya 60 Tahunan di Pura Dalem Bhatarateng Desa Adat Beringkit-Mengwi

Tutur Para Tetua dan Yadnya 60 Tahunan di Pura Dalem Bhatarateng Desa Adat Beringkit-Mengwi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

Rasa penasaran tampak jelas dari raut wajah ribuan penonton yang memadati Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Kamis 25 Juni 2026....

by Nyoman Budarsana
June 26, 2026
Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’
Esai

Tak Ada Kata Terlambat —Dari Ratnakara, Lubdhaka, Sri Ramakrishna hingga ‘The Turning Point Fritjof Capra’

"Di mata Sang Guru, tidak ada dosa yang tidak dapat ditebus, tidak ada jiwa yang berada di luar pelukan kasih-Nya."...

by Agung Sudarsa
June 26, 2026
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro
Cerpen

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu
Puisi

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali
Kritik Seni

Dari Ornamen ke Gagasan: Menata Ulang Masa Depan Seni Tradisional Bali

“Tradisi tidak mati karena berubah; ia mati ketika berhenti dipikirkan.” PELESTARIAN seni tradisional di Bali tidak dapat berhenti pada estetika...

by Wayan Gde Yudane
June 26, 2026
Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali
Esai

Tanggung Jawab Moral Media Massa pada Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) memerlukan media massa untuk publikasi dan dokumentasi, sedangkan media massa memerlukan PKB untuk menunjukkan tanggung jawab...

by I Nyoman Darma Putra
June 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Negeri Pesugihan

SIDANG pembaca yang budiman, coba anda buka Netflix atau platform streaming apa pun yang sedang populer. Tidak perlu menggulir lama-lama,...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 26, 2026
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?
Khas

Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

 “Karya sampah ini. Kok bisa muncul di PKB?" KALIMAT itu masih diingat betul oleh Agung Rahma Putra. Sekitar satu dekade...

by Dede Putra Wiguna
June 26, 2026
Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co