4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Grtasamada, Para Antara | Cerpen Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
March 15, 2025
in Cerpen
Grtasamada, Para Antara | Cerpen Mas Ruscitadewi

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy

BAGIAN tengah panggung Ksirarnawa berbentuk teratai kelopak delapan berwarna putih. Seorang lelaki  memainkan lakonnya di pusat kelopak, ia  menari, ujung telunjuk tangannya seperti sedang menggurat aksara-aksara di udara.

“Padma berkelopak delapan, sari mengikat kelopak-kelopak yang menjadikannya bunga, padmaksara, “suara narator.

Yang agak mengagetkan penonton adalah dari guratan aksara-akasara di udara itu menjelma sosok laki perempuan dalam berbagai sikap. Ada dalam posisi tidur, bersiap lari, jongkok, terbang, bahkan ada yang ada samar antara ada dan tiada.

Pada sari bunga muncul sesosok kecil, seperti kanak-kanak yang dewasa. Dinding sari bunga yang melingkar itu terhubung dengan kelopak-kelopak bunga warna warni berbagai bentuk dan posisi yang ditempati sosok yang berbeda-beda. Sesosok sedang yang berbusana putih transfaran, berkeliling menyundul-nyundul sosok lain yang menempati bidang kelopak masing-masing. Anehnya masing-masing sosok seperti tak merasakan kehadiranmu sosok sedang berkaca mata itu.

“Ke mana aku, di mana aku, sama saja, berputar, tak berumah, tak berasa rumah, tak memiliki, tak dimiliki,” gumamnya.

Tertangkap seperti keluhan, sekaligus kebanggaan.

“Rumah istriku,  tujuan anakku, akulah perjalanan-perjalanan, Astapaka,” lelaki sedang berkaca mata itu bergerak lagi, menyundul-nyundul lagi. Di tanah, dia hadir menjadi pemikir, kadang jelas dan tegas, tapi kadang buta tanpa kaca mata. Di air tubuhnya mengalir kadang muncul, kadang tenggelam. Di api ia menjadi bara, menghangatkan membakar, lenyap menjadi temperatur, di udara ia meniada.

“Kenapa aku, dimana aku, kemana aku…, ” teriaknya di gelap malam.

Sosok kecil bergerak lincah, di antara rak buku-buku perpustakaan. Buku kuno menyimpan peradaban halamannya terbuka. Diantara aksara-aksara yang berdebu, tangannya mengipas-ngipas, kerajaan kuno, alam bawah, alam tengah, alam atas, ditembusnya dengan tatapan mata.

“Apa ini, jelas saya hanya pemain yang diatur sutradara, saya hanya sutradara, yang merangkap pemain teater remaja SMA  yang berlakon konyol. Inem, Otong… ”  Lelaki kecil tersentak.

Ingatannya kembali ke masa 25 tahun silam. Ia terkekeh, mengingat kelucuan-kelucuan yang lugu, bersama Inem si pelayan seksi.

Selama ini ia telah menyutradarai hidupnya dengan rapi dan penuh perhitungan. Kepulangannya dari luar negeri, juga divisi yang akan dia pimpin juga telah diatur dengan sempurna. Tiba-tiba ada kabar, pimpinnya berpulang, ia merasa gamang. Menjadi semakin gamang saat seminggu jelang kepulangannya menerima surat dari Pimpinannya yang telah berpulang.

Tetapi kelucuan dan kelucuannya menemukan cara untuk bergembira, menikmati hidup.

“Hidup adalah teka-teki, menanggapinya sebagai kelucuan akan melahirkan kebahagiaan,” simpulnya.

Keluguan dan kelucuan-kelucuan membuatnya dengan mudah menghadapi peristiwa. Puncaknya adalah saat pesawat yang ditumpanginya terjatuh dan menewaskan orang-orang yang berada di bagain ruangannya. Dengan jelas ia melihat bagaimana wanita berumur dihadapannya berubah menjadi muda, menjadi tua dan pecah menjadi-cahaya.

Dan dua lelaki berpakaian adat Bali menjemputnya membawa ke luar kabin pesawat dengan hanya menyisakan luka gores di kening dan bibirnya.

“Saya akan berusaha menjaga pikiran dan perkataan,” katanya dengan mimik serius, tapi nampak lucu.

Hahaha posturnya yang kecil, bibirnya yang selalu tersenyum, kata-katanya yang cerdas dan bernas memantulkan cahaya keriangan, mempesona yang mendengarnya.

Kekecilannya menyembunyikan kecerdasan, keluguan dan kelucuannya , mengusir kecurigaan. Membuatnya mampu mencairkan kebuntuan, kebekuan pikir. Dengan cekatan membuka pintu-pintu waktu, kesempatan, kesepakatan demi kesepakatan, demi keadilan kesejahteraan.

Seperti kisah raja Bali berabad-abad silam yang meremehkan brahmana kecil, Wamana, yang hanya meminta tiga langkah kekuasaan. Hingga akhirnya menguasai alam bawah, tengah dan atas.

 Gratasamadha,dan para Gratasamadha, para antara yang mengisi ruang-ruang waktu demi perdamaian dan keharmonisan.

Seorang lelaki tinggi besar bermata sipit memuja, terus memuja, mengapai-gapai langit, mengabdi pada bumi, mengais-ngais esensi, Kuning.

“Saya hanya perantara umat untuk menggapai keagungan Tuhan, ” tekadnya.

Seorang lelaki berisi dengan sorot mata menyala menembus ruang-ruang rahasia, yang gelap, menjanjikan keadilan bagi manusia.

“Hukum harus ditegakkan untuk kenyamanan hidup bersama.” Pedang merahnya menyala-nyala, menebas-nebas.

Sosok lelaki sedang bertualang dari kafe ke kafe, dari diskusi ke diskusi, dari masalah ke masalah. Penglihatannya terang, pandangannya lapang. Para lelaki dan wanita berkumpul, mengidolakannya, menganggapnya guru, untuk ditiru.

Di remang malam, ia ada, menjadi mimpi juga ilusi, bagi para pencari yang merasa tak pasti.

Gratasamadha, dan Para Antara, ada dan tiada,  di bumi tak merasa menginjakkan kaki.  Datang dan pergi, menemui dan menghindari sampai ia bisa menyadari diri yang sejati. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Leaaaaakkk | Cerpen Mas Ruscitadewi
Toh Langkir dan Perang Itu | Cerpen Mas Ruscitadewi
Rudra Tiga | Cerpen Mas Ruscitadewi
Mimpi-mimpi Dewi Sri | Cerpen Mas Ruscitadewi
Gosip Apsara-Apsari | Cerpen Mas Ruscitadewi
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-Puisi  Ira Apryanthi | Kedai Tua Jalan Kakatua

Next Post

Narman, Sang “Entrepreneur” Etnis Baduy

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Narman, Sang “Entrepreneur” Etnis Baduy

Narman, Sang "Entrepreneur" Etnis Baduy

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co