24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [4]–Kegembiraan Datang Nyeri pun Hilang

Made Wirya by Made Wirya
August 14, 2025
in Tualang
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [4]–Kegembiraan Datang Nyeri pun Hilang

Di gerbang Situbondo | Foto: Dok. Wirya

SAYA masuk kamar hotel melati yang lokasinya tidak jauh dari SPBU Utama Raya itu dengan tubuh lunglai. Pada Juni 2021 saya juga menginap di hotel murah tersebut, ketika saya bersepeda menuju ke Mataram.

Setelah mandi, saya keluar kamar untuk makan malam. Letak warungnya persis di sebelah hotel. Saya hanya berjalan beberapa langkah saja.

Kondisi raga saya berbeda jauh dengan ketika bersepeda ke Mataram pada Juni 2021 lalu. Dari Gresik hingga hotel tersebut, praktis saya tidak mengalami nyeri dan ngilu sama sekali. Saya sangat menikmati setiap kayuhan.

Tapi kali ini saya merasa tersiksa. Saya bersepeda tanpa kegembiraan. Bagaimana mungkin saya bisa meneruskan hingga Labuan Bajo. Baru mencapai jarak kurang dari 170 kilometer saja saya sudah hampir KO.

Ketika sudah kembali ke kamar, tubuh saya balur dengan minyak oles. Minyak tersebut direkomendasikan oleh kawan yang membantu penyembuhan lutut kiri saya yang cedera.

Awalnya, tubuh saya terasa hangat. Sejenak kemudian, karena hembusan angin dari fan kamar, saya kedinginan hingga menggigil. Saya segera mengambil jaket dan memeluk guling agar hangat. Rasa dingin itu berangsur hilang. Nyeri dan ngilu di beberapa bagian tubuh agak berkurang.

Sekira pukul 21.00 WIB saya mulai mengatupkan mata. Tapi rasa kantuk tidak kunjung datang. Beberapa jam kemudian baru saya bisa tidur, tapi tidak nyenyak. Beberapa kali saya terjaga.

Saya bangun sekitar pukul 05.30 WIB, dengan tubuh yang masih lemas. Praktis saya hanya tidur tidak lebih dari 3 jam. Karena badan kurang fit, saya putuskan hari itu istirahat dulu. Saya segera menuju ke resepsionis untuk minta perpanjangan sehari lagi.

“Bayarnya nanti siang saja, menunggu staf yang masuk pagi. Karena setelah ini kami pergantian shift,” kata resepsionis.

Saya kembali ke kamar. Mencoba untuk tidur lagi. Sambil rebahan, saya kembali membalur tubuh dengan minyak oles.

Hotel dekat SPBU | Foto: Dok. Wirya

Perjalanan saya ke Mataram pada Juni 2021, melalui rute dengan pitstop yang sama. Tapi saat itu saya bisa tidur dengan nyenyak, sehingga tubuh fit saat bangun keesokan hari.

Saya mencoba untuk melepaskan kemelekatan pada target, beban dan kekhawatiran. Saya ingin mengembalikan esensi bersepeda: mendapatkan kegembiraan. Beberapa menit kemudian saya tertidur pulas.

Saya terbangun pukul 07.15 WIB dengan tubuh terasa bugar. Setelah mandi dan makan nasi goreng jatah hotel, saya kembali menemukan semangat baru. Maka saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Asembagus.

Semula saya menargetkan perjalanan dari Gresik ke Denpasar tuntas dalam 3 hari. Tapi rasanya tidak mungkin dengan kondisi tubuh saya saat itu. Tak apalah, jika memang harus 4 hari.

Ketika mengeluarkan sepeda dari dalam kamar, saya baru tahu jika baut sadel sisi kiri kendor. Karena posisi bautnya di dalam spiral dan tidak punya kunci, saya mencoba mengencangkan dengan telunjuk. Tapi hasilnya tidak maksimal.

Saya meninggalkan hotel pukul 07.35 WIB. Sepeda saya kayuh perlahan untuk menjaga agar ngilu di pergelangan kaki dan nyeri di telapak tangan dan paha kiri tidak kambuh lagi.

Hingga belasan kilometer, saya hampir tidak merasakan nyeri dan ngilu lagi. Bisa jadi karena saya kembali menemukan kegembiraan dan menikmati setiap kayuhan. Saya berharap agar tubuh saya benar-benar fit, minimal hingga sampai Denpasar. Sebab saya baru akan melakukan recovery di ibukota Provinsi Bali tersebut.

Sejak dari hotel hingga 8 kilometer kemudian, pinggiran jalan aspal banyak yang meliuk. Kerusakan aspal kemungkinan akibat dihajar kendaraan bermuatan berat.

Sialnya, lalu-lintas di jalur menuju Bali tersebut banyak dilewati truk-truk besar dan panjang. Saya tidak punya pilihan, harus melewati pinggir jalan yang bergelombang itu meksipun sangat tidak nyaman.

Jika saya mengambil jalur agak ke tengah yang relatif lebih rata, berisiko dihantam truk dan kendaraan besar lainn. Saya tidak punya pilihan lagi, memilih tidak nyaman tapi tetap aman.

Tidak lama kemudian, saya sampai di monumen 1000 kilometer Panarukan pada pukul 10.25 WIB. Saya sudah meninggalkan hotel kecil di dekat SPBU Utama Raya sejauh 40,77 kilometer.

Ngilu pada pergelangan kaki kiri dan nyeri di telapak tangan terkadang masih muncul, tapi tidak parah. Nyeri di paha kiri juga sudah jauh berkurang. Meskipun demikian saya belum berani ngebut, kecepatan rata-rata hanya 17 kilometer per jam.

Beberapa kilometer sebelum masuk Kota Situbondo, saya mendengar suara berdecit di sadel. Setelah saya periksa, ternyata mur yang longgar tadi hilang. Saya berencana untuk mencari mur serupa di Kota Situbondo.

Sekitar pukul 11.00 WIB saya masuk Kota Situbondo. Saya segera mencari bengkel untuk membeli mur sadel. Di pinggir jalan utama kota tersebut ada beberapa bengkel sepeda motor. Saya memilih satu di antaranya.

Dalam waktu tidak sampai 15 menit mur sadel sudah terpasang dengan kuat, meskipun dengan bentuk yang tidak sama. Saya lanjutkan perjalanan menuju Asembagus, setelah membuat beberapa foto landmark Kota Situbondo.

Sesampai di Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, pada pukul 11.55 WIB, saya makan siang dengan menu spesial, gule kepala ikan kakap. Ternyata harga makanan itu lumayan mahal. Ya sudahlah, sekalian untuk merayakan kembalinya kegembiraan dalam bersepeda.

Hari masih siang ketika saya sampai di Asembagus. Saya lihat jarum jam di arloji menunjukkan pukul 12.45 WIB.

Meskipun demikian, saya tak hendak meneruskan perjalanan, karena masih harus menghadapi tanjakan di Hutan Baluran.

Saya harus berhemat tenaga dan tidak memaksakan diri untuk mengantisipasi munculnya nyeri dan ngilu di tubuh. Saya harus bersepeda dengan gembira.

Perjalanan hari kedua, tanggal 11 November 2022, berakhir di Asembagus. Hari itu saya hanya menyelesaikan 76,57 kilometer saja. [T]

Penulis: Made Wirya
Editor: Jaswanto

  • BACA CERITA SEBELUMNYA:
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [2]—Celaka! Baru 100 Kilometer Tapi Sekujur Tubuh Sudah Ngilu
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [1] — Memulai Perjalanan 1000 Kilometer dari Gresik
Minggu Pagi, Sepeda dan Raungan Motor Trail
Bengkel Maksum

Tags: goweskomunitas sepedaLabuan Bajosepeda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [28]: Perpustakaan yang Menyeramkan

Next Post

“Masiat Paturu Bali”, Ketika Saudara Menjadi Lawan

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
“Masiat Paturu Bali”, Ketika Saudara Menjadi Lawan

“Masiat Paturu Bali”, Ketika Saudara Menjadi Lawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co