3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [4]–Kegembiraan Datang Nyeri pun Hilang

Made Wirya by Made Wirya
August 14, 2025
in Tualang
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [4]–Kegembiraan Datang Nyeri pun Hilang

Di gerbang Situbondo | Foto: Dok. Wirya

SAYA masuk kamar hotel melati yang lokasinya tidak jauh dari SPBU Utama Raya itu dengan tubuh lunglai. Pada Juni 2021 saya juga menginap di hotel murah tersebut, ketika saya bersepeda menuju ke Mataram.

Setelah mandi, saya keluar kamar untuk makan malam. Letak warungnya persis di sebelah hotel. Saya hanya berjalan beberapa langkah saja.

Kondisi raga saya berbeda jauh dengan ketika bersepeda ke Mataram pada Juni 2021 lalu. Dari Gresik hingga hotel tersebut, praktis saya tidak mengalami nyeri dan ngilu sama sekali. Saya sangat menikmati setiap kayuhan.

Tapi kali ini saya merasa tersiksa. Saya bersepeda tanpa kegembiraan. Bagaimana mungkin saya bisa meneruskan hingga Labuan Bajo. Baru mencapai jarak kurang dari 170 kilometer saja saya sudah hampir KO.

Ketika sudah kembali ke kamar, tubuh saya balur dengan minyak oles. Minyak tersebut direkomendasikan oleh kawan yang membantu penyembuhan lutut kiri saya yang cedera.

Awalnya, tubuh saya terasa hangat. Sejenak kemudian, karena hembusan angin dari fan kamar, saya kedinginan hingga menggigil. Saya segera mengambil jaket dan memeluk guling agar hangat. Rasa dingin itu berangsur hilang. Nyeri dan ngilu di beberapa bagian tubuh agak berkurang.

Sekira pukul 21.00 WIB saya mulai mengatupkan mata. Tapi rasa kantuk tidak kunjung datang. Beberapa jam kemudian baru saya bisa tidur, tapi tidak nyenyak. Beberapa kali saya terjaga.

Saya bangun sekitar pukul 05.30 WIB, dengan tubuh yang masih lemas. Praktis saya hanya tidur tidak lebih dari 3 jam. Karena badan kurang fit, saya putuskan hari itu istirahat dulu. Saya segera menuju ke resepsionis untuk minta perpanjangan sehari lagi.

“Bayarnya nanti siang saja, menunggu staf yang masuk pagi. Karena setelah ini kami pergantian shift,” kata resepsionis.

Saya kembali ke kamar. Mencoba untuk tidur lagi. Sambil rebahan, saya kembali membalur tubuh dengan minyak oles.

Hotel dekat SPBU | Foto: Dok. Wirya

Perjalanan saya ke Mataram pada Juni 2021, melalui rute dengan pitstop yang sama. Tapi saat itu saya bisa tidur dengan nyenyak, sehingga tubuh fit saat bangun keesokan hari.

Saya mencoba untuk melepaskan kemelekatan pada target, beban dan kekhawatiran. Saya ingin mengembalikan esensi bersepeda: mendapatkan kegembiraan. Beberapa menit kemudian saya tertidur pulas.

Saya terbangun pukul 07.15 WIB dengan tubuh terasa bugar. Setelah mandi dan makan nasi goreng jatah hotel, saya kembali menemukan semangat baru. Maka saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Asembagus.

Semula saya menargetkan perjalanan dari Gresik ke Denpasar tuntas dalam 3 hari. Tapi rasanya tidak mungkin dengan kondisi tubuh saya saat itu. Tak apalah, jika memang harus 4 hari.

Ketika mengeluarkan sepeda dari dalam kamar, saya baru tahu jika baut sadel sisi kiri kendor. Karena posisi bautnya di dalam spiral dan tidak punya kunci, saya mencoba mengencangkan dengan telunjuk. Tapi hasilnya tidak maksimal.

Saya meninggalkan hotel pukul 07.35 WIB. Sepeda saya kayuh perlahan untuk menjaga agar ngilu di pergelangan kaki dan nyeri di telapak tangan dan paha kiri tidak kambuh lagi.

Hingga belasan kilometer, saya hampir tidak merasakan nyeri dan ngilu lagi. Bisa jadi karena saya kembali menemukan kegembiraan dan menikmati setiap kayuhan. Saya berharap agar tubuh saya benar-benar fit, minimal hingga sampai Denpasar. Sebab saya baru akan melakukan recovery di ibukota Provinsi Bali tersebut.

Sejak dari hotel hingga 8 kilometer kemudian, pinggiran jalan aspal banyak yang meliuk. Kerusakan aspal kemungkinan akibat dihajar kendaraan bermuatan berat.

Sialnya, lalu-lintas di jalur menuju Bali tersebut banyak dilewati truk-truk besar dan panjang. Saya tidak punya pilihan, harus melewati pinggir jalan yang bergelombang itu meksipun sangat tidak nyaman.

Jika saya mengambil jalur agak ke tengah yang relatif lebih rata, berisiko dihantam truk dan kendaraan besar lainn. Saya tidak punya pilihan lagi, memilih tidak nyaman tapi tetap aman.

Tidak lama kemudian, saya sampai di monumen 1000 kilometer Panarukan pada pukul 10.25 WIB. Saya sudah meninggalkan hotel kecil di dekat SPBU Utama Raya sejauh 40,77 kilometer.

Ngilu pada pergelangan kaki kiri dan nyeri di telapak tangan terkadang masih muncul, tapi tidak parah. Nyeri di paha kiri juga sudah jauh berkurang. Meskipun demikian saya belum berani ngebut, kecepatan rata-rata hanya 17 kilometer per jam.

Beberapa kilometer sebelum masuk Kota Situbondo, saya mendengar suara berdecit di sadel. Setelah saya periksa, ternyata mur yang longgar tadi hilang. Saya berencana untuk mencari mur serupa di Kota Situbondo.

Sekitar pukul 11.00 WIB saya masuk Kota Situbondo. Saya segera mencari bengkel untuk membeli mur sadel. Di pinggir jalan utama kota tersebut ada beberapa bengkel sepeda motor. Saya memilih satu di antaranya.

Dalam waktu tidak sampai 15 menit mur sadel sudah terpasang dengan kuat, meskipun dengan bentuk yang tidak sama. Saya lanjutkan perjalanan menuju Asembagus, setelah membuat beberapa foto landmark Kota Situbondo.

Sesampai di Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, pada pukul 11.55 WIB, saya makan siang dengan menu spesial, gule kepala ikan kakap. Ternyata harga makanan itu lumayan mahal. Ya sudahlah, sekalian untuk merayakan kembalinya kegembiraan dalam bersepeda.

Hari masih siang ketika saya sampai di Asembagus. Saya lihat jarum jam di arloji menunjukkan pukul 12.45 WIB.

Meskipun demikian, saya tak hendak meneruskan perjalanan, karena masih harus menghadapi tanjakan di Hutan Baluran.

Saya harus berhemat tenaga dan tidak memaksakan diri untuk mengantisipasi munculnya nyeri dan ngilu di tubuh. Saya harus bersepeda dengan gembira.

Perjalanan hari kedua, tanggal 11 November 2022, berakhir di Asembagus. Hari itu saya hanya menyelesaikan 76,57 kilometer saja. [T]

Penulis: Made Wirya
Editor: Jaswanto

  • BACA CERITA SEBELUMNYA:
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [2]—Celaka! Baru 100 Kilometer Tapi Sekujur Tubuh Sudah Ngilu
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [1] — Memulai Perjalanan 1000 Kilometer dari Gresik
Minggu Pagi, Sepeda dan Raungan Motor Trail
Bengkel Maksum

Tags: goweskomunitas sepedaLabuan Bajosepeda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [28]: Perpustakaan yang Menyeramkan

Next Post

“Masiat Paturu Bali”, Ketika Saudara Menjadi Lawan

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
“Masiat Paturu Bali”, Ketika Saudara Menjadi Lawan

“Masiat Paturu Bali”, Ketika Saudara Menjadi Lawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co