2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Paskibraka Istimewa dari Desa Panji: Ketika Para Bapak Menjadi Pengibar Bendera Pusaka

Gading Ganesha by Gading Ganesha
August 18, 2025
in Khas
Paskibraka Istimewa dari Desa Panji: Ketika Para Bapak Menjadi Pengibar Bendera Pusaka

Pengibaran bendera merah putih HUT Kemerdekaan RI di Desa Panji, Buleleng | Foto: Ganesha

SETIAP tanggal 17 Agustus, seluruh rakyat Indonesia bersatu dalam semangat nasionalisme untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Di berbagai penjuru negeri dilaksanakan upacara bendera dengan penuh khidmat.  Menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa.

Dalam upacara tersebut, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) memegang peranan yang begitu penting. Umumnya, Paskibraka diisi oleh para pemuda-pemudi terpilih dari kalangan pelajar tingkat SMA atau sederajat. Tubuh tegap, wajah serius dan rupawan serta langkah yang selaras menjadi ciri khas mereka.

Namun, ada yang berbeda di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang diselenggarakan di Lapangan Kibarak Panji Sakti, hadir sebuah Paskibraka yang unik, menginspirasi, sekaligus membanggakan. Pasukan ini bukanlah para pelajar, bukan pula anggota TNI atau Polri. Mereka adalah para bapak dari Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Panji. Dulu kita mengenal mereka dengan sebutan Hansip.

Pengibaran bendera merah putih HUT Kemerdekaan RI di Desa Panji, Buleleng | Foto: Ganesha

Paskibraka yang tak biasa ini, terdiri dari 32 orang anggota Linmas Desa Panji didaulat menjadi Paskibraka dalam upacara bendera kali ini. Usia mereka berkisar antara 35 hingga hampir 60 tahun. Dalam keseharian saya mengenal mereka adalah warga biasa-biasa. Dengan pekerjaan-pekerjaan sederhana. Ada yang berprofesi sebagai tukang bangunan, sopir, tukang cukur, petani, hingga petugas kebersihan. Seperti bapak-bapak desa yang saya kenal pada umumnya.

Dalam balutan seragam Linmas yang sederhana. Dengan sedikit balutan sarung tangan putih dan syal merah yang melingkar di leher. Mereka tampil penuh percaya diri di tengah lapangan. Tidak terlihat raut gugup atau ragu. Langkah mereka tegap dan serentak, mengiringi sang Merah Putih yang berkibar di langit pagi Desa Panji. Paduan suara dari ibu-ibu PKK turut memperindah suasana, menjadikan momen itu begitu sakral dan menyentuh hati.

Mengemban tugas sebagai Paskibraka bukanlah perkara mudah, saya saja merasa tidak mampu. Apalagi bagi mereka yang tidak memiliki dasar latihan baris-berbaris. Mebayangkan saja saya tidak berani. Dari cerita Kasatgas Limnas Desa Panji Nyoman Merta diketahui bahwa mereka latihan hanya sebentar. Pun baru dimulai pada akhir Juli, sekitar 20 hari menjelang upacara.

Pria yang akrab di sapa Mang Bos ini mengungkapkan bahwa mereka cukup sebentar latianya, itupun hanya sore-sore saja sekitar pukul 17.00 Wita jelasnya pada pada saya. Tentu sore hari dipilih menyesuaikan dengan para anggota Linmas yang harus menyelesaikan pekerjaan utama mereka. Meski waktu yang singkat itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Pelatih mereka adalah Babinsa Desa Panji, Nyoman Karya. Latihan dilakukan dengan keras dan disiplin. Bahkan, saking beratnya latihan. Mang Bos menuturkan sempat ada satu anggota yang hampir mengundurkan diri, tak hanya dari peran Paskibraka, tetapi juga dari keanggotaan Linmas. Sampai berniat mengembalikan baju linmas. Kenangnya bercerita sembari tertawa.

Namun berkat pendekatan dan komunikasi yang baik dari sang pelatih. Serta demi kekompakan dan dorongan sesama rekan, ia mau tetap bertahan. Ini demi semangat kebersamaan, rasa tanggung jawab dan cinta tanah air begitu kata pelatih waktu itu ujar Mang Bos. Dan memang semangat itu yang menjadi bahan bakar utama mereka.

Bapak-bapak jadi pasukan paskibraka di Desa Panji | Foto: Ganesha

Mang Bos sendiri selaku Kepala Satuan Linmas Desa Panji bertindak menjadi Komandan Upacara. Dirinya menerangkan bahwa tahun ini menjadi momen yang cukup bersejarah. Untuk pertama kalinya, seluruh anggota Linmas dilibatkan sebagai Paskibraka. Sebelumnya, hanya saya sebagai komandan dan beberapa orang saja yang dipilih mejadi membawa bendera, sisanya jadi peserta upacara.

Namun di Tahun 2025 ini berbeda—semua ikut ambil bagian. “Kita ingin mencoba hal yang baru, ini jadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka,” terang Mangbos. “Saya juga ingin ini jadi langkah untuk membuktikan bahwa semua warga, tanpa terkecuali, bisa berperan dalam peringatan hari kemerdekaan. Meskipun hanya bapak-bapak biasa tetapi saya ingin masyarakat tahu bahwa Linmas juga bisa.”

Melihat itu, saya merasakan yang dilakukan Linmas Desa Panji bukan sekadar rutinitas seremonial. Itu adalah bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam membangun makna kemerdekaan. Keikutsertaan mereka menjadi cerminan bahwa upacara 17 Agustus bukan milik anak muda saja. Kemerdekaan adalah milik bersama, dan merayakannya adalah hak semua warga negara.

Seperti halnya Made Astawa salah satu anggota Linmas ini, rumahnya bersebelahan dengan saya. Terlihat begitu besar antusiasmenya. Saya liat langsung, Ia tak pernah absen latihan. Bahkan membagikan prosesnya di laman media sosial Facebooknya. Saya cukup yakin ia senang, karena kalau seperti saya. Kalau sesuatu itu tidak bikin bangga dan senang pasti tidak di unggah.

Latihannya meski keras, terlihat keceriaan dan semangat mereka dalam latihan dan saat upacara berlangsung terasa tulus. Tidak ada paksaan. Semua dilakukan dengan sukarela, dengan rasa bangga, dan mungkin sedikit rasa gugup yang tertutupi oleh semangat gotong royong.

Saat latihan | Foto: Ganesha

Saya pribadi yang menyaksikan langsung prosesnya, merasa terharu dan bangga. Momen ini jadi begitu istimewa, bukan hanya soal bendera yang dikibarkan, tetapi tentang semangat warga yang memilih untuk ikut serta, lalu berani mengambil peran, dan menunjukkan kepada saya bahwa nasionalisme bisa lahir dari siapa saja.

Paskibraka Linmas Desa Panji jadi contoh nyata bagi saya, bahwa pengabdian kepada negara tidak selalu harus dalam bentuk besar atau di panggung nasional. Terkadang, di desa kecil, di tengah lapangan sederhana, semangat kemerdekaan justru dapat bersinar terang.

Ketika para bapak yang sehari-hari berkutat dengan pekerjaan kasar, dengan berbagai profesi dan usia yang tak muda lagi, mereka memilih untuk berlatih dan tampil sebagai pengibar bendera, di situlah saya belajar melihat makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Pekerjaan mereka mungkin sederhana, tetapi pengabdiaan mereka luar biasa. [T]

Reporter/Penulis: Gading Ganesha
Editor: Jaswanto

  • BACA JUGA:
Hikayat Oven Tembakau: Saksi Bisu Kejayaan Petani Tembakau di Desa Panji
Bicara-bicara Atas Nama Air di Desa Panji Buleleng
Agus dan Yogi, Anak Muda Desa Memimpin Pengelolaan Sampah TPS 3R Desa Panji
Tags: Desa PanjiHUT Kemerdekaan RI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Next Post

Politik Pelayanan Publik Tak Berbentuk: Seni Komunikasi Mengabaikan Rakyat dengan Elegan?

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Aturan Turunan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi: Kebijakan “Omon-Omon”?

Politik Pelayanan Publik Tak Berbentuk: Seni Komunikasi Mengabaikan Rakyat dengan Elegan?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co