31 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tiga Band Indie Asal Taiwan Mencuri Perhatian di AXEAN Festival 2024

tatkala by tatkala
October 1, 2024
in Hiburan
Tiga Band Indie Asal Taiwan Mencuri Perhatian di AXEAN Festival 2024

The Dinosaur’s Skin di AXEAN Festival 2024 | Foto: TAICCA

BALI kembali menjadi pusat perhatian para pencinta musik indie Asia saat AXEAN Festival 2024 digelar di Jimbaran Hub, Selasa, 1 Okotober 2024. Acara ini berhasil membawa nuansa segar dengan menghadirkan tiga band indie asal Taiwan, yakni The Dinosaur’s Skin, I’m Difficult, dan The Chairs. Ketiganya berhasil mencuri perhatian publik Indonesia dengan gaya musik unik yang masing-masing mereka bawakan, membuat festival ini menjadi panggung yang berkesan untuk mereka dan para penonton.

Pertunjukan dari The Dinosaur’s Skin menjadi salah satu momen yang tidak terlupakan. Dengan konsep yang mereka sebut sebagai Jurassic Pop, band ini terdiri dari dua anggota dengan nama panggung Trex dan Triceratops. Mereka membawa penonton ke dunia prasejarah melalui musik yang bercerita tentang kehidupan dinosaurus yang telah punah, namun bangkit kembali untuk berkomunikasi dengan umat manusia.

“Kami adalah bagian dari spesies yang sudah punah, dan kami menggunakan musik untuk berbicara dengan manusia modern,” ujar mereka saat diwawancarai sebelum penampilan mereka membius penonton.

Lagu-lagu yang mereka bawakan mengambil sudut pandang dinosaurus, dengan tema besar tentang berkomunikasi dan menjalin hubungan kembali dengan dunia yang ditinggalkan. Di Taiwan, band ini telah memiliki penggemar setia yang secara khusus meminta mereka untuk tampil di Indonesia, sebuah keinginan yang akhirnya terwujud di festival ini.

I’m Difficult di AXEAN Festival 2024 | Foto: TAICCA

Sambutan hangat dari penonton Indonesia membuat The Dinosaur’s Skin merasa diterima dengan baik, tidak kalah dari antusiasme yang mereka dapatkan di Taiwan. Tirex dan Triceratops juga mengumumkan bahwa mereka akan merilis album terbaru mereka, yang berjudul I Dig You pada 23 Oktober mendatang, sebuah album yang mereka katakan sebagai karya terpenting setelah sebelumnya hanya merilis single dan EP.

Album ini sendiri memiliki makna ganda, di mana “dig” dalam bahasa slang Inggris berarti “menyukaimu”; namun secara harfiah juga berarti “menggali”. Sebuah permainan kata yang cocok dengan konsep dinosaurus yang mereka usung.

Sementara itu, I’m Difficult yang tampil untuk pertama kalinya di Indonesia juga membawa cerita mereka sendiri. Band ini terdiri dari Hsuan (synth bass, vokal), Ernest (keyboard, vokal utama), Eason (gitar, vokal), dan Jason (drum). Mereka mengungkapkan betapa mereka merasa tersentuh dengan sambutan luar biasa dari penonton Indonesia.

“Ini pertama kalinya kami ke Indonesia, dan penonton di sini begitu ekspresif, berbeda dengan di Taiwan atau Jepang di mana audiens seringkali lebih malu-malu,” ujar Ernest, sang vokalis utama.

Penampilan mereka di atas panggung dipenuhi energi, sejalan dengan vibes yang mereka dapatkan dari penonton. “Mereka benar-benar mengekspresikan apresiasi mereka terhadap musik kami, dan itu memberikan kami dorongan besar untuk tampil sebaik mungkin,” tambahnya.

The Chairs di AXEAN Festival 2024 | Foto: TAICCA

I’m Difficult juga mengaku bahwa mereka ingin kembali ke Indonesia setelah pengalaman yang sangat berkesan ini, terutama karena Indonesia menjadi salah satu tempat di mana musik mereka diterima dengan sangat baik.

Band ini juga tidak lupa menceritakan tantangan yang mereka hadapi dalam perjalanan karir mereka. Meski sudah meraih berbagai penghargaan musik di Taiwan dalam beberapa kategori, mereka tetap merasa harus terus mengeksplorasi diri.

“Kami ingin mengeksplorasi lebih dalam, karena di dalam setiap orang pasti ada kesulitan yang harus diterima, dan itu adalah bagian yang harus kita keluarkan dalam karya musik,” kata mereka. Pesan inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa musik mereka begitu diapresiasi di panggung internasional.

Band ketiga, The Chairs, membawa aliran musik rock folk yang terinspirasi dari The Beatles. Trio ini terdiri dari Zhong (vokal, gitar), Jing (vokal, gitar), dan Benson (bass), dan mereka telah merilis lima album yang mendapat perhatian di berbagai belahan dunia.

Namun, meskipun banyak terinspirasi oleh The Beatles, mereka mengaku sedang mencari suara orisinal mereka sendiri untuk menghindari repetisi gaya yang terlalu mirip dengan band legendaris asal Liverpool tersebut.

“Kami senang sekali bisa tampil di Bali. Ini pertama kalinya kami ke sini, dan sambutannya sungguh luar biasa,” ujar Jing dengan penuh antusias. Dia menambahkan bahwa mereka terkesan dengan bagaimana penonton di Indonesia ikut menyanyikan lagu-lagu mereka.

“Ini pengalaman yang luar biasa. Kami merasa sangat terinspirasi oleh suasana di Bali, dan saya sudah memikirkan untuk menulis lagu baru tentang tempat ini agar memori ini selalu dikenang,” lanjutnya.

The Dinosaur’s Skin di AXEAN Festival 2024 | Foto: TAICCA

Inspirasi dalam menulis lagu bagi The Chairs datang dari berbagai sumber, termasuk film, buku, slogan menarik yang mereka lihat, hingga pengalaman pribadi. Setiap lirik yang mereka tulis mencerminkan pandangan hidup, cinta, dan berbagai emosi yang mereka alami. Penampilan mereka di AXEAN Festival ini juga dianggap sebagai kesempatan besar bagi mereka untuk menampilkan karakter musik mereka yang semakin matang.

AXEAN Festival sendiri merupakan platform yang sangat penting bagi para musisi indie Asia untuk memperluas audiens mereka. Acara yang awalnya diselenggarakan secara virtual selama masa pandemi pada 2020 kini menjadi acara langsung yang mempertemukan talenta-talenta musik dari seluruh Asia, termasuk Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Kehadiran The Dinosaur’s Skin, I’m Difficult, dan The Chairs di panggung festival ini menunjukkan bahwa musik Taiwan semakin diakui di kancah internasional.

Dengan dukungan dari Taiwan Creative Content Agency (TAICCA), ketiga band ini berhasil memperkenalkan musik mereka ke audiens baru, termasuk Indonesia yang ternyata memberikan sambutan hangat dan antusiasme yang tinggi.

Festival ini tidak hanya mempertemukan musisi dari berbagai negara, tetapi juga membuka peluang kolaborasi internasional di masa depan, dengan penonton Indonesia sebagai salah satu yang paling bersemangat.

AXEAN Festival 2024 telah membuktikan bahwa pertemuan antara musik indie Asia dan audiens internasional membawa energi baru yang segar. Festival ini, melalui penampilan memukau dari ketiga band asal Taiwan tersebut, memberikan gambaran betapa musik tidak mengenal batas budaya, dan setiap nada dapat menyatukan penonton dari berbagai latar belakang dengan cara yang luar biasa.[T][Rls]

Editor: Jaswanto

Tags: AXEAN Festival 2024band indieband indie baliI’m DifficulttaiwanThe ChairsThe Dinosaur’s Skin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Trekking di Cat Cat Village, Vietnam, Sambil Merenungkan Bali

Next Post

Temu Misti: “Saya Ingin Menari Sampai Akhir Hayat”

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

Read moreDetails

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
0
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

Read moreDetails

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

by tatkala
March 4, 2026
0
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

Read moreDetails

Flow Koplo Rilis ‘Mikir Kidz’, Lagu Gaul tentang Cemburu dan Overthinking

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
Flow Koplo Rilis ‘Mikir Kidz’, Lagu Gaul tentang Cemburu dan Overthinking

FLOW KOPLO merilis single terbaru berjudul “Mikir Kidz”, menandai langkah lanjutan mereka dalam meramaikan industri musik dengan karya orisinal bernuansa...

Read moreDetails

Lembaga Sensor Film RI: Serap Cara Pengawasan dan Pemantauan Film di Bali

by Nyoman Budarsana
November 12, 2025
0
Lembaga Sensor Film RI:  Serap Cara Pengawasan dan Pemantauan Film di Bali

Zaman semakin maju. Teknologi, seperti kamera digital telah mengubah cara produksi dan distribusi film. Hal ini menciptakan peluang bagi generasi...

Read moreDetails

Pesta Sesi Dengar “Before It Burns”: Scared Of Bums Bangkit dengan Amarah yang Lebih Dalam

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2025
0
Pesta Sesi Dengar “Before It Burns”: Scared Of Bums Bangkit dengan Amarah yang Lebih Dalam

SETELAH hampir tujuh tahun sejak album terakhir mereka, Scared Of Bums (SOB) akhirnya kembali bangkit ke permukaan. Lewat perhelatan bertajuk...

Read moreDetails

The Pianist Berlangsung Meriah di Antida Soundgarden

by tatkala
September 23, 2025
0
The Pianist Berlangsung Meriah di Antida Soundgarden

Antida Sound Garden sukses menggelar The Pianist, sebuah program musik dua malam berturut-turut yang mempertemukan musisi papan atas dengan talenta...

Read moreDetails

Bali Bike Festival 2025, Padukan Olahraga, Seni, Kuliner, dan Musik—Dimulai dengan Turing ke Bali Utara

by Nyoman Budarsana
September 10, 2025
0
Bali Bike Festival 2025, Padukan Olahraga, Seni, Kuliner, dan Musik—Dimulai dengan Turing ke Bali Utara

BALI Bike Festival tahun 2025 menjadi festival yang berbeda, karena memadukan olahraga, seni, kuliner, hingga musik dalam satu perayaan penuh...

Read moreDetails

Unb’rocken Lepas Video Klip “Fuck It”: Rock Bali Siap Guncang Melbourne, Sydney, Perth, dan Adelaide

by tatkala
September 1, 2025
0
Unb’rocken Lepas Video Klip “Fuck It”: Rock Bali Siap Guncang Melbourne, Sydney, Perth, dan Adelaide

BAND rock asal Ubud, Unb’rocken, kembali menegaskan eksistensinya di kancah internasional lewat perilisan video klip terbaru mereka, “Fuck It”, yang...

Read moreDetails

Mosphit Skena Segera Tiba, yang Ngaku-Ngaku Anak Skena Wajib Hadir!

by Dede Putra Wiguna
May 7, 2025
0
Mosphit Skena Segera Tiba, yang Ngaku-Ngaku Anak Skena Wajib Hadir!

KOMUNITAS musik @sipalingskena_ akan menggelar acara bertajuk ‘Mosphit Skena’ pada 7 Juni 2025 mendatang. Perhelatan tersebut akan menghadirkan delapan band...

Read moreDetails
Next Post
Temu Misti: “Saya Ingin Menari Sampai Akhir Hayat”

Temu Misti: “Saya Ingin Menari Sampai Akhir Hayat”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Di Ruang Tunggu Kehidupan

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak
Khas

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co