14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Les Ngembak Festival 2025” di Desa Les: Ini Bukan Hanya Soal Pariwisata

Son Lomri by Son Lomri
April 1, 2025
in Khas
“Les Ngembak Festival 2025” di Desa Les: Ini Bukan Hanya Soal Pariwisata

Tari Panyembrama pada Les Ngembak Festival 2025

HUJAN deras sejak siang mengguyur di Les Ngembak Festival 2025 pada Ahad, 30 Maret 2025, di Pantai Penyumbahan, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng-Bali. Orang-orang sudah ramai. Dan hujan mengkerutkan jidat mereka.

Para pedagang kuliner menjadi stres, tukang sound apalagi, karena aliran listrik agaknya terganggu oleh hujan.

Di stand-stand jajanan misalnya, lampu-lampu menjadi hidup–mati alias ngadat. Dan dari panggung utama yang jaraknya tidak jauh dari garis pantai, terlihat jukung nelayan terombang-ambing oleh ombak di pantai—seolah hendak melaut sendiri.

Orang-orang bertahan di sela hujan untuk menyaksikan Les Ngembak Festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Pula dari arah laut, angin cukup kuat menerpa semua yang terpampang di garis pantai, termasuk panggung. Semua kepala orang-orang tampaknya benar-benar pusing karena hujan tak kunjung reda sejak siang hingga sore.

Padahal tanah-tanah sudah becek, stand-stand kuliner tergenang air. Orang-orang yang tumpah di sana tetap diam. Mereka tak pergi, Mereka menunggu. Di sela hujan masih turun misalnya, ada pengunjung yang menggendong anaknya menggunakan jas hujan, menggunakan payung.

Ada pula yang rela basah-basahan menantikan Les Ngembak itu akan dibuka sebentar lagi setelah hujan agak reda. Bukan lagi abu-abu, sebentar lagi langit menjadi gelap alias malam. Menandakan bahwa hujan, memang cukup lama turun.

Lekas tukang sound system menyambut waktu baik itu, mengecek sound—hidup mengeluarkan suara lebih nyaring.  Dua MC masih testas-testas mencoba mic mereka juga sudah bisa menyala atau belum.

Tiba-tiba sebuah lagu keluar dari dalam sound…

Semua kata rindumu
Semakin membuatku tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku aku pun rindu kamu..

Lagu Mp3 dari Dewa 19—yang berkumandangitu, setidaknya memberi tanda bahwa acara akan segera dimulai. Dari kejauhan orang-orang mulai mendekat—gembira, mereka yang datang merasa hangat oleh musik yang menyala sebentar.

Tari Nelayan pada Les Ngembak festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Baleganjur anak-anak dalam Les Ngembak Festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Bukan tanpa sebab mengapa masyarakat di sana setia—tak hengkang kaki pergi ke rumah masing-masing walaupun sudah menggigil tubuh basah. Ngembak memang sudah menjadi satu tradisi penting di Desa Les pasca Hari Raya Nyepi.

Sehingga Les Ngembak Festival 2025 dengan tema “Sea Summit NortheastBali, Art-Culture-Culinary and Nature”. Menjadi momentum yang lain, yang dinantikan mereka setelah dua tahun lalu sudah berjalan.

“Festival ini merupakan event tahunan yang bertujuan untuk memperkenalkan potensi-potensi yang ada di Desa Les, baik dari potensi bukit hingga bahari serta menjaga semangat Desa Les sebagai Juara ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia) tahun 2024 kemarin,” kata Perbekel Desa Les Gede Adi Wistara.

DJ Asmara Koplo pada Les Ngembak Festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Acara itu dibuka dengan Tari Panyembrama, tarian penyambutan tamu yang diciptakan oleh I Wayan Berata sekitar tahun 1971. Tarian itu biasanya dimainkan oleh orang dewasa, di Les Ngembak Festival 2025, tarian itu ditarikan oleh anak-anak.

Diantaranya Ira (kelas 1 SD), Dhira (kelas 2 SD), Luh Nik (kelas 4), dan Valen kelas 4. Tak kalah keren dengan orang dewasa, di atas panggung, tangan mereka yang lentik dan mungil itu, juga meliuk—lihai, sambil membawa sampian gonjer yang berisikan bunga-bunga.

Setelah lama menari dengan posisi berdiri, mereka kemudian saling berhadap-hadapan membentuk pola berpasangan. Tangan yang mungil, mata yang lentik dan kekanak-kanakan, memperlihatkan mereka sebagai anak-anak yang ceria di atas panggung. Siap menyambut tamu, menyambut mereka yang sudah datang di depan panggung.

Modern dance pada Les Ngembak Festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Lantas mereka setengah duduk dari berdiri, dan terus meliukkan tangan—menari dengan posisi seperti itu. Dari ritme musik lebih slow di tengah permainan, musik berubah ritmenya mengeras dan cepat kemudian, dan keempat penari itu lekas berdiri memperlihatkan estetik gerak nyambi menaburkan bunga.

Ya, barangkali mereka hendak menyampaikan pesan melalui simbol tadi, “Selamat datang di Festival Desa kami, selamat merayakan Ngembak”

Menanam Tunas Desa, Menarik Mereka yang Muda ke Akar

“Bedanya festival tahun lalu dengan sekarang, kami menarik akar tradisi sebagai wacananya lebih kuat. Sehingga bukan sekadar hiburan semata, tetapi juga agar lebih mengedukasi mereka mengapa acara ini penting dilaksanakan terutama pada generasi muda,” kata Nyoman Nadiana, ketua pelaksana Les Ngembak Festival.

Sampai di situ, Don Rare—panggilan akrab Nyoman Nadiana— juga menegaskan festival ini tidak lagi sekadar tentang pengembangan pariwisata desa, atau memperkenalkan wisata dalam sebuah table, misalnya.

Tetapi juga bisa menjadi satu ruang untuk menumbuhkan kembali masyarakat setempat lebih mengenal desanya sendiri, mengenal rumahnya sendiri, terutama pada generasi muda melalui festival ini, sebagai proses belajar.

Tari kebyar duduk pada Les Ngembak Festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Agar mereka paham—dari apa yang mesti dikembangkan selain keramaian: Ayo Melali ke Desa Kami. Yang lebih penting, katanya, adalah mengembangkan Sumber Daya Manusia-nya, dan mengaktivasi anak-anak mudanya agar tidak tergiur dengan keriuhan kota.

Kesadaran semacam itu sedang dikuatkan lagi, agar anak-anak muda bisa berbuat sesuatu di desa, bukan sekadar mengandalkan Nyegara Gunung sebagai berkat—kekayaan organik.

Melalui festival memang wacana untuk merawat alam, mengeksplor wisata sudah keras dikampanyekan. Tapi di festival ke-tiga ini, para anak muda kembali digenjot—terlibat secara pementasan dan konsep.

Tari Nelayan pada Les Ngembak festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Salah satunya pada pelatih tari masih muda, Ayu Restia. Di Desa Les, Ayu menjadi remaja yang masih bertahan dengan tari tradisional di Desa Les. Ia mengempu anak-anak di sanggar tari tempatnya dulu belajar, Sanggar Tari Labda Manohara.

Selain menjadi panitia, ia juga menjadi bagian penting di belakang panggung untuk mempersiapkan pertunjukan, yaitu Tarian Panyembarama dan Tarian Nelayan.

“Anak-anak latihannya satu bulan. Kesulitannya gak ada tempat latihan saja. Bahkan terkadang kehujanan, kadang kepanasan karena dusun ada aktivitas ogoh-ogoh kemarin,” kata Ayu Restia setelah melihat pementasan Tarian Panyembrama selesai ditarikan.

Melatih Ira, Dhira, Luh Nik, dan Valen—dalam Tarian Panyembrama, menurut Ayu tidak terlalu sulit. Karena mereka berempat sebelumnya sudah belajar, katanya, bahkan sudah menguasai beberapa tarian seperti Cendet dan Condong.

“Setelah banyak mengobrol dengan Komunitas Mahima dan Tatkala.co, di festival tahun depan, kami akan mencoba memasukkan perlombaan sastra, dan mengajarkan anak-anak menulis (setidaknya) tentang desanya sendiri. Ini rencana tahun depan, semoga dananya mencukupi. Semoga.” kata Nyoman Nadiana, berharap tahun depan lebih edukatif selain rekreatif.

Hujan masih turun, air masih belum surut di stand-stand jajakan. Tapi acara masih berjalan, dan orang-orang tetap masih bertahan. Untuk menghangatkan tubuh menantikan pertunjukan baleganjur anak, Tari Nelayan, Tari Kebyar Duduk oleh anak-anak.

Juga ada dance modern dari perempuan remaja Desa Les, karaoke “Melali ke Desa Les”, dan pertunjukan dari band lokal bernama Old Brother X Vicky Crowpost itu, mereka sesekali menengguk arak, meminum kopi, membeli bakso dari jajanan lokal.

Di sana, juga ada dua guestar terbaik dihadirkan panitia sebagai hiburan totalitas masyarakat desa. Yaitu Band Navicula dan Asmara Koplo. Suasana basah, betul-betul dirasakan enjoy saat guestar tampil. [T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa
Bu Yarsa, Sejak 50 Tahun Jual Laklak di Dajan Tugu Singa Desa Les
Jika Beruntung, Kita Bisa Temukan “Nasi Campur Bu Mangku”, Unik dan Melegenda di Desa Les
Tags: bulelengDesa LesHari Raya NyepiLes Fest Ngembak Geningembak geni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura”: Implementasi Wikithon Bali Lestari BASAbali Wiki untuk Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura Batur

Next Post

Hati-Hati: “Karma Vipaka”Itu Ada

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Hati-Hati: “Karma Vipaka”Itu Ada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co