4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Drama” Dibalik Drama Kisah Cinta Rai Srimben: Kumis Gatal, Kain Melorot, dan Badmood Sebelum Pentas

Dian Suryantini by Dian Suryantini
August 1, 2025
in Khas
“Drama” Dibalik Drama Kisah Cinta Rai Srimben: Kumis Gatal, Kain Melorot, dan Badmood Sebelum Pentas

Anak-anak sebelum pentas di SDN 1 Paket Agung Singaraja | Foto: Dian

KELAS riuh. Jumat, 1 Agustus 2025. Para siswa SDN 1 Paket Agung dengan seragam yang unik berkumpul di ruangan itu. Ada yang memakai blankon, batik, kain, kebaya bahkan ada yang berias dengan kostum penari. Mereka tengah bersiap untuk tampil dalam pementasan drama yang mengisahkan asmara Rai Srimben dan Raden Soekemi.

Panggung kecil dihias dengan kain prada, janur tergantung dan hamparan karpet telah menunggu. Miss. Santa, guru pembinanya mulai repot. Mulai sibuk menyiapakan urutan pementasan. Sesekali terlihat mengelus dada. Menarik napas. Saya membayangkan, jika saya jadi Miss. Santa mungkin saya tidak akan mampu menangani anak-anak itu.

Beragam ekspresi dikeluarkan oleh anak-anak itu sebelum tampil. Dimas yang memerankan tokoh Raden Soekemi masih tampak sabar dan ceria dibalik balutan blankon dan kain batiknya. Nia yang memerankan Rai Srimben juga sibuk sendiri. Alit yang mendapat peran sebagai kakek mangku juga terlihat lebih sibuk.

Badannya tetap tenang, tidak banyak bicara. Tapi tangganya tak henti-henti mengelus kapas yang ditempel pada dagu dan bawah hidung. “Gatallah, Kak!” katanya sedikit ngegas saat ditanya. Ya, mungkin dia kurang nyaman dengan double tip yang menempel pada dagu dan bawah hidungnya itu. Tapi dia berusaha menahan demi penampilannya yang total.

Di pojok kanan kelas, Praba sendirian. Tidak banyak bicara, tidak bacak bergaul. Hanya duduk, diam. Wajahnya datar. Usut punya usut ia sedang tidak bersemangat alias badmood. Dalam pementasan itu, Praba tampil sebagai penari.

Ia diantar ibunya pagi-pagi sekali. Katanya jam 4 pagi sudah ke sekolah untuk berhias. “Capek, Kak,” kata Praba saat saya dekati. Saya mencoba menghibur. Sudah makan? Mau minum? Ngantuk ya? Senyum dong, kata saya. Semua itu hanya dijawab dengan gelengan kepala tanpa suara dan tentu dengan wajah yang cemberut.

Mungkin saja ia tidak berselera. Tidak lama, Miss. Santa masuk kelas dengan membawa gelas kertas untuk property. “Apa itu, Buk? Teh ya?” katanya girang. Ya, mungkin saja Praba haus tapi malu.

Pemeran Raden Soekemi dalam drama anak-anak di SDN 1 Paket Agung Singaraja | Foto: Dian

Kendati masih anak-anak mereka sangat menghayati peran. “Eh, Bung Karno, kau dipanggil sama bapak kau,” celetuk salah satu anak. Bung Karno kecil pun mendekat ke arah Raden Soekemi yang diperankan Dimas.

“Wee, Kaler, Kaler! Kaler itu bestienya Raden Soekemi, Kak,” kata seorang lagi memberitahukan kepada saya.

Saya sejenak berpikir, hebat sekali anak-anak ini. Begitu mendalami peran masing-masing meski saat tampil suara mereka tidak digunakan, alias menggunakan rekaman.

Lamunan saya dibuyarkan ketika si Kaler merasa gatal pada badannya. Ia sibuk menarik kainnya yang melorot. Ditarik lagi, melorot lagi, sampai akhirnya seorang guru turun tangan memperbaiki kainnya Si Kaler. Ia tidak terbiasa menggunakan kain atau kamen yang dililitkan hingga ke dada.

Pementasan drama yang dimainkan oleh siswa-siswi SDN 1 Paket Agung ini menjadi salah satu pengisi acara perayaan 150 tahun sekolah tertua di Buleleng tersebut. Tapi jangan bayangkan pementasan ala teater profesional yang penuh teknik dan tata cahaya canggih. Ini adalah panggung anak-anak. Dan justru di situlah letak pesonanya—penuh kejutan yang tidak ada dalam naskah, spontan tapi tulus, dan kocaknya alami.

Rai Srimben, sosok perempuan tangguh dan ibu dari Sang Proklamator Bung Karno, diceritakan kembali dalam versi mini yang lebih cocok disebut “sejarah rasa es krim.” Naskah yang awalnya serius ini oleh para guru dialihwahanakan dengan pendekatan ringan, agar bisa dicerna oleh para pemain cilik dan, tentu saja, para penonton emak-emak, bapak-bapak, dan anak-anak yang menonton sambil ngemil pentol dan sosis.

Cerita dimulai dari adegan Rai Srimben remaja, yang diperankan oleh Nia. Nia begitu total dengan rambut yang disanggul palsu dan kain. Nia tampil luwes, meski sempat grogi karena ditonton banyak orang.

Anak-anak sebelum pentas di SDN 1 Paket Agung Singaraja | Foto: Dian

Rai Srimben muda bertemu dengan Raden Soekemi, pemuda berdarah Jawa yang diperankan oleh Dimas. Ia memerankannya dengan lancar. Adegan melamar Rai Srimben menjadi salah satu adegan yang ia suka. “Gimana ya. Deg-degan, Kak,” kata dia.

Anak SD bisa merasakan deg-degan saat adegan melamar? Padahal hanya dalam pementasan drama. Ya sudahlah…

Tapi, seorang ibu penonton berkomentar, “Kapan lagi nonton sejarah nasional sambil ketawa begini?” Barangkali si ibu tergelitik dengan tingkah anak-anak saat adengan pertemuan antara Rai Srimben dan Raden Soekemi atau tergelitik dengan hal lain. Entahlah.

Pementasan ini bukan hanya ditonton oleh para guru dan murid, tapi juga alumni SDN 1 Paket Agung lintas generasi, dari yang sekarang jadi, ASN, guru, sampai pengusaha.

Hari makin siang. Semangat para pemain cilik tidak padam, mengalahkan panas yang menyengat di siang hari. Setelah pertunjukan usai, mereka berjejer di depan panggung, membungkuk serempak.

Di balik kehebohan dan kelucuan yang terjadi di belakang panggung hingga atas panggung, pementasan ini berhasil menyampaikan satu hal yang penting, bahwa sejarah bisa dihidangkan dengan rasa yang renyah, menyenangkan, dan tetap menginspirasi.

Dan mungkin, dari kumis gatal, kain yang melorot, hingga badmood sebelum tampil, semua anak-anak ini belajar satu hal penting, bahwa mencintai tanah air bisa dimulai dari mengenal para tokohnya—meski lewat tawa dan blush on yang kelewat tebal.

Selamat ulang tahun ke-150, SDN 1 Paket Agung! Panggung kecilmu telah melahirkan tawa besar dan semangat yang menggetarkan. [T]

Penulis: Dian Suryantini
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Ayah Soekarno Pernah Kos di Singaraja | Catatan 150 Tahun SDN 1 Paket Agung Singaraja
Soekarno Lahir dari Drama Cinta Jawa-Bali yang Romantis
12 Naskah Teater Karya Bung Karno: Soekarno, Frankenstein & Indonesia Tanpa Nyawa
Ada Soekarno di Balik Doctor Honoris Causa Ki Hajar Dewantara
Soekarno: Pemimpin yang Mendengarkan Ahli Bahasa dan Sastra
Tags: Rai SrimbenSingarajaSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ayah Soekarno Pernah Kos di Singaraja | Catatan 150 Tahun SDN 1 Paket Agung Singaraja

Next Post

Islam dan Multikulturalisme: Warisan, Wawasan, dan Wacana Indonesia

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Islam dan Multikulturalisme: Warisan, Wawasan, dan Wacana Indonesia

Islam dan Multikulturalisme: Warisan, Wawasan, dan Wacana Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co