4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Maulud Desa Pengastulan: Setembak, Belebet, Taluh Sokok, dan Asyrakalan

Ahmad Hirzan Anwari by Ahmad Hirzan Anwari
September 19, 2024
in Esai
Tradisi Maulud Desa Pengastulan: Setembak, Belebet, Taluh Sokok, dan Asyrakalan

Taluh Sokok Desa Pengastulan | Foto: Ist

PADA bulan Rabiul Awal (bulan ke-3 dari Tahun Hijriyah dalam agama Islam), Nabi Muhammad  Saw, sosok panutan umat Islam yang membawa ajaran Islam, dilahirkan ke bumi oleh ibunya, Siti Aminah.

Berita kelahiran ini mendapat sambutan sangat luar biasa, tidak hanya dari golongan manusia saja, baik yang mengikuti ajarannya maupun tidak, jin juga turut merasakan kebahagiaan. Imam al-Bushiri, dalam kitab Burdah-nya, bersyair:

“Jin menjerit kegirangan karena kelahiran sang Nabi Saw. Cahaya-cahaya berkilauan. Kebenaran hakiki menjadi nyata lewat makna dan ungkapan beliau.”

Abu Lahab, paman Nabi yang mendapat laknat dari Allah Swt karena menentang keras ajaran yang dibawa Nabi itu, bahkan pada saat itu merasa sangat bahagia mendengar kabar kelahiran keponakannya. Rasa bahagia ini membuat Abu Lahab diberikan dispensasi siksa kubur di neraka oleh Allah Swt.

Sampai saat ini dan seterusnya, kelahiran Nabi Muhammad Saw. akan disambut dengan penuh kebahagian dan diperingatkan dengan semarak oleh orang-orang, terutama umatnya yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah, sebagai ekspresi cinta atas sosok Nabi yang sangat berjasa dalam menentukan tujuan hidup.

Soal Maulid, masyarakat Muslim di Pengastulan, sebuah desa di pesisir Bali Utara, setiap tahum turut menyemarakkan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Di Pengastulan, peringatan kelahiran Nabi atau yang disebut maulud ini, diadakan dengan menggabungkan antara agama, budaya, dan kesenian.

Masyarakat Muslim Desa Pengastulan memiliki darah keturunan dari suku Bugis, sebagaimana Muslim lainnya di daerah Bali yang notaben keturunan suku Bugis. Oleh karena itu, tak ayal jika kesenian dan budaya di desa ini banyak mengadopsi dari suku Bugis. Misalnya, setembak dan belebet, dua kesenian bela diri atau pencak silat.

Setembak dan belebet pernah masyhur di desa ini pada tahun 70-an sampai 90-an. Namun setelah tahun 2000-an, kesenian bela diri ini sangat jarang ditemui—karena kurang diminati oleh generasi milenial atau Gen Z yang cenderung dengan gaya modern dan hedon.

Meski sudah jarang ditemui, setembak dan belebet dapat disaksikan di Desa Pengastulan saat perayaan maulud. Setembak dan belebet dipentaskan oleh para Jawara (julukan bagi pesilat setembak dan belebet) lintas generasi yang masih memiliki kesadaran melestarikan kesenian dan budaya lokal.

Pementasan setembak dan belebet biasanya digelar di halaman masjid atau di pinggir jalan, pada sore hari menjelang acara peringatan maulud. Musik tradisional berupa gamelan rebana dan kendang kempul yang mengiringi kesenian bela diri ini membuat suasana terasa semakin magis dan sakral.

Sembari mementaskan setembak dan belebet, masyarakat juga menyiapkan taluh sokok, yang akan dipajang dan dibagikan saat hari perayaan maulud. Taluh, dalam bahasa Bali berarti telur. Dan sokok, berarti rias. Jadi, secara harfiah taluh sokok berarti telur yang dirias. Cara membuat taluh sokok bisa rumit, bisa juga gampang, tergantung selera pembuatnya.

Telur menjadi komponen wajib dalam pembuatan taluh sokok. Komponen lainnya seperti pohon pisang, tusuk sate penyangga telur, kertas warna, buah, dsb, menjadi komponen tambahan untuk mempercantik taluh sokok.

Lumrahnya, taloh sokok yang telah dirias dengan kertas warna, ditancapkan ke pohon pisang dengan tusuk sate. Namun ada juga yang menggunakan model lain. Seperti miniatur perahu, pohon jambu, dsb.

Sebelum taluh sokok dipajang di tempat acara maulud, terlebih dahulu dibawa keliling desa oleh masyarakat, diiringi dengan musik drumband,musik tradisional, dan musik lainnya yang bersumber dari pengeras suara. Hampir sebagian besar masyarakat mengiringi taluh sokok berkeliling desa.

Setelah satu putaran berkeliling desa,  taluh sokok dipajang di tempat acara perayaan maulud, lalu dibagikan kepada masyarakat setelah asyrakalan.  Kata asyrakalan diambil dari kalimat awal sholawat mahalul qiyam dalam kitab Diba’ karya Imam Wajihuddin ‘Abdur Rahman bin ‘Ali bin Yusuf bin Ahmad bin ‘Umar ad-Diba’i asy-Syaibani al-Yamani az-Zabidiy asy-Syafi’i, yang akrab dipanggil Imam ad-Diba’iy.

Asyrakalan dipimpin oleh para sesepuh dan anak muda yang memiliki suara bagus, diiringi dengan musik hadrah al-Badar, grup hadrah legendaris di Desa Pengastulan. Pujian-pujian atas Nabi Muhammad Saw dilantunkan dengan khidmat oleh masyarakat menggunakan pengeras suara masjid yang menggema ke sudut-sudut desa.[T]

Maulid Nabi di Pegayaman: Merawat Kesetiaan kepada Tradisi, Menanamkan Kecintaan kepada Nabi

Masjid dan Gerakan Masyarakat di Sekelilingnya || Catatan dari Kampung di Singaraja
Ajeg Rukun “Semeton Bali” dan “Nyama Selam” di Kampung Singaraja
Asal-Usul Muslim Tegallinggah Bali, Benarkah Berasal dari Bugis?
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan
Tags: Desa PengastulanMaulid Nabi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merayakan Perjalanan Setelah Menonton Pertunjukan Kelas Teater Shiro-San

Next Post

Tentang Ngampan, Lampan, dan Sekeh    

Ahmad Hirzan Anwari

Ahmad Hirzan Anwari

Mahasiswa Pascasarjana UIN Malang asal Buleleng

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Tentang Ngampan, Lampan, dan Sekeh    

Tentang Ngampan, Lampan, dan Sekeh    

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co