25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Senderan di Pantai Desa Pengastulan, Mencegah Abrasi, Juga Jadi Tempat Rekreasi dan Olahraga

Ahmad Hirzan Anwari by Ahmad Hirzan Anwari
April 8, 2025
in Khas
Senderan di Pantai Desa Pengastulan, Mencegah Abrasi, Juga Jadi Tempat Rekreasi dan Olahraga

Senderan di Pantai Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng | Foto: Hirzan

PAGI hari, sekitar jam 06.00 Wita, setelah menunaikan sholat subuh dan ibadah lainnya—sebelum berangkat melakukan aktivitas lain, seperti kerja dan sekolah—warga Dusun Kauman, Desa Pengastulan, pergi ke senderan di Pantai Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng-Bali. Senderan itu adalah bangunan untuk mencegah abrasi, dibangun dari tumpukan batu dan trotoar di sisi atas. Senderan itu panjangnya sekitar 250 meter.

Di punggung senderan, warga biasanya santai, sekadar duduk, sambil menikmati perbekalan, seperti kopi dan pisang goreng. Bahkan, ada yang membawa nasi bungkus.

Jangan heran, di desa ini, orang-orang bisa membeli nasi bungkus sebelum matahari terbit. Sebab, pedagang nasi sangat banyak dan buka mulai sebelum subuh sampai pagi sekitar jam 10.00 Wita.

Bik Halilah, misalnya, pedagang nasi kebuli dan nasi campur khas Pengastulan, yang buka sekitar jam 04.00 Wita. Agak pagi sedikit, sekitar jam 06.30 Wita, Bik Naila, menjual nasi kuning dan donat bertabur gula pasir. Dan Bik Fitriah, menjual nasi dengan menu yang sama dengan Bik Halilah. Pagi sekitar jam 07.00 – 10.00 Wita, Bik Wahidah menjual nasi plecing, jukut, rawon, dan sate manis.

Oleh karena itu, tak heran, saat pagi buta, orang-orang di desa ini sudah bisa menikmati sarapan nasi.

Senderan di Pantai Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng | Foto: Hirzan

Pada saat hari raya, baik hari raya umat Islam maupun hari raya umat Hindu, warga biasanya menyerbu Pantai Desa Pengastulan untuk melakukan rekreasi setelah hari raya. Bukan hanya warga dari Desa Pengastulan, pada saat hari raya banyak warga dari luar Desa Pengastulan, seperti warga dari desa-desa di Kecamatan Seririt lainnya, juga dari Kecamatan Busungbiu, juga datang untuk menikmati alam pantai, duduk-duduk di atas senderan.

Tentang Pembangunan Senderan

Senderan ini pertama kali dibangun sekitar tahun 2003/2004, saat Perbekel Desa Pengastulan dijabat oleh Subrata. Proyek pembangunan pencegah bencana ini berjalan cukup cepat. Selain karena ditopang fasilitas berupa alat berat yang memadai, juga berkat kekompakan warga yang bergotong royong membantu menyelesaikan proyek.

Saat itu, warga membantu menyiapkan kebutuhan yang diperlukan oleh petugas proyek. Seperti mengurug pasir untuk menimbun lubang, mengumpulkan kerikil untuk bahan pijakan, dan lain-lain. Bisa dikatakan, warga sebagai buruh, dan tukangnya adalah petugas proyek.

Antara warga dan petugas proyek, bekerja saling melengkapi dan saling menguntungkan. Petugas proyek merasa senang karena bisa mengerjakan proyek dengan cepat. Dan warga merasa senang karena senderan segera berdiri kokoh dan akan melindunginya dari terjangan ombak.

Cukup lama senderan ini berhasil mencegah amukan ombak yang mencoba menghantam rumah warga, sekitar 20 tahun. Meski demikian, di usianya yang tidak lagi muda, dinding senderan sudah banyak keropos. Batu kerikil di atasnya banyak yang rontok. Bahkan, di beberapa titik, ada yang hancur dan mengancam rumah warga.

Senderan di Pantai Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng | Foto: Hirzan

Kondisi senderan yang kian memprihatinkan, membuat warga khawatir. Dan, benar saja. Kekhawatiran itu menemukan momentumnya. Pada awal tahun 2023, air laut tak henti-hentinya dengan keras menggempur senderan. Hal ini mengakibatkan beberapa titik senderan mengalami cidera parah, terutama di sisi belakang MTs Negeri 2 Buleleng.

Untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi, warga dibantu aparat desa, TNI dan Polri, bergotong royong membangun tanggul swadaya. Tanggul dari karung berisi pasir ini dipasang 1,5 meter di sisi rawan abrasi. Meski tidak seberapa, tanggul ini diharapkan dapat sedikit meredakan kekhawatiran warga.

Tanggul swadaya itu tak akan bertahan lama. Ombak sewaktu-waktu menerjang dengan tenaga yang lebih ekstra. Bahkan, berpotensi tsunami. Perkiraan ini bukan tanpa prediksi yang akurat. Sebab, desa ini telah dikukuhkan memiliki Komunitas Siaga Bencana Tsunami (Tsunami Ready Community). Pengukuhan dilakukan Komisi Oseanografi Antarpemerintah (IOC), organisasi di bawah naungan UNESCO.

Atas dasar kondisi senderan yang kian memprihatinkan dan potensi tsunami, pada tahun 2024, setelah perbekel baru dilantik, senderan lama dibongkar total dan dibangun kembali dengan model baru.

Model senderan lama,  bagian atasnya melengkung. Fungsinya menggulung dan mengembalikan ombak. Sedangkan model yang baru,  bagian atasnya meninggi tanpa lengkungan. Namun, mulai dari kaki senderan sampai atas terbuat dari batu gunung. Fungsi batu gunung ini dapat menetralisir laju ombak.

Selain itu, senderan baru menggunakan paving  sebagai pijakan di atas batu gunung tersebut. Di atas pijakan yang berukuran sekitar satu meter itulah, setiap pagi, biasanya, warga berdatangan dengan beragam aktivitas.

Senderan Sebagai Sarana Olahraga

Selain duduk santai sambil menikmati perbekalan, ada juga orang yang berjalan santai, dari ujung selatan sampai timur senderan. Biasanya, orang yang sudah menginjak usia senja. Tentu, harapan besar mereka adalah bisa mencegah penyakit-penyakit yang rentan menyerang orang di usia tua. Seperti jantung, gula darah, tulang, tekanan darah dan lain sebagainya.

Senderan di Pantai Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng | Foto: Hirzan

Sudah banyak penelitian yang membahas tentang pengaruh jalan kaki bagi kesehatan lansia. Salah satunya, artikel yang ditulis Siti Rohimah dan Novia Puspita Dewi, Jalan Kaki Dapat Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Lansia (2022).

Tidak hanya lansia, orang-orang yang berumur di bawah 40 tahun juga ramai berolahraga di senderan, lengkap dengan mengenakan sepatu dan sepeda. Tentu, dengan maksud agar memiliki badan yang sehat dan bugar. Di usia segitu, selain ingin sehat, memiliki body yang bagus juga masih menjadi impian.

Sambil berolahraga, duduk dan menyantap perbekalan, mereka menikmati udara segar di pagi hari, air laut yang tenang, gemericik suara ombak kecil yang berlabuh di pantai, matahari yang mulai mengintip di balik awan yang bertengger di antara pegunungan, ikan-ikan berloncatan seperti kabur dari kejaran nelayan yang melempar jaring mengenakan sampan dan kail dari pemancing di bibir pantai.

Senderan di Dusun Kauman, Desa Pengastulan, sekali lagi, tidak hanya mencegah bencana abrasi yang datang saat musim hujan dan angin, namun juga menjadi tempat yang nyaman bagi warga  untuk merawat kondisi kesehatan  badan dan pikiran, terutama saat pagi hari. [T]

Penulis: Ahmad Hirzan Anwari
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Simulasi Evakuasi Desa Pengastulan Menghadapi Ancaman Tsunami
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan
Tradisi Maulud Desa Pengastulan: Setembak, Belebet, Taluh Sokok, dan Asyrakalan
Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…
Tags: Desa PengastulanIslam di BaliolahragaPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jurnalis Bukan Sekadar Tukang Lapor Berita: Mengenang Jurnalis dan Fotografer Wayan Sumatika

Next Post

Kita Hanyalah Setetes Air dan Butiran Debu | Refleksi dari Lagu “Dust in the Wind”

Ahmad Hirzan Anwari

Ahmad Hirzan Anwari

Mahasiswa Pascasarjana UIN Malang asal Buleleng

Related Posts

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
0
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

Read moreDetails

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails
Next Post
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Kita Hanyalah Setetes Air dan Butiran Debu | Refleksi dari Lagu “Dust in the Wind”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co