2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Les Ngembak Festival 2025” di Desa Les: Ini Bukan Hanya Soal Pariwisata

Son Lomri by Son Lomri
April 1, 2025
in Khas
“Les Ngembak Festival 2025” di Desa Les: Ini Bukan Hanya Soal Pariwisata

Tari Panyembrama pada Les Ngembak Festival 2025

HUJAN deras sejak siang mengguyur di Les Ngembak Festival 2025 pada Ahad, 30 Maret 2025, di Pantai Penyumbahan, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng-Bali. Orang-orang sudah ramai. Dan hujan mengkerutkan jidat mereka.

Para pedagang kuliner menjadi stres, tukang sound apalagi, karena aliran listrik agaknya terganggu oleh hujan.

Di stand-stand jajanan misalnya, lampu-lampu menjadi hidup–mati alias ngadat. Dan dari panggung utama yang jaraknya tidak jauh dari garis pantai, terlihat jukung nelayan terombang-ambing oleh ombak di pantai—seolah hendak melaut sendiri.

Orang-orang bertahan di sela hujan untuk menyaksikan Les Ngembak Festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Pula dari arah laut, angin cukup kuat menerpa semua yang terpampang di garis pantai, termasuk panggung. Semua kepala orang-orang tampaknya benar-benar pusing karena hujan tak kunjung reda sejak siang hingga sore.

Padahal tanah-tanah sudah becek, stand-stand kuliner tergenang air. Orang-orang yang tumpah di sana tetap diam. Mereka tak pergi, Mereka menunggu. Di sela hujan masih turun misalnya, ada pengunjung yang menggendong anaknya menggunakan jas hujan, menggunakan payung.

Ada pula yang rela basah-basahan menantikan Les Ngembak itu akan dibuka sebentar lagi setelah hujan agak reda. Bukan lagi abu-abu, sebentar lagi langit menjadi gelap alias malam. Menandakan bahwa hujan, memang cukup lama turun.

Lekas tukang sound system menyambut waktu baik itu, mengecek sound—hidup mengeluarkan suara lebih nyaring.  Dua MC masih testas-testas mencoba mic mereka juga sudah bisa menyala atau belum.

Tiba-tiba sebuah lagu keluar dari dalam sound…

Semua kata rindumu
Semakin membuatku tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku aku pun rindu kamu..

Lagu Mp3 dari Dewa 19—yang berkumandangitu, setidaknya memberi tanda bahwa acara akan segera dimulai. Dari kejauhan orang-orang mulai mendekat—gembira, mereka yang datang merasa hangat oleh musik yang menyala sebentar.

Tari Nelayan pada Les Ngembak festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Baleganjur anak-anak dalam Les Ngembak Festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Bukan tanpa sebab mengapa masyarakat di sana setia—tak hengkang kaki pergi ke rumah masing-masing walaupun sudah menggigil tubuh basah. Ngembak memang sudah menjadi satu tradisi penting di Desa Les pasca Hari Raya Nyepi.

Sehingga Les Ngembak Festival 2025 dengan tema “Sea Summit NortheastBali, Art-Culture-Culinary and Nature”. Menjadi momentum yang lain, yang dinantikan mereka setelah dua tahun lalu sudah berjalan.

“Festival ini merupakan event tahunan yang bertujuan untuk memperkenalkan potensi-potensi yang ada di Desa Les, baik dari potensi bukit hingga bahari serta menjaga semangat Desa Les sebagai Juara ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia) tahun 2024 kemarin,” kata Perbekel Desa Les Gede Adi Wistara.

DJ Asmara Koplo pada Les Ngembak Festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Acara itu dibuka dengan Tari Panyembrama, tarian penyambutan tamu yang diciptakan oleh I Wayan Berata sekitar tahun 1971. Tarian itu biasanya dimainkan oleh orang dewasa, di Les Ngembak Festival 2025, tarian itu ditarikan oleh anak-anak.

Diantaranya Ira (kelas 1 SD), Dhira (kelas 2 SD), Luh Nik (kelas 4), dan Valen kelas 4. Tak kalah keren dengan orang dewasa, di atas panggung, tangan mereka yang lentik dan mungil itu, juga meliuk—lihai, sambil membawa sampian gonjer yang berisikan bunga-bunga.

Setelah lama menari dengan posisi berdiri, mereka kemudian saling berhadap-hadapan membentuk pola berpasangan. Tangan yang mungil, mata yang lentik dan kekanak-kanakan, memperlihatkan mereka sebagai anak-anak yang ceria di atas panggung. Siap menyambut tamu, menyambut mereka yang sudah datang di depan panggung.

Modern dance pada Les Ngembak Festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Lantas mereka setengah duduk dari berdiri, dan terus meliukkan tangan—menari dengan posisi seperti itu. Dari ritme musik lebih slow di tengah permainan, musik berubah ritmenya mengeras dan cepat kemudian, dan keempat penari itu lekas berdiri memperlihatkan estetik gerak nyambi menaburkan bunga.

Ya, barangkali mereka hendak menyampaikan pesan melalui simbol tadi, “Selamat datang di Festival Desa kami, selamat merayakan Ngembak”

Menanam Tunas Desa, Menarik Mereka yang Muda ke Akar

“Bedanya festival tahun lalu dengan sekarang, kami menarik akar tradisi sebagai wacananya lebih kuat. Sehingga bukan sekadar hiburan semata, tetapi juga agar lebih mengedukasi mereka mengapa acara ini penting dilaksanakan terutama pada generasi muda,” kata Nyoman Nadiana, ketua pelaksana Les Ngembak Festival.

Sampai di situ, Don Rare—panggilan akrab Nyoman Nadiana— juga menegaskan festival ini tidak lagi sekadar tentang pengembangan pariwisata desa, atau memperkenalkan wisata dalam sebuah table, misalnya.

Tetapi juga bisa menjadi satu ruang untuk menumbuhkan kembali masyarakat setempat lebih mengenal desanya sendiri, mengenal rumahnya sendiri, terutama pada generasi muda melalui festival ini, sebagai proses belajar.

Tari kebyar duduk pada Les Ngembak Festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Agar mereka paham—dari apa yang mesti dikembangkan selain keramaian: Ayo Melali ke Desa Kami. Yang lebih penting, katanya, adalah mengembangkan Sumber Daya Manusia-nya, dan mengaktivasi anak-anak mudanya agar tidak tergiur dengan keriuhan kota.

Kesadaran semacam itu sedang dikuatkan lagi, agar anak-anak muda bisa berbuat sesuatu di desa, bukan sekadar mengandalkan Nyegara Gunung sebagai berkat—kekayaan organik.

Melalui festival memang wacana untuk merawat alam, mengeksplor wisata sudah keras dikampanyekan. Tapi di festival ke-tiga ini, para anak muda kembali digenjot—terlibat secara pementasan dan konsep.

Tari Nelayan pada Les Ngembak festival 2025 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Salah satunya pada pelatih tari masih muda, Ayu Restia. Di Desa Les, Ayu menjadi remaja yang masih bertahan dengan tari tradisional di Desa Les. Ia mengempu anak-anak di sanggar tari tempatnya dulu belajar, Sanggar Tari Labda Manohara.

Selain menjadi panitia, ia juga menjadi bagian penting di belakang panggung untuk mempersiapkan pertunjukan, yaitu Tarian Panyembarama dan Tarian Nelayan.

“Anak-anak latihannya satu bulan. Kesulitannya gak ada tempat latihan saja. Bahkan terkadang kehujanan, kadang kepanasan karena dusun ada aktivitas ogoh-ogoh kemarin,” kata Ayu Restia setelah melihat pementasan Tarian Panyembrama selesai ditarikan.

Melatih Ira, Dhira, Luh Nik, dan Valen—dalam Tarian Panyembrama, menurut Ayu tidak terlalu sulit. Karena mereka berempat sebelumnya sudah belajar, katanya, bahkan sudah menguasai beberapa tarian seperti Cendet dan Condong.

“Setelah banyak mengobrol dengan Komunitas Mahima dan Tatkala.co, di festival tahun depan, kami akan mencoba memasukkan perlombaan sastra, dan mengajarkan anak-anak menulis (setidaknya) tentang desanya sendiri. Ini rencana tahun depan, semoga dananya mencukupi. Semoga.” kata Nyoman Nadiana, berharap tahun depan lebih edukatif selain rekreatif.

Hujan masih turun, air masih belum surut di stand-stand jajakan. Tapi acara masih berjalan, dan orang-orang tetap masih bertahan. Untuk menghangatkan tubuh menantikan pertunjukan baleganjur anak, Tari Nelayan, Tari Kebyar Duduk oleh anak-anak.

Juga ada dance modern dari perempuan remaja Desa Les, karaoke “Melali ke Desa Les”, dan pertunjukan dari band lokal bernama Old Brother X Vicky Crowpost itu, mereka sesekali menengguk arak, meminum kopi, membeli bakso dari jajanan lokal.

Di sana, juga ada dua guestar terbaik dihadirkan panitia sebagai hiburan totalitas masyarakat desa. Yaitu Band Navicula dan Asmara Koplo. Suasana basah, betul-betul dirasakan enjoy saat guestar tampil. [T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Ayu Restia Putri, Gen Z dari Desa Les: Teruskan Hidup dengan Melatih Tari untuk Anak-anak Desa
Bu Yarsa, Sejak 50 Tahun Jual Laklak di Dajan Tugu Singa Desa Les
Jika Beruntung, Kita Bisa Temukan “Nasi Campur Bu Mangku”, Unik dan Melegenda di Desa Les
Tags: bulelengDesa LesHari Raya NyepiLes Fest Ngembak Geningembak geni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura”: Implementasi Wikithon Bali Lestari BASAbali Wiki untuk Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura Batur

Next Post

Hati-Hati: “Karma Vipaka”Itu Ada

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Hati-Hati: “Karma Vipaka”Itu Ada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co