24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jika Desa Tak Ditulis, Siapa yang Akan Mengingat? — Catatan Workshop Menulis Cerita Desa di Tejakula Community Center

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
June 18, 2025
in Khas
Jika Desa Tak Ditulis, Siapa yang Akan Mengingat? — Catatan Workshop Menulis Cerita Desa di Tejakula Community Center

Gede Ganesha saat memberikan materi workshop Menulis Cerita Desa yang dihelat Singaraja Menonton dan Tejakula Community Center (TCC) | Foto: tatkala.co/Puja

DI ruang kelas LPK Hishou Tejakula, seorang remaja berdiri dengan seulas senyum, Gede Bayu Pratama, siswa kelas 7 dari SMPN 2 Tejakula. Di tangannya, ia memegang buku berisi tulisan pendek tentang kenangan masa kecilnya. Bukan tentang taman bermain atau pusat perbelanjaan, melainkan tentang sebuah lereng bukit yang bernama Diing Barak di Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali.

“Saya menulis tentang wisata Diing Barak,” katanya lembut.

Bukan tempat wisata populer yang ramai dikunjungi turis, namun bagi Bayu, Diing Barak adalah tempat yang menyimpan kenangan berharga. Ia mengenangnya sebagai lokasi pendakian pertamanya, sebuah pengalaman yang ia dapatkan saat masih duduk di bangku kelas 4 SD. Di sana, ia dan keluarganya mendaki bukit yang disebut “Diing Barak”—sebuah istilah lokal yang merujuk pada arah lokasi bukit itu dari desa.

Yang menarik, Bayu menyebut adanya tanaman besar menyerupai bambu, yang disebut masyarakat setempat sebagai “tiing” kemudian menjadi ”diing’’. Pangkal bambu berwarna kemerahan, kontras dengan hijaunya daun dan tanah bebukitan. Bagi Bayu kecil, pemandangan itu sangat menakjubkan.

“Suasananya indah, dan saya bisa berkumpul dengan keluarga. Itu membuat hati saya gembira,” kenang Bayu.

Peserta workshop Menulis Cerita Desa yang dihelat Singaraja Menonton dan Tejakula Community Center (TCC) | Foto: tatkala.co/Puja

Pengalaman itu yang kemudian menginspirasinya untuk menulis dalam sesi Workshop Menulis Cerita Desa yang dihelat Singaraja Menonton dan Tejakula Community Center (TCC). Bayu datang ke acara itu seorang diri. Ia mengaku tahu dari guru SMP-nya dan langsung tertarik. Meskipun mengaku tidak pernah benar-benar aktif menulis di sekolah, Bayu dipilih untuk mewakili karena tulisannya yang iseng-iseng ternyata cukup menonjol.

“Senang bisa ikut. Ternyata begini cara menulis cerita yang baik, yang bisa jadi berita,” ujarnya antusias. Ia mengaku baru pertama kali mendapatkan pelatihan menulis dengan pendekatan seperti ini. Di sekolahnya, belum pernah ada pelajaran yang menjelaskan tentang penulisan feature atau berita berbasis cerita personal.

Bayu mungkin datang sendiri, namun ia pulang dengan satu bekal baru: keberanian untuk menuliskan kisahnya, seberapapun sederhana. Baginya, Diing Barak bukan sekadar tempat wisata, melainkan ruang kecil di mana kenangan masa kecilnya tetap hidup—dan kini, telah menjadi sebuah cerita yang tertulis.

Cermin Impian dan Jembatan Budaya

Jika Bayu menulis untuk merawat ingatan personal, peserta lain, Kadek Dian Pramesti, menulis untuk mengejar sebuah impian. Mahasiswi Manajemen Undiksha ini memilih mengangkat kisah Nyoman Suma Putra, seorang pemandu wisata lokal dari Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali.

Bagi Dian, Nyoman Suma Putra, tak sekadar menemani wisatawan. Ia adalah narasi hidup dari kebudayaan yang dijaga dalam tutur, laku, dan bahasa. Menjadi pemandu wisata bukan cuma soal menjelaskan lokasi, tetapi menjembatani dunia luar dengan nilai-nilai lokal yang penuh makna. Sosoknya bukan sekadar inspiratif—tapi seperti cermin dari apa yang ia impikan.

“Aku tuh suka banget sama cerita, apalagi yang berhubungan sama sejarah dan budaya. Aku juga suka ngomong. Rasanya kalau bisa jadi tour guide atau penutur budaya, itu cocok banget buat aku,” ucapnya dengan semangat.

Gede Ganesha saat memberikan materi workshop Menulis Cerita Desa yang dihelat Singaraja Menonton dan Tejakula Community Center (TCC) | Foto: tatkala.co/Puja

Kekaguman itu memantik kesadaran. Dian tahu, impian butuh diasah. “Aku masih kurang ilmu, terutama dalam bahasa. Tapi aku ingin belajar,” tambahnya. Workshop ini menjadi langkah pertamanya. Ia berencana mewawancarai langsung sang idola, menggali motivasi dan cara bertutur yang tepat kepada dunia.

Pengalaman mengikuti workshop ini telah membuka pintu-pintu baru bagi Dian. Perjalanan sekitar 20 menit dari Desa Sambirenteng ke LPK Hishou Tejakula mungkin terasa melelahkan, namun semua itu terbayar lunas dengan ilmu yang didapat.

“Alasan aku ikut ini tuh dua: ingin nambah wawasan karena aku orangnya penasaranan banget, dan punya relasi baru,” ungkapnya. “Ternyata disini aku malah ketemu Indra, dia satu desa sama aku tapi aku baru tahu. Dan dia pinter banget. Kalau aku enggak ikut kegiatan ini, mungkin nggak akan kenal dia.”

Selain relasi baru, Dian juga merasa mendapat banyak inspirasi dari narasumber seperti Ganesha, yang mengisi materi workshop dengan pengalaman-pengalaman menulis dari desa. “Aku sangat menikmati kelas ini, banyak belajar, dan sekarang aku makin semangat membuat tugas,” katanya dengan mata berbinar.

Pulang ke Akar Melalui Tulisan

Narasumber workshop, Gede Ganesha berbicara pelan namun mantap. Ia bukan hanya mengajar menulis—ia sedang mengajak mereka menulis cerita desa yang ia pandu bukan semata soal teknik menulis. Bukan tentang bagaimana merangkai kata yang indah atau membuat alur yang dramatis. Lebih dari itu, Ganesha mengajak para peserta melihat desa sebagai naskah hidup yang belum selesai. Sebuah warisan yang menunggu untuk dirawat melalui kata-kata.

“Menulis tentang desa, sederhana apapun selalu memilili kekuatan karena keaslian, keintiman, dan suara yang jarang terdengar,” paparnya.

Ganesha percaya, setiap jengkal desa, menyimpan kekayaan budaya, sejarah, dan manusia yang tak tergantikan. Ada kebiasaan-kebiasaan yang tak tercatat, ada tokoh-tokoh tua yang menyimpan cerita berlapis waktu. Semua itu, menurutnya, layak diceritakan kembali.

”Dunia butuh lebih banyak cerita yang membumi dan jujur seperti itu, tentang desa dan cerita yang ada di dalamnya,” ucapnya tegas.

Inisiatif Merawat Cerita Desa

Untuk menyemai penulis-penulis muda yang mampu menceritakan potensi dan kehidupan desa, Singaraja Menonton dan Tejakula Community Center (TCC) berkolaborasi menginisiasi sebuah workshop pada 15 Juni 2025. Kardian Narayana, Founder Singaraja Menonton, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan inisiatif sepihak, melainkan respons atas keinginan teman-teman di Tejakula Community Center.

Foto bersama workshop Menulis Cerita Desa yang dihelat Singaraja Menonton dan Tejakula Community Center (TCC) | Foto: tatkala.co/Puja

”Mereka yang sebenarnya ingin melahirkan penulis-penulis cerita-cerita tentang desa. Maka selain memutarkan film, Tejakula Community Center (TCC) juga ingin menyelenggarakan workshop ini. Dan di sinilah titik temu kerja sama kami,” ujar Kardian. Selama ini, nama seperti Don Rare dan Kadek Sudantara (Dex Dol) telah menjadi pencerita desa, namun jumlahnya masih bisa dihitung jari.

Peserta diajak menulis dari pengalaman pribadi, cerita keluarga, hingga peristiwa di sekitar mereka. Menurut Dex Dol, tulisan anak-anak ini meskipun sederhana, justru menyentuh karena jujur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia berharap tulisan-tulisan ini bisa menjadi jembatan antar generasi.

“Menulis adalah cara kita menjaga ingatan kolektif desa agar tidak hilang,” ujarnya. Dengan kata lain, lewat tulisan, anak-anak Tejakula sedang menanam jejak untuk masa depan desa mereka. [T]

Penulis: Komang Puja Savitri
Editor: Adnyana Ole

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

BACA JUGA:

Catatan Kecil Perayaan Hari Puisi dari Kampus Undiksha ke Desa Les-Tejakula
Galungan di Desa Tembok: Ketika Taksi Parkir di Rumah-rumah Warga
“Les Ngembak Festival 2025” di Desa Les: Ini Bukan Hanya Soal Pariwisata
Tags: menulismenulis desaSingaraja MenontonTejakula
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Kecil, Yang Tak Selesai Dirasakan

Next Post

Diet, Hal Sederhana yang Dibuat Ribet

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Selamat Galungan, Selamat Makan Lawar! — Ingat  Atur Gaya Makan Agar Tetap Sehat

Diet, Hal Sederhana yang Dibuat Ribet

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co