2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Paskibraka Istimewa dari Desa Panji: Ketika Para Bapak Menjadi Pengibar Bendera Pusaka

Gading Ganesha by Gading Ganesha
August 18, 2025
in Khas
Paskibraka Istimewa dari Desa Panji: Ketika Para Bapak Menjadi Pengibar Bendera Pusaka

Pengibaran bendera merah putih HUT Kemerdekaan RI di Desa Panji, Buleleng | Foto: Ganesha

SETIAP tanggal 17 Agustus, seluruh rakyat Indonesia bersatu dalam semangat nasionalisme untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Di berbagai penjuru negeri dilaksanakan upacara bendera dengan penuh khidmat.  Menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa.

Dalam upacara tersebut, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) memegang peranan yang begitu penting. Umumnya, Paskibraka diisi oleh para pemuda-pemudi terpilih dari kalangan pelajar tingkat SMA atau sederajat. Tubuh tegap, wajah serius dan rupawan serta langkah yang selaras menjadi ciri khas mereka.

Namun, ada yang berbeda di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang diselenggarakan di Lapangan Kibarak Panji Sakti, hadir sebuah Paskibraka yang unik, menginspirasi, sekaligus membanggakan. Pasukan ini bukanlah para pelajar, bukan pula anggota TNI atau Polri. Mereka adalah para bapak dari Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Panji. Dulu kita mengenal mereka dengan sebutan Hansip.

Pengibaran bendera merah putih HUT Kemerdekaan RI di Desa Panji, Buleleng | Foto: Ganesha

Paskibraka yang tak biasa ini, terdiri dari 32 orang anggota Linmas Desa Panji didaulat menjadi Paskibraka dalam upacara bendera kali ini. Usia mereka berkisar antara 35 hingga hampir 60 tahun. Dalam keseharian saya mengenal mereka adalah warga biasa-biasa. Dengan pekerjaan-pekerjaan sederhana. Ada yang berprofesi sebagai tukang bangunan, sopir, tukang cukur, petani, hingga petugas kebersihan. Seperti bapak-bapak desa yang saya kenal pada umumnya.

Dalam balutan seragam Linmas yang sederhana. Dengan sedikit balutan sarung tangan putih dan syal merah yang melingkar di leher. Mereka tampil penuh percaya diri di tengah lapangan. Tidak terlihat raut gugup atau ragu. Langkah mereka tegap dan serentak, mengiringi sang Merah Putih yang berkibar di langit pagi Desa Panji. Paduan suara dari ibu-ibu PKK turut memperindah suasana, menjadikan momen itu begitu sakral dan menyentuh hati.

Mengemban tugas sebagai Paskibraka bukanlah perkara mudah, saya saja merasa tidak mampu. Apalagi bagi mereka yang tidak memiliki dasar latihan baris-berbaris. Mebayangkan saja saya tidak berani. Dari cerita Kasatgas Limnas Desa Panji Nyoman Merta diketahui bahwa mereka latihan hanya sebentar. Pun baru dimulai pada akhir Juli, sekitar 20 hari menjelang upacara.

Pria yang akrab di sapa Mang Bos ini mengungkapkan bahwa mereka cukup sebentar latianya, itupun hanya sore-sore saja sekitar pukul 17.00 Wita jelasnya pada pada saya. Tentu sore hari dipilih menyesuaikan dengan para anggota Linmas yang harus menyelesaikan pekerjaan utama mereka. Meski waktu yang singkat itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Pelatih mereka adalah Babinsa Desa Panji, Nyoman Karya. Latihan dilakukan dengan keras dan disiplin. Bahkan, saking beratnya latihan. Mang Bos menuturkan sempat ada satu anggota yang hampir mengundurkan diri, tak hanya dari peran Paskibraka, tetapi juga dari keanggotaan Linmas. Sampai berniat mengembalikan baju linmas. Kenangnya bercerita sembari tertawa.

Namun berkat pendekatan dan komunikasi yang baik dari sang pelatih. Serta demi kekompakan dan dorongan sesama rekan, ia mau tetap bertahan. Ini demi semangat kebersamaan, rasa tanggung jawab dan cinta tanah air begitu kata pelatih waktu itu ujar Mang Bos. Dan memang semangat itu yang menjadi bahan bakar utama mereka.

Bapak-bapak jadi pasukan paskibraka di Desa Panji | Foto: Ganesha

Mang Bos sendiri selaku Kepala Satuan Linmas Desa Panji bertindak menjadi Komandan Upacara. Dirinya menerangkan bahwa tahun ini menjadi momen yang cukup bersejarah. Untuk pertama kalinya, seluruh anggota Linmas dilibatkan sebagai Paskibraka. Sebelumnya, hanya saya sebagai komandan dan beberapa orang saja yang dipilih mejadi membawa bendera, sisanya jadi peserta upacara.

Namun di Tahun 2025 ini berbeda—semua ikut ambil bagian. “Kita ingin mencoba hal yang baru, ini jadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka,” terang Mangbos. “Saya juga ingin ini jadi langkah untuk membuktikan bahwa semua warga, tanpa terkecuali, bisa berperan dalam peringatan hari kemerdekaan. Meskipun hanya bapak-bapak biasa tetapi saya ingin masyarakat tahu bahwa Linmas juga bisa.”

Melihat itu, saya merasakan yang dilakukan Linmas Desa Panji bukan sekadar rutinitas seremonial. Itu adalah bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam membangun makna kemerdekaan. Keikutsertaan mereka menjadi cerminan bahwa upacara 17 Agustus bukan milik anak muda saja. Kemerdekaan adalah milik bersama, dan merayakannya adalah hak semua warga negara.

Seperti halnya Made Astawa salah satu anggota Linmas ini, rumahnya bersebelahan dengan saya. Terlihat begitu besar antusiasmenya. Saya liat langsung, Ia tak pernah absen latihan. Bahkan membagikan prosesnya di laman media sosial Facebooknya. Saya cukup yakin ia senang, karena kalau seperti saya. Kalau sesuatu itu tidak bikin bangga dan senang pasti tidak di unggah.

Latihannya meski keras, terlihat keceriaan dan semangat mereka dalam latihan dan saat upacara berlangsung terasa tulus. Tidak ada paksaan. Semua dilakukan dengan sukarela, dengan rasa bangga, dan mungkin sedikit rasa gugup yang tertutupi oleh semangat gotong royong.

Saat latihan | Foto: Ganesha

Saya pribadi yang menyaksikan langsung prosesnya, merasa terharu dan bangga. Momen ini jadi begitu istimewa, bukan hanya soal bendera yang dikibarkan, tetapi tentang semangat warga yang memilih untuk ikut serta, lalu berani mengambil peran, dan menunjukkan kepada saya bahwa nasionalisme bisa lahir dari siapa saja.

Paskibraka Linmas Desa Panji jadi contoh nyata bagi saya, bahwa pengabdian kepada negara tidak selalu harus dalam bentuk besar atau di panggung nasional. Terkadang, di desa kecil, di tengah lapangan sederhana, semangat kemerdekaan justru dapat bersinar terang.

Ketika para bapak yang sehari-hari berkutat dengan pekerjaan kasar, dengan berbagai profesi dan usia yang tak muda lagi, mereka memilih untuk berlatih dan tampil sebagai pengibar bendera, di situlah saya belajar melihat makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Pekerjaan mereka mungkin sederhana, tetapi pengabdiaan mereka luar biasa. [T]

Reporter/Penulis: Gading Ganesha
Editor: Jaswanto

  • BACA JUGA:
Hikayat Oven Tembakau: Saksi Bisu Kejayaan Petani Tembakau di Desa Panji
Bicara-bicara Atas Nama Air di Desa Panji Buleleng
Agus dan Yogi, Anak Muda Desa Memimpin Pengelolaan Sampah TPS 3R Desa Panji
Tags: Desa PanjiHUT Kemerdekaan RI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Setelah Pentas: Garaka, Galang Kangin, dan Wajah Positif Literasi Sekolah

Next Post

Politik Pelayanan Publik Tak Berbentuk: Seni Komunikasi Mengabaikan Rakyat dengan Elegan?

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Aturan Turunan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi: Kebijakan “Omon-Omon”?

Politik Pelayanan Publik Tak Berbentuk: Seni Komunikasi Mengabaikan Rakyat dengan Elegan?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co