15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Maulud Desa Pengastulan: Setembak, Belebet, Taluh Sokok, dan Asyrakalan

Ahmad Hirzan Anwari by Ahmad Hirzan Anwari
September 19, 2024
in Esai
Tradisi Maulud Desa Pengastulan: Setembak, Belebet, Taluh Sokok, dan Asyrakalan

Taluh Sokok Desa Pengastulan | Foto: Ist

PADA bulan Rabiul Awal (bulan ke-3 dari Tahun Hijriyah dalam agama Islam), Nabi Muhammad  Saw, sosok panutan umat Islam yang membawa ajaran Islam, dilahirkan ke bumi oleh ibunya, Siti Aminah.

Berita kelahiran ini mendapat sambutan sangat luar biasa, tidak hanya dari golongan manusia saja, baik yang mengikuti ajarannya maupun tidak, jin juga turut merasakan kebahagiaan. Imam al-Bushiri, dalam kitab Burdah-nya, bersyair:

“Jin menjerit kegirangan karena kelahiran sang Nabi Saw. Cahaya-cahaya berkilauan. Kebenaran hakiki menjadi nyata lewat makna dan ungkapan beliau.”

Abu Lahab, paman Nabi yang mendapat laknat dari Allah Swt karena menentang keras ajaran yang dibawa Nabi itu, bahkan pada saat itu merasa sangat bahagia mendengar kabar kelahiran keponakannya. Rasa bahagia ini membuat Abu Lahab diberikan dispensasi siksa kubur di neraka oleh Allah Swt.

Sampai saat ini dan seterusnya, kelahiran Nabi Muhammad Saw. akan disambut dengan penuh kebahagian dan diperingatkan dengan semarak oleh orang-orang, terutama umatnya yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah, sebagai ekspresi cinta atas sosok Nabi yang sangat berjasa dalam menentukan tujuan hidup.

Soal Maulid, masyarakat Muslim di Pengastulan, sebuah desa di pesisir Bali Utara, setiap tahum turut menyemarakkan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Di Pengastulan, peringatan kelahiran Nabi atau yang disebut maulud ini, diadakan dengan menggabungkan antara agama, budaya, dan kesenian.

Masyarakat Muslim Desa Pengastulan memiliki darah keturunan dari suku Bugis, sebagaimana Muslim lainnya di daerah Bali yang notaben keturunan suku Bugis. Oleh karena itu, tak ayal jika kesenian dan budaya di desa ini banyak mengadopsi dari suku Bugis. Misalnya, setembak dan belebet, dua kesenian bela diri atau pencak silat.

Setembak dan belebet pernah masyhur di desa ini pada tahun 70-an sampai 90-an. Namun setelah tahun 2000-an, kesenian bela diri ini sangat jarang ditemui—karena kurang diminati oleh generasi milenial atau Gen Z yang cenderung dengan gaya modern dan hedon.

Meski sudah jarang ditemui, setembak dan belebet dapat disaksikan di Desa Pengastulan saat perayaan maulud. Setembak dan belebet dipentaskan oleh para Jawara (julukan bagi pesilat setembak dan belebet) lintas generasi yang masih memiliki kesadaran melestarikan kesenian dan budaya lokal.

Pementasan setembak dan belebet biasanya digelar di halaman masjid atau di pinggir jalan, pada sore hari menjelang acara peringatan maulud. Musik tradisional berupa gamelan rebana dan kendang kempul yang mengiringi kesenian bela diri ini membuat suasana terasa semakin magis dan sakral.

Sembari mementaskan setembak dan belebet, masyarakat juga menyiapkan taluh sokok, yang akan dipajang dan dibagikan saat hari perayaan maulud. Taluh, dalam bahasa Bali berarti telur. Dan sokok, berarti rias. Jadi, secara harfiah taluh sokok berarti telur yang dirias. Cara membuat taluh sokok bisa rumit, bisa juga gampang, tergantung selera pembuatnya.

Telur menjadi komponen wajib dalam pembuatan taluh sokok. Komponen lainnya seperti pohon pisang, tusuk sate penyangga telur, kertas warna, buah, dsb, menjadi komponen tambahan untuk mempercantik taluh sokok.

Lumrahnya, taloh sokok yang telah dirias dengan kertas warna, ditancapkan ke pohon pisang dengan tusuk sate. Namun ada juga yang menggunakan model lain. Seperti miniatur perahu, pohon jambu, dsb.

Sebelum taluh sokok dipajang di tempat acara maulud, terlebih dahulu dibawa keliling desa oleh masyarakat, diiringi dengan musik drumband,musik tradisional, dan musik lainnya yang bersumber dari pengeras suara. Hampir sebagian besar masyarakat mengiringi taluh sokok berkeliling desa.

Setelah satu putaran berkeliling desa,  taluh sokok dipajang di tempat acara perayaan maulud, lalu dibagikan kepada masyarakat setelah asyrakalan.  Kata asyrakalan diambil dari kalimat awal sholawat mahalul qiyam dalam kitab Diba’ karya Imam Wajihuddin ‘Abdur Rahman bin ‘Ali bin Yusuf bin Ahmad bin ‘Umar ad-Diba’i asy-Syaibani al-Yamani az-Zabidiy asy-Syafi’i, yang akrab dipanggil Imam ad-Diba’iy.

Asyrakalan dipimpin oleh para sesepuh dan anak muda yang memiliki suara bagus, diiringi dengan musik hadrah al-Badar, grup hadrah legendaris di Desa Pengastulan. Pujian-pujian atas Nabi Muhammad Saw dilantunkan dengan khidmat oleh masyarakat menggunakan pengeras suara masjid yang menggema ke sudut-sudut desa.[T]

Maulid Nabi di Pegayaman: Merawat Kesetiaan kepada Tradisi, Menanamkan Kecintaan kepada Nabi

Masjid dan Gerakan Masyarakat di Sekelilingnya || Catatan dari Kampung di Singaraja
Ajeg Rukun “Semeton Bali” dan “Nyama Selam” di Kampung Singaraja
Asal-Usul Muslim Tegallinggah Bali, Benarkah Berasal dari Bugis?
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan
Tags: Desa PengastulanMaulid Nabi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merayakan Perjalanan Setelah Menonton Pertunjukan Kelas Teater Shiro-San

Next Post

Tentang Ngampan, Lampan, dan Sekeh    

Ahmad Hirzan Anwari

Ahmad Hirzan Anwari

Mahasiswa Pascasarjana UIN Malang asal Buleleng

Related Posts

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
0
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

Read moreDetails

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails
Next Post
Tentang Ngampan, Lampan, dan Sekeh    

Tentang Ngampan, Lampan, dan Sekeh    

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co