24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Drama” Dibalik Drama Kisah Cinta Rai Srimben: Kumis Gatal, Kain Melorot, dan Badmood Sebelum Pentas

Dian Suryantini by Dian Suryantini
August 1, 2025
in Khas
“Drama” Dibalik Drama Kisah Cinta Rai Srimben: Kumis Gatal, Kain Melorot, dan Badmood Sebelum Pentas

Anak-anak sebelum pentas di SDN 1 Paket Agung Singaraja | Foto: Dian

KELAS riuh. Jumat, 1 Agustus 2025. Para siswa SDN 1 Paket Agung dengan seragam yang unik berkumpul di ruangan itu. Ada yang memakai blankon, batik, kain, kebaya bahkan ada yang berias dengan kostum penari. Mereka tengah bersiap untuk tampil dalam pementasan drama yang mengisahkan asmara Rai Srimben dan Raden Soekemi.

Panggung kecil dihias dengan kain prada, janur tergantung dan hamparan karpet telah menunggu. Miss. Santa, guru pembinanya mulai repot. Mulai sibuk menyiapakan urutan pementasan. Sesekali terlihat mengelus dada. Menarik napas. Saya membayangkan, jika saya jadi Miss. Santa mungkin saya tidak akan mampu menangani anak-anak itu.

Beragam ekspresi dikeluarkan oleh anak-anak itu sebelum tampil. Dimas yang memerankan tokoh Raden Soekemi masih tampak sabar dan ceria dibalik balutan blankon dan kain batiknya. Nia yang memerankan Rai Srimben juga sibuk sendiri. Alit yang mendapat peran sebagai kakek mangku juga terlihat lebih sibuk.

Badannya tetap tenang, tidak banyak bicara. Tapi tangganya tak henti-henti mengelus kapas yang ditempel pada dagu dan bawah hidung. “Gatallah, Kak!” katanya sedikit ngegas saat ditanya. Ya, mungkin dia kurang nyaman dengan double tip yang menempel pada dagu dan bawah hidungnya itu. Tapi dia berusaha menahan demi penampilannya yang total.

Di pojok kanan kelas, Praba sendirian. Tidak banyak bicara, tidak bacak bergaul. Hanya duduk, diam. Wajahnya datar. Usut punya usut ia sedang tidak bersemangat alias badmood. Dalam pementasan itu, Praba tampil sebagai penari.

Ia diantar ibunya pagi-pagi sekali. Katanya jam 4 pagi sudah ke sekolah untuk berhias. “Capek, Kak,” kata Praba saat saya dekati. Saya mencoba menghibur. Sudah makan? Mau minum? Ngantuk ya? Senyum dong, kata saya. Semua itu hanya dijawab dengan gelengan kepala tanpa suara dan tentu dengan wajah yang cemberut.

Mungkin saja ia tidak berselera. Tidak lama, Miss. Santa masuk kelas dengan membawa gelas kertas untuk property. “Apa itu, Buk? Teh ya?” katanya girang. Ya, mungkin saja Praba haus tapi malu.

Pemeran Raden Soekemi dalam drama anak-anak di SDN 1 Paket Agung Singaraja | Foto: Dian

Kendati masih anak-anak mereka sangat menghayati peran. “Eh, Bung Karno, kau dipanggil sama bapak kau,” celetuk salah satu anak. Bung Karno kecil pun mendekat ke arah Raden Soekemi yang diperankan Dimas.

“Wee, Kaler, Kaler! Kaler itu bestienya Raden Soekemi, Kak,” kata seorang lagi memberitahukan kepada saya.

Saya sejenak berpikir, hebat sekali anak-anak ini. Begitu mendalami peran masing-masing meski saat tampil suara mereka tidak digunakan, alias menggunakan rekaman.

Lamunan saya dibuyarkan ketika si Kaler merasa gatal pada badannya. Ia sibuk menarik kainnya yang melorot. Ditarik lagi, melorot lagi, sampai akhirnya seorang guru turun tangan memperbaiki kainnya Si Kaler. Ia tidak terbiasa menggunakan kain atau kamen yang dililitkan hingga ke dada.

Pementasan drama yang dimainkan oleh siswa-siswi SDN 1 Paket Agung ini menjadi salah satu pengisi acara perayaan 150 tahun sekolah tertua di Buleleng tersebut. Tapi jangan bayangkan pementasan ala teater profesional yang penuh teknik dan tata cahaya canggih. Ini adalah panggung anak-anak. Dan justru di situlah letak pesonanya—penuh kejutan yang tidak ada dalam naskah, spontan tapi tulus, dan kocaknya alami.

Rai Srimben, sosok perempuan tangguh dan ibu dari Sang Proklamator Bung Karno, diceritakan kembali dalam versi mini yang lebih cocok disebut “sejarah rasa es krim.” Naskah yang awalnya serius ini oleh para guru dialihwahanakan dengan pendekatan ringan, agar bisa dicerna oleh para pemain cilik dan, tentu saja, para penonton emak-emak, bapak-bapak, dan anak-anak yang menonton sambil ngemil pentol dan sosis.

Cerita dimulai dari adegan Rai Srimben remaja, yang diperankan oleh Nia. Nia begitu total dengan rambut yang disanggul palsu dan kain. Nia tampil luwes, meski sempat grogi karena ditonton banyak orang.

Anak-anak sebelum pentas di SDN 1 Paket Agung Singaraja | Foto: Dian

Rai Srimben muda bertemu dengan Raden Soekemi, pemuda berdarah Jawa yang diperankan oleh Dimas. Ia memerankannya dengan lancar. Adegan melamar Rai Srimben menjadi salah satu adegan yang ia suka. “Gimana ya. Deg-degan, Kak,” kata dia.

Anak SD bisa merasakan deg-degan saat adegan melamar? Padahal hanya dalam pementasan drama. Ya sudahlah…

Tapi, seorang ibu penonton berkomentar, “Kapan lagi nonton sejarah nasional sambil ketawa begini?” Barangkali si ibu tergelitik dengan tingkah anak-anak saat adengan pertemuan antara Rai Srimben dan Raden Soekemi atau tergelitik dengan hal lain. Entahlah.

Pementasan ini bukan hanya ditonton oleh para guru dan murid, tapi juga alumni SDN 1 Paket Agung lintas generasi, dari yang sekarang jadi, ASN, guru, sampai pengusaha.

Hari makin siang. Semangat para pemain cilik tidak padam, mengalahkan panas yang menyengat di siang hari. Setelah pertunjukan usai, mereka berjejer di depan panggung, membungkuk serempak.

Di balik kehebohan dan kelucuan yang terjadi di belakang panggung hingga atas panggung, pementasan ini berhasil menyampaikan satu hal yang penting, bahwa sejarah bisa dihidangkan dengan rasa yang renyah, menyenangkan, dan tetap menginspirasi.

Dan mungkin, dari kumis gatal, kain yang melorot, hingga badmood sebelum tampil, semua anak-anak ini belajar satu hal penting, bahwa mencintai tanah air bisa dimulai dari mengenal para tokohnya—meski lewat tawa dan blush on yang kelewat tebal.

Selamat ulang tahun ke-150, SDN 1 Paket Agung! Panggung kecilmu telah melahirkan tawa besar dan semangat yang menggetarkan. [T]

Penulis: Dian Suryantini
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Ayah Soekarno Pernah Kos di Singaraja | Catatan 150 Tahun SDN 1 Paket Agung Singaraja
Soekarno Lahir dari Drama Cinta Jawa-Bali yang Romantis
12 Naskah Teater Karya Bung Karno: Soekarno, Frankenstein & Indonesia Tanpa Nyawa
Ada Soekarno di Balik Doctor Honoris Causa Ki Hajar Dewantara
Soekarno: Pemimpin yang Mendengarkan Ahli Bahasa dan Sastra
Tags: Rai SrimbenSingarajaSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ayah Soekarno Pernah Kos di Singaraja | Catatan 150 Tahun SDN 1 Paket Agung Singaraja

Next Post

Islam dan Multikulturalisme: Warisan, Wawasan, dan Wacana Indonesia

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Islam dan Multikulturalisme: Warisan, Wawasan, dan Wacana Indonesia

Islam dan Multikulturalisme: Warisan, Wawasan, dan Wacana Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co