26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diskusi dan Pameran Seni dalam Peluncuran Fasilitas Black Soldier Fly di Kulidan Kitchen and Space

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 11, 2025
in Pameran
Diskusi dan Pameran Seni dalam Peluncuran Fasilitas Black Soldier Fly di Kulidan Kitchen and Space

Ayu Bindhu, mahasiswa ISI Bali dan karyanya | Foto: Bud

JUMLAH karya seni yang dipamerkan, tidaklah terlalu banyak. Tetapi, karya seni itu menarik pengunjung. Selain idenya unik, makna dan pesan yang disampaikan begitu menyentuh. Para perupa muda ini memiliki daya kreatif tinggi, sehingga karya-karyanya sangat mimikat. Mereka awalnya diberikan tema terkait dengan kegiatan tersebut, lalu menuangkan ke dalam kanvas, foto dan lainnya.

Itulah gambaran pameran seni rupa dalam peluncuran fasilitas pengelolaan sampah organik berbasis Black Soldier Fly (BSF) oleh Yayasan Rumah Belajar Sampah (YRBS) di Kulidan Kitchen and Space, Gianyar, Bali, Jumat 8 Mei 2025. Pameran ini, bukan acara biasa, sebab karya-karya yang disajikan meramaikan serta sebagai bentuk edukasi kegiatan diskusi terkait manfaat Black Soldier Fly itu.

Karya lukisan itu telah dipajang lebih awal, sebelym acara diskusi dimulai. Maka, para pengunjung mulai mengintif karya-karya itu. Usai diskusi, para peserta kamudian diajak menyaksikan pameran seni sebagai bagian dari kampanye edukatif, pada acara peluncuran tersebut faslitas pengelolaan sampah itu.

Karya-karya yang dipamerkan dalam pameran seni ‘Daur Ulang, Jaga Bumi’ di Kulidan Kitchen and Space | Foto: Bud

Pameran seni ini bertajuk ‘Daur Ulang, Jaga Bumi’ yang menampilkan berbagai karya seni visual dari para seniman muda.

Pameran ini menjadi ruang ekspresi, sekaligus ajakan reflektif agar masyarakat terlibat aktif dalam menjaga bumi melalui gaya hidup dan praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Felixrio Prabowo yang memamerkan karya fotografi yan mengedukasi. Sebagai fotogtrafer lepas, Felixrio banyak menemukan permasalahan sampah organic, entah sisa buah atau makanan di tengah masalah ekonomi ini.

“Setelah melihat maggot, saya ingat terjadi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung,” kata Felixrio mengenang prosesnya dalam berkarya.

Tumpukan sampah itu mengeluarkan gas etana yang terjebak lalu terkena sinar matahari, maka terhadi kebakaran. “Dengan waktu cepat, salah satu sampah organik juga diproduksi secara terus menerus, sehingga perlu sebuah solusi agar cepat terurai,” kata Felixrio.

Ayu Bindhu Dita Agustini menampilkan sebuah karya lukis dengan meminjam tema yang dituangkan ke dalam karya seni lukis. Karyanya yang berkurannya 50 x 60 di atas kanvas itu, menunjukan persepsi manfaat lalat itu. Lukisan ini menyampaikan, lalat sebagai pengurai sampah organic. “Saya menampilkan seorang anak perempuan, layaknya malaikat yang melepas lalat untuk ekosistem. Di sampingnya, ada bunga-bunga sebagai kebaikan lalat yang ditunjukkan dengan keindahan,” paparnya.

Ayu Bindhu, mahasiswa ISI Bali dan karyanya | Foto: Bud

Felixrio Prabowo, fotografer lepas | Foto: Bud

Sementara Dianita Rahimi Al Bayani menampilkan dua karya lukis yang juga mengeksplor tema tersebut dengan mengangkat buah di tempat sampah yang terkumpul. Buah-buahan itu penuh dengan lalat sebagai binatang yang dapat mengurai sampah tersebut. Buah-buah itu tidak lansung menumpuk menjadi sampah, melainkan diatur agar terlihat lebih indah. Dianita memakai warna buah sesuai aslinya, seperti pisang, pepaya, anggur, apel dan lainnya. “Warna buah itu, tentu dengan warna membusuk,” ucapnya.

Karya lukisannya itu berukuran 50 x 60. Pesan yang disampaikan adalah sampah organik untuk kepentingan pupuk tak harus dibuang. Lalu, ada ada banyak lalat sebagai sebuah proses pengurai buah-buahan yang busuk. “Lalat itu bertelur, lalu menjadi maggot mengurai sampah,” ucapnya.

Sedangkan Gilang Propagila merespon dengan karya poster dan zine, IGN A. Putra Wahyu S. dengan karya seni cukil, dan semua karya itu dikuratori I Komang Adhiartha. “Harapan dari karya ini untuk ikut mengkampanyekan menyuarakan bahwa banyak mahluk yang ikut serta dalam mengurai sampah dan dapat membantu kehidupan manusia khusus dalam permasalahan sampah,” kata Ketua YRBS, I Made Agung Eka Nugraha itu.

Peluncuran fasilitas pengelolaan sampah organik berbasis Black Soldier Fly (BSF) oleh Yayasan Rumah Belajar Sampah (YRBS) bukan acara biasa. Sebab, disamping melaksanakan diskusi terkait manfaat Black Soldier Fly, juga diisi dengan pameran seni rupa. Diskusi pada peluncuran fasilitas Black Soldier Fly melibatkan berbagai kalangan, mulai akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), anak-anak muda dan lainnya.

I Gn A Putra Wahyu S dengan karya cukil | Foto: Bud

Peraturan Bupati Gianyar Nomor 76 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal, masyarakat wajib menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber dan memilah sampah. Ini yang menjadi factor. “Melalui peraturan pemerintah daerah ini pengelolaan sampah organik khususnya dapat dioptimalkan, salah satunya lewat fasilitas BSF yang diharapkan dapat berkontribusi dalam penanganan sampah organic secara lokal,” imbuhnya.

Diskusi bertajuk ‘Black Soldier Fly dan Solusi Sampah Organik’ menghadirkan dua pembicara, yaitu Soma Roland, CEO dan Co-Founder Magi Farm dan Dr. Ida Ayu Rai Widhiawati, ST., MT. Koordinator Prodi Teknik Lingkungan Unud, serta dimoderatori oleh Ayu Daninda. “Fasilitas Black Soldier Fly merupakan bagian dari inisiatif proyek Nature’s Utilization for Recycling and Upcycling of Trash Efficiently (NURTURE) yang didanai sepenuhnya oleh Konsulat Jenderal Australia di Bali,” ungkap Agung Eka Nugraha.

Menurutnya, proyek NURTURE hadir sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan pengelolaan sampah terutama di wilayah Kabupaten Gianyar, akibat tingginya volume sampah dari rumah tangga dan pariwisata. “Proyek NURTURE ini, mendukung upaya-upaya dari pemerintah daerah dalam menangani permasalahan sampah. Melalui proyek NURTURE, YRBS mendirikan fasilitas pengelolaan sampah organik di Desa Pupuan, Gianyar, Bali, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Pengunjung pameran | Foto: Bud

Acara diskusi ini membahas secara mendalam tentang berbagai manfaat dan potensi teknologi BSF sebagai metode pengolahan limbah organik yang berkelanjutan, baik untuk wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Manfaat Black Soldier Fly

Dalam diskusi itu, Soma Roland mengawali pemaparannya tentang Black Soldier Fly (BSF) dan maggot adalah dua istilah yang sering digunakan dalam konteks yang sama, yaitu pengolahan sampah organik dan penggunaan larva lalat sebagai sumber protein. Yayasan yang dikelolanya itu menggarap isu lingkungan dikaitkan dalam seni rupa, sehingga kegiatan ini diikuti dengan pameran poster dan zine, fotografi, dan seni cukil. Karya seni yang disajikan melalui kurasi, sehingga tema betul-betul terkait dengan pelucuran fasilitas sampah itu.

“Kami memakai media seni rupa dalam menanggulangi sampah, khususnya sampah dapur. Cara ini, mungkin akan sedikit agak takut, berbeda dengan menggunakan teba modern. Hal itu, tentu disesuaikan dengan jiwa dalam memakai teknik tata kelola sampah yang tepat,” paparnya.

Diskusi yang intensif | Foto: Bud

Kalau sampah canang dan busung (janur) itu lebih baik melakukan dengan teba modern. “Saat ini kami ingin mensosialisasikan penggunaan maggot dalam mengelola sampah organic, khususnya sampah sisa makanan,” imbuhnya.

Sementara Ida Ayu Rai Widhiawati memperkenalkan bank sampah yang dikelola di kampusnya Universitas Udayana (Unud). Ketika pengomposan dengan memanfaatkan blatung sama dengan maggot terasa geli-gelinyan, sehingga melakukan dengan sistem pengomposan dan biopori. Ukuran kedalaman jika memanfaatkan pengomposan teba modern. Lobang yang terlalu dalam tidak akan mendapat oksigen, sehingga lobang itu tidak lebih dari 2 meter. “Jika lebih dari 2 meter, tentu bakteri lain yang tumbuh,” jelasnya.

Peluncuran ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan lebih luas tentang metode Black Soldier Fly dan memberikan dukungan bagi fasilitas atau infrastruktur serupa yang bergerak pada pengelolaan sampah organik inovatif. Hal ini dapat didorong lebih terintegrasi dalam kebijakan lokal, diperbanyak replikasinya, serta mendapatkan dukungan lintas sektor secara berkelanjutan. “Fasilitas Black Soldier Fly ini bukan hanya sebagai solusi teknis, tetapi juga ruang edukatif dan pengorganisasian warga untuk bersama-sama membangun solusi dari sumbernya,” tutupnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA
Fenomena Alam dari 34 Karya Perupa Jago Tarung Yogyakarta di Santrian Art Gallery
METASTOMATA: Metamorphosis Manifesto Galang Kangin  di Neka Art Museum, Ubud
Perupa Rama Pamerkan 7 Karya “Harmony” di ARTspace ARTOTEL Sanur
Dodit Artawan: Merayakan Bali dalam Hiruk Pikuk Kemacetan
Tags: daur ulang sampah plastikKulidan KitchenPameran Seni RupaSampahSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Pseudotourism”: Pepesan Kosong dalam Pariwisata

Next Post

Satire Visual Wayan Setem

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 18, 2026
0
BURU-JIWA-BUMI: Dialog Seni Bali dan Korea Selatan di ISI Bali

Empat seniman dari Bali dan Korea Selatan menggelar pameran kolaboratif bertajuk BURU-JIWA-BUMI di Nata-Citta Art Space (N-CAS), Institut Seni Indonesia...

Read moreDetails

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

by tatkala
October 14, 2026
0
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

Read moreDetails

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
0
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

Read moreDetails

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
0
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

Read moreDetails

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
0
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

Read moreDetails

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails
Next Post
Satire Visual Wayan Setem

Satire Visual Wayan Setem

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co