14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ajeg Rukun “Semeton Bali” dan “Nyama Selam” di Kampung Singaraja

Eka Prasetya by Eka Prasetya
February 2, 2018
in Khas

Foto: Suartha Blotong

WARGA di Kelurahan Kampung Singaraja tengah bergegas. Pria, perempuan, tua, anak-anak, semuanya bergegas. Mereka bergegas menuju Masjid Nurrahmah yang terletak di tengah-tengah pemukiman warga di Kampung Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Jaraknya tak seberapa jauh dari Simpang Empat Catur Muka Singaraja. Tak sampai 200 meter dari pinggir Jalan Raya Singaraja-Denpasar.

Pagi itu, Senin 12 Desember 2016, warga bergegas untuk memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW – nabi yang paling dihormati umat Muslim. Mereka harus bergegas, karena pukul 08.00 acara akan dimulai. Acara itu adalah bancakan, sebuah tradisi yang berlangsung secara turun temurun. Berabad-abad lamanya.

Bancakan sendiri merupakan kegiatan makan bersama yang diselenggarakan setiap hari besar keagamaan umat muslim. Masyarakat Bali mengenal bancakan dengan istilah megibung. Biasanya di Kampung Singaraja, tradisi ini dilaksanakan setiap hari raya Idul Fitri, Idul Adha, serta Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi bancakan ini memang acara makan-makan biasa. Satu nampan nasi beserta lauk, biasanya diperuntukkan bagi lima atau enam orang warga. Istimewanya di Kampung Singaraja, tradisi bancakan bukan hanya diperuntukkan bagi umat muslim saja. Namun juga umat Hindu. Mereka duduk bersama dalam satu lingkaran, tanpa harus mempermasalahkan suku maupun agama masing-masing.

Tak diketahui secara pasti sejak kapan tradisi ini mulai dilakukan di Singaraja. Namun diyakini tradisi ini berlangsung sejak abad ke-16. Sekitar tahun 1750-an. Tradisi ini dibawa dari Tanah Jawa, tepatnya dari Surakarta. Tradisi ini lantas disesuaikan sedemikian rupa dengan tradisi dan kebiasaan yang ada di Bali.

Bancakan hanya satu dari sejumlah tradisi di Kampung Singaraja yang menunjukkan bagaimana ajegnya kerukunan dan kebersamaan warga Hindu dan Muslim di wilayah itu. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka juga hidup bersama, penuh canda dan saling membantu. Warga Hindu biasanya menyebut umat Muslim dengan sebutan Nyama Selam (Saudara Islam) dan umat Muslim menyebut warga Hindu dengan Semeton Bali (Saudara Bali).

Keberadaan umat Muslim di Kampung Singaraja sebenarnya tak lepas dari peran puri, utamanya Puri Kanginan. Diyakini hubungan antara Semeton Bali (umat Hindu) dengan Nyama Selam (umat muslim) di Kampung Singaraja demikian erat.

Nyama Selam yang tinggal di Kampung Singaraja kini, diyakini sebagai pasukan penjaga warga puri. Mereka melindungi puri dengan berada di sisi timur dan sisi selatan puri. Membantu Semeton Bali yang melindungi puri dari sisi barat dan sisi utara puri. Atas jasa itu, Nyama Selam akhirnya diizinkan membuat pemukiman di wilayah itu oleh raja. Mereka diwajibkan tunduk dengan yuridiksi puri. Mereka juga wajib mengikuti perintah puri. Termasuk wajib ngayah apabila ada upacara-upacara adat.

Jika keluarga puri menggelar upacara pitra yadnya misalnya, maka Nyama Selam harus ikut ambil bagian. Nyama Selam bukan hanya ngayah, namun juga terlibat dalam prosesi pitra yadnya. Mereka akan menyambut serta melepas deeng dengan musik hadrah, yang berasal Timur Tengah. Saat melepas bade pun akan diiringi dengan musik hadrah.

Menurut tokoh masyarakat Kelurahan Kampung Singaraja, sampai kini tradisi itu masih terus terjaga. Selain itu kebiasaan-kebiasaan lain, seperti ngejot ke Semeton Bali pada hari raya keagamaan, juga tetap ajeg terjaga.

“Kami meneruskan tradisi yang telah diwariskan leluhur kami. Leluhur kami mengajarkan kami toleransi, menjaga kekerabatan, maka hal itu kami harus jaga betul. Karena hubungan kekerabatan ini kan sudah berlangsung ratusan tahun,” ujar Agus Murjani yang juga mantan Lurah Kampung Singaraja.

Bukti jalinan hubungan kekerabatan itu juga diamini Semeton Bali. Prajuru Desa Pakraman Buleleng, Gede Bob Suardika adalah Semeton Bali yang sangat dihormati di Kampung Singaraja. Keluarganya tinggal turun temurun di Kampung Singaraja. Rumahnya ada di tengah-tengah perkampungan umat muslim. Bahkan bersebelahan dengan Masjid Nurrahmah.

Tak heran ketika Bob menggelar upacara-upacara keagamaan, warga yang ngayah di sana bukan hanya masyarakat Hindu yang tinggal di sekitar rumahnya. Namun juga para Nyama Selam ikut ngayah di sana mempersiapkan segala sesuatunya.

Bob menuturkan hubungan kekerabatan Muslim-Hindu sudah terjalin dengan sangat baik selama ratusan tahun. Sampai kini tak pernah terjadi hal-hal yang tak diinginkan. “Kalau misalnya ada masalah, selesaikan di dalam keluarga. Pokoknya jangan sampai keluar didengar orang di luar. Itu yang ditekankan leluhur-leluhur kami,” tutur Bob.

Dalam hari keagamaan Hindu, Bob menyebutkan Nyama Selam dengan sukarela memberikan bantuan. Semeton Bali pun tak pernah lupa ngejot kepada Nyama Selam. Begitu pula sebaliknya. Pada hari raya keagamaan umat muslim, Semeton Bali selalu terlibat dalam persiapan. Nyama Selam pun tak pernah lupa ngejotkepada Semeton Bali.

Hubungan kekerabatan antara leluhur Nyame Selam dan Semeton Bali pun sangat erat. Karena sudah berlangsung berabad-abad, hubungan kekerabatan itu pun tak lagi mengenal sekat batas suku dan agama tertentu. Semuanya berjalan dengan baik, dalam satu jalinan silaturahmi yang erat. (T)

 

Tags: balibulelengMuslimTradisi
Share132TweetSendShareSend
Previous Post

Dari Sukaja Hingga Sukrawan – Barisan Kader PDI-P Korban Pilkada di Bali

Next Post

Dikritik Dulu, Dipuji Kapan-Kapan

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails
Next Post

Dikritik Dulu, Dipuji Kapan-Kapan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co