17 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komodifikasi Ornamen, Serangkaian Representasi Ulang | Pengantar Pameran Seni Rupa di Kulidan

Komang Adiartha by Komang Adiartha
May 26, 2023
in Ulas Rupa
Komodifikasi Ornamen, Serangkaian Representasi Ulang | Pengantar Pameran Seni Rupa di Kulidan

“Komodifikasi Ornamen”, di Kulidan Kitchen & Space, 21 Mei hingga 2 Juni 2023 | Foto: Ucok (Photografer Asik).

STREET ART, adalah seni visual yang dibuat di lokasi publik untuk visibilitas publik. Street art, sering dikaitkan dengan istilah “seni independen”, “pasca-grafiti”, “neo-grafiti”.

Mengamati dari lokasi street art dipresentasikan pada ruang-ruang publik, kita dapat mengamati street art dalam 3 bentuk, mural, grafiti dan taging.

Saat ini, kita melihat seni mural begitu digemari, dirayakan, terutama oleh anak-anak muda. Mural sebagai salah satu bagian dari street art, bermunculan menghiyasi jalanan kota, masuk ke dinding café atau restoran, juga dinding dari dinding kampus sampai sekolah taman kanak-kanak.

Karya-karya street art yang pada mulanya dipresentasikan di jalanan atau ruang publik, sebagai simbol dari perlawanan terhadap elitisme seni dan galeri, secara perlahan mulai mencair. baik dari segi teknik, tema, maupun tujuan.

Popuraitas street art yang semakin meningkat, berdampak pula pada perluasan ruang apresiasi. Para pegiat street art, saat ini, tidak hanya berkarya di jalanan atau ruang publik, tetapi telah merambah ke ruang-ruang semi publik dan ruang privat.

Nah, pameran yang bertajuk “Komodifikasi Ornamen”, di Kulidan Kitchen & Space, 21 Mei hingga 2 Juni 2023, berkolaborasi dengan pegiat street art, dengan merepresentasi ulang dari ukiran-ukiran ornament yang ada pada bangunan candi bentar, bale kulkul, dinding pura (tembok penyengker). Ukiran ornamen-ornamen yang ada, dipakai sebagai referensi imajinasi dalam penciptaan karya.

Secara garis besar ornamen dapat di bagi menjadi tiga.

Pertama : Pepatran yaitu bentuk ornamen yang terinspirasi atau stilasi dari bentuk flora (tumbuhan). Contoh bentuk ornamen, yang mengambil stilasi tumbuhan adalah bentuk ornamen Patra Cina, Patra Punggel, Patra Wayah, Patra Welanda, dan lain-lain.

Kedua, Ornamen dengan bentuk kekarangan, ini biasanya merupakan bentuk ornamen yang mengambil bentuk-bentuk muka suatu binatang. Sebagai contoh adalah: Karang Guak/Karang Paksi, merupakan ornamen yang mengambil bentuk kepala burung. Atau Karang Gajah, yang mengambil stilasi bentuk muka Gajah, karang Boma, dan lain-lain.

Sedangkan bentuk ornamen ketiga adalah keketusan. Keketusan adalah bentuk ornamen yang bersifat perulangan dan mengambil bentuk-bentuk atau motif geometrik, seperti Patra Mesir, Tali Air, Batun Timun (bentuk mas-masan) dan lain-lain.

“Komodifikasi Ornamen”, di Kulidan Kitchen & Space, 21 Mei hingga 2 Juni 2023 | Foto: Ucok (Photografer Asik)

Pameran ini, berupaya untuk melangkah lebih jauh dari ranah konservasi  menuju pengembangan, dengan melakukan eksplorasi terhadap bentuk, motif, warna, ataupun material yang baru. Tujuan dari upaya ini adalah agarornamen, dapat dinikmati oleh generasi kekinian dan ornamen dapat tetap lestari dan up to date.

Desa Adat dan Ornamen

Keberadaan desa adat di Bali sudah ada bahkan jauh sebelum Republik ini berdiri. Yang kita amati saat ini, Desa Adat merupakan salah satu bentuk pemerintahan tertinggi dan otonom. Desa adat memiliki struktur organisasi dengan pimpinan Bendesa Adat sebagai pemimpin tertinggi. Bendesa Adat, semacam presiden dalam sitem pemerintahan sekarang dan Saba Desa seperti MPR-nya desa adat.

Ketika kita menelisik desa adat, tentu aka ada krama/warga yang lebih sering disebut pawongan, wilayah atau palemahan dan parahyangan (sistem kepercayaan dan bangunan (arsitektur) Candi atau Pura).

Di setiap desa adat paling sedikit ada 3 Pura, Pura Desa tempat pemujaan Dewa Brahma, manefestasi tuhan sebagai pencipta, Pura Puseh, tempat pemujaan dewa Wisnu manefestasi Tuhan sebagai pemelihara dan Pura Dalem sebagai stana dewa Siwa, manefestasi Tuhan sebagai dewa pelebur.

Ketika kita mengamati Pura-Pura yang ada, khusnya tentang arsitekturnya, kita akan melihat banyak arsitektur yang memiliki ornamen yang khas, yang dapat juga dibaca dari tua atau mudanya, sebuah candi di buat salah satunya bisa diamati dari jenis dan bentuk ornamentasi yang menghiyasi bangunan sebuah Pura tersebut.

Proses Penelitian

Pameran yang bertajuk Komodifikasi Ornamen, merupakan kelanjutan dari proses penelitian awal yang dilakukan terhadap ornament Bali. Proses awal, dimulai dengan melakukan upaya pelestarian atau konservasi, melalui upaya dokumentasi dan workshop menggambar/mengukir ornamen, sesuai dengan bentuk aslinya, ataupun metoda pembuatan dan distribusi serta fungsinya dipertahankan seperti tradisi yang sudah ada sebelumnya.

Kemudian program pameran ini, ingin melangkah lebih jauh dengan melakukan pengembangan terhadap bentuk, motif, warna, ataupun material dengan sesuatu yang baru. Tujuan dari upaya ini adalah agar bagaimana ornament ini dapat tetap lestari. Digemari oleh anak-anak muda dan juga dapat diproduksi dan diapresiasi secara kekinian (kontemporer).

“Komodifikasi Ornamen”, di Kulidan Kitchen & Space, 21 Mei hingga 2 Juni 2023 | Foto: Ucok (Photografer Asik)

Pameran Komodifikasi Oameran ini, berupaya untuk melakukan proses pelestarian, produksi, konsumsi yang digali dari Ornamen. Upaya ini dilakukan dengan metode atau menterjemahkan makna Komodifikasi. komodifikasi sebagai sebuah metoda dimaknai sebagai, perubahan nilai dan fungsi dari suatu barang atau jasa menjadi komoditi (yang memikiki nilai ekonomi).

Karya Pansaka, yang Berjudul ornament. Dia mengkonstruksi ulang lagi dari ornamen yang ada di pura Dalem, Pura Dalem, Sebagai istana atau tempat pemujaan Dewa Siwa, tentu banyak ornament yang menggambil sosok tenggkorak. Bentuk tengkoraknya di konstruksi ulang lagi dengan membuat bentuk yang lebih lucu dan bersahabat.

Patra Welanda yang terukir memakai stilasi bungan mawar cina, direkonstruksi ulang lagi dengan membuat bunga-bunga stilasi baru. Yang membuat perpaduan gambar menjadi asik, karena disatukan dengan warna-warna pastel, warna-warna yang seolah mengantar kita kepadu padanan warna-warna di era pop art.

Karya SWOOF ONE, yang berjudul “Ready for the storm #” merupakan stilasi dari ornament-ornamen yang mengambil mahluk mitologi Naga. Dalam tradisi Hindu naga digambarkan ke dalam tiga manivestasi, Naga sebagai Ananta Boga dan Basuki, sebagai lambang kemakmuran dan Naga Tatsaka, sebagaai lambang, udara. Ke tiga unsur naga tersebut adalah simbolisasi dari Tanah, Air dan Udara.

EKA MARDIYS, judul karya DYNAMIC, ukuran  100cm x 100cm, media acrylic on canvas tahun 2023.  Gambar ini terinsfirasi dari ornamen macan, Eka Mardis menggali dari segi perkembngan kreatifititas, dimana imajinasi seorang seniman akan dapat mengintepretasi dari motif atau bentuk yang sudah ada.

Dalam bentuk ini, saya mengamati dia merekonstruksi ulang, dari segi bentuk macannya. Warna yang dipilih adalah warna-warna merah, Emas dan hitam. Warna-warna ini, kental dengan nuansa kegagahan dan keagungan warna tradisi Bali. Dengan penambahan kopi, sehingga menambah kesan warna menjadi sepia, antik dan klasik. Warna-warna ini, sebagai simbul kemapanan dan kemakmuran, juga menyiratkan peradaban tua.

The Burning Breathe of Memories, Acrylic on Kaping (Anyaman Rumput), 75×105 cm, 2023

Objek pada karya ini terkait dengan konteks pameran yaitu komodifikasi ornamen. Yang berbasis riset ornamen pura Dalem Guwang, Sukawati. Patung Garuda adalah ikon dari desa Guwang yang pada akhirnya di setiap hembus nafasnya menjalar memori-memori ornamen bagai saksi bisu di masyarakat, perubahan kondisi masyarakat agraris-industri pariwisata adalah beberapa periode jaman yang telah disaksikan pahatan bersejarah hasil karya warga Guwang. Hal tersebut menjadi dasar Ekasutha, membuat Garuda sebagai objek utama dalam karya ini.

Eksplorasi ini meliputi 3 hal, medium, teknik, dan issue. Yang mana secara medium karya ini memakai kaping (anyaman rumput kering) sebagai media dalam berkarya, secara teknik mengambil sigar warna kamasan sebagai teknik dalam berkarya, sedangkan issue yang dimuat adalah tentang kesejajaran hak seni kontemporer Indonesia dengan seni kontemporer dunia

The Glorious Wave, Acrylic on Kaping (Anyaman Rumput), 75 x 105 cm, 2023

Karya kedua, kepalanya gajah, dan gelas yang mana mengambarkan “wisdom” akan kejayaan tersebut. Gajah dalam mitologi adalah lambang dari kekuatan sekaligus kebijaksanaan itu sendiri yang mana ketika keduanya menyatu muncullah ide-ide kreatif yang senantiasa mengalir dan menjalar layaknya geluk liku ornamen yang mekar di setiap ujungnya

SLINAT. Ornamen Bali, Pepateraan dan Kekarangan banyak diadopsi dari alam seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang, itu berarti lingkungan saat tercipta ornamen itu masih sangat baik, sehingga menginspirasi. Ornamen sebagai media bersukur, media pengingat lingkungan, sebagai harapan supaya tumbuh-tumbuhanhan dan hewan-hewan tersebut tidak musnah. Ornamen sejatinya adalah media arsif dan koservasi.

Dalam karya ini saya menggambarkan “patra sebelum patra”, melihat patra bukan hanya sebagai ornamen tapi sebagai alam lingkungan. Ornamen yang tergambar atau terukir, merupakan representrasi  lingkungan saat ornament, diciptakan oleh si pencipta. Ada korelasi yang kuat antara alam lingkungan dan ornamen, ornamen bukanlah hanya penghias bangunan semata.

Dwymabim, judul karya Ornamiental, media acrylic on canvas, ukuran  100 x 80 cm, tahun  2023. Karya ini mengambil sosok perempuan perkasa. Dalam mitologi Hindu, Kekuatan dari para dewa-dewa ada pada dewinya. Dalam kontek kekinian, sejalan dengan emansifasi perempuan, kesetraan gender dan isu-isu feminism. Dalam ornament Bali, banyak menggambarkan mitologi tentang dewa dan dewi. Seperti Dewi Saraswati, Dewi Laksmi, Dewi Sri dan lain-lain. [T]

“Earth Visory” : Pengantar Pameran Seni Rupa Hari Bumi di Kulidan Kitchen and Space
“Komensal” di Kulidan: Refleksi Kekaryaan Seni Rupa Unckle Joy dan Siji
Tags: Kulidan KitchenornamenPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menulis Rasa, Merawat Bahasa | Catatan Puisi-puisi Siswa SMPN 2 Sawan

Next Post

Bukit Cintamani Mmal: Minoritas Wacana dan Stigmatisasi di Dalamnya

Komang Adiartha

Komang Adiartha

Pengelola Kulidan Kitchen & Space

Related Posts

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

by Agung Bawantara
March 23, 2026
0
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Di tengah hiruk-pikuk malam pengerupukan, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1948, ketika ogoh-ogoh diarak dalam gegap gempita, sosok...

Read moreDetails

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

by Agung Bawantara
March 17, 2026
0
Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Karya ogoh-ogoh berjudul “Tugu Mayang” dari ST. Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud, Gianyar, menguatkan sebuah kecenderungan estetika yang...

Read moreDetails

Gerabah dan Manusia yang Berubah

by Mas Ruscitadewi
March 7, 2026
0
Gerabah dan Manusia yang Berubah

Dalam pameran Bali Bhuwana Rupa oleh ISI Denpasar di ARMA Museum Ubud, yang bertajuk ' Adhi Jnana Astam (Mastery-Mind-Marvel), banyak...

Read moreDetails

SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

by Hartanto
February 24, 2026
0
SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

BENCANA banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat dan beberapa daerah di Indonesia – menurut saya, bukanlah sekedar bencana...

Read moreDetails

Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

by Agung Bawantara
February 22, 2026
0
Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

OGOH-OGOH Kalabendu karya Sekaa Teruna (ST) Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu, Kuta Selatan, menempatkan figur bhutakala bertangan enam sebagai pusat komposisi....

Read moreDetails
Next Post
Bukit Cintamani Mmal: Minoritas Wacana dan Stigmatisasi di Dalamnya

Bukit Cintamani Mmal: Minoritas Wacana dan Stigmatisasi di Dalamnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co