3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [4]–Kegembiraan Datang Nyeri pun Hilang

Made Wirya by Made Wirya
August 14, 2025
in Tualang
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [4]–Kegembiraan Datang Nyeri pun Hilang

Di gerbang Situbondo | Foto: Dok. Wirya

SAYA masuk kamar hotel melati yang lokasinya tidak jauh dari SPBU Utama Raya itu dengan tubuh lunglai. Pada Juni 2021 saya juga menginap di hotel murah tersebut, ketika saya bersepeda menuju ke Mataram.

Setelah mandi, saya keluar kamar untuk makan malam. Letak warungnya persis di sebelah hotel. Saya hanya berjalan beberapa langkah saja.

Kondisi raga saya berbeda jauh dengan ketika bersepeda ke Mataram pada Juni 2021 lalu. Dari Gresik hingga hotel tersebut, praktis saya tidak mengalami nyeri dan ngilu sama sekali. Saya sangat menikmati setiap kayuhan.

Tapi kali ini saya merasa tersiksa. Saya bersepeda tanpa kegembiraan. Bagaimana mungkin saya bisa meneruskan hingga Labuan Bajo. Baru mencapai jarak kurang dari 170 kilometer saja saya sudah hampir KO.

Ketika sudah kembali ke kamar, tubuh saya balur dengan minyak oles. Minyak tersebut direkomendasikan oleh kawan yang membantu penyembuhan lutut kiri saya yang cedera.

Awalnya, tubuh saya terasa hangat. Sejenak kemudian, karena hembusan angin dari fan kamar, saya kedinginan hingga menggigil. Saya segera mengambil jaket dan memeluk guling agar hangat. Rasa dingin itu berangsur hilang. Nyeri dan ngilu di beberapa bagian tubuh agak berkurang.

Sekira pukul 21.00 WIB saya mulai mengatupkan mata. Tapi rasa kantuk tidak kunjung datang. Beberapa jam kemudian baru saya bisa tidur, tapi tidak nyenyak. Beberapa kali saya terjaga.

Saya bangun sekitar pukul 05.30 WIB, dengan tubuh yang masih lemas. Praktis saya hanya tidur tidak lebih dari 3 jam. Karena badan kurang fit, saya putuskan hari itu istirahat dulu. Saya segera menuju ke resepsionis untuk minta perpanjangan sehari lagi.

“Bayarnya nanti siang saja, menunggu staf yang masuk pagi. Karena setelah ini kami pergantian shift,” kata resepsionis.

Saya kembali ke kamar. Mencoba untuk tidur lagi. Sambil rebahan, saya kembali membalur tubuh dengan minyak oles.

Hotel dekat SPBU | Foto: Dok. Wirya

Perjalanan saya ke Mataram pada Juni 2021, melalui rute dengan pitstop yang sama. Tapi saat itu saya bisa tidur dengan nyenyak, sehingga tubuh fit saat bangun keesokan hari.

Saya mencoba untuk melepaskan kemelekatan pada target, beban dan kekhawatiran. Saya ingin mengembalikan esensi bersepeda: mendapatkan kegembiraan. Beberapa menit kemudian saya tertidur pulas.

Saya terbangun pukul 07.15 WIB dengan tubuh terasa bugar. Setelah mandi dan makan nasi goreng jatah hotel, saya kembali menemukan semangat baru. Maka saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Asembagus.

Semula saya menargetkan perjalanan dari Gresik ke Denpasar tuntas dalam 3 hari. Tapi rasanya tidak mungkin dengan kondisi tubuh saya saat itu. Tak apalah, jika memang harus 4 hari.

Ketika mengeluarkan sepeda dari dalam kamar, saya baru tahu jika baut sadel sisi kiri kendor. Karena posisi bautnya di dalam spiral dan tidak punya kunci, saya mencoba mengencangkan dengan telunjuk. Tapi hasilnya tidak maksimal.

Saya meninggalkan hotel pukul 07.35 WIB. Sepeda saya kayuh perlahan untuk menjaga agar ngilu di pergelangan kaki dan nyeri di telapak tangan dan paha kiri tidak kambuh lagi.

Hingga belasan kilometer, saya hampir tidak merasakan nyeri dan ngilu lagi. Bisa jadi karena saya kembali menemukan kegembiraan dan menikmati setiap kayuhan. Saya berharap agar tubuh saya benar-benar fit, minimal hingga sampai Denpasar. Sebab saya baru akan melakukan recovery di ibukota Provinsi Bali tersebut.

Sejak dari hotel hingga 8 kilometer kemudian, pinggiran jalan aspal banyak yang meliuk. Kerusakan aspal kemungkinan akibat dihajar kendaraan bermuatan berat.

Sialnya, lalu-lintas di jalur menuju Bali tersebut banyak dilewati truk-truk besar dan panjang. Saya tidak punya pilihan, harus melewati pinggir jalan yang bergelombang itu meksipun sangat tidak nyaman.

Jika saya mengambil jalur agak ke tengah yang relatif lebih rata, berisiko dihantam truk dan kendaraan besar lainn. Saya tidak punya pilihan lagi, memilih tidak nyaman tapi tetap aman.

Tidak lama kemudian, saya sampai di monumen 1000 kilometer Panarukan pada pukul 10.25 WIB. Saya sudah meninggalkan hotel kecil di dekat SPBU Utama Raya sejauh 40,77 kilometer.

Ngilu pada pergelangan kaki kiri dan nyeri di telapak tangan terkadang masih muncul, tapi tidak parah. Nyeri di paha kiri juga sudah jauh berkurang. Meskipun demikian saya belum berani ngebut, kecepatan rata-rata hanya 17 kilometer per jam.

Beberapa kilometer sebelum masuk Kota Situbondo, saya mendengar suara berdecit di sadel. Setelah saya periksa, ternyata mur yang longgar tadi hilang. Saya berencana untuk mencari mur serupa di Kota Situbondo.

Sekitar pukul 11.00 WIB saya masuk Kota Situbondo. Saya segera mencari bengkel untuk membeli mur sadel. Di pinggir jalan utama kota tersebut ada beberapa bengkel sepeda motor. Saya memilih satu di antaranya.

Dalam waktu tidak sampai 15 menit mur sadel sudah terpasang dengan kuat, meskipun dengan bentuk yang tidak sama. Saya lanjutkan perjalanan menuju Asembagus, setelah membuat beberapa foto landmark Kota Situbondo.

Sesampai di Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, pada pukul 11.55 WIB, saya makan siang dengan menu spesial, gule kepala ikan kakap. Ternyata harga makanan itu lumayan mahal. Ya sudahlah, sekalian untuk merayakan kembalinya kegembiraan dalam bersepeda.

Hari masih siang ketika saya sampai di Asembagus. Saya lihat jarum jam di arloji menunjukkan pukul 12.45 WIB.

Meskipun demikian, saya tak hendak meneruskan perjalanan, karena masih harus menghadapi tanjakan di Hutan Baluran.

Saya harus berhemat tenaga dan tidak memaksakan diri untuk mengantisipasi munculnya nyeri dan ngilu di tubuh. Saya harus bersepeda dengan gembira.

Perjalanan hari kedua, tanggal 11 November 2022, berakhir di Asembagus. Hari itu saya hanya menyelesaikan 76,57 kilometer saja. [T]

Penulis: Made Wirya
Editor: Jaswanto

  • BACA CERITA SEBELUMNYA:
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [2]—Celaka! Baru 100 Kilometer Tapi Sekujur Tubuh Sudah Ngilu
Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [1] — Memulai Perjalanan 1000 Kilometer dari Gresik
Minggu Pagi, Sepeda dan Raungan Motor Trail
Bengkel Maksum

Tags: goweskomunitas sepedaLabuan Bajosepeda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [28]: Perpustakaan yang Menyeramkan

Next Post

“Masiat Paturu Bali”, Ketika Saudara Menjadi Lawan

Made Wirya

Made Wirya

Lahir dan besar di Surabaya. Penulis dan filmmaker. Suka bertualang

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails
Next Post
“Masiat Paturu Bali”, Ketika Saudara Menjadi Lawan

“Masiat Paturu Bali”, Ketika Saudara Menjadi Lawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co