22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

HERBALOVA, Mendokumentasikan Tanaman Obat Tradisional di Desa Guwang-Sukawati dengan Metoda Scanografi

Komang Adiartha by Komang Adiartha
August 3, 2025
in Pameran
HERBALOVA, Mendokumentasikan Tanaman Obat Tradisional di Desa Guwang-Sukawati dengan Metoda Scanografi

HERBALOVA, Mendokumentasikan Tanaman Obat Tradisional di Desa Guwang-Sukawati dengan Metoda Scanografi

INI adalah program “Mendokumentasikan Tanaman Obat Tradisional di Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, dengan Metoda Scanografi” yang dipresentasikan dalam pameran karya. Pameran ini, dibalut dengan judul Herbalova.

Herbalova adalah menumbuhkan rasa cinta terhadap tanaman herbal. Tanaman obat atau obat herbal adalah tumbuhan yang memiliki khasiat atau manfaat untuk kesehatan dan pengobatan. Bagian dari tanaman seperti daun, akar, bunga, atau biji, dapat digunakan untuk meredakan penyakit atau meningkatkan kesehatan.

Tanaman obat merupakan salah satu dari tradisi rempah di Nusantara, Bali pada khususnya. Rempah sebagai ilmu pengobatan atau usada termuat dalam sejumlah lontar diantaranya Usada Ila, Usada Rare dan lainnya. Sedangkan salah satu lontar yang khusus membahas tentang tumbuhan sebagai tanaman obat, adalah Usada Taru Pramana.

Menelusuri jejak rempah di Bali tidak hanya menyoalkan tentang perdagangan, tetapi tentang warisan budaya yang masih kita temukan dalam wujudnya berupa pengobatan, kecantikan, kuliner dan lainnya, yang termuat dalam naskah-naskah lontar di Bali. Seperti halnya dengan naskah-naskah lontar yang membicarakan tentang rempah yang tersimpan di Kirtya Liefrinck Van der Tuuk atau kini disebut dengan Gedong Kirtya. Naskah-naskah lontar tersebut, di antaranya Usada Taru Pramana, Usada Buda Kecapi, Rukmini Tattwa, Dharma Caruban, dan lain sebagainya.

Usaha untuk menelusuri rempah di Bali yang termuat dalam naskah-naskah lontar, senantiasa menarik sebagai suatu warisan budaya yang adiluhung. Melalui khazanah naskah lontar, menjadi langkah awal untuk menjelajahi pemanfaatan rempah dalam tradisi masyarakat Bali.

Guna Yasa dalam tulisannya yang berjudul “Jelajah Pemanfaatan Rempah dalam Naskah Lontar”, yang dipublikasikan dalam media Tatkala.co menuliskan bahwa : Pembahasan rempah, menitik beratkan pada usaha membumikan dunia literasi khususnya rempah dalam berbagai dunia industri. Dalam pembahasannya, rempah sebagai ilmu pengobatan atau usada termuat dalam sejumlah lontar diantaranya Usada Ila, Usada Rare dan lainnya. Selain itu, lebih lanjut dijelaskan pula tentang pemanfaatan rempah dalam perspektif ganda (bau) yaitu rempah yang digunakan sebagai parfum untuk guna-guna. Hal tersebut termuat dalam Geguritan Megantaka.

Resep Rumahan

Program “Mendokumentasikan Tanaman Obat Tradisional di Desa Guwang dengan Metoda Scanografi” lahir dari ide untuk menggali kembali dan menambah pengetahuan anak-anak tentang potensi dan kegunaan tanaman yang ada di lingkungan sekitar. Program ini disupport oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV, Wilayah Kerja Bali dan Nusa Tenggara Barat. Program ini juga dirancang untuk mendekatkan komunikasi antar generasi, komunikasi anak dan orang tua atau pun kakek dan neneknya. Anak-anakpun secara tidak langsung akan belajar tentang interaksi sosial, ketika mereka meminta tanaman pada teman, tetangga, ataupun tanaman di sawah-sawah yang dilewati saat susur sawah.

Metoda yang digunakan dalam pendokumentasian ini adalah dengan teknik scanogarfi. Apa itu Scanografi? Scanografi / dokumentasi scanografi adalah proses merekam gambar digital dari objek datar menggunakan pemindai (scanner) datar, dengan tujuan menciptakan karya seni yang dapat dicetak. Istilah ini juga dikenal sebagai fotografi pemindai.

Program Pendokumentasian Tanaman Obat Tradisional, yang dilanjutkan dengan pameran ini, dilaksanakan dengan dua tahapan yaitu workshop dan  pameran. Untuk workshop, pada hari pertama, anak-anak dikumpulkan di halaman Kulidan Space, kemudian mereka dijelaskan tentang tujuan program yaitu untuk mengumpulkan tanaman obat tradisional yang ditemui selama perjalanan susur sawah di Subak Kulidan. Acara susur sawah ditemani oleh I Komang Adiartha dan Bapak Landep, seorang petani dan penduduk lokal yang memiliki pengetahuan tentang tanaman herbal di Subak Kulidan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Bali.

Menurut penuturan Bapak Landep, dia mengetahui jenis-jenis tanaman itu, dari mendengarkan cerita-cerita dari ayahnya dan juga dari penduduk desa. Banyak tanaman yang sebelumnya dia tau namanya, tetapi tidak tau wujudnya. Untuk mengetahui tanaman yang dimaksud,

Pak Landep sering menanyakan dan minta untuk ditunjukan tanaman tersebut dari warga yang berusia lebih tua. Menurut cerita Pak Landep keluarganya pernah membuat sayur yang tidak sengaja terdapat tanaman sejenis perdu yang membuat lancar buang air besar, kemudian dia tau nama tanaman tersebut adalah “tanaman perdu urus-urus” atau lebih dikenal tanaman “kate mas atau daun suduk mentul”.

Perjalanan susur sawah di Subak Kulidan, Guwang, sambil memperkenalkan tanaman obat yang ditemui | Foto: Dok. Kulidan Space

Pemaparan teknik dan metoda scanografi dalam pendokumentasian objek | Foto: Dok. Kulidan Space

Setelah selesai susur sawah dan menemukan beberapa tanaman herbal, workshop dilanjutkan dengan pemaparan teknik dan metoda scanografi dalam pendokumentasian objek. Program dilanjutkan dengan melakukan scan terhadap tanaman yang ditemukan selama perjalanan susur sawah. Mengingat pendokumentasian tanaman ini dikaitkan dengan seni rupa, anak-anak diajak “bermain-main” dengan mengkomposisikan tanaman tersebut dengan mainan yang dibawa oleh anak-anak peserta program.

Pada hari berikutnya, anak-anak membawa tanaman obat tradisional yang ada di rumahnya atau yang ada di pekarangan tetangganya. Kegiatan ini, dimaksudkan untuk menghidupkan kembali ingatan akan tanaman yang pernah dipakai oleh orang tuanya atau kakek neneknya saat mereka sakit atau sekedar pencegahan. Salah satu anak mendapat cerita, ketika neneknya membuat loloh kayu manis, saat neneknya sedang batuk atau tidak enak badan. Kegiatan ini juga menghidupkan kembali komunikasi yang intim antara anak dan keluarganya.

Anak-anak langsung diajak menscan tanaman yang dibawa dan dipadukan dengan tanaman yang dibawa teman-temannya, untuk dikomposisikan menjadi sebuah karya visual. Selain tanaman yang dibawa, anak-anak juga bebas mencari tanaman yang ada di sekitar kebun Kulidan. Dalam proses produksi scan tanaman, anak-anak didampingi oleh mentor Vifick Bolang, seorang fotografer professional yang mulai tertarik dengan teknik scanografi saat dia mengikuti residensi di Yogyakarta beberapa tahun silam.

Lautan, karya Dhira | Foto: Dok. Kulidan Space

Kelinci di Sawah, karya Etan | Foto: Kulidan Space

Tanaman obat tradisional yang kami dokumentasikan adalah tanaman yang dibawa anak-anak peserta workshop, cerita para petani dan tetua yang kami tanyakan di desa. Untuk memperkuat pengetahuan, kami mencari referensi dari tulisan jurnal ilmiah SANJIWANI: Jurnal Filsafat Vol. 12 No. 1, Maret 2021. Dengan membaca jurnal tersebut, kami menemukan bahwa salah satu lontar yang membahas tentang tanaman obat adalah lontar taru pramana.

Lontar Taru Pramana adalah naskah kuno Bali yang berisi pengetahuan tentang pengobatan tradisional menggunakan tumbuhan obat. Naskah ini memuat informasi tentang 168 jenis tumbuhan yang bisa digunakan sebagai obat, lengkap dengan cara pengolahannya. “Taru” berarti pohon atau tumbuhan, dan “Pramana” berarti kekuatan atau khasiat, sehingga Taru Pramana secara harfiah berarti tumbuhan yang memiliki khasiat obat.

Lontar Taru Pramana, menjelaskan berbagai cara pengolahan tumbuhan obat, seperti:

  • Loloh/Jamu: Cairan pekat yang diminum.
  • Sembar/Simhuh: Ramuan yang dikunyah lalu diludahkan pada bagian yang sakit.
  • Boreh/Lulur: Ramuan yang dihaluskan dan dibalurkan pada bagian yang sakit.
  • Tutuh: Ramuan yang diperas atau digiling, lalu diteteskan atau dihirup.
  • Tempel: Ramuan yang ditempelkan pada bagian yang sakit.
  • Ses: Ramuan yang dikompreskan pada bagian yang sakit.

Temuan:

Dari program ini kami menemukan sekitar 50-an jenis tanaman obat yang ada di Desa Guwang, Sukawati, Kabupaten Gianyar. Tentu temuan awal ini baru berupa dokumentasi tanamannya, tentang manfaatnya kami dapatkan dari studi literatur, baik literatur online ataupun jurnal ilmiah. Untuk pemanfaatan menjadikannya resep dan praktek pengobatan, tentu akan memerlukan pendalaman lebih lanjut. 

Cari Makan di Hutan, karya Galang | Foto: Dok. Kulidan Space

Keledai naik daun, karya Rama | Foto: Kulidan Space

Labubu lagi, karya Ni Pula Dila Karuna | Foto: Kulidan Space

Simpulan:

Melalui “Pameran Herbalova”, pengetahuan yang semula bersifat lisan dan tersebar mulai terdokumentasi dan divisualisasikan dengan pendekatan kreatif. Lebih dari sekadar program pameran, kegiatan ini menumbuhkan kembali relasi anak-anak dengan tanah, tradisi dan komunitasnya, serta mengangkat nilai-nilai lokal dalam bahasa visual yang baru.

“Herbalova” bukan hanya pameran seni dan dokumentasi, tetapi juga ruang pertemuan antara generasi, tradisi dan teknologi. Melalui keterlibatan anak-anak dan penggunaan media scanografi, tanaman herbal yang dahulu hadir dalam diam kini bersuara melalui visual dan cerita. Program ini merupakan langkah kecil untuk merawat warisan besar “pengetahuan lokal yang hidup di Palemahan Desa”. [T]

Penulis: I Komang Adiartha, Koordinator Program Dokumentasi Tanaman Obat Tradisional di Desa Guwang melalui Scanografi.
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Jelajah Pemanfaatan Rempah dalam Naskah Lontar
Diskusi dan Pameran Seni dalam Peluncuran Fasilitas Black Soldier Fly di Kulidan Kitchen and Space
Melawan Setan Bermata Runcing — Satu Kenangan dari Kulidan
Komodifikasi Ornamen, Serangkaian Representasi Ulang | Pengantar Pameran Seni Rupa di Kulidan
Tags: Kulidan KitchenSeni Rupasukawatitanaman obat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Soft Travel”: Berwisata Lebih Personal dan Berkualitas

Next Post

Bali Bukan untuk Dijual: Seruan Kesadaran untuk Generasi Muda di Tengah Invasi Harapan Semu

Komang Adiartha

Komang Adiartha

Pengelola Kulidan Kitchen & Space

Related Posts

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
0
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

Read moreDetails

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

by tatkala
October 14, 2026
0
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

Read moreDetails

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
0
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

Read moreDetails

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
0
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

Read moreDetails

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
0
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

Read moreDetails

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails
Next Post
Bali Bukan untuk Dijual: Seruan Kesadaran untuk Generasi Muda di Tengah Invasi Harapan Semu

Bali Bukan untuk Dijual: Seruan Kesadaran untuk Generasi Muda di Tengah Invasi Harapan Semu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co