5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diskusi dan Pameran Seni dalam Peluncuran Fasilitas Black Soldier Fly di Kulidan Kitchen and Space

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 11, 2025
in Pameran
Diskusi dan Pameran Seni dalam Peluncuran Fasilitas Black Soldier Fly di Kulidan Kitchen and Space

Ayu Bindhu, mahasiswa ISI Bali dan karyanya | Foto: Bud

JUMLAH karya seni yang dipamerkan, tidaklah terlalu banyak. Tetapi, karya seni itu menarik pengunjung. Selain idenya unik, makna dan pesan yang disampaikan begitu menyentuh. Para perupa muda ini memiliki daya kreatif tinggi, sehingga karya-karyanya sangat mimikat. Mereka awalnya diberikan tema terkait dengan kegiatan tersebut, lalu menuangkan ke dalam kanvas, foto dan lainnya.

Itulah gambaran pameran seni rupa dalam peluncuran fasilitas pengelolaan sampah organik berbasis Black Soldier Fly (BSF) oleh Yayasan Rumah Belajar Sampah (YRBS) di Kulidan Kitchen and Space, Gianyar, Bali, Jumat 8 Mei 2025. Pameran ini, bukan acara biasa, sebab karya-karya yang disajikan meramaikan serta sebagai bentuk edukasi kegiatan diskusi terkait manfaat Black Soldier Fly itu.

Karya lukisan itu telah dipajang lebih awal, sebelym acara diskusi dimulai. Maka, para pengunjung mulai mengintif karya-karya itu. Usai diskusi, para peserta kamudian diajak menyaksikan pameran seni sebagai bagian dari kampanye edukatif, pada acara peluncuran tersebut faslitas pengelolaan sampah itu.

Karya-karya yang dipamerkan dalam pameran seni ‘Daur Ulang, Jaga Bumi’ di Kulidan Kitchen and Space | Foto: Bud

Pameran seni ini bertajuk ‘Daur Ulang, Jaga Bumi’ yang menampilkan berbagai karya seni visual dari para seniman muda.

Pameran ini menjadi ruang ekspresi, sekaligus ajakan reflektif agar masyarakat terlibat aktif dalam menjaga bumi melalui gaya hidup dan praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Felixrio Prabowo yang memamerkan karya fotografi yan mengedukasi. Sebagai fotogtrafer lepas, Felixrio banyak menemukan permasalahan sampah organic, entah sisa buah atau makanan di tengah masalah ekonomi ini.

“Setelah melihat maggot, saya ingat terjadi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung,” kata Felixrio mengenang prosesnya dalam berkarya.

Tumpukan sampah itu mengeluarkan gas etana yang terjebak lalu terkena sinar matahari, maka terhadi kebakaran. “Dengan waktu cepat, salah satu sampah organik juga diproduksi secara terus menerus, sehingga perlu sebuah solusi agar cepat terurai,” kata Felixrio.

Ayu Bindhu Dita Agustini menampilkan sebuah karya lukis dengan meminjam tema yang dituangkan ke dalam karya seni lukis. Karyanya yang berkurannya 50 x 60 di atas kanvas itu, menunjukan persepsi manfaat lalat itu. Lukisan ini menyampaikan, lalat sebagai pengurai sampah organic. “Saya menampilkan seorang anak perempuan, layaknya malaikat yang melepas lalat untuk ekosistem. Di sampingnya, ada bunga-bunga sebagai kebaikan lalat yang ditunjukkan dengan keindahan,” paparnya.

Ayu Bindhu, mahasiswa ISI Bali dan karyanya | Foto: Bud

Felixrio Prabowo, fotografer lepas | Foto: Bud

Sementara Dianita Rahimi Al Bayani menampilkan dua karya lukis yang juga mengeksplor tema tersebut dengan mengangkat buah di tempat sampah yang terkumpul. Buah-buahan itu penuh dengan lalat sebagai binatang yang dapat mengurai sampah tersebut. Buah-buah itu tidak lansung menumpuk menjadi sampah, melainkan diatur agar terlihat lebih indah. Dianita memakai warna buah sesuai aslinya, seperti pisang, pepaya, anggur, apel dan lainnya. “Warna buah itu, tentu dengan warna membusuk,” ucapnya.

Karya lukisannya itu berukuran 50 x 60. Pesan yang disampaikan adalah sampah organik untuk kepentingan pupuk tak harus dibuang. Lalu, ada ada banyak lalat sebagai sebuah proses pengurai buah-buahan yang busuk. “Lalat itu bertelur, lalu menjadi maggot mengurai sampah,” ucapnya.

Sedangkan Gilang Propagila merespon dengan karya poster dan zine, IGN A. Putra Wahyu S. dengan karya seni cukil, dan semua karya itu dikuratori I Komang Adhiartha. “Harapan dari karya ini untuk ikut mengkampanyekan menyuarakan bahwa banyak mahluk yang ikut serta dalam mengurai sampah dan dapat membantu kehidupan manusia khusus dalam permasalahan sampah,” kata Ketua YRBS, I Made Agung Eka Nugraha itu.

Peluncuran fasilitas pengelolaan sampah organik berbasis Black Soldier Fly (BSF) oleh Yayasan Rumah Belajar Sampah (YRBS) bukan acara biasa. Sebab, disamping melaksanakan diskusi terkait manfaat Black Soldier Fly, juga diisi dengan pameran seni rupa. Diskusi pada peluncuran fasilitas Black Soldier Fly melibatkan berbagai kalangan, mulai akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), anak-anak muda dan lainnya.

I Gn A Putra Wahyu S dengan karya cukil | Foto: Bud

Peraturan Bupati Gianyar Nomor 76 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal, masyarakat wajib menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber dan memilah sampah. Ini yang menjadi factor. “Melalui peraturan pemerintah daerah ini pengelolaan sampah organik khususnya dapat dioptimalkan, salah satunya lewat fasilitas BSF yang diharapkan dapat berkontribusi dalam penanganan sampah organic secara lokal,” imbuhnya.

Diskusi bertajuk ‘Black Soldier Fly dan Solusi Sampah Organik’ menghadirkan dua pembicara, yaitu Soma Roland, CEO dan Co-Founder Magi Farm dan Dr. Ida Ayu Rai Widhiawati, ST., MT. Koordinator Prodi Teknik Lingkungan Unud, serta dimoderatori oleh Ayu Daninda. “Fasilitas Black Soldier Fly merupakan bagian dari inisiatif proyek Nature’s Utilization for Recycling and Upcycling of Trash Efficiently (NURTURE) yang didanai sepenuhnya oleh Konsulat Jenderal Australia di Bali,” ungkap Agung Eka Nugraha.

Menurutnya, proyek NURTURE hadir sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan pengelolaan sampah terutama di wilayah Kabupaten Gianyar, akibat tingginya volume sampah dari rumah tangga dan pariwisata. “Proyek NURTURE ini, mendukung upaya-upaya dari pemerintah daerah dalam menangani permasalahan sampah. Melalui proyek NURTURE, YRBS mendirikan fasilitas pengelolaan sampah organik di Desa Pupuan, Gianyar, Bali, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Pengunjung pameran | Foto: Bud

Acara diskusi ini membahas secara mendalam tentang berbagai manfaat dan potensi teknologi BSF sebagai metode pengolahan limbah organik yang berkelanjutan, baik untuk wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Manfaat Black Soldier Fly

Dalam diskusi itu, Soma Roland mengawali pemaparannya tentang Black Soldier Fly (BSF) dan maggot adalah dua istilah yang sering digunakan dalam konteks yang sama, yaitu pengolahan sampah organik dan penggunaan larva lalat sebagai sumber protein. Yayasan yang dikelolanya itu menggarap isu lingkungan dikaitkan dalam seni rupa, sehingga kegiatan ini diikuti dengan pameran poster dan zine, fotografi, dan seni cukil. Karya seni yang disajikan melalui kurasi, sehingga tema betul-betul terkait dengan pelucuran fasilitas sampah itu.

“Kami memakai media seni rupa dalam menanggulangi sampah, khususnya sampah dapur. Cara ini, mungkin akan sedikit agak takut, berbeda dengan menggunakan teba modern. Hal itu, tentu disesuaikan dengan jiwa dalam memakai teknik tata kelola sampah yang tepat,” paparnya.

Diskusi yang intensif | Foto: Bud

Kalau sampah canang dan busung (janur) itu lebih baik melakukan dengan teba modern. “Saat ini kami ingin mensosialisasikan penggunaan maggot dalam mengelola sampah organic, khususnya sampah sisa makanan,” imbuhnya.

Sementara Ida Ayu Rai Widhiawati memperkenalkan bank sampah yang dikelola di kampusnya Universitas Udayana (Unud). Ketika pengomposan dengan memanfaatkan blatung sama dengan maggot terasa geli-gelinyan, sehingga melakukan dengan sistem pengomposan dan biopori. Ukuran kedalaman jika memanfaatkan pengomposan teba modern. Lobang yang terlalu dalam tidak akan mendapat oksigen, sehingga lobang itu tidak lebih dari 2 meter. “Jika lebih dari 2 meter, tentu bakteri lain yang tumbuh,” jelasnya.

Peluncuran ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan lebih luas tentang metode Black Soldier Fly dan memberikan dukungan bagi fasilitas atau infrastruktur serupa yang bergerak pada pengelolaan sampah organik inovatif. Hal ini dapat didorong lebih terintegrasi dalam kebijakan lokal, diperbanyak replikasinya, serta mendapatkan dukungan lintas sektor secara berkelanjutan. “Fasilitas Black Soldier Fly ini bukan hanya sebagai solusi teknis, tetapi juga ruang edukatif dan pengorganisasian warga untuk bersama-sama membangun solusi dari sumbernya,” tutupnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA
Fenomena Alam dari 34 Karya Perupa Jago Tarung Yogyakarta di Santrian Art Gallery
METASTOMATA: Metamorphosis Manifesto Galang Kangin  di Neka Art Museum, Ubud
Perupa Rama Pamerkan 7 Karya “Harmony” di ARTspace ARTOTEL Sanur
Dodit Artawan: Merayakan Bali dalam Hiruk Pikuk Kemacetan
Tags: daur ulang sampah plastikKulidan KitchenPameran Seni RupaSampahSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Pseudotourism”: Pepesan Kosong dalam Pariwisata

Next Post

Satire Visual Wayan Setem

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails
Next Post
Satire Visual Wayan Setem

Satire Visual Wayan Setem

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co