4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Selalu Suka ke Pegayaman: Rancak Budrah, Nyanyian Muslim dengan Nada Kidung Bali

Kardian Narayana by Kardian Narayana
February 2, 2018
in Khas

Foto-foto: Kardian Narayana

SUDAH sering kali saya ke Desa Pegayaman di Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, baik untuk urusan jalan-jalan maupun mengemban tugas jurnalistik. Dan, entah kenapa, saya selalu senang memasuki desa di kaki perbukitan hijau itu.

Masuk ke desa dengan jalan-jalan kecil yang dijepit persawahan dan kebun cengkeh itu, perasaan seperti dibawa ke negeri entah yang unik, tidak biasa, terkesan asing tapi sekaligus akrab. Warga desa itu penganut Muslim yang taat, tapi di sisi lain ditemukan sisi-sisi penting dari kebudayaan Bali. Kita tahu, Bali sebagian besar penganut Hindu, termasuk warga desa di sekeliling Pegayaman.

Desa Pegayaman adalah desa muslim tua yang ada di Buleleng. Desa Pegayaman dipercaya ada sejak tahun 1639. Leluhur mereka diajak ke Bali dari Blambangan oleh Raja Panji Sakti. Di Bali, mereka ditempatkan di sebuah desa di kaki bukit di sebelah selatan kerajaan Buleleng.

Yang membuat perasaan jadi nyaman, kerukunan antara umat Muslim dan Hindu, di desa itu dan di desa sekitarnya terjalin dengan baik. Orang Bali menyebut warga Muslim itu dengan sebutan Nyama Slam (Saudara Islam), begitu sebaliknya orang Bali disebut Nyama Bali.

Empat abad sudah keberadaan Desa Pegayaman di Buleleng. Namun kerukunan itu tetap terjalin. Dalam pergaulan sehari-hari, warga Pegayaman masih tetap menggunakan bahasa Bali alus. Jangan heran jika berkunjung ke Pegayaman, kita mendengar kata-kata tiang (saya), nike (itu) meriki (ke sini), ragane (Anda), ring dije (di mana) dan sebagainya. Nama-nama warga Pegayaman juga menggunakan nama Bali di depan nama Jawa atau Arab, seperti Wayan, Made, Nyoman dan Ketut.

Tentang hal itu, sepertinya sudah banyak diteliti dan ditulis orang di media umum. Namun saya selalu seperti menemukan hal baru di Pegayaman. Apalagi, pemuka-pemuka desa amat ramah dan bersedia diajak ngobrol panjang lebar tentang apa saja yang berkaitan dengan kondisi desa.

Terus terang, hal yang membuat saya paling betah berlama-lama di Pegayaman, terutama pada saat ada perayaan agama atau hajatan desa, adalah suara rancak-merdu dari kesenian budrah, atau biasa juga disebut burdah.

Perangkat musiknya memang tak jauh beda dengan alat musik dari komunitas Muslim lain. Namun warga Pegayaman meramu seni budrah dengan bumbu-bumbu akulturasi yang sedap, sehingga adonan kesenian itu begitu enak didengar, baik oleh Nyama Slam maupun Nyama Bali.

Kesenian Budrah di Pegayaman adalah satu bentuk kesenian yang menggabungkan suara pukulan rebana yang rancak dengan suara nyayian ayat suci Kitab Albarzanji yang dilantunkan seperti lantunan cengkok tembang kidung di Bali. Jika kita membayangkan mungkin akan terasa agak aneh, setelah kita mendengarkan semua rasa aneh yang kita bayangkan akan sirna. Alunan ayat-ayat suci yang ditembangkan dengan nada kidung terasa sangat menakjubkan. Reng (resonansi) kidung Bali sangat terasa di setiap alunan ayat suci yang berbahasa Arab.

Budrah dipadu seni pencak silat

Kesenian Budrah mengunakan rebana khusus budrah. Bentuknya bulat-bulan terbuat dari batang pohon kelapa dan kulit binatang seperti sapi atau kambing. Ukuran rebananya pun bervariasi dari berdiameter tiga puluh centimeter hingga lima puluh sentimeter. Rebana Budrah dibuat dengan cara manual.

Yang menarik, selain mampu memainkan rebana budrah, warga yang masuk dalam sekaa (kelompok) budrah juga mampu membuat rebana budrah. Dan hampir semua anggota sekaa mampu membuat rebana budrah.

Ketut Mohamad Suharto, Ketua Sekaa Budrah Pengayaman, menyatakan kata budrah berasal dari kata Arab yang berarti salju atau angin sepoi-sepoi yang menyejukkan. Kesenian ini telah diterima dan diwariskan secara turun-temurun, dan akan tetap dipertahankan. Budrah ini merupakan bukti alkuturasi dan toleransi yang diajarkan oleh para leluhur Desa Pegayaman.

Keunikan lain yang ada pada kesenian Budrah Pegayaman terdapat pada kostum saat tampil. Anggota sekaa budrah saat tampil mengunakan pakaian adat Bali. Bagaian kepala menggunakan udeng batik, baju kemeja yang utama putih, dan menggunakan kamen lelancingan. Kekhasan kostum ini pun merupakan warisan yang diteruskan dan tidak akan penah diganti. “Amen sube budrah, pasti pun care niki, meudeng, baju kemeja putih, kamen lenjingan, ten pun meubah-ubah,” kata Mohamad Suharto.

Terkait dengan kaderisasi, Sekaa Budrah tidak sulit lagi untuk mencari anggota. Anggota sekaa budrah Pegayaman silih berganti dari muda hingga tua. Kesenian budrah telah menjadi kesenian yang mengakar bagi Nyame Selam di Pegayaman. Saat latihan, anak-anak kecil Desa Pegayaman, selalu datang untuk sekedar melihat orang latihan, tak jarang mereka mencuri-curi kesempatan untuk ikut memainkan rebana budrah, para tetua pun membiarkan anak-anak mereka belajar.

Anak-anak Pegayaman penerus seni budrah

Mohamad Masidi adalah anggota termuda yang bergabung di Sekaan Budrah Pegayaman. Masidi telah bergabung Sekaa Budrah Pegayaman dari satu tahun lalu. Alasannya bergabung di sekaa budrah karena suka budra sejak kecil. Terkait dengan kostum Masidi mengatakan, “Sudah dari leluhur seperti ini ya saya terima saja dan enak menggunakannya.”

Kesenian Budrah sering tampil di acara yang dilaksanakan di Desa Pegayaman maupun di luar Desa Pegayaman. Dalam penampilan kesenian budrah sering dipadukan dengan menampilkan Pencak Silat Blebet dari Desa Pegayaman. Blebet merupakan kata lain dari rotan. Blebet dalam pencak silat Pegayaman menjadi senjata utama dalam penampilan pencak silat. Jika mahir memainkan, blelet mampu digunakan untuk mematikan lawan.

Saya selalu suka menyaksikan pencak silat Blebet itu. Meski terkesan sebagai permainan fisik yang keras, namun warga Pegayaman sesekali memainkannya dengan atraksi lucu yang bisa mengundang tawa. Tak percaya? Mainlah ke Pegayaman. (T)

Tags: balibulelenghinduMuslimSenitoleransi
Share567TweetSendShareSend
Previous Post

Okokan dan Rintih Merdu “Lelakut Nyuling” dari Kediri – Catatan Festival Tepi Sawah

Next Post

Guru Honorer, Survivor Sejati – Survive di Sekolah Sibuk di Luar Sekolah

Kardian Narayana

Kardian Narayana

Hobinya serabutan, dari teater, menari, musik, pramuka, fotografi, film, hingga dunia tulis-menulis. Kini bekerja agak tetap menjadi video jurnalis di sebuah TV nasional

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post

Guru Honorer, Survivor Sejati – Survive di Sekolah Sibuk di Luar Sekolah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co