15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dikritik Dulu, Dipuji Kapan-Kapan

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Opini

Foto: koleksi penulis

DIKRITIK atau dipuji? Pilih mana? Tentu ada yang pilih dikritik atau pilih dipuji. Sudah pasti di antara kita ada yang suka dikritik saja atau dipuji saja. Ada juga yang suka keduanya atau tidak suka kedua-duanya.

Ada yang suka dikritik duluan, baru kemudian dipuji. Namun, ada yang suka dipuji saja, tapi jika kemudian dibanting alias dikritik dengan amat sarkas, eh, marah besar.

Sebenarnya tak ada beda kritik dan puja-puji. Seperti kata orang bijak: “Kosong adalah berisi, berisi adalah kosong”. Kritik dan pujian sama saja. Tapi tergantung bagaimana pandangan seseorang terhadap kritik dan pujian itu. Amitaba… Sancai… Sancai…

Tak Ada Sempurna 100%

Ada yang memandang kritik sebagai sebuah bencana yang menghancurkan hidup seseorang lahir dan batin. Atau ada yang memandang puja-puji seperti sebuah anugerah dan penghargaan paling indah. Ada yang melihat kritik justru sebagai sanjungan, dan ada yang menganggap pujian sebagai bencana yang menghacurkan diri.

Tapi, jika diperiksa-periksa, sebagian besar orang paling senang dipuji. Namun manusia bukan makhluk sempurna. Tidak ada manusia perfect 100%, apalagi lebih dari 100%. Tidak ada, Bro! Jadi, tak ada jaminan seseorang bebas dari kritik, di mana dan kapan pun.

Namun kritik menjadi hal paling ditakuti dan dihindari. Kritik selalu terasa pedas dan menyakitkan ketika didengar. Orang biasanya sakit hati ketika diberi sebuah kritik. Entah caranya yang salah atau kritiknya yang terlalu benar adanya.

Halle Berry, seorang artis Hollywood yang meraih Razzie Award di ajang Oscar paling bergengsi, pernah berkata seperti ini: “Anda tidak berhak dipuji jika tidak bisa menerima kritikan”.

Razzie Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dinilai aktingnya buruk. Ia adalah orang yang pertama kali langsung datang ke tempat pemberian penghargaan tersebut. Tidak ada aktor dan artis lain sebelumnya yang sanggup datang dan hanya menyampaikan pesannya melalui video.

Pidatonya luar biasa: “Saya menerima penghargaan ini dengan tulus. Saya menganggap ini sebagai kritik bagi saya untuk tampil lebih baik di film-film saya berikutnya. Saya masih ingat pesan ibu saya bahwa,  “Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu tidak bisa menerima kritikan’.”

Namun dalam kehidupan sehari-hari, di rumah, di kampus, di kantor, di komunitas, sebisa mungkin orang mengharap dapat pujian, bukan kritik. Padahal ada manfaat positif yang bisa didapatkan seseorang dari sebuah kritik. Padahal, seperti  kata Halle Berry, “Anda tidak berhak dipuji jika tidak bisa menerima kritikan”.

Kritik Dianggap Pujian

Jadi, dikritik atau dipuji? Seseorang yang bergelut di bidang karya-seni dan dunia kreatif, seperti penulis buku, pelukis, pemusik, pemain drama dan lain-lain, sudah pasti seseorang itu akan senang jika diberikan keduanya.

Tandanya karya mereka diperhatikan, direspon dan diapresiasi sehingga mereka mendapat timbal balik atau masukan yang dapat membuat mereka berkarya lebih baik lagi.

Lalu, bagaimana dengan yang lain? Mungkin ada juga yang girang dan senang saat dipuji dan mungkin ada juga yang langsung terpuruk saat menerima sebuah kritik, seolah-olah dunianya runtuh tanpa sisa. Tanpa asa.

Sebuah kritik bisa memperluas wawasan seseorang. Kritik bisa membangun karakter yang kuat dan tangguh untuk menghadapi persoalan. Meski pahit, kritik membuat seseorang mengerti kelemahan dan kekurangan-kekurangannya sehingga ia bisa menjadi lebih baik lagi.

Kritik menjadi acuan seseorang untuk mengoreksi diri. Berbeda dengan pujian yang hanya membuat seseorang berada di zona nyaman dan berpotensi membuat seseorang lupa diri, statis, tidak mau berkembang. Terlebih lagi jika pujian yang diberikan hanya untuk basa-basi. Atau basi saja. Lebih merugikan lagi.

Sekali lagi, tidak ada jaminan bahwa seseorang akan terbebas dari kritik. Kritik selalu akan terasa pahit. Meskipun kritik disampaikan dengan cara halus atau dengan straight to the point tanpa basa-basi, Pahitnya akan terasa sama.

Orang yang berpendidikan sekalipun bisa memberikan kritik dengan sangat pedas, tajam dan menohok. Maka dari itu, mulai sekarang marilah kita ubah sudut pandang kita terhadap sebuah kritik. Kritik bisa menjadi paradigma baru, wawasan dan persepsi dalam menetukan tujuan selanjutnya.

Cobalah menganggap kritik sebagai sebuah pujian.  Tanggapi dengan bijak. Tidak perlu dimasukan ke dalam hati. Toh berpendapat adalah hak semua orang. Iya, kan? Akhirnya, kita hanya akan pantas dipuji jika sudah bisa menerima kritik. Meski tidak mudah. Jadi, jangan takut untuk dikritik duluan, meski pujiannya bisa datang kapan-kapan.

Ada lho, orang yang memuji duluan karya kita, lalu “membanting” kemudian dengan kritikan yang kejam. Ada juga yang memuji-muji di depan kita, lalu mengkritik pedas di belakang kita. Menyakitkan bukan? Maka lebih baiklah kritiknya kita dengar, pujiannya bolehlah disimpan di lemari.

Namun, bagaimana jika kritik yang diberikan hanya untuk mencari kesalahan-kesalahan seseorang? Kritik memang mencari kesalahan dan kekurangan seseorang. Karena yang perlu dikoreksi adalah kekurangan dan kesalahan. Kelebihan justru harus dipertahankan, jika bisa ditingkatkan lagi, lagi dan lagi.

Lihat Latar Si Pengkritik

Jadi sebelum men-judge apakah si pengkritik tersebut memang ingin mengkritik atau sedang mencari bahan gossip, sebaiknya menimbang lagi detil-detil kritik yang disampaikan. Bisa saja kritik yang diberikan benar adanya. Jika belum cukup, latar belakang si pengkritik bisa dicari tahu.

Apakah si pengkritik adalah pihak yang berpengalaman dalam bidangnya atau malah sebaliknya. Jika si pengkritik memang kompeten, maka kritik yang diberikan bisa menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi seseorang. Bisa saja juga jadi bekal bagi orang lain, jika kritik disampaikan pada acara diskusi.

Pertanyaannya, apakah semua orang bisa menerima kritik seperti Halle Berry? Coba kita tanya pada rumput yang bergoyang, kalau belum goyang mungkin harus diiringi lagu dangdut terlebih dahulu. Ha ha (T)

Tags: gaya hidupkritikSeni
Share47TweetSendShareSend
Previous Post

Ajeg Rukun “Semeton Bali” dan “Nyama Selam” di Kampung Singaraja

Next Post

Nomor Urut 1 dan 2 Selalu Keok – Mitos Polos Pilkada Buleleng

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails
Next Post

Nomor Urut 1 dan 2 Selalu Keok – Mitos Polos Pilkada Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co