2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nomor Urut 1 dan 2 Selalu Keok – Mitos Polos Pilkada Buleleng

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Esai

Sumber foto: http://kpu-bulelengkab.go.id/

PASANGAN calon kepala daerah dalam event Pilkada boleh ngomong apa saja ketika mendapatkan nomor urut tertentu saat pengundian nomor urut di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Yang dapat nomor urut 1 bilang itu nomor juara, nomor kemenangan. Apa pun yang nomor satu pasti terbaik. Yang dapat nomor urut 2 tak mau kalah. Nomor 2 itu, jika disimbolkan dengan acung dua jari (telunjuk dan jari tengah) artinya victory (kemenangan).

Lha, nomor 1 artinya menang. Victory artinya menang. Yang kalah siapa?

Politikus – apalagi politikus yang sedang berpolitik untuk jadi calon bupati atau gubernur, memang harus bicara sesuatu jika mendapatkan sesuatu. Memang harus begitu. Jika hanya diam, tak bicara, tak ngomong, tak beretorika, bukan sedang berpolitik namanya, tapi sedang memancing.

Di Pilkada Buleleng, saat pengundian nomor urut, Senin 12 Desember 2016, yang digelar KPU di Gedung Laksmi Graha Singaraja, pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Dewa Nyoman Sukrawan/Dharma Wijaya (SURYA) mendapat nomor urut 1. Sementara pasangan incumbent Putu Agus Suradnyana/Nyoman Sutjidra (PASS) dianugerahi nomor urut 2. Dua pasangan itu juga beretorika mengupas simbol angka agar maknanya bisa mengarah pada kemenangan.

Dewa Nyoman Sukrawan menyatakan nomor urut satu yang ia peroleh adalah nomor kebanggan, sekaligus nomor kemenangan. “Kenapa seperti itu? Karena pasangan  Surya baru pertama kali jadi calon, dan tentu pasangan Surya akan merebut Buleleng Satu. Itu salah satu yang menjadi keyakinan kami, sehingga Buleleng Satu bisa kami rebut,” tegas Surya.

Sementara itu Calon Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan mendapatkan nomor urut dua adalah sebuah anugerah. “Sepertinya ada tanda dari alam, kami diminta melanjutkan periode yang kedua. Dari kemarin banyak sekali yang mendoakan biar kami dapat nomor urut dua. Ini artinya astungkara kami bisa melanjutkan ke periode kedua,” ujar Sutjidra.

Manusia Simbol

Manusia memang tak bisa dilepaskan dari simbol-simbol. Manusia adalah pengguna simbol untuk menyatakan sesuatu, termasuk untuk mengekspresikan diri di dunia politik.

Dan angka bukan hanya untuk menghitung kekayaan, namun adalah juga simbol yang punya arti dan makna lebih dalam dan luas. Bahkan di Bali, angka-angka tertentu punya makna, punya nilai sakral dan magis. Angka 3 misalnya bisa dikaitkan dengan Tri Murti, Tri Sakti, Tri Hita Karana dan tri-tri yang lain. Angka 9 dianggap luhung, angka tertinggi, yang biasa juga dikaitkan dengan Dewa Nawa Sanga.

Bahkan di Jakarta, di ibukota yang sangat modern, orang masih terbiasa berkutat dengan simbol dan makna angka-angka yang kadang berbau magis dan mistis yang kemudian bisa melahirkan mitos. Dalam Pilkada DKI misalnya, “mitos calon nomor urut 1 selalu kalah” kerap jadi pembicaraan.

Pada Pilkada DKI 2007, ada dua pasangan calon yang bertarung, yakni Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Prijanto dan Adang Daradjatun/Dani Anwar. Saat itu, Fauzi/Prijanto memegang nomor urut 2 dan menang. Pasangan nomor urut 1, Adang Daradjatun/Dani Anwar kalah.

Lima tahun kemudian, pada Pilkada DKI 2012, giliran Fauzi Bowo  yang saat itu berpasangan dengan Nachrowi Ramli (Nara) memegang nomor urut satu. Dan pasangan itu kalah. Kita tahu, pemenangnya adalah pasangan Joko Widodo (Jokowi)/Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pada putaran pertama Jokowi/Ahok mendapat nomor urut 3, lalu pada putaran kedua pasangan itu pegang nomor 2.

Pada ajang Pilkada Gubernur (Pilgub Bali) juga muncul mitos nomor urut 1 tak pernah menang sejak era pilkada langsung. Pilgub tahun 2008, pemenangnya adalah nomor urut 3, yakni pasangan Mangku Pastika/Puspayoga. Pasangan nomor urut 1, Gede Winasa/Alit Putra, kalah. Lima tahun berikutnya, pasangan Puspayoga/Dewa Sukrawan (PAS) mendapat nomor urut 1. Pasangan itu kalah tipis melawan Mangku Pastika/Sudikerta (Pastikerta) yang bernomor urut 2.

Angka memang selalu dikaitkan dengan keberuntungan dan nasib sial. Dalam judi togel, angka bisa disebut jalan menuju kaya. Maka, paito yang berisi angka-angka yang pernah keluar dicoret-coret lagi, dirumuskan kembali. Angka yang pernah keluar pada togel putaran ke-50 misalnya, diyakini tak akan keluar lagi di urutan ke-60. Angka ganjil yang jadi “ekor” pada putaran ke-100 misalnya, diyakini tak akan jadi “kepala” pada putaran berikutnya.

Begitu juga orang meyakini angka-angka dalam politik. Bukankah politik terkadang juga dianggap “perjudian nasib” yang kadang ketemu sial dan kadang dapat berkah?

Mitos di Pilkada Buleleng

Pilkada Buleleng juga memunculkan mitos. Sejak era pemilihan langsung, bukan hanya pasangan nomor urut 1 yang selalu keok, namun juga nomor urut 2. Yang menarik, pemenangnya selalu nomor urut 3.

Coba periksa catatan masa lalu. Pilkada Buleleng 2008, dimeriahkan oleh empat kontestan. Nomor urut 1, pasangan Sugawa Korry/Luh Kertianing. Di nomor 2, Nyoman Ray Yusha/Putu Febry Antari. Nomor 3, Putu Bagiada/Arga Pynatih. Dan nomor 4, Made Westra/Ketut Englan. Pemenangnya nomor 3, Putu Bagiada/Arga Pynatih. Nomor 1 dan 2 keok.

Pilkada Buleleng 2012 juga diramaikan empat pasangan calon. Nomor urut 1, Gede Ariadi/Wayan Arta. Nomor 2, Tutik Kusuma Wardhani/Nova Sewi Putra. Nomor 3, Putu Agus Suradnyana/Nyoman Sutjidra. Dan nomor 4, Wayan Gede Wenten Suparlan/Ida Bagus Djodhi. Seperti kita tahu, nomor urut 1 dan 2 kaon. Pemenangnya juga nomor urut 3, Putu Agus Suradnyana/Nyoman Sutjidra.

Tampaknya mitos “nomor urut 3 selalu menang” akan gugur dalam Pilkada 2017 ini. Gara-garanya hanya ada dua pasangan calon. Sehingga tidak mungkin pemenangnya nomor urut 3.

Tapi setidaknya Pilkada 2017 tetap akan mempertahankan satu mitos. Jika Sukrawan/Dharma Wijaya menang, maka mitos yang bertahan adalah “calon nomor urut 2 selalu keok”. Jika Agus Suradnyana/Sutjidra unggul, mitos yang bertahan adalah “calon nomor urut 1 selalu kalah”.

Nah, Anda, pemilih di Buleleng, mau mempertahankan mitos yang mana? (T)

 

 

Tags: angkabulelengmitosPilkada
Share73TweetSendShareSend
Previous Post

Dikritik Dulu, Dipuji Kapan-Kapan

Next Post

Semangat Timnas Ditransfer tanpa “Bluetooth” ke Hati dan Jiwa Warga NKRI

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post

Semangat Timnas Ditransfer tanpa “Bluetooth” ke Hati dan Jiwa Warga NKRI

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co