4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Senderan di Pantai Desa Pengastulan, Mencegah Abrasi, Juga Jadi Tempat Rekreasi dan Olahraga

Ahmad Hirzan Anwari by Ahmad Hirzan Anwari
April 8, 2025
in Khas
Senderan di Pantai Desa Pengastulan, Mencegah Abrasi, Juga Jadi Tempat Rekreasi dan Olahraga

Senderan di Pantai Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng | Foto: Hirzan

PAGI hari, sekitar jam 06.00 Wita, setelah menunaikan sholat subuh dan ibadah lainnya—sebelum berangkat melakukan aktivitas lain, seperti kerja dan sekolah—warga Dusun Kauman, Desa Pengastulan, pergi ke senderan di Pantai Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng-Bali. Senderan itu adalah bangunan untuk mencegah abrasi, dibangun dari tumpukan batu dan trotoar di sisi atas. Senderan itu panjangnya sekitar 250 meter.

Di punggung senderan, warga biasanya santai, sekadar duduk, sambil menikmati perbekalan, seperti kopi dan pisang goreng. Bahkan, ada yang membawa nasi bungkus.

Jangan heran, di desa ini, orang-orang bisa membeli nasi bungkus sebelum matahari terbit. Sebab, pedagang nasi sangat banyak dan buka mulai sebelum subuh sampai pagi sekitar jam 10.00 Wita.

Bik Halilah, misalnya, pedagang nasi kebuli dan nasi campur khas Pengastulan, yang buka sekitar jam 04.00 Wita. Agak pagi sedikit, sekitar jam 06.30 Wita, Bik Naila, menjual nasi kuning dan donat bertabur gula pasir. Dan Bik Fitriah, menjual nasi dengan menu yang sama dengan Bik Halilah. Pagi sekitar jam 07.00 – 10.00 Wita, Bik Wahidah menjual nasi plecing, jukut, rawon, dan sate manis.

Oleh karena itu, tak heran, saat pagi buta, orang-orang di desa ini sudah bisa menikmati sarapan nasi.

Senderan di Pantai Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng | Foto: Hirzan

Pada saat hari raya, baik hari raya umat Islam maupun hari raya umat Hindu, warga biasanya menyerbu Pantai Desa Pengastulan untuk melakukan rekreasi setelah hari raya. Bukan hanya warga dari Desa Pengastulan, pada saat hari raya banyak warga dari luar Desa Pengastulan, seperti warga dari desa-desa di Kecamatan Seririt lainnya, juga dari Kecamatan Busungbiu, juga datang untuk menikmati alam pantai, duduk-duduk di atas senderan.

Tentang Pembangunan Senderan

Senderan ini pertama kali dibangun sekitar tahun 2003/2004, saat Perbekel Desa Pengastulan dijabat oleh Subrata. Proyek pembangunan pencegah bencana ini berjalan cukup cepat. Selain karena ditopang fasilitas berupa alat berat yang memadai, juga berkat kekompakan warga yang bergotong royong membantu menyelesaikan proyek.

Saat itu, warga membantu menyiapkan kebutuhan yang diperlukan oleh petugas proyek. Seperti mengurug pasir untuk menimbun lubang, mengumpulkan kerikil untuk bahan pijakan, dan lain-lain. Bisa dikatakan, warga sebagai buruh, dan tukangnya adalah petugas proyek.

Antara warga dan petugas proyek, bekerja saling melengkapi dan saling menguntungkan. Petugas proyek merasa senang karena bisa mengerjakan proyek dengan cepat. Dan warga merasa senang karena senderan segera berdiri kokoh dan akan melindunginya dari terjangan ombak.

Cukup lama senderan ini berhasil mencegah amukan ombak yang mencoba menghantam rumah warga, sekitar 20 tahun. Meski demikian, di usianya yang tidak lagi muda, dinding senderan sudah banyak keropos. Batu kerikil di atasnya banyak yang rontok. Bahkan, di beberapa titik, ada yang hancur dan mengancam rumah warga.

Senderan di Pantai Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng | Foto: Hirzan

Kondisi senderan yang kian memprihatinkan, membuat warga khawatir. Dan, benar saja. Kekhawatiran itu menemukan momentumnya. Pada awal tahun 2023, air laut tak henti-hentinya dengan keras menggempur senderan. Hal ini mengakibatkan beberapa titik senderan mengalami cidera parah, terutama di sisi belakang MTs Negeri 2 Buleleng.

Untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi, warga dibantu aparat desa, TNI dan Polri, bergotong royong membangun tanggul swadaya. Tanggul dari karung berisi pasir ini dipasang 1,5 meter di sisi rawan abrasi. Meski tidak seberapa, tanggul ini diharapkan dapat sedikit meredakan kekhawatiran warga.

Tanggul swadaya itu tak akan bertahan lama. Ombak sewaktu-waktu menerjang dengan tenaga yang lebih ekstra. Bahkan, berpotensi tsunami. Perkiraan ini bukan tanpa prediksi yang akurat. Sebab, desa ini telah dikukuhkan memiliki Komunitas Siaga Bencana Tsunami (Tsunami Ready Community). Pengukuhan dilakukan Komisi Oseanografi Antarpemerintah (IOC), organisasi di bawah naungan UNESCO.

Atas dasar kondisi senderan yang kian memprihatinkan dan potensi tsunami, pada tahun 2024, setelah perbekel baru dilantik, senderan lama dibongkar total dan dibangun kembali dengan model baru.

Model senderan lama,  bagian atasnya melengkung. Fungsinya menggulung dan mengembalikan ombak. Sedangkan model yang baru,  bagian atasnya meninggi tanpa lengkungan. Namun, mulai dari kaki senderan sampai atas terbuat dari batu gunung. Fungsi batu gunung ini dapat menetralisir laju ombak.

Selain itu, senderan baru menggunakan paving  sebagai pijakan di atas batu gunung tersebut. Di atas pijakan yang berukuran sekitar satu meter itulah, setiap pagi, biasanya, warga berdatangan dengan beragam aktivitas.

Senderan Sebagai Sarana Olahraga

Selain duduk santai sambil menikmati perbekalan, ada juga orang yang berjalan santai, dari ujung selatan sampai timur senderan. Biasanya, orang yang sudah menginjak usia senja. Tentu, harapan besar mereka adalah bisa mencegah penyakit-penyakit yang rentan menyerang orang di usia tua. Seperti jantung, gula darah, tulang, tekanan darah dan lain sebagainya.

Senderan di Pantai Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng | Foto: Hirzan

Sudah banyak penelitian yang membahas tentang pengaruh jalan kaki bagi kesehatan lansia. Salah satunya, artikel yang ditulis Siti Rohimah dan Novia Puspita Dewi, Jalan Kaki Dapat Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Lansia (2022).

Tidak hanya lansia, orang-orang yang berumur di bawah 40 tahun juga ramai berolahraga di senderan, lengkap dengan mengenakan sepatu dan sepeda. Tentu, dengan maksud agar memiliki badan yang sehat dan bugar. Di usia segitu, selain ingin sehat, memiliki body yang bagus juga masih menjadi impian.

Sambil berolahraga, duduk dan menyantap perbekalan, mereka menikmati udara segar di pagi hari, air laut yang tenang, gemericik suara ombak kecil yang berlabuh di pantai, matahari yang mulai mengintip di balik awan yang bertengger di antara pegunungan, ikan-ikan berloncatan seperti kabur dari kejaran nelayan yang melempar jaring mengenakan sampan dan kail dari pemancing di bibir pantai.

Senderan di Dusun Kauman, Desa Pengastulan, sekali lagi, tidak hanya mencegah bencana abrasi yang datang saat musim hujan dan angin, namun juga menjadi tempat yang nyaman bagi warga  untuk merawat kondisi kesehatan  badan dan pikiran, terutama saat pagi hari. [T]

Penulis: Ahmad Hirzan Anwari
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Simulasi Evakuasi Desa Pengastulan Menghadapi Ancaman Tsunami
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan
Tradisi Maulud Desa Pengastulan: Setembak, Belebet, Taluh Sokok, dan Asyrakalan
Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…
Tags: Desa PengastulanIslam di BaliolahragaPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jurnalis Bukan Sekadar Tukang Lapor Berita: Mengenang Jurnalis dan Fotografer Wayan Sumatika

Next Post

Kita Hanyalah Setetes Air dan Butiran Debu | Refleksi dari Lagu “Dust in the Wind”

Ahmad Hirzan Anwari

Ahmad Hirzan Anwari

Mahasiswa Pascasarjana UIN Malang asal Buleleng

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Kita Hanyalah Setetes Air dan Butiran Debu | Refleksi dari Lagu “Dust in the Wind”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co