4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dikritik Dulu, Dipuji Kapan-Kapan

Julio Saputra by Julio Saputra
February 2, 2018
in Opini

Foto: koleksi penulis

DIKRITIK atau dipuji? Pilih mana? Tentu ada yang pilih dikritik atau pilih dipuji. Sudah pasti di antara kita ada yang suka dikritik saja atau dipuji saja. Ada juga yang suka keduanya atau tidak suka kedua-duanya.

Ada yang suka dikritik duluan, baru kemudian dipuji. Namun, ada yang suka dipuji saja, tapi jika kemudian dibanting alias dikritik dengan amat sarkas, eh, marah besar.

Sebenarnya tak ada beda kritik dan puja-puji. Seperti kata orang bijak: “Kosong adalah berisi, berisi adalah kosong”. Kritik dan pujian sama saja. Tapi tergantung bagaimana pandangan seseorang terhadap kritik dan pujian itu. Amitaba… Sancai… Sancai…

Tak Ada Sempurna 100%

Ada yang memandang kritik sebagai sebuah bencana yang menghancurkan hidup seseorang lahir dan batin. Atau ada yang memandang puja-puji seperti sebuah anugerah dan penghargaan paling indah. Ada yang melihat kritik justru sebagai sanjungan, dan ada yang menganggap pujian sebagai bencana yang menghacurkan diri.

Tapi, jika diperiksa-periksa, sebagian besar orang paling senang dipuji. Namun manusia bukan makhluk sempurna. Tidak ada manusia perfect 100%, apalagi lebih dari 100%. Tidak ada, Bro! Jadi, tak ada jaminan seseorang bebas dari kritik, di mana dan kapan pun.

Namun kritik menjadi hal paling ditakuti dan dihindari. Kritik selalu terasa pedas dan menyakitkan ketika didengar. Orang biasanya sakit hati ketika diberi sebuah kritik. Entah caranya yang salah atau kritiknya yang terlalu benar adanya.

Halle Berry, seorang artis Hollywood yang meraih Razzie Award di ajang Oscar paling bergengsi, pernah berkata seperti ini: “Anda tidak berhak dipuji jika tidak bisa menerima kritikan”.

Razzie Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dinilai aktingnya buruk. Ia adalah orang yang pertama kali langsung datang ke tempat pemberian penghargaan tersebut. Tidak ada aktor dan artis lain sebelumnya yang sanggup datang dan hanya menyampaikan pesannya melalui video.

Pidatonya luar biasa: “Saya menerima penghargaan ini dengan tulus. Saya menganggap ini sebagai kritik bagi saya untuk tampil lebih baik di film-film saya berikutnya. Saya masih ingat pesan ibu saya bahwa,  “Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu tidak bisa menerima kritikan’.”

Namun dalam kehidupan sehari-hari, di rumah, di kampus, di kantor, di komunitas, sebisa mungkin orang mengharap dapat pujian, bukan kritik. Padahal ada manfaat positif yang bisa didapatkan seseorang dari sebuah kritik. Padahal, seperti  kata Halle Berry, “Anda tidak berhak dipuji jika tidak bisa menerima kritikan”.

Kritik Dianggap Pujian

Jadi, dikritik atau dipuji? Seseorang yang bergelut di bidang karya-seni dan dunia kreatif, seperti penulis buku, pelukis, pemusik, pemain drama dan lain-lain, sudah pasti seseorang itu akan senang jika diberikan keduanya.

Tandanya karya mereka diperhatikan, direspon dan diapresiasi sehingga mereka mendapat timbal balik atau masukan yang dapat membuat mereka berkarya lebih baik lagi.

Lalu, bagaimana dengan yang lain? Mungkin ada juga yang girang dan senang saat dipuji dan mungkin ada juga yang langsung terpuruk saat menerima sebuah kritik, seolah-olah dunianya runtuh tanpa sisa. Tanpa asa.

Sebuah kritik bisa memperluas wawasan seseorang. Kritik bisa membangun karakter yang kuat dan tangguh untuk menghadapi persoalan. Meski pahit, kritik membuat seseorang mengerti kelemahan dan kekurangan-kekurangannya sehingga ia bisa menjadi lebih baik lagi.

Kritik menjadi acuan seseorang untuk mengoreksi diri. Berbeda dengan pujian yang hanya membuat seseorang berada di zona nyaman dan berpotensi membuat seseorang lupa diri, statis, tidak mau berkembang. Terlebih lagi jika pujian yang diberikan hanya untuk basa-basi. Atau basi saja. Lebih merugikan lagi.

Sekali lagi, tidak ada jaminan bahwa seseorang akan terbebas dari kritik. Kritik selalu akan terasa pahit. Meskipun kritik disampaikan dengan cara halus atau dengan straight to the point tanpa basa-basi, Pahitnya akan terasa sama.

Orang yang berpendidikan sekalipun bisa memberikan kritik dengan sangat pedas, tajam dan menohok. Maka dari itu, mulai sekarang marilah kita ubah sudut pandang kita terhadap sebuah kritik. Kritik bisa menjadi paradigma baru, wawasan dan persepsi dalam menetukan tujuan selanjutnya.

Cobalah menganggap kritik sebagai sebuah pujian.  Tanggapi dengan bijak. Tidak perlu dimasukan ke dalam hati. Toh berpendapat adalah hak semua orang. Iya, kan? Akhirnya, kita hanya akan pantas dipuji jika sudah bisa menerima kritik. Meski tidak mudah. Jadi, jangan takut untuk dikritik duluan, meski pujiannya bisa datang kapan-kapan.

Ada lho, orang yang memuji duluan karya kita, lalu “membanting” kemudian dengan kritikan yang kejam. Ada juga yang memuji-muji di depan kita, lalu mengkritik pedas di belakang kita. Menyakitkan bukan? Maka lebih baiklah kritiknya kita dengar, pujiannya bolehlah disimpan di lemari.

Namun, bagaimana jika kritik yang diberikan hanya untuk mencari kesalahan-kesalahan seseorang? Kritik memang mencari kesalahan dan kekurangan seseorang. Karena yang perlu dikoreksi adalah kekurangan dan kesalahan. Kelebihan justru harus dipertahankan, jika bisa ditingkatkan lagi, lagi dan lagi.

Lihat Latar Si Pengkritik

Jadi sebelum men-judge apakah si pengkritik tersebut memang ingin mengkritik atau sedang mencari bahan gossip, sebaiknya menimbang lagi detil-detil kritik yang disampaikan. Bisa saja kritik yang diberikan benar adanya. Jika belum cukup, latar belakang si pengkritik bisa dicari tahu.

Apakah si pengkritik adalah pihak yang berpengalaman dalam bidangnya atau malah sebaliknya. Jika si pengkritik memang kompeten, maka kritik yang diberikan bisa menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi seseorang. Bisa saja juga jadi bekal bagi orang lain, jika kritik disampaikan pada acara diskusi.

Pertanyaannya, apakah semua orang bisa menerima kritik seperti Halle Berry? Coba kita tanya pada rumput yang bergoyang, kalau belum goyang mungkin harus diiringi lagu dangdut terlebih dahulu. Ha ha (T)

Tags: gaya hidupkritikSeni
Share47TweetSendShareSend
Previous Post

Ajeg Rukun “Semeton Bali” dan “Nyama Selam” di Kampung Singaraja

Next Post

Nomor Urut 1 dan 2 Selalu Keok – Mitos Polos Pilkada Buleleng

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails
Next Post

Nomor Urut 1 dan 2 Selalu Keok – Mitos Polos Pilkada Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co