25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Drama” Dibalik Drama Kisah Cinta Rai Srimben: Kumis Gatal, Kain Melorot, dan Badmood Sebelum Pentas

Dian Suryantini by Dian Suryantini
August 1, 2025
in Khas
“Drama” Dibalik Drama Kisah Cinta Rai Srimben: Kumis Gatal, Kain Melorot, dan Badmood Sebelum Pentas

Anak-anak sebelum pentas di SDN 1 Paket Agung Singaraja | Foto: Dian

KELAS riuh. Jumat, 1 Agustus 2025. Para siswa SDN 1 Paket Agung dengan seragam yang unik berkumpul di ruangan itu. Ada yang memakai blankon, batik, kain, kebaya bahkan ada yang berias dengan kostum penari. Mereka tengah bersiap untuk tampil dalam pementasan drama yang mengisahkan asmara Rai Srimben dan Raden Soekemi.

Panggung kecil dihias dengan kain prada, janur tergantung dan hamparan karpet telah menunggu. Miss. Santa, guru pembinanya mulai repot. Mulai sibuk menyiapakan urutan pementasan. Sesekali terlihat mengelus dada. Menarik napas. Saya membayangkan, jika saya jadi Miss. Santa mungkin saya tidak akan mampu menangani anak-anak itu.

Beragam ekspresi dikeluarkan oleh anak-anak itu sebelum tampil. Dimas yang memerankan tokoh Raden Soekemi masih tampak sabar dan ceria dibalik balutan blankon dan kain batiknya. Nia yang memerankan Rai Srimben juga sibuk sendiri. Alit yang mendapat peran sebagai kakek mangku juga terlihat lebih sibuk.

Badannya tetap tenang, tidak banyak bicara. Tapi tangganya tak henti-henti mengelus kapas yang ditempel pada dagu dan bawah hidung. “Gatallah, Kak!” katanya sedikit ngegas saat ditanya. Ya, mungkin dia kurang nyaman dengan double tip yang menempel pada dagu dan bawah hidungnya itu. Tapi dia berusaha menahan demi penampilannya yang total.

Di pojok kanan kelas, Praba sendirian. Tidak banyak bicara, tidak bacak bergaul. Hanya duduk, diam. Wajahnya datar. Usut punya usut ia sedang tidak bersemangat alias badmood. Dalam pementasan itu, Praba tampil sebagai penari.

Ia diantar ibunya pagi-pagi sekali. Katanya jam 4 pagi sudah ke sekolah untuk berhias. “Capek, Kak,” kata Praba saat saya dekati. Saya mencoba menghibur. Sudah makan? Mau minum? Ngantuk ya? Senyum dong, kata saya. Semua itu hanya dijawab dengan gelengan kepala tanpa suara dan tentu dengan wajah yang cemberut.

Mungkin saja ia tidak berselera. Tidak lama, Miss. Santa masuk kelas dengan membawa gelas kertas untuk property. “Apa itu, Buk? Teh ya?” katanya girang. Ya, mungkin saja Praba haus tapi malu.

Pemeran Raden Soekemi dalam drama anak-anak di SDN 1 Paket Agung Singaraja | Foto: Dian

Kendati masih anak-anak mereka sangat menghayati peran. “Eh, Bung Karno, kau dipanggil sama bapak kau,” celetuk salah satu anak. Bung Karno kecil pun mendekat ke arah Raden Soekemi yang diperankan Dimas.

“Wee, Kaler, Kaler! Kaler itu bestienya Raden Soekemi, Kak,” kata seorang lagi memberitahukan kepada saya.

Saya sejenak berpikir, hebat sekali anak-anak ini. Begitu mendalami peran masing-masing meski saat tampil suara mereka tidak digunakan, alias menggunakan rekaman.

Lamunan saya dibuyarkan ketika si Kaler merasa gatal pada badannya. Ia sibuk menarik kainnya yang melorot. Ditarik lagi, melorot lagi, sampai akhirnya seorang guru turun tangan memperbaiki kainnya Si Kaler. Ia tidak terbiasa menggunakan kain atau kamen yang dililitkan hingga ke dada.

Pementasan drama yang dimainkan oleh siswa-siswi SDN 1 Paket Agung ini menjadi salah satu pengisi acara perayaan 150 tahun sekolah tertua di Buleleng tersebut. Tapi jangan bayangkan pementasan ala teater profesional yang penuh teknik dan tata cahaya canggih. Ini adalah panggung anak-anak. Dan justru di situlah letak pesonanya—penuh kejutan yang tidak ada dalam naskah, spontan tapi tulus, dan kocaknya alami.

Rai Srimben, sosok perempuan tangguh dan ibu dari Sang Proklamator Bung Karno, diceritakan kembali dalam versi mini yang lebih cocok disebut “sejarah rasa es krim.” Naskah yang awalnya serius ini oleh para guru dialihwahanakan dengan pendekatan ringan, agar bisa dicerna oleh para pemain cilik dan, tentu saja, para penonton emak-emak, bapak-bapak, dan anak-anak yang menonton sambil ngemil pentol dan sosis.

Cerita dimulai dari adegan Rai Srimben remaja, yang diperankan oleh Nia. Nia begitu total dengan rambut yang disanggul palsu dan kain. Nia tampil luwes, meski sempat grogi karena ditonton banyak orang.

Anak-anak sebelum pentas di SDN 1 Paket Agung Singaraja | Foto: Dian

Rai Srimben muda bertemu dengan Raden Soekemi, pemuda berdarah Jawa yang diperankan oleh Dimas. Ia memerankannya dengan lancar. Adegan melamar Rai Srimben menjadi salah satu adegan yang ia suka. “Gimana ya. Deg-degan, Kak,” kata dia.

Anak SD bisa merasakan deg-degan saat adegan melamar? Padahal hanya dalam pementasan drama. Ya sudahlah…

Tapi, seorang ibu penonton berkomentar, “Kapan lagi nonton sejarah nasional sambil ketawa begini?” Barangkali si ibu tergelitik dengan tingkah anak-anak saat adengan pertemuan antara Rai Srimben dan Raden Soekemi atau tergelitik dengan hal lain. Entahlah.

Pementasan ini bukan hanya ditonton oleh para guru dan murid, tapi juga alumni SDN 1 Paket Agung lintas generasi, dari yang sekarang jadi, ASN, guru, sampai pengusaha.

Hari makin siang. Semangat para pemain cilik tidak padam, mengalahkan panas yang menyengat di siang hari. Setelah pertunjukan usai, mereka berjejer di depan panggung, membungkuk serempak.

Di balik kehebohan dan kelucuan yang terjadi di belakang panggung hingga atas panggung, pementasan ini berhasil menyampaikan satu hal yang penting, bahwa sejarah bisa dihidangkan dengan rasa yang renyah, menyenangkan, dan tetap menginspirasi.

Dan mungkin, dari kumis gatal, kain yang melorot, hingga badmood sebelum tampil, semua anak-anak ini belajar satu hal penting, bahwa mencintai tanah air bisa dimulai dari mengenal para tokohnya—meski lewat tawa dan blush on yang kelewat tebal.

Selamat ulang tahun ke-150, SDN 1 Paket Agung! Panggung kecilmu telah melahirkan tawa besar dan semangat yang menggetarkan. [T]

Penulis: Dian Suryantini
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Ayah Soekarno Pernah Kos di Singaraja | Catatan 150 Tahun SDN 1 Paket Agung Singaraja
Soekarno Lahir dari Drama Cinta Jawa-Bali yang Romantis
12 Naskah Teater Karya Bung Karno: Soekarno, Frankenstein & Indonesia Tanpa Nyawa
Ada Soekarno di Balik Doctor Honoris Causa Ki Hajar Dewantara
Soekarno: Pemimpin yang Mendengarkan Ahli Bahasa dan Sastra
Tags: Rai SrimbenSingarajaSoekarno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ayah Soekarno Pernah Kos di Singaraja | Catatan 150 Tahun SDN 1 Paket Agung Singaraja

Next Post

Islam dan Multikulturalisme: Warisan, Wawasan, dan Wacana Indonesia

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails
Next Post
Islam dan Multikulturalisme: Warisan, Wawasan, dan Wacana Indonesia

Islam dan Multikulturalisme: Warisan, Wawasan, dan Wacana Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co