25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dwarsa Sentosa Berbagi Cerita di Kedai Umah Pradja, Singaraja : Ini Itu Tentang Musik dan Rekamannya

Son Lomri by Son Lomri
May 5, 2025
in Panggung
Dwarsa Sentosa Berbagi Cerita di Kedai Umah Pradja, Singaraja : Ini Itu Tentang Musik dan Rekamannya

Dwarsa Sentosa sedang mempresentasikan bagaimana proses kreatif membuat musik atau lagu | Foto: tatkala.co/Rusdy

DALAM membuat musik atau lagu, teknologi yang sekarang terus berkembang seharusnya membuat semua orang tambah kreatif. Tinggal mempelajari bagaimana musik bisa diolah dengan perkembangan teknologi yang sudah ada sekarang, bisa dimanfaatkan sebaik mungkin sekarang.

Pemahaman semacam itu muncul dalam acara Denoise Berbagi Cerita Bersama Dwarsa Sentosa dalam Bahasan Menarik Musik Elektronik : Composing mixing editing eksport stems squencer di Kedai Umah Pradja, Singaraja, Jumat malam, 2 Mei 2025.

Seorang produser musik, sekaligus musisi dan penulis lagu asal Bali Utara—yang dikenal lewat pendekatan musik eksperimental dalam dunia musik elektronik—Dwarsa Sentosa, menjadi pembicara dalam acara itu. Ia memberi teknik bagaimana seharusnya bergelut di balik pembuatan musik, yang tidak mesti banyak ritual.

Agar tidak bingung, untuk mempermudah pemahaman orang lain tentang musik, ia menganalogikakan produksi musik sama seperti sebuah pabrik dan musik sama seperti sebuah properti. Sedang pertunjukan musik ia umpamakan seperti pertunjukan sebuah teater.

“Pertunjukan musik adalah teater. Ini sangat penting bahwa apa yang kita produksi sebelumnya dan nanti kita pertunjukkan atau persembahkan di panggung ini. Itu adalah sebuah teater,” kata Dwarsa.

Bukan hanya musik, kata Dwarsa, apa pun yang ada di panggung nanti adalah sebuah skenario yang kita, atau sekelompok orang, jabarkan kepada penikmat di dunia. Musik adalah produk. Ia dimasak, ia diotak-atik hingga menjadi bentuk—yang lezat didengar khalayak ketika dipersembahkan di atas panggung.

“Nah, produksi musik, kenapa kita bilang pabrik? Karena ciptaannya adalah sebuah produk audio. Tentunya kita melalui proses dalam sebuah pabrik, cuma bedanya kita kerjanya di studio, bisa juga dengan laptop. Kemudian musik kenapa di sini bisa menjadi properti?” kata Dwarsa Sentosa.

Beberapa Audiens sedang menyimak diskusi tentang musik | Foto : tatkala.co/Rusdy

Walaupun musik tidak berwujud (fisik), tapi keberadaannya bisa dirasakan. Bahkan kehadirannya juga bisa menjadi seperti sebuah aset penting. Bisa dijual. Atau nanti satu waktu, jika ia menjadi viral, misalnya, tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan materi yang cukup.

Walaupun musik tidak berbentuk fisik, ia bisa dipertunjukkan. Selain itu, musik juga tahu diri caranya balas budi—nanti. Tapi persoalannya, bagaimana ritual dalam membuat musik itu sendiri di zaman sekarang—yang penuh persaingan, bahkan dengan AI sekalipun.

“Yang lebih penting itu adalah menjadikan karya dulu. Kalau mastering kan sudah post production sebenarnya. Setelah menjadi lagu dulu nanti nanti kita lanjut proses mastering. Di sanalah sebuah proses kreatif dalam produksi musik bisa dilakukan. Digenjot,” kata Dwarsa.

Penyanyi “Sampai Tua Jadi Gila” itu juga menekankan kepercayaan diri pada audiens, bahwa tidak ada aturan baku dalam proses kreatif—dalam bermusik. Apa duluan, apa duluan, dan apa selanjutnya, misalnya. Tidak ada. Gas saja buat.

“Karena seni (musik) sama dengan melukis juga, enggak ada aturan. Kalian mau pakai garis pinggir, mau enggak pakai garis pinggir, mau pakai warna merah semuanya juga boleh. Enggak ada batasan pokoknya,” jelas Dwarsa.

Vibes Musik—dalam Perasaan si Pembuat

Mood atau keadaan perasaan semacam apa yang muncul ketika kita membuat musik atau lagu? Perasaan apa yang memiliki pengaruh cukup kuat dalam proses kreatif si musisi? Dwarsa Sentosa mengakui, saat membuat musik, mood menentukan proses composing. Inilah yang ditentukan lebih dulu sebagai wacana besarnya.

Beberapa Audiens sedang menyimak diskusi tentang musik | Foto: tatkala.co/ Rusdy

Kondisi perasaan, senang atau jatuh cinta atau marah, atau ngambek, dapat menjadi amunisi atau energi. “Tentang cinta misalnya, atau tentang sebuah kekaguman kepada alam ataupun sebaliknya, keprihatinan terhadap alam,” katanya.

Semua itu, kata Dwarsa, dapat meringankan dalam proses menentukan sketsa berupa kunci progresi kunci atau chord. Misalnya mau dibawa ke minor, atau dominan untuk lagu-lagu yang sedih. Atau mayor nanti untuk ke lagu-lagu yang ada sebuah kekaguman di dalamnya.

Bagian yang selanjutnya adalah menambahkan melodi utama. Menentukan melodi utama bisa dilakukan sebagai hook, atau bagian yang menarik bagi si pendengar sebelum ke tahap yang lain.

Sehingga dalam proses itu, dapat ditentukan poin yang paling penting yang mana kira-kira bisa dinikmati, minimal bisa dirasakan oleh sendiri sebelum ke tahap yang lebih serius—untuk khalayak.

“Selanjutnya setelah menemukan melodi utama, baru selanjutnya, aku, biasanya membuat atau menentukan tempo dulu. Tempo itu belakangan aku lurusin karena setelah jadi melodi ada perubahan tempo biasanya,” jelas Dwarsa Sentosa.

Kemudian setelah memilih tempo yang sudah mantap, kata Dwarsa, barulah menggali referensi sebagai tambahan amunisi si lagu atau musik. Mencari referensi-referensi yang ada sekarang dapat diamati, dapat dijadikan acuan.

Sedang dalam proses kreatif membuat lagu, Dwarsa sendiri masih standar dalam menggunakan alat-alat dapurnya. Seperti laptop, speaker, mic, audio interface, dan beberapa aplikasi pendukung.

“Tapi kalau dilihat dari zaman, sekarang sudah bisa buat lagu yang oke hanya modal HP. Bahkan kalau niat, bisa jadi lagu yang matang juga,”  lanjut Dwarsa meyakinkan begitu canggih zaman sekarang, dan musisi yang perlu berpikir menggunakannya sebagai alat penting, alat bantu.

Ia juga bercerita, di tengah banyak teknologi pendukung terkait proses editing, rekaman itu bahkan tak mesti pergi ke studio, atau menunggu waktu spesial untuk pergi ke sana.

Rekaman bisa dilakukan di mana saja. Di dalam mobil, di kafe dekat dapur, atau di mana saja. Ini hanya soal nyali dan seberapa kreatif si musisi dalam soal waktu dan teknis dengan si alat.

Ketika rekaman di dapur rekaman, terjadi ada suara-suara yang tidak diinginkan masuk, seperti suara jalan karena dapur dekat jalan. Atau suara batuk manusia, suara manusia sedang menggoreng ikan atau memasak kopi.

Kebocoran suara itu bisa dicabik-cabik, atau dihilangkan noise-noise semacam itu dengan alat pendukung ketika proses composing.

Dwarsa Sentosa sedang mempresentasikan bagaimana proses kreatif membuat musik atau lagu | Foto: tatkala.co/Rusdy

“AI itu canggih, tapi manusia jauh lebih kreatif. Dan ketika zaman sudah semakin canggih ini, dan orang-orang masih saklek membuat musik harus pergi ke studio, sebagai cara satu-satunya. Itu terlalu kolot,” kata Dwarsa.

Dan itu bisa menjadi masalah besar. Memanfaatkan teknologi sekarang itu sangat penting, agar proses kreatif kita terus berjalan, tidak terhenti oleh sebuah masalah—tidak punya waktu pergi ke studio. [T]

Repoter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Dwarsa Sentosa, Musisi Buleleng yang Lebih Terkenal di Jawa Ketimbang di Daerah Kelahirannya
Musik Eksperimental Kontemporer dari Dwarsa Sentosa—“Tambah Sedikit Kuota untuk Berdosa”
Akustik Band The Days dari Buleleng dan Kisah Kemenangan Lagu Manawakya di Hindu Channel  
Sawig, Album “Lakuta”, dan Lakuta Bali Tour di Singaraja
Tags: bulelengDwarsa SentosaKedai Umah Pradjamusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenang Joko Pinurbo [2-Tamat]: Sore Hari Bersama Sang Penyair

Next Post

Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co