25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Narman, Sang “Entrepreneur” Etnis Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
March 15, 2025
in Esai
Narman, Sang “Entrepreneur” Etnis Baduy

Narman ( nomor 3 dari kanan) saat mengikuti Paket B di PKBM Kencana Ungu / Foto Dok.Asep Kurnia

SATU klik saja, nama Narman Baduy dibuka di jagat internet, maka akan muncul berbagai tampilan foto eksentrik, nyentrik dan unik. Termasuk akan muncul berbagai tulisan inspiratif yang mengisahkan siapa pemuda asal Baduy  yang dilahirkan tahun 1989 tahun itu dengan segala sepak terjang dan kehebohannya. Berbagai peraihan penghargaan yang mengagetkan, bahkan sempat mengguncang dunia informasi nasional.

Bagaimana tidak menghebohkan? Ia adalah salah satu anak muda Baduy asli yang cerdas dan berpikir maju ke depan tentang bagaimana masa depan kesukuannya berkaitan dengan pengaruh digitalisasi dan globalisasi ( modernisasi ). Ia anak Baduy yang dengan lantang dan berani mengajukan untuk meloloskan ide, gagasan dan konsep mengadopsi perilaku modernnya yang dianggap bertentangan dan melanggar adat.

Ia begitu ulet tak mengenal menyerah (ngotot)  untuk meyakinkan tokoh adat, bahwa tindakan pembaharuan mengadopsi teknologi dan perilaku modernnya adalah demi menciptakan suasana berkemajuan (menggerakan perekonomian warga Baduy) dan mensejahterakan warga Baduy secara keseluruhan.  Padahal kita tahu bahwa sampai saat ini suku Baduy masih menolak pemodernan. Berhasilkah Narman memperjuangkan kesejahteraan diri dan saudara seetnisnya? Simak kisah singkatnya di bawah ini.

Munculnya Ide Baduy Craft

Publik paham bahwa suku Baduy merupakan suku asli Provinsi Banten  yang tetap menjaga tradisi dan budaya lokalnya secara ketat. Salah satu adat yang dijaga adalah larangan berpendidikan formal bagi warganya dan pelarangan penggunaan teknologi modern di kehidupan sehari-hari mereka. Namun, hal tersebut sepertinya tak berlaku bagi Narman. Ia adalah warga Baduy Luar yang tinggal di tanah ulayat tepatnya di kampung Marengo.

Narman salah satu warga Baduy yang memprakarsai mencoba memasarkan produk kerajinan tangannya melalui internet dan marketplace . Dengan menggandeng 25 pengrajin Baduy sebagai mitranya, maka sejak 2016 lalu Narman cs mulai menggunakan akun Instagram bernama Baduy  untuk memasarkan hasil kerajinan tangannya dengan 3 macam sistem, yaitu titip jual, beli putus dan paparonan (bagi hasil).

Ide dan gagasan cemerlang untuk menggeluti bisnis berbasis website ( Baduy  ) itu muncul berawal dari setelah ia melihat sebuah pameran Baduy Festival yang diselenggarakan pemerintah daerah dan pameran lain di Jakarta.

“Saya lihat itu bisa dikembangkan pemasaran dan penjualannya melalui penjualan secara online, maka terinspirasilah pembuatan mode jualan secara online dengan membentuk sebuah kelompok bermitra di Baduy Craft,“  ujar  Narman.

Bisnis secara daring itu betul-betul murni muncul dari pikiran sehatnya, ia kelola sendiri secara otodidak di bantu temen-temen seangkatanya. Ada tim produksinya dari warga asli Baduy yang berkedudukan sebagai perajin lokal. Mengelola Baduy Craft tidak semudah yang ia harapkan, namun dengan segala tantangan dan keterbatasan yang ia hadapi, akhirnya Narman bisa membuktikan bahwa tantangan dan keterbatasan tidak selamanya menjadi sebuah halangan untuk menghasilkan karya luar biasa. Tantangan dalam berusaha akan terus ada sehingga semua harus terus belajar dan menemukan pembeda usaha yang kita ciptakan. Ia pun bisa membuktikan bahwa internet ternyata memiliki sisi terang bagi perekonomian masyarakat Baduy.

Kini, hasil jerih payahnya mendapatkan sambutan yang positif dari berbagai kalangan, termasuk dari masyarakat Baduy sendiri. Selain melalui marketplace, Narman juga rajin mengikuti berbagai event dan pameran. Menurutnya dengan mengikuti pameran konsumen dapat menyentuh produk secara langsung, sehingga dapat meningkatkan exposure untuk produk kerajinan masyarakat Baduy.

Semenjak hadirnya Instagram Baduy , berbagai produk kerajinan Baduy dapat dipasarkan secara lebih luas. Hal ini mengundang pembeli yang makin banyak bermunculan secara online. Dari yang semula hanya terjual sedikit, lambat laun meningkat secara signifikan.

Tantangan dan Kesuksesan Seorang Narman

Bagi penulis, Narman bukan hanya sekedar seorang “ Pejuang Cuan Recehan”,  tetapi ia adalah pemuda berbakat sebagai pejuang kesejahteran komunitas adatnya yang memiliki obsesi besar bagaimana cara melindungi dan mempertahankan tradisi dan budaya adatnya dengan meramu (mengintegrasikan) antara sikon tradisional dengan modernisasi . Ini pernyataan ekslusifnya:

“Saya bukan mau mengubah Baduy secara signifikan dari tenang, damai ke dunia yang hingar bingar. Saya hanya membantu agar masyarakat bisa bertahan menjaga adat dan tradisi. Kuncinya menurut saya masyarakat harus punya penghidupan dan harus punya sumber penghasilan. Saya hanya membantu itu,” kata Narman.

Demi untuk membuktikan obsesinya ia rela berkorban dengan segala pengorbanan tenaga, materi dan pikirannya, siap dicaci bahkan dinyinyirin serta ditegur oleh tokoh adat. Ia berani menghadapi berbagai ancaman, gangguan , hambatan dan tantangan yang tidak ringan, baik secara psikologis maupun tantangan secara fisik. Ia terus berjuang menghadapi penolakan dengan bijak dan humanis.

Tantangan berupa susah sinyal karena tinggal di daerah pedalaman yang tidak memiliki akses internet yang baik, manajemen produksi yang masih sulit karena masyarakat Baduy tidak memiliki rumah produksi khusus dan proses produksi dilakukan di banyak lokasi yang berbeda. Kesulitan saat mengenalkan tentang konsep pemasaran online pada masyarakat Baduy karena mayoritas masyarakat Baduy tidak mengenyam pendidikan serta berbagai tantangan dahsyat lainnya.  Ia hadapi dengan ketabahan dan semangat tingkat dewa.

Tantangan yang paling besar dan berat bagi Narman adalah penolakan dan teguran dari para tokoh adat yang masih berpendapat bahwa yang dilakukan Narman itu tidak baik untuk suku Baduy. Inilah kutipan teguran tokoh adat pada narman:

“Kalau kamu mau melanjutkan kegiatan ini, kamu enggak boleh jadi orang Baduy, karena kegiatan kamu katanya bukan kegiatan orang Baduy “. Tapi Narman memberikan jawaban yang cerdas dan menakjubkan, sehingga tokoh adat memahami apa yang dilakukannya. Ini penjelasan dan jawaban bijaknya Narman:

“Saya hanya menyampaikan ini ada sisi positifnya dan saya coba memanfaatkannya, saya bukan untuk gaya-gayaan. Saya akan tetap menjadi masyarakat adat Baduy yang taat aturan”. Luar biasa bukan?

Seorang pejuang memang harus mampu melewati dan mematahkan berbagai tantangan untuk dijadikan peluang. Perjuangan Narman berakhir indah dan berbuah manis. Akhirnya saat ini produk kerajinan Baduy lebih banyak dikenal masyarakat. Kiprah Narman berjualan daring dalam keterbatasan aturan adat, mengantarnya dianugerahi Satu Indonesia Award di bidang Kewirausahaan pada tahun 2018, dengan julukan Pembuka Cakrawala Baduy. Sampai Presiden Jokowi pun pernah menggunakan pakaian adat Baduy dalam salah satu acara negara pada tahun 2021.

Kini, Narman “ Sang Entrepreneur Baduy” telah mendapat pujian dan respon positif dari masyarakat Baduy. Banyak dari mereka yang mengucapkan rasa terima kasih karena merasa sangat terbantu. Tidak hanya menjadi sumber inspirasi bagi dirinya sendiri, prestasi Narman dalam memperluas jangkauan produk kerajinan masyarakat Baduy juga memberikan dampak positif bagi teman-teman Baduy yang lain.

”Sekarang, lebih banyak masyarakat Baduy yang terlibat dalam pemasaran kerajinan Baduy. Banyak orang yang ikut terlibat, sebagai pemasok atau perajin. Semua senang karena bisa menyalurkan kegiatan kreatifnya,” ucap Narman.

Ia melontarkan kalimat inspiratifnya : “ Semua kejadian itu bukan tantangan buat saya, tantangan berat buat saya ada di diri saya, bagaimana saya bisa memanajemen usaha, membantu teman-teman untuk lebih giat lagi dalam produksi, inovasi,”

Kisah antik Narman  menembus antara adat dan modernitas untuk Baduy sampai berhasil meyakinkan bahwa internetisasi dan digitalisasi itu tidak selama buruk dan selalu merusak.  Selalu ada titik baik dan kebermanfaatan dalam hal untuk perekonomian warga Baduy. Prestasi yang luar biasa dari seorang anak muda Baduy, kita perlu apresiasi dan contoh. Terlepas akan adanya efek domino yang berkelanjutan pada kesukuan mereka, tetapi sampai saat ini perjuangan Narman telah membuktikan kebermanfaatannya bagi peningkatan kesejahteraan finansial atau penghasilan warga Baduy.

Ternyata Narman tidak hanya membukukan sebagai seorang interpreneur yang handal dari komunitas adat. Ia juga mencatatkan diri sebagai seorang olahragawan yang berbakat dan mampu berkontribusi di event-event berharga tingkat daerah dan nasional sebagai atlet sprinter. Narman dijuliki “Pelari Alami Tanpa Couch” karena keunikannya, sebagai pelari ia merasa tak perlu latihan khusus untuk mengasah keterampilannya berlari.

Ini disebabkan karena ia dan kebanyakan orang Baduy lainnya telah terbiasa naik turun gunung, bahkan berlari sambil bawa pikulan dengan tanpa alas kaki. Berbagai trophy kejuaran telah ia dapati termasuk medali emas tingkat nasional pada PON 2024 di Aceh. Narman menjadi satu-satunya atlet yang menyumbang emas bagi Provinsi Banten dalam kategori Klasik di cabang olahraga Lari Trail. Sebelumnya tahun 2023 meraih juara 2 di acara Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) untuk mewakili Banten mengikuti kejuaraan tingkat nasional di Ciwidey, Jawa Barat. Tak terhitung juara-juara satu, dua dan tiga di acara road race lainnya.

Kisah Singkat Pendidikan Narman Cs.

Penulis sangat memahami karakter dan kecerdasan Narman karena ia adalah salah satu siswa kami yang selalu ingin tahu dan mencoba hal-hal baru. Ia selalu tidak puas dengan satu capaian prestasi, memiliki jiwa kritis dan jiwa pembaharu juga jiwa kewirausahaan. Ia memiliki kualitas fisik yang prima di atas rata rata temannya, senang belajar beladiri dan olahraga.

Semua karakter itu penulis pahami saat ia ikutan Sekolah Non Formal Paket B ( penyetaraan setingkat SMP ) di PKBM Kencana Ungu bersama 19 orang lainnya. Narman , Jahadi, Jumadi,  Amir, Narsan, Ano, Pulung, Sarkiman, Iwan, Warno dan Lamri ditambah 3 perempuan Lina, Alis dan Mae adalah anak Baduy yang aktif mengikuti pendidikan nonformal  mulai Paket A, Paket B dari tahun 2012 – 2014.

Narman, Jahadi, Jumadi, Narsan, Ano dan Amir  tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Iwan dan Sarkiman keluar Baduy dan melanjutkan sampai ke Perguruan Tinggi. Iwan Lulus Keperawatan dan Sarkiman lulus Ilmu Pemerintahan dan sekarang jadi Anggota DPRD Kabupeten Lebak periode 2024-2029. Warno melanjutkan ke SMPN 4 Karanganyar, SMA 1 Rangkasbitung dan kuliah di Universitas Indonesia jurusan Ilmu Pemerintah, tapi tidak keluar dari suku Baduy. Lamri juga keluar Baduy dan menjadi pengusaha sukses dengan sebutan Bos Odeng.

Hobi membaca dan lari menjadikan ia sebagai agent of change bagi generasi Baduy. Ia terus berjuang memelekkan warga sekitarnya tentang pentingnya berolahraga dan terus menyebarkan program melek Ca-Lis-Tung pada rekannya dengan metoda Tutor Sebaya.

Perubahan adalah sebuah keniscayaan dan hukum alam. Selamat Narman, melonggarkan hukum adat demi kesejahteraan dan kebermartabatan, semoga akan muncul Narman-Narman muda di bidang lainnya.  [T]

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA

Para Pejuang dan Pengabdi Suku Baduy
Sekilas Informasi Wisata  Saba Budaya  Baduy
Pengabdi Suku Baduy: Dua Tahun Ditolak, Kini Disayangi
Tags: masyarakat adatSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Grtasamada, Para Antara | Cerpen Mas Ruscitadewi

Next Post

Video Short, Informasi Medis yang Wajib Diwaspadai

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Besakih dan Medsos

Video Short, Informasi Medis yang Wajib Diwaspadai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co