14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Drama” Dibalik Drama Kisah Cinta Rai Srimben: Kumis Gatal, Kain Melorot, dan Badmood Sebelum Pentas

Dian Suryantini by Dian Suryantini
August 1, 2025
in Khas
“Drama” Dibalik Drama Kisah Cinta Rai Srimben: Kumis Gatal, Kain Melorot, dan Badmood Sebelum Pentas

Anak-anak sebelum pentas di SDN 1 Paket Agung Singaraja | Foto: Dian

KELAS riuh. Jumat, 1 Agustus 2025. Para siswa SDN 1 Paket Agung dengan seragam yang unik berkumpul di ruangan itu. Ada yang memakai blankon, batik, kain, kebaya bahkan ada yang berias dengan kostum penari. Mereka tengah bersiap untuk tampil dalam pementasan drama yang mengisahkan asmara Rai Srimben dan Raden Soekemi.

Panggung kecil dihias dengan kain prada, janur tergantung dan hamparan karpet telah menunggu. Miss. Santa, guru pembinanya mulai repot. Mulai sibuk menyiapakan urutan pementasan. Sesekali terlihat mengelus dada. Menarik napas. Saya membayangkan, jika saya jadi Miss. Santa mungkin saya tidak akan mampu menangani anak-anak itu.

Beragam ekspresi dikeluarkan oleh anak-anak itu sebelum tampil. Dimas yang memerankan tokoh Raden Soekemi masih tampak sabar dan ceria dibalik balutan blankon dan kain batiknya. Nia yang memerankan Rai Srimben juga sibuk sendiri. Alit yang mendapat peran sebagai kakek mangku juga terlihat lebih sibuk.

Badannya tetap tenang, tidak banyak bicara. Tapi tangganya tak henti-henti mengelus kapas yang ditempel pada dagu dan bawah hidung. “Gatallah, Kak!” katanya sedikit ngegas saat ditanya. Ya, mungkin dia kurang nyaman dengan double tip yang menempel pada dagu dan bawah hidungnya itu. Tapi dia berusaha menahan demi penampilannya yang total.

Di pojok kanan kelas, Praba sendirian. Tidak banyak bicara, tidak bacak bergaul. Hanya duduk, diam. Wajahnya datar. Usut punya usut ia sedang tidak bersemangat alias badmood. Dalam pementasan itu, Praba tampil sebagai penari.

Ia diantar ibunya pagi-pagi sekali. Katanya jam 4 pagi sudah ke sekolah untuk berhias. “Capek, Kak,” kata Praba saat saya dekati. Saya mencoba menghibur. Sudah makan? Mau minum? Ngantuk ya? Senyum dong, kata saya. Semua itu hanya dijawab dengan gelengan kepala tanpa suara dan tentu dengan wajah yang cemberut.

Mungkin saja ia tidak berselera. Tidak lama, Miss. Santa masuk kelas dengan membawa gelas kertas untuk property. “Apa itu, Buk? Teh ya?” katanya girang. Ya, mungkin saja Praba haus tapi malu.

Pemeran Raden Soekemi dalam drama anak-anak di SDN 1 Paket Agung Singaraja | Foto: Dian

Kendati masih anak-anak mereka sangat menghayati peran. “Eh, Bung Karno, kau dipanggil sama bapak kau,” celetuk salah satu anak. Bung Karno kecil pun mendekat ke arah Raden Soekemi yang diperankan Dimas.

“Wee, Kaler, Kaler! Kaler itu bestienya Raden Soekemi, Kak,” kata seorang lagi memberitahukan kepada saya.

Saya sejenak berpikir, hebat sekali anak-anak ini. Begitu mendalami peran masing-masing meski saat tampil suara mereka tidak digunakan, alias menggunakan rekaman.

Lamunan saya dibuyarkan ketika si Kaler merasa gatal pada badannya. Ia sibuk menarik kainnya yang melorot. Ditarik lagi, melorot lagi, sampai akhirnya seorang guru turun tangan memperbaiki kainnya Si Kaler. Ia tidak terbiasa menggunakan kain atau kamen yang dililitkan hingga ke dada.

Pementasan drama yang dimainkan oleh siswa-siswi SDN 1 Paket Agung ini menjadi salah satu pengisi acara perayaan 150 tahun sekolah tertua di Buleleng tersebut. Tapi jangan bayangkan pementasan ala teater profesional yang penuh teknik dan tata cahaya canggih. Ini adalah panggung anak-anak. Dan justru di situlah letak pesonanya—penuh kejutan yang tidak ada dalam naskah, spontan tapi tulus, dan kocaknya alami.

Rai Srimben, sosok perempuan tangguh dan ibu dari Sang Proklamator Bung Karno, diceritakan kembali dalam versi mini yang lebih cocok disebut “sejarah rasa es krim.” Naskah yang awalnya serius ini oleh para guru dialihwahanakan dengan pendekatan ringan, agar bisa dicerna oleh para pemain cilik dan, tentu saja, para penonton emak-emak, bapak-bapak, dan anak-anak yang menonton sambil ngemil pentol dan sosis.

Cerita dimulai dari adegan Rai Srimben remaja, yang diperankan oleh Nia. Nia begitu total dengan rambut yang disanggul palsu dan kain. Nia tampil luwes, meski sempat grogi karena ditonton banyak orang.

Anak-anak sebelum pentas di SDN 1 Paket Agung Singaraja | Foto: Dian

Rai Srimben muda bertemu dengan Raden Soekemi, pemuda berdarah Jawa yang diperankan oleh Dimas. Ia memerankannya dengan lancar. Adegan melamar Rai Srimben menjadi salah satu adegan yang ia suka. “Gimana ya. Deg-degan, Kak,” kata dia.

Anak SD bisa merasakan deg-degan saat adegan melamar? Padahal hanya dalam pementasan drama. Ya sudahlah…

Tapi, seorang ibu penonton berkomentar, “Kapan lagi nonton sejarah nasional sambil ketawa begini?” Barangkali si ibu tergelitik dengan tingkah anak-anak saat adengan pertemuan antara Rai Srimben dan Raden Soekemi atau tergelitik dengan hal lain. Entahlah.

Pementasan ini bukan hanya ditonton oleh para guru dan murid, tapi juga alumni SDN 1 Paket Agung lintas generasi, dari yang sekarang jadi, ASN, guru, sampai pengusaha.

Hari makin siang. Semangat para pemain cilik tidak padam, mengalahkan panas yang menyengat di siang hari. Setelah pertunjukan usai, mereka berjejer di depan panggung, membungkuk serempak.

Di balik kehebohan dan kelucuan yang terjadi di belakang panggung hingga atas panggung, pementasan ini berhasil menyampaikan satu hal yang penting, bahwa sejarah bisa dihidangkan dengan rasa yang renyah, menyenangkan, dan tetap menginspirasi.

Dan mungkin, dari kumis gatal, kain yang melorot, hingga badmood sebelum tampil, semua anak-anak ini belajar satu hal penting, bahwa mencintai tanah air bisa dimulai dari mengenal para tokohnya—meski lewat tawa dan blush on yang kelewat tebal.

Selamat ulang tahun ke-150, SDN 1 Paket Agung! Panggung kecilmu telah melahirkan tawa besar dan semangat yang menggetarkan. [T]

Penulis: Dian Suryantini
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Ayah Soekarno Pernah Kos di Singaraja | Catatan 150 Tahun SDN 1 Paket Agung Singaraja
Soekarno Lahir dari Drama Cinta Jawa-Bali yang Romantis
12 Naskah Teater Karya Bung Karno: Soekarno, Frankenstein & Indonesia Tanpa Nyawa
Ada Soekarno di Balik Doctor Honoris Causa Ki Hajar Dewantara
Soekarno: Pemimpin yang Mendengarkan Ahli Bahasa dan Sastra
Tags: Rai SrimbenSingarajaSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ayah Soekarno Pernah Kos di Singaraja | Catatan 150 Tahun SDN 1 Paket Agung Singaraja

Next Post

Islam dan Multikulturalisme: Warisan, Wawasan, dan Wacana Indonesia

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails
Next Post
Islam dan Multikulturalisme: Warisan, Wawasan, dan Wacana Indonesia

Islam dan Multikulturalisme: Warisan, Wawasan, dan Wacana Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co