23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [4]–Kegembiraan Datang Nyeri pun Hilang

Made Wirya by Made Wirya
August 14, 2025
in Tualang
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [4]–Kegembiraan Datang Nyeri pun Hilang

Di gerbang Situbondo | Foto: Dok. Wirya

SAYA masuk kamar hotel melati yang lokasinya tidak jauh dari SPBU Utama Raya itu dengan tubuh lunglai. Pada Juni 2021 saya juga menginap di hotel murah tersebut, ketika saya bersepeda menuju ke Mataram.

Setelah mandi, saya keluar kamar untuk makan malam. Letak warungnya persis di sebelah hotel. Saya hanya berjalan beberapa langkah saja.

Kondisi raga saya berbeda jauh dengan ketika bersepeda ke Mataram pada Juni 2021 lalu. Dari Gresik hingga hotel tersebut, praktis saya tidak mengalami nyeri dan ngilu sama sekali. Saya sangat menikmati setiap kayuhan.

Tapi kali ini saya merasa tersiksa. Saya bersepeda tanpa kegembiraan. Bagaimana mungkin saya bisa meneruskan hingga Labuan Bajo. Baru mencapai jarak kurang dari 170 kilometer saja saya sudah hampir KO.

Ketika sudah kembali ke kamar, tubuh saya balur dengan minyak oles. Minyak tersebut direkomendasikan oleh kawan yang membantu penyembuhan lutut kiri saya yang cedera.

Awalnya, tubuh saya terasa hangat. Sejenak kemudian, karena hembusan angin dari fan kamar, saya kedinginan hingga menggigil. Saya segera mengambil jaket dan memeluk guling agar hangat. Rasa dingin itu berangsur hilang. Nyeri dan ngilu di beberapa bagian tubuh agak berkurang.

Sekira pukul 21.00 WIB saya mulai mengatupkan mata. Tapi rasa kantuk tidak kunjung datang. Beberapa jam kemudian baru saya bisa tidur, tapi tidak nyenyak. Beberapa kali saya terjaga.

Saya bangun sekitar pukul 05.30 WIB, dengan tubuh yang masih lemas. Praktis saya hanya tidur tidak lebih dari 3 jam. Karena badan kurang fit, saya putuskan hari itu istirahat dulu. Saya segera menuju ke resepsionis untuk minta perpanjangan sehari lagi.

“Bayarnya nanti siang saja, menunggu staf yang masuk pagi. Karena setelah ini kami pergantian shift,” kata resepsionis.

Saya kembali ke kamar. Mencoba untuk tidur lagi. Sambil rebahan, saya kembali membalur tubuh dengan minyak oles.

Hotel dekat SPBU | Foto: Dok. Wirya

Perjalanan saya ke Mataram pada Juni 2021, melalui rute dengan pitstop yang sama. Tapi saat itu saya bisa tidur dengan nyenyak, sehingga tubuh fit saat bangun keesokan hari.

Saya mencoba untuk melepaskan kemelekatan pada target, beban dan kekhawatiran. Saya ingin mengembalikan esensi bersepeda: mendapatkan kegembiraan. Beberapa menit kemudian saya tertidur pulas.

Saya terbangun pukul 07.15 WIB dengan tubuh terasa bugar. Setelah mandi dan makan nasi goreng jatah hotel, saya kembali menemukan semangat baru. Maka saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Asembagus.

Semula saya menargetkan perjalanan dari Gresik ke Denpasar tuntas dalam 3 hari. Tapi rasanya tidak mungkin dengan kondisi tubuh saya saat itu. Tak apalah, jika memang harus 4 hari.

Ketika mengeluarkan sepeda dari dalam kamar, saya baru tahu jika baut sadel sisi kiri kendor. Karena posisi bautnya di dalam spiral dan tidak punya kunci, saya mencoba mengencangkan dengan telunjuk. Tapi hasilnya tidak maksimal.

Saya meninggalkan hotel pukul 07.35 WIB. Sepeda saya kayuh perlahan untuk menjaga agar ngilu di pergelangan kaki dan nyeri di telapak tangan dan paha kiri tidak kambuh lagi.

Hingga belasan kilometer, saya hampir tidak merasakan nyeri dan ngilu lagi. Bisa jadi karena saya kembali menemukan kegembiraan dan menikmati setiap kayuhan. Saya berharap agar tubuh saya benar-benar fit, minimal hingga sampai Denpasar. Sebab saya baru akan melakukan recovery di ibukota Provinsi Bali tersebut.

Sejak dari hotel hingga 8 kilometer kemudian, pinggiran jalan aspal banyak yang meliuk. Kerusakan aspal kemungkinan akibat dihajar kendaraan bermuatan berat.

Sialnya, lalu-lintas di jalur menuju Bali tersebut banyak dilewati truk-truk besar dan panjang. Saya tidak punya pilihan, harus melewati pinggir jalan yang bergelombang itu meksipun sangat tidak nyaman.

Jika saya mengambil jalur agak ke tengah yang relatif lebih rata, berisiko dihantam truk dan kendaraan besar lainn. Saya tidak punya pilihan lagi, memilih tidak nyaman tapi tetap aman.

Tidak lama kemudian, saya sampai di monumen 1000 kilometer Panarukan pada pukul 10.25 WIB. Saya sudah meninggalkan hotel kecil di dekat SPBU Utama Raya sejauh 40,77 kilometer.

Ngilu pada pergelangan kaki kiri dan nyeri di telapak tangan terkadang masih muncul, tapi tidak parah. Nyeri di paha kiri juga sudah jauh berkurang. Meskipun demikian saya belum berani ngebut, kecepatan rata-rata hanya 17 kilometer per jam.

Beberapa kilometer sebelum masuk Kota Situbondo, saya mendengar suara berdecit di sadel. Setelah saya periksa, ternyata mur yang longgar tadi hilang. Saya berencana untuk mencari mur serupa di Kota Situbondo.

Sekitar pukul 11.00 WIB saya masuk Kota Situbondo. Saya segera mencari bengkel untuk membeli mur sadel. Di pinggir jalan utama kota tersebut ada beberapa bengkel sepeda motor. Saya memilih satu di antaranya.

Dalam waktu tidak sampai 15 menit mur sadel sudah terpasang dengan kuat, meskipun dengan bentuk yang tidak sama. Saya lanjutkan perjalanan menuju Asembagus, setelah membuat beberapa foto landmark Kota Situbondo.

Sesampai di Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, pada pukul 11.55 WIB, saya makan siang dengan menu spesial, gule kepala ikan kakap. Ternyata harga makanan itu lumayan mahal. Ya sudahlah, sekalian untuk merayakan kembalinya kegembiraan dalam bersepeda.

Hari masih siang ketika saya sampai di Asembagus. Saya lihat jarum jam di arloji menunjukkan pukul 12.45 WIB.

Meskipun demikian, saya tak hendak meneruskan perjalanan, karena masih harus menghadapi tanjakan di Hutan Baluran.

Saya harus berhemat tenaga dan tidak memaksakan diri untuk mengantisipasi munculnya nyeri dan ngilu di tubuh. Saya harus bersepeda dengan gembira.

Perjalanan hari kedua, tanggal 11 November 2022, berakhir di Asembagus. Hari itu saya hanya menyelesaikan 76,57 kilometer saja. [T]

Penulis: Made Wirya
Editor: Jaswanto

  • BACA CERITA SEBELUMNYA:
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [2]—Celaka! Baru 100 Kilometer Tapi Sekujur Tubuh Sudah Ngilu
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [1] — Memulai Perjalanan 1000 Kilometer dari Gresik
Minggu Pagi, Sepeda dan Raungan Motor Trail
Bengkel Maksum

Tags: goweskomunitas sepedaLabuan Bajosepeda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [28]: Perpustakaan yang Menyeramkan

Next Post

“Masiat Paturu Bali”, Ketika Saudara Menjadi Lawan

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
“Masiat Paturu Bali”, Ketika Saudara Menjadi Lawan

“Masiat Paturu Bali”, Ketika Saudara Menjadi Lawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co