24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Narman, Sang “Entrepreneur” Etnis Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
March 15, 2025
in Esai
Narman, Sang “Entrepreneur” Etnis Baduy

Narman ( nomor 3 dari kanan) saat mengikuti Paket B di PKBM Kencana Ungu / Foto Dok.Asep Kurnia

SATU klik saja, nama Narman Baduy dibuka di jagat internet, maka akan muncul berbagai tampilan foto eksentrik, nyentrik dan unik. Termasuk akan muncul berbagai tulisan inspiratif yang mengisahkan siapa pemuda asal Baduy  yang dilahirkan tahun 1989 tahun itu dengan segala sepak terjang dan kehebohannya. Berbagai peraihan penghargaan yang mengagetkan, bahkan sempat mengguncang dunia informasi nasional.

Bagaimana tidak menghebohkan? Ia adalah salah satu anak muda Baduy asli yang cerdas dan berpikir maju ke depan tentang bagaimana masa depan kesukuannya berkaitan dengan pengaruh digitalisasi dan globalisasi ( modernisasi ). Ia anak Baduy yang dengan lantang dan berani mengajukan untuk meloloskan ide, gagasan dan konsep mengadopsi perilaku modernnya yang dianggap bertentangan dan melanggar adat.

Ia begitu ulet tak mengenal menyerah (ngotot)  untuk meyakinkan tokoh adat, bahwa tindakan pembaharuan mengadopsi teknologi dan perilaku modernnya adalah demi menciptakan suasana berkemajuan (menggerakan perekonomian warga Baduy) dan mensejahterakan warga Baduy secara keseluruhan.  Padahal kita tahu bahwa sampai saat ini suku Baduy masih menolak pemodernan. Berhasilkah Narman memperjuangkan kesejahteraan diri dan saudara seetnisnya? Simak kisah singkatnya di bawah ini.

Munculnya Ide Baduy Craft

Publik paham bahwa suku Baduy merupakan suku asli Provinsi Banten  yang tetap menjaga tradisi dan budaya lokalnya secara ketat. Salah satu adat yang dijaga adalah larangan berpendidikan formal bagi warganya dan pelarangan penggunaan teknologi modern di kehidupan sehari-hari mereka. Namun, hal tersebut sepertinya tak berlaku bagi Narman. Ia adalah warga Baduy Luar yang tinggal di tanah ulayat tepatnya di kampung Marengo.

Narman salah satu warga Baduy yang memprakarsai mencoba memasarkan produk kerajinan tangannya melalui internet dan marketplace . Dengan menggandeng 25 pengrajin Baduy sebagai mitranya, maka sejak 2016 lalu Narman cs mulai menggunakan akun Instagram bernama Baduy  untuk memasarkan hasil kerajinan tangannya dengan 3 macam sistem, yaitu titip jual, beli putus dan paparonan (bagi hasil).

Ide dan gagasan cemerlang untuk menggeluti bisnis berbasis website ( Baduy  ) itu muncul berawal dari setelah ia melihat sebuah pameran Baduy Festival yang diselenggarakan pemerintah daerah dan pameran lain di Jakarta.

“Saya lihat itu bisa dikembangkan pemasaran dan penjualannya melalui penjualan secara online, maka terinspirasilah pembuatan mode jualan secara online dengan membentuk sebuah kelompok bermitra di Baduy Craft,“  ujar  Narman.

Bisnis secara daring itu betul-betul murni muncul dari pikiran sehatnya, ia kelola sendiri secara otodidak di bantu temen-temen seangkatanya. Ada tim produksinya dari warga asli Baduy yang berkedudukan sebagai perajin lokal. Mengelola Baduy Craft tidak semudah yang ia harapkan, namun dengan segala tantangan dan keterbatasan yang ia hadapi, akhirnya Narman bisa membuktikan bahwa tantangan dan keterbatasan tidak selamanya menjadi sebuah halangan untuk menghasilkan karya luar biasa. Tantangan dalam berusaha akan terus ada sehingga semua harus terus belajar dan menemukan pembeda usaha yang kita ciptakan. Ia pun bisa membuktikan bahwa internet ternyata memiliki sisi terang bagi perekonomian masyarakat Baduy.

Kini, hasil jerih payahnya mendapatkan sambutan yang positif dari berbagai kalangan, termasuk dari masyarakat Baduy sendiri. Selain melalui marketplace, Narman juga rajin mengikuti berbagai event dan pameran. Menurutnya dengan mengikuti pameran konsumen dapat menyentuh produk secara langsung, sehingga dapat meningkatkan exposure untuk produk kerajinan masyarakat Baduy.

Semenjak hadirnya Instagram Baduy , berbagai produk kerajinan Baduy dapat dipasarkan secara lebih luas. Hal ini mengundang pembeli yang makin banyak bermunculan secara online. Dari yang semula hanya terjual sedikit, lambat laun meningkat secara signifikan.

Tantangan dan Kesuksesan Seorang Narman

Bagi penulis, Narman bukan hanya sekedar seorang “ Pejuang Cuan Recehan”,  tetapi ia adalah pemuda berbakat sebagai pejuang kesejahteran komunitas adatnya yang memiliki obsesi besar bagaimana cara melindungi dan mempertahankan tradisi dan budaya adatnya dengan meramu (mengintegrasikan) antara sikon tradisional dengan modernisasi . Ini pernyataan ekslusifnya:

“Saya bukan mau mengubah Baduy secara signifikan dari tenang, damai ke dunia yang hingar bingar. Saya hanya membantu agar masyarakat bisa bertahan menjaga adat dan tradisi. Kuncinya menurut saya masyarakat harus punya penghidupan dan harus punya sumber penghasilan. Saya hanya membantu itu,” kata Narman.

Demi untuk membuktikan obsesinya ia rela berkorban dengan segala pengorbanan tenaga, materi dan pikirannya, siap dicaci bahkan dinyinyirin serta ditegur oleh tokoh adat. Ia berani menghadapi berbagai ancaman, gangguan , hambatan dan tantangan yang tidak ringan, baik secara psikologis maupun tantangan secara fisik. Ia terus berjuang menghadapi penolakan dengan bijak dan humanis.

Tantangan berupa susah sinyal karena tinggal di daerah pedalaman yang tidak memiliki akses internet yang baik, manajemen produksi yang masih sulit karena masyarakat Baduy tidak memiliki rumah produksi khusus dan proses produksi dilakukan di banyak lokasi yang berbeda. Kesulitan saat mengenalkan tentang konsep pemasaran online pada masyarakat Baduy karena mayoritas masyarakat Baduy tidak mengenyam pendidikan serta berbagai tantangan dahsyat lainnya.  Ia hadapi dengan ketabahan dan semangat tingkat dewa.

Tantangan yang paling besar dan berat bagi Narman adalah penolakan dan teguran dari para tokoh adat yang masih berpendapat bahwa yang dilakukan Narman itu tidak baik untuk suku Baduy. Inilah kutipan teguran tokoh adat pada narman:

“Kalau kamu mau melanjutkan kegiatan ini, kamu enggak boleh jadi orang Baduy, karena kegiatan kamu katanya bukan kegiatan orang Baduy “. Tapi Narman memberikan jawaban yang cerdas dan menakjubkan, sehingga tokoh adat memahami apa yang dilakukannya. Ini penjelasan dan jawaban bijaknya Narman:

“Saya hanya menyampaikan ini ada sisi positifnya dan saya coba memanfaatkannya, saya bukan untuk gaya-gayaan. Saya akan tetap menjadi masyarakat adat Baduy yang taat aturan”. Luar biasa bukan?

Seorang pejuang memang harus mampu melewati dan mematahkan berbagai tantangan untuk dijadikan peluang. Perjuangan Narman berakhir indah dan berbuah manis. Akhirnya saat ini produk kerajinan Baduy lebih banyak dikenal masyarakat. Kiprah Narman berjualan daring dalam keterbatasan aturan adat, mengantarnya dianugerahi Satu Indonesia Award di bidang Kewirausahaan pada tahun 2018, dengan julukan Pembuka Cakrawala Baduy. Sampai Presiden Jokowi pun pernah menggunakan pakaian adat Baduy dalam salah satu acara negara pada tahun 2021.

Kini, Narman “ Sang Entrepreneur Baduy” telah mendapat pujian dan respon positif dari masyarakat Baduy. Banyak dari mereka yang mengucapkan rasa terima kasih karena merasa sangat terbantu. Tidak hanya menjadi sumber inspirasi bagi dirinya sendiri, prestasi Narman dalam memperluas jangkauan produk kerajinan masyarakat Baduy juga memberikan dampak positif bagi teman-teman Baduy yang lain.

”Sekarang, lebih banyak masyarakat Baduy yang terlibat dalam pemasaran kerajinan Baduy. Banyak orang yang ikut terlibat, sebagai pemasok atau perajin. Semua senang karena bisa menyalurkan kegiatan kreatifnya,” ucap Narman.

Ia melontarkan kalimat inspiratifnya : “ Semua kejadian itu bukan tantangan buat saya, tantangan berat buat saya ada di diri saya, bagaimana saya bisa memanajemen usaha, membantu teman-teman untuk lebih giat lagi dalam produksi, inovasi,”

Kisah antik Narman  menembus antara adat dan modernitas untuk Baduy sampai berhasil meyakinkan bahwa internetisasi dan digitalisasi itu tidak selama buruk dan selalu merusak.  Selalu ada titik baik dan kebermanfaatan dalam hal untuk perekonomian warga Baduy. Prestasi yang luar biasa dari seorang anak muda Baduy, kita perlu apresiasi dan contoh. Terlepas akan adanya efek domino yang berkelanjutan pada kesukuan mereka, tetapi sampai saat ini perjuangan Narman telah membuktikan kebermanfaatannya bagi peningkatan kesejahteraan finansial atau penghasilan warga Baduy.

Ternyata Narman tidak hanya membukukan sebagai seorang interpreneur yang handal dari komunitas adat. Ia juga mencatatkan diri sebagai seorang olahragawan yang berbakat dan mampu berkontribusi di event-event berharga tingkat daerah dan nasional sebagai atlet sprinter. Narman dijuliki “Pelari Alami Tanpa Couch” karena keunikannya, sebagai pelari ia merasa tak perlu latihan khusus untuk mengasah keterampilannya berlari.

Ini disebabkan karena ia dan kebanyakan orang Baduy lainnya telah terbiasa naik turun gunung, bahkan berlari sambil bawa pikulan dengan tanpa alas kaki. Berbagai trophy kejuaran telah ia dapati termasuk medali emas tingkat nasional pada PON 2024 di Aceh. Narman menjadi satu-satunya atlet yang menyumbang emas bagi Provinsi Banten dalam kategori Klasik di cabang olahraga Lari Trail. Sebelumnya tahun 2023 meraih juara 2 di acara Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) untuk mewakili Banten mengikuti kejuaraan tingkat nasional di Ciwidey, Jawa Barat. Tak terhitung juara-juara satu, dua dan tiga di acara road race lainnya.

Kisah Singkat Pendidikan Narman Cs.

Penulis sangat memahami karakter dan kecerdasan Narman karena ia adalah salah satu siswa kami yang selalu ingin tahu dan mencoba hal-hal baru. Ia selalu tidak puas dengan satu capaian prestasi, memiliki jiwa kritis dan jiwa pembaharu juga jiwa kewirausahaan. Ia memiliki kualitas fisik yang prima di atas rata rata temannya, senang belajar beladiri dan olahraga.

Semua karakter itu penulis pahami saat ia ikutan Sekolah Non Formal Paket B ( penyetaraan setingkat SMP ) di PKBM Kencana Ungu bersama 19 orang lainnya. Narman , Jahadi, Jumadi,  Amir, Narsan, Ano, Pulung, Sarkiman, Iwan, Warno dan Lamri ditambah 3 perempuan Lina, Alis dan Mae adalah anak Baduy yang aktif mengikuti pendidikan nonformal  mulai Paket A, Paket B dari tahun 2012 – 2014.

Narman, Jahadi, Jumadi, Narsan, Ano dan Amir  tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Iwan dan Sarkiman keluar Baduy dan melanjutkan sampai ke Perguruan Tinggi. Iwan Lulus Keperawatan dan Sarkiman lulus Ilmu Pemerintahan dan sekarang jadi Anggota DPRD Kabupeten Lebak periode 2024-2029. Warno melanjutkan ke SMPN 4 Karanganyar, SMA 1 Rangkasbitung dan kuliah di Universitas Indonesia jurusan Ilmu Pemerintah, tapi tidak keluar dari suku Baduy. Lamri juga keluar Baduy dan menjadi pengusaha sukses dengan sebutan Bos Odeng.

Hobi membaca dan lari menjadikan ia sebagai agent of change bagi generasi Baduy. Ia terus berjuang memelekkan warga sekitarnya tentang pentingnya berolahraga dan terus menyebarkan program melek Ca-Lis-Tung pada rekannya dengan metoda Tutor Sebaya.

Perubahan adalah sebuah keniscayaan dan hukum alam. Selamat Narman, melonggarkan hukum adat demi kesejahteraan dan kebermartabatan, semoga akan muncul Narman-Narman muda di bidang lainnya.  [T]

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA

Para Pejuang dan Pengabdi Suku Baduy
Sekilas Informasi Wisata  Saba Budaya  Baduy
Pengabdi Suku Baduy: Dua Tahun Ditolak, Kini Disayangi
Tags: masyarakat adatSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Grtasamada, Para Antara | Cerpen Mas Ruscitadewi

Next Post

Video Short, Informasi Medis yang Wajib Diwaspadai

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails
Next Post
Besakih dan Medsos

Video Short, Informasi Medis yang Wajib Diwaspadai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co