1 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dwarsa Sentosa, Musisi Buleleng yang Lebih Terkenal di Jawa Ketimbang di Daerah Kelahirannya

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 3, 2024
in Khas
Dwarsa Sentosa, Musisi Buleleng yang Lebih Terkenal di Jawa Ketimbang di Daerah Kelahirannya

Dwarsa Sentosa

KENAL Dwarsa Sentosa? Ia adalah musisi Buleleng. Jika warga Buleleng tak kenal dia, barangkali karena dia tak sering “diundang pentas” di depan publik Buleleng.

Kini, di tengah viralnya kisruh pentas seni HUT Kota Singaraja, Dwarsa Sentosa sedang menjalani tour musik keliling 25 kota di Pulau Jawa. Setiap kota yang ia datangi senantiasa memberi sambutan hangat – sambutan yang jarang ia dapatkan di daerah kelahirannya di Buleleng.

Dwarsa adalah Runner Up I Supermusic Superstar 2023. Supermusic Superstar adalah ajang kompetisi musik tingkat nasional. Dan karena itulah pada tahun 2024 ini ia diberi kesempatan untuk tour keliling kota-kota di Pulau Jawa.

Dwarsa Sentosa dalam ajang Supermusic Superstar | Foto: Dok. Dwarsa Sentosa

Musisi ini lahir di Gerokgak, 26 Januari 1996. Dan, bisa dikata, dia salah satu putra daerah Bali Utara yang telah mampu mengembangkan kancah karir musiknya pada event berskala nasional.

Seleksi Supermusic Superstar dilakukan di tiap wilayah regional, dan Dwarsa sempat ikut audisi Regional Indonesia Timur.

“Namun saya harus pulang karena hanya berada di posisi ke-3, sementara yang lolos grandfinal hanya juara 1 dan 2 saja,” cerita Dwarsa.

Hoki Dwarsa ternyata ada pada audisi pusat. Audisi pusat adalah audisi se-Indonesia dengan mencari 6 finalist menuju ke grandfinal. Setelah bertemu dengan finalist dari juara tiap regional, akhirnya Dwarsa mampu membawa nama Bali ke peringkat 2, mengalahkan finalist regional Indonesia Timur yang dalam sebelumnya mengalahkan dia.

“Setelah itulah berbagai program musik saya jalani bergandengan dengan Supermusic,” aku Dwarsa. 

Berbekal dari privilege Supermusic Superstar 2023, kini Dwarsa Sentosa sedang menjalani tour 25 kota di Pulau Jawa dengan tema Supermusic Superstar Intimate Session 2024 (Jabodetabek, Jabar, Jateng, dan Jatim).

Sampai awal April 2024 ini tour itu telah berlalu 5 titik sebagai awal di Kota Tasikmalaya 23 Februari 2024, Garut 26 Februari 2024, Cirebon 29 Februari 2024, Jakarta Timur 3 Maret 2024, dan Karawang 8 Maret 2024.

Selanjutnya, 20 titik lagi akan diterus pada penghujung April sampai dengan Juni 2024.

Artinya, Dwarsa akan meninggalkan Buleleng, atau meninggalkan Pulau Dewata, sampai bulan Juni untuk mengharumkan nama Buleleng di industri musik indie nasional.

Dwarsa Sentosa (nomor dua dari kiri) | Foto: Dok. Dwarsa Sentosa

Adapun 20 titik rencana tour berikutnya yang diprogramkan Supermusic Solo, Magelang, D.I.Y., Semarang, Cilacap, Purwokerto, Bekasi, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Depok, Tangerang Selatan, Serang Banten, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Subang, Bandung, Madiun, Surabaya, dan Jember.

“Pun sebenarnya sebelum tour ini berjalan, Surabaya dan Bekasi sudah berkali-kali saya jagjagi untuk manggung di sana,” kata Dwarsa.

Gerak langkah Dwarsa ini sekaligus membantah anggapan bahwa musisi Bali susah jika dibawa ke ranah Nasional.

Siapa Itu Dwarsa Sentosa?

Dwarsa sudah bergelut dengan notasi sejak kelas 2 SD, sempat vakum pada masa SMP-SMA, hingga memutuskan untuk terjun sepenuhnya di industri musik indie pada tahun 2020.

Sebelum fokus dan yakin mencemplungkan hidup pada industri musik indie, Dwarsa sesungguhnya sudah menekuni bidang itu sejak tahun 2014, namun masih pada tahap mencari-cari jati diri. Hingga akhirnya, 6 tahun kemudian, yakni tahun 2020, ia yakin untuk bergerak sepenuh hidup pada industri musik indie.

Selama 4 tahun berkarir di industri musik, ia telah berkolaborasi dengan berbagai artis lokal Bali. Ia sempat merilis karya-karya lintas genre, berkecimpung di dunia festival musik, berkarya dengan instansi, hingga akhirnya menemukan sebuah wadah untuk membagikan segala pengalamannya, yaitu di Reim Space.

Reim Space adalah sebuah komunitas yang kini ia gandeng sebagai session player, The Reimland, pada perjalanan karirnya yang bertajuk #RATAKANAN.

Dwarsa sangat yakin bahwa generasi berikutnya harus menjadi generasi yang jauh lebih baik dari saat ini. Maka ia memutuskan untuk menggali pengalaman sedalam-dalamnya, kemudian akan ia bekali generasi-generasi selanjutnya yang mungkin bisa ia sentuh lewat komunitas, salah satunya yaitu komunitas Reim Space.

Lebih dikenal di Surabaya

Dwarsa yang merupakan putra Buleleng asli merasa kurang mendapat perhatian di daerah kelahirannya. Entah mengapa, ia sendiri masih mencari-cari jawabannya.

“Kenapa ya di tanah kelahiran sendiri malah sangat kurang perhatian. Bahkan dari jaman berjuang membawa nama Buleleng ini,” kata Dwarsa lebih pada dirinya sendiri.

Yang lucu, sebagaimana diceritakan Dwarsa, ia memang tak dikenal dengan baik di Buleleng. Suatu kali, ada pejabat yang meneleponnya untuk diminta pentas di Buleleng. Dan pejabat itu bertanya, “Berapa biaya transportasi dari Denpasar?”

Haha. Dwarsa dikira musisi dari Denpasar. Padahal ia Buleleng asli.

Sekarang, ketika ia sedang menjalani tour 25 kota di Pulau Jawa ini, bahkan tidak ada respon dari, sebagaimana dikatakan Dwarsa, “yang katanya nyama (sauadara)” kita sendiri.

“Ada sih beberapa yang memberi respon dan support. Dan mereka yang ada sampai di detik ini adalah keluarga besar saya,” ujar Dwarsa.

Yang menarik, kata Dwarsa, ia sebagai vocalis lebih dikenal di Surabaya, dan ia seperti memendam ketakutan ketika di arena Supermusic untuk sesi Show Surabaya ada tagline yang beredar, yakni “Show Pulang Kampung untuk Dwarsa Sentosa”. 

Lho, kenapa bisa seperti itu? Ternyata Surabaya adalah panggung pertama Dwarsa sebagai soloist, alias tempat penerimaan project solo pertama. Awalnya di project itu ia sebagai keyboardist, meluas ke ranah produser musik, dan akhirnya tiba-tiba menjadi vocalist.

“Buleleng tidak kenal saya sebagai vocalist, tapi Surabaya mengenal Dwarsa sebagai vocalist dan tidak ada yang menyangka bahwa saya sebenarnya dulu hanya pengiring belakang dalam sebuah band. Mereka tahunya sekarang saya frontliner yang berjuang dengan segala visi dan misi,” kata Dwarsa.

Penonton menyambut hangat ketika Dwarsa Sentosa pentas dalam Supermusic | Foto: Dok. Dwarsa Sentosa

Menurut Dwarsa, orang-orang Surabaya sangat respect dengan karyanya, dan mereka yang memaksanya untuk ikut audisi di tingkat pusat lagi ketika audisi regional Indonesia Timur di Surabaya itu dia gugur.

“Dan dorongan mereka menjadi trigger keras untuk membuktikan bahwa saya bisa,” kata Dwarsa.

Orang-orang di Jawa itu memang selalu menyambut hangat ketika ada band pendatang baru. “Tapi kenapa ya kalau kita di sini Bali kok sepertinya pasif dengan band pendatang baru,” kata Dwarsa.

Di Jawa, kata Dwarsa, ketika pertama kali pentas bisa sampai crowd diving ke penonton.

“Ini PR untuk kita semua, jika perayaan adanya sebuah seniman di panggung dapat diapresiasi oleh penonton, maka yakin, seni tradisional maupun modern Buleleng bisa bersaing.

Dan dapat juga disimpulkan, seni itu adalah pelaku dan penikmat, tanpa salah satu, akan menjadi kipa (buntung),” ujar Dwarsa.

Di sisi lain, walaupun Dwarsa tidak “digampes” sedikitpun oleh Buleleng ini, ia tetap berjuang untuk membuktikan bahwa Bali bisa menuju Nasional.

Membuat Merch

Untuk menunjang tour sekaligus memperkenalkan produk Buleleng di luar, kini Dwarsa melakukan gerakan pembuatan Merch untuk tour ini.  Dwarsa berkolaborasi dengan seniman komik asli Buleleng juga, yaitu Dian dengan tokoh Beluluk.

Dwarsa dan Dian bekerjasama untuk menciptakan sebuah jejak barang kenangan berupa kaos yang dipenuhi dengan kata-kata yang bersugesti positif. Dwarsa sudah membuka pre-order dan sudah lumayan banyak peminatnya.

“Sayangnya, lagi dan lagi pembelinya mostly dari luar kota, bahkan sampai Australia,” kata Dwarsa.

Menurut Dwarsa, baju sudah beres di preorder system yang dijual dengan harga 150.000 Rupiah. Selanjutnya, Merch yang lebih kompleks akan segera disiapkan oleh dua manusia yang kurang diperhatikan di tanah kelahirannya sendiri.

Diharapkan, merch ini akan mampu mewakilkan keseluruhan lagu yang Dwarsa tulis yaitu Intro – Tuan Berbintang, Serdadu Hitam, Kata-kata Super, Tambah Sedikit Kuota untuk Berdosa, Rumah dalam Rumah, Sampai Tua jadi Gila, Snoozed lagi, dan Kapan Suksesnya? – Outro (Pada album #RATAKANAN).

Berlagak pura-pura ikut trend, karya Dwarsa tidak selesai pada itu saja. Ternyata Dwarsa pun memiliki karya FLIPSIDE (trend instagram yang menunjukkan sisi lain diri) yang dibalut dengan 4 lagu dengan nuansa yang lebih ganas (Intruder, Delusion, Eliott, dan Nakayoshi). 

Di akhir tulisan ini, Dwarsa meninggalkan sebuah pesan singkat, “Semoga Buleleng ku segera “sehat”. [T]

Penulis/Editor: Adnyana Ole

“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja
Tags: bulelengmusikseni musiksupermusic
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pegawai Pemkab Buleleng Menari Rejang di Pura Agung Besakih

Next Post

Selalu Memberikan Ruang Pelaku Seni, Adat dan Musisi; Itu Pernyataan Klise

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails
Next Post
Selalu Memberikan Ruang Pelaku Seni, Adat dan Musisi; Itu Pernyataan Klise

Selalu Memberikan Ruang Pelaku Seni, Adat dan Musisi; Itu Pernyataan Klise

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan
Ulas Musik

’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

FENOMENA viralnya lagu “Siti Mawarni Ya Incek” tidak bisa dibaca sekadar lagu hiburan digital yang lewat begitu saja. Ia adalah...

by Ahmad Sihabudin
May 1, 2026
SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru
Pop

SWR Bali Kembali dari Istirahat Panjang, “Palas” Jadi Penanda Babak Baru

SETELAH hampir satu dekade tenggelam dalam kesibukan masing-masing, SWR Bali akhirnya kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru bertajuk “Palas”. Band...

by Dede Putra Wiguna
May 1, 2026
‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran
Kesehatan

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran

SUASANA pagi pada Kamis, 30 April 2026, di Wantilan Kuari, Jimbaran, terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas yang terdengar sejak...

by Nyoman Budarsana
April 30, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026
Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia
Bahasa

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

by I Made Sudiana
April 29, 2026
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025
Budaya

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles
Esai

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak
Pop

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

by Angga Wijaya
April 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co