ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal Amplitherapy: kuartet asal Pulau Dewata ini kian gahar dan makin merdeka menyuarakan keresahannya akan kisruh sosial, politik dan lingkungan Bali di hari ini.
Bertabur 10 tembang dan diproduseri secara mandiri, Leak Tanah Bali kembali mempertegas arah genre Amplitherapy yang eklektik: campur sari antara punk, rap, metal, dan hardcore. Pun temanya masih setia pada kepekaan sosial dan kepedulian politik yang berimplikasi nyata pada aktivasi pergerakan—berdendang melawan hingga bahkan turun ke jalan.
Dari semua dasa gita, ada tiga komposisi yang pantas disodorkan sebagai pembuka jalan. Pertama adalah lagu “Jagal Pulau Surga” yang menyorot cuci otak generasi pasca 1965. Sedemikian rupa pembunuhan massal puluhan ribu orang di Bali dianggap sepi, direduksi menjadi sekadar kontroversi mini. Sejarah dikaburkan, fakta dikebiri. Jangan-jangan negasi macam begini adalah fondasi semua kekacauan kolosal hari ini.
“Sabda Senjakala Berhala Dunia Ketiga” menggelorakan kembali konsep Segara Gunung, bahwa segala aspek di bumi ini sejatinya erat terkait. Jika di puncak rusak, maka di bawah—tanah daratan serta laut—juga sambung menyambung semaput.

Sementara single utamanya, “Leak Tanah Bali”, adalah kidung rap rock tentang carut marut lingkungan hidup di pertiwi Bali. Serbaneka konflik tanah, kejinya pemerkosaan alam, justifikasi-glorifikasi berlebih pada pariwisata yang berujung mega bencana. Villa tumbuh di atas bara / Sawah dibeton, sejuk pun ditukar dengan sengsara…
Pun abum yang direkam di tiga studio berbeda ini—DQ, Gung Sincan, dan Rokin Record—melibatkan beberapa sosok kampiun di bidangnya. Sebut saja Duke yang mengisi saksofon di “Sabda Senjakala”. Pula Wira 8Blessed dan Mancapara (Goldvoice) berkontribusi merapal mantra hiphop serta DJ Gitrawan mengisi breakdown di “Leak Tanah Bali”.
“Album ini adalah refleksi dari apa yang kami rasakan selama empat tahun terakhir. Ini adalah luapan jujur pelik persoalan dan sekaligus refleksi, kami berharap pendengar bisa menemukan soundtrack mereka di dalamnya.”

Daftar Lagu dalam Album (((Leak Tanah Bali)))
- (((Begal Konstitusi)))
- (((Giga Jiwa Mahardika)))
- (((Bakti Sujati)))
- (((Yuddha Nawasena)))
- (((Sabda Senjakala Berhala Dunia Ketiga)))
- (((Sajak Cinta Pembebasan Teruntuk Pertiwi)))
- (((Kandapat)))
- (((Leak Tanah Bali)))
- (((Jagal Pulau Surga)))
- (((12 bar Arak Attack)))
Album (((Leak Tanah Bali))) sudah tersedia di seluruh platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music.
Tentang band AMPLITHERAPY
Sekitar tahun 2015an kami pernah tergabung dalam sebuah kolaborasi music untuk sebuah pembukaan pameran seni rupa di bentara Budaya Bali, saat itu sudah tercetus nama AMPLITERAPHY, namun dengan kesibukan masing-masing kami hanya berkomunikasi saat ketemu di venue sebuah gig kolektipan atau sekedar ngobrol dan nongkrong.

Diawal pandemi 2021 disaat pembatasan semua kegiatan sedang ketat sekali, kami sempat melakukan video call untuk sekedar berbagi kabar, melepas kangen ingin jamming Bersama dan berbagi cerita masa pandemi. Semua dari kami sebelumnya sudah tergabung dalam band masing-masing atau terlibat pada sebuah project musik, sampai akhirnya kami memutuskan membentuk band baru dengan semangat baru, sempat membahas masalah genre dan tema-tema lagu yang nantinya akan diangkat dalam karya-karya, sampai akhirnya pilihan raprock mejadi frame utama dengan tetap menyisipkan unsur metal, hardcore, rock, blues.
Setelah mengalami berbagai tantangan dalam bermusik, sebelumnya band ini bernama The B.C.A.P (Bali Conspiracy art project), untuk menjaga semangat berkarya, seiring berjalannya waktu dengan beberapa kali pergantian personel, akhirnya kami mencari hari-hari baik dan memutuskan untuk mengganti nama menjadi AMPLITHERAPY, menggunakan nama yang tercetus dalam kolaborasi kami pertama di tahun 2015.
Kami adalah 4 unit sahabat yang memilih musik sebagai saluran kreativitas seni dan media untuk menyampaikan apa yang ada di kepala kami.
Genre musik dasar yang kami usung adalah musik Rock, Hardcore, Metal dan rap, dengan 3 instrumen musik utama: drum, bass, gitar, dan vokal. Personelnya terdiri dari Made bayak yang memainkan gitar dan efek, Tebho pada serangkaian bass line yang akan selalu bekerja sama dengan Dartox untuk menghasilkan groove, ketukan drum, dan tempo yang tetap terjaga, kemudian Mank Ptrx dengan vokal khas yang lebih dominan memainkan rima dalam lirik, kemudian semua sumpah serapah tersebut dimuntahkan melalui teknik rap. [T]
Reporter/Penulis: Siaran Pers/Budarsana
Editor: Jaswanto




























