4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Maulid Nabi di Pegayaman: Merawat Kesetiaan kepada Tradisi, Menanamkan Kecintaan kepada Nabi

Yahya Umar by Yahya Umar
October 21, 2022
in Khas, Pilihan Editor
Maulid Nabi di Pegayaman: Merawat Kesetiaan kepada Tradisi, Menanamkan Kecintaan kepada Nabi

Perayaan Maulid Nabi di Desa Pegayaman, Buleleng, Bali, Ahad, 9 Oktober 2022

MENANAMKAN kecintaan kepada Nabi. Merawat kesetiaan kepada tradisi. Adakah yang lebih berarti dari menanamkan kecintaan kepada Nabi (Muhammad SAW) dan merawat kesetiaan kepada tradisi bagi warga Muslim Pegayaman di pedalaman Bali?

Saya merasakan di Ahad, 9 Oktober 2022, siang itu. Siang yang dipenuhi keceriaan dan luapan kebahagiaan. Siang yang penuh cinta. Cinta kepada Nabi, kekasih semesta.

Padahal hujan turun dengan derasnya. Mendung di langit mencurahkan buliran-buliran bening ke setiap sudut Desa Pegayaman. Rumah-rumah dan jalanan basah kuyup. Air mengalir di setiap celah di bumi “Kumpi Bukit” itu.

Tapi, lihatlah warga Desa Pegayaman berbondong-bondong ke Masjid Jami’ Safinatussalam siang itu. Di jalan depan masjid bersejarah ini, warga berkumpul. Anak-anak putra-putri, remaja, orangtua, bapak-bapk, ibu-ibu, hingga kakek-nenek tumpah ruah.

Lihatlah anak-anak usia dini dengan beragam pakaian yang melekat pada tubuhnya. Pakaian adat-istiadat, pakaian wisuda, pakaian sekolah, ah entah pakaian apa lagi. Pokoknya beragam.

Lihatlah anak-anak seusia sekolah dasar, dengan pakaian seragam kebesaran hadrahnya. Mereka bersiap untuk atraksi. Lihatlah para remaja dengan grup drumbandnya.

Perayaan Maulid Nabi di Pegayaman | Foto Yahya Umar

Lihatlah juga grup-grup hadrah dewasa, grup burdah yang juga siap beraksi. Lihatlah para pendekar dari Pagar Nusa, Gasmi, dan Sitembak yang juga ikut hadir pada siang itu. Mereka pun siap ikut pawai.

Juga lihatlah pajegan sokok taluh yang dibuat warga sudah berjejer di jalan depan Masjid Jami’ Safinatussalam siap untuk diarak.

Ya pada siang itu digelar Pawai Maulid. Pawai untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pawai siang itu merupakan puncak dari serangkaian kegiatan dalam rangka perayaan Maulid Nabi. Sebelumnya, ada sejumlah kegiatan yang digelar, antara lain penampilan grup burdah semalam suntuk di rumah Penghulu/Imam Desa Pegayaman, H. Abdul Ghafar Ismail. Belum lagi kegiatan di masjid dan rumah-rumah warga.

Seperti halnya perayaan hari raya masyarakat Hindu Bali, perayaan Maulid Nabi di Pegayaman juga memakai sistem urutan, seperti penjajaan, penapean, penampahan, rainan, dan umanis. Itulah yang dikenal sebagai akulturasi Hindu Bali dan Muslim Desa Pegayaman. Sokok taluh yang diarak juga merupakan akulturasi dari pajegan di Bali.

Hujan terus mengguyur siang itu. Pawai sempat ditunda. Menunggu hujan reda, grup burdah memanfaatkan jeda. Memilih tempat di sisi kanan masjid, sejumlah lagu dimainkan. Lantunan lagu-lagu yang ditampilkan menyentuh jiwa. Hati ikut bergetar.

Suara burdah menarik perhatian warga. Mereka bergeser ke sisi kanan masjid, menyaksikan dan mengabadikan dengan HP aksi para seniman burdah. Semua penonton terkesima, tak kecuali anak-anak.

Hujan reda, para peserta Pawai Maulid sudah siap berlaga. Dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, Penghulu Desa Pegayaman, H. Abdul Ghofar Ismail, melepas pawai. Wajah-wajah ceria, dengan sejuta perasaan bahagia. 

Perayaan Maulid Nabi di Pegayaman | Foto Yahya Umar

Beberapa saat kemudian, hujan kembali turun. Kali ini, para peserta bagai tak peduli dengan hujan. Berhujan-hujanan para peserta Pawai Maulid tampak tetap bersemangat mengikuti pawai. Dengan pakaian dan alat-alat peraga yang basah kuyup, mereka tak kendur. Justru mereka tampak bahagia.

Tak kalah antusiasnya warga Pegayaman menyambut pelaksanaan Pawai Maulid tersebut. Di Masjid Jami’ Safinatussalam tampak dipenuhi warga. Dari masjid ini, pawai dimulai. Di setiap jalan yang dilewati peserta pawai juga tampak antusiasme warga menyaksikan dan memberi semangat kepada peserta pawai.

Di tempat finish pawai pun, yakni di depan kantor Desa Pegayaman, juga dipadati warga. Bahkan tampak juga warga dari luar Desa Pegayaman. Hujan semakin deras, namun peserta pawai tak mundur sedikit pun.

Di depan kantor desa, beberapa peserta tampak menampilkan atraksi. Seperti grup hadrah anak-anak, drumband, dan seni bela diri. Atraksi inilah yang paling ditunggu oleh warga. Meskipun hujan mengguyur, para peserta Pawai Maulid yang melakukan atraksi tetap berusaha tampil maksimal. Meskipun hujan mengguyur, penonton tak mau beranjak. Tetap berdesakan menyaksikan setiap atraksi yang dipersembahkan peserta pawai.

Bagi warga Pegayaman, perayaan Maulid Nabi menjadi sesuatu yang istimewa. Karena itu, warga Pegayaman yang ada di rantau biasanya pulang kampung. Perayaan maulid, justru lebih meriah dibandingkan perayaan hari raya Islam lainnya, seperti Idul Fitri atau Idul Adha.

Lantas, apa makna dari anak-anak usia dini yang tetap ceria dan bahagia dalam guyuran hujan saat mengikuti Pawai Maulid? Apa manfaat anak-anak sekolah atau santri yang tak surut sedikit pun dan tetap bersemangat mengikuti pawai meski cuaca sangat membahayakan? Apa sih yang dicari para orang tua, guru, atau ustadz yang harus basah kuyup dan melintasi jalan-jalan yang licin mengikuti pawai?

Itulah yang dinamakan cinta. Itulah yang disebut setia. Cinta kepada Nabi. Setia kepada tradisi. Dan salah satu cara, dari banyak cara, menanamkan cinta kepada Nabi itu ya dengan pawai. Dan, salah satu cara, dari banyak cara, merawat tradisi itu, ya dengan pawai. Pawai Maulid namanya. [T]

Pawai Maulid Nabi di Desa Pegayaman, Semarak di Tengah Hujan
Burdah Pegayaman, Penguat Cerita Asal Usul dan Terapi Bagi yang Sakit Parah
Selalu Suka ke Pegayaman: Rancak Budrah, Nyanyian Muslim dengan Nada Kidung Bali
Tags: balibulelengDesa PegayamanMaulid NabiMuslimMuslim Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teater Gadhang UNS Surakarta Pentaskan Anai-Anai

Next Post

Raih AMI Award, Sutradara Dibal Ranuh: Lirik Dinasti Matahari Navicula Sangat Bagus

Yahya Umar

Yahya Umar

Penulis serabutan: wartawan, juga menulis cerpen, puisi dan novel. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Raih AMI Award, Sutradara Dibal Ranuh: Lirik Dinasti Matahari Navicula Sangat Bagus

Raih AMI Award, Sutradara Dibal Ranuh: Lirik Dinasti Matahari Navicula Sangat Bagus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co