2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dwarsa Sentosa Berbagi Cerita di Kedai Umah Pradja, Singaraja : Ini Itu Tentang Musik dan Rekamannya

Son Lomri by Son Lomri
May 5, 2025
in Panggung
Dwarsa Sentosa Berbagi Cerita di Kedai Umah Pradja, Singaraja : Ini Itu Tentang Musik dan Rekamannya

Dwarsa Sentosa sedang mempresentasikan bagaimana proses kreatif membuat musik atau lagu | Foto: tatkala.co/Rusdy

DALAM membuat musik atau lagu, teknologi yang sekarang terus berkembang seharusnya membuat semua orang tambah kreatif. Tinggal mempelajari bagaimana musik bisa diolah dengan perkembangan teknologi yang sudah ada sekarang, bisa dimanfaatkan sebaik mungkin sekarang.

Pemahaman semacam itu muncul dalam acara Denoise Berbagi Cerita Bersama Dwarsa Sentosa dalam Bahasan Menarik Musik Elektronik : Composing mixing editing eksport stems squencer di Kedai Umah Pradja, Singaraja, Jumat malam, 2 Mei 2025.

Seorang produser musik, sekaligus musisi dan penulis lagu asal Bali Utara—yang dikenal lewat pendekatan musik eksperimental dalam dunia musik elektronik—Dwarsa Sentosa, menjadi pembicara dalam acara itu. Ia memberi teknik bagaimana seharusnya bergelut di balik pembuatan musik, yang tidak mesti banyak ritual.

Agar tidak bingung, untuk mempermudah pemahaman orang lain tentang musik, ia menganalogikakan produksi musik sama seperti sebuah pabrik dan musik sama seperti sebuah properti. Sedang pertunjukan musik ia umpamakan seperti pertunjukan sebuah teater.

“Pertunjukan musik adalah teater. Ini sangat penting bahwa apa yang kita produksi sebelumnya dan nanti kita pertunjukkan atau persembahkan di panggung ini. Itu adalah sebuah teater,” kata Dwarsa.

Bukan hanya musik, kata Dwarsa, apa pun yang ada di panggung nanti adalah sebuah skenario yang kita, atau sekelompok orang, jabarkan kepada penikmat di dunia. Musik adalah produk. Ia dimasak, ia diotak-atik hingga menjadi bentuk—yang lezat didengar khalayak ketika dipersembahkan di atas panggung.

“Nah, produksi musik, kenapa kita bilang pabrik? Karena ciptaannya adalah sebuah produk audio. Tentunya kita melalui proses dalam sebuah pabrik, cuma bedanya kita kerjanya di studio, bisa juga dengan laptop. Kemudian musik kenapa di sini bisa menjadi properti?” kata Dwarsa Sentosa.

Beberapa Audiens sedang menyimak diskusi tentang musik | Foto : tatkala.co/Rusdy

Walaupun musik tidak berwujud (fisik), tapi keberadaannya bisa dirasakan. Bahkan kehadirannya juga bisa menjadi seperti sebuah aset penting. Bisa dijual. Atau nanti satu waktu, jika ia menjadi viral, misalnya, tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan materi yang cukup.

Walaupun musik tidak berbentuk fisik, ia bisa dipertunjukkan. Selain itu, musik juga tahu diri caranya balas budi—nanti. Tapi persoalannya, bagaimana ritual dalam membuat musik itu sendiri di zaman sekarang—yang penuh persaingan, bahkan dengan AI sekalipun.

“Yang lebih penting itu adalah menjadikan karya dulu. Kalau mastering kan sudah post production sebenarnya. Setelah menjadi lagu dulu nanti nanti kita lanjut proses mastering. Di sanalah sebuah proses kreatif dalam produksi musik bisa dilakukan. Digenjot,” kata Dwarsa.

Penyanyi “Sampai Tua Jadi Gila” itu juga menekankan kepercayaan diri pada audiens, bahwa tidak ada aturan baku dalam proses kreatif—dalam bermusik. Apa duluan, apa duluan, dan apa selanjutnya, misalnya. Tidak ada. Gas saja buat.

“Karena seni (musik) sama dengan melukis juga, enggak ada aturan. Kalian mau pakai garis pinggir, mau enggak pakai garis pinggir, mau pakai warna merah semuanya juga boleh. Enggak ada batasan pokoknya,” jelas Dwarsa.

Vibes Musik—dalam Perasaan si Pembuat

Mood atau keadaan perasaan semacam apa yang muncul ketika kita membuat musik atau lagu? Perasaan apa yang memiliki pengaruh cukup kuat dalam proses kreatif si musisi? Dwarsa Sentosa mengakui, saat membuat musik, mood menentukan proses composing. Inilah yang ditentukan lebih dulu sebagai wacana besarnya.

Beberapa Audiens sedang menyimak diskusi tentang musik | Foto: tatkala.co/ Rusdy

Kondisi perasaan, senang atau jatuh cinta atau marah, atau ngambek, dapat menjadi amunisi atau energi. “Tentang cinta misalnya, atau tentang sebuah kekaguman kepada alam ataupun sebaliknya, keprihatinan terhadap alam,” katanya.

Semua itu, kata Dwarsa, dapat meringankan dalam proses menentukan sketsa berupa kunci progresi kunci atau chord. Misalnya mau dibawa ke minor, atau dominan untuk lagu-lagu yang sedih. Atau mayor nanti untuk ke lagu-lagu yang ada sebuah kekaguman di dalamnya.

Bagian yang selanjutnya adalah menambahkan melodi utama. Menentukan melodi utama bisa dilakukan sebagai hook, atau bagian yang menarik bagi si pendengar sebelum ke tahap yang lain.

Sehingga dalam proses itu, dapat ditentukan poin yang paling penting yang mana kira-kira bisa dinikmati, minimal bisa dirasakan oleh sendiri sebelum ke tahap yang lebih serius—untuk khalayak.

“Selanjutnya setelah menemukan melodi utama, baru selanjutnya, aku, biasanya membuat atau menentukan tempo dulu. Tempo itu belakangan aku lurusin karena setelah jadi melodi ada perubahan tempo biasanya,” jelas Dwarsa Sentosa.

Kemudian setelah memilih tempo yang sudah mantap, kata Dwarsa, barulah menggali referensi sebagai tambahan amunisi si lagu atau musik. Mencari referensi-referensi yang ada sekarang dapat diamati, dapat dijadikan acuan.

Sedang dalam proses kreatif membuat lagu, Dwarsa sendiri masih standar dalam menggunakan alat-alat dapurnya. Seperti laptop, speaker, mic, audio interface, dan beberapa aplikasi pendukung.

“Tapi kalau dilihat dari zaman, sekarang sudah bisa buat lagu yang oke hanya modal HP. Bahkan kalau niat, bisa jadi lagu yang matang juga,”  lanjut Dwarsa meyakinkan begitu canggih zaman sekarang, dan musisi yang perlu berpikir menggunakannya sebagai alat penting, alat bantu.

Ia juga bercerita, di tengah banyak teknologi pendukung terkait proses editing, rekaman itu bahkan tak mesti pergi ke studio, atau menunggu waktu spesial untuk pergi ke sana.

Rekaman bisa dilakukan di mana saja. Di dalam mobil, di kafe dekat dapur, atau di mana saja. Ini hanya soal nyali dan seberapa kreatif si musisi dalam soal waktu dan teknis dengan si alat.

Ketika rekaman di dapur rekaman, terjadi ada suara-suara yang tidak diinginkan masuk, seperti suara jalan karena dapur dekat jalan. Atau suara batuk manusia, suara manusia sedang menggoreng ikan atau memasak kopi.

Kebocoran suara itu bisa dicabik-cabik, atau dihilangkan noise-noise semacam itu dengan alat pendukung ketika proses composing.

Dwarsa Sentosa sedang mempresentasikan bagaimana proses kreatif membuat musik atau lagu | Foto: tatkala.co/Rusdy

“AI itu canggih, tapi manusia jauh lebih kreatif. Dan ketika zaman sudah semakin canggih ini, dan orang-orang masih saklek membuat musik harus pergi ke studio, sebagai cara satu-satunya. Itu terlalu kolot,” kata Dwarsa.

Dan itu bisa menjadi masalah besar. Memanfaatkan teknologi sekarang itu sangat penting, agar proses kreatif kita terus berjalan, tidak terhenti oleh sebuah masalah—tidak punya waktu pergi ke studio. [T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Dwarsa Sentosa, Musisi Buleleng yang Lebih Terkenal di Jawa Ketimbang di Daerah Kelahirannya
Musik Eksperimental Kontemporer dari Dwarsa Sentosa—“Tambah Sedikit Kuota untuk Berdosa”
Akustik Band The Days dari Buleleng dan Kisah Kemenangan Lagu Manawakya di Hindu Channel  
Sawig, Album “Lakuta”, dan Lakuta Bali Tour di Singaraja
Tags: bulelengDwarsa SentosaKedai Umah Pradjamusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenang Joko Pinurbo [2-Tamat]: Sore Hari Bersama Sang Penyair

Next Post

Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co