24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Para Pejuang dan Pengabdi Suku Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
January 29, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

MENULIS itu pada dasarnya mendokumentasikan, mensejarahkan, mancatatkan, dan menceritakan ulang suatu kejadian atau seseorang yang memiliki kiprah di atas rerata, atau memiliki nilai kejuangan dan kekaryaan yang lebih dari manusia umumnya.

Manusia umum atau manusia yang perilaku biasa-biasa saja cenderung tidak lazim disejarahkan, karena disinyalir keberadaannya tidak memberi efek dan nilai atau tidak memberi manfaat  serta menginspirasi manusia lain untuk berprilaku yang memiliki multifungsi.

Pejuang, pahlawan, pengabdi, dan pembaharu atau istilah  Agent of Change adalah titel-titel baik dan khusus yang disematkan pada manusia khusus yang dalam perjalanan hidupnya mencatatkan berbagai action yang berbeda dibandingkan dengan manusia lainnya. Kriteria keempat istilah tersebut berbeda-beda satu sama lain dan masing-masing memiliki nilai, ciri, kualitas serta jenis aset atau investasi yang ia lakukan dan kerjakan semasa hidupnya.

Kata pejuang lebih cocok penulis definisikan sebagai seseorang yang kiprah hidupnya lebih pada mengupayakan suatu situasi dan kondisi dari yang serba minus, negatif atau rendah kepada situasi yang maksimal, positif atau tinggi. Bisa juga didefinisikan sebagai manusia yang memperjuangkan hak-hak hidup rekan atau saudaranya dari situasi yang kurang baik menuju situasi yang lebih baik.

Pengabdi mirip dengan pejuang. Perbedaannya terletak pada nilai keikhlasan dan terus menerus (berkelanjutan) dalam melakukan kiprah hidupnya dan tiada batas waktu untuk memperjuangkan sesuatu , seseorang atau kelompok tertentu. Agent of change adalah manusia pembaharu yang berkiprah dalam mempengaruhi perubahan sikap, pola sosial atau hukum yang sedang berlaku. Agen ini bisa dari pihak luar (eksternal) atau dari pihak dalam (internal).

Baduy notabene masih dikategorikan suku yang menolak dan mengasingkan diri dari kehidupan dunia modern ( baca : masa kelampauan). Kini Baduy sudah mengalami pergeseran pendefinisian; bahwa suku Baduy di kekinian sudah tidak lagi total menolak pola hidup modern dan mengasingkan atau mengisolasi diri atau menjauhkan diri dari interaksi dengan masyarakat luar Baduy.

Kesukuan mereka telah mengalami redefinisi (pelunakan) tentang frase penolakan hidup modern. Mereka sudah mengubah atau mengedit dari statement “menolak modernisasi” menjadi menolak pola-pola hidup modern yang tidak sesuai dengan hukum adat mereka, tetapi mengadopsi atau meng-intergrasikan beberapa pola hidup modern yang memberi manfaat pada kesukuan mereka.

Dalam artian, tidak secara sporadis merusak tatanan hukum adat mereka. Mereka sudah memilih berbagai pola hidup modern yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan kemartabatan hidup mereka dari segi kesejahteraan finansial dan demi untuk menyeimbangkan pola pergaulan dan persaingan dengan kehidupan modern masyarakat di luar Baduy.

Kekinian Baduy dengan segala perubahan dan kemajuannya yang begitu mengagetkan dan mencengangkan publik bahkan mampu menghipnotis para pejabat negara serta para pemerhati, bukan hal yang tertutup lagi dan sudah tidak bisa tutup-tutupi lagi keberadaannya. Beratus ribu bahkan mungkin berjuta pasang mata manusia telah menyaksikan bagaimana geliat perubahan dan kepesatan perubahan yang terjadi di tanah ulayat mereka, baik secara visual langsung atau melalui tayangan video di jagat internet.

Campur Tangan Berbagai Pihak

Perubahan dan kebutuhan adalah dua kata yang saling mempengaruhi dan bergayutan. Perubahan bisa mempengaruhi munculnya jenis kebutuhan, pemenuhan kebutuhan akan mengakibatkan perubahan pola sikap. Perubahan dan  kebutuhan adalah sesuatu yang abadi dan terus terjadi dalam pergeseran peradaban. Dalam catatan sejarah menunjukkan dan membuktikan bahwa setiap kelompok masyarakat di dunia ini mengalami perubahan peradaban,  termasuk salah satunya suku Baduy yang ada di wilayah Banten.

Pembaca pasti setuju bahwa perubahan dahsyat yang cukup signifikan di suku Baduy saat ini tidak berjalan sendiri. Tentunya ada pihak-pihak yang mempengaruhi dan turut serta mengintervensi, baik dari dalam Baduy sendiri maupun dari pihak eksternal. Pengintervensiannya pun tentunya beragam sesuai dengan tujuan dari para pengintervensi, baik pemerintah sebagai penaung keberadaan mereka, atau pihak lain seperti : para peduliwan, pemerhati, budayawan, akademisi; bahkan kaum perusak sekali pun yang berhasrat merusak tatanan kehidupan adat mereka.

Secara leksikal bahwa intervensi lebih menjurus pada pemaknaan pemaksaan sebuah kehendak dalam rangka mempengaruhi sesuatu keadaan agar berubah. Arahnya bisa intervensi positif atau negatif tergantung pada niat (goal finishing). Baduy dengan segala positif dan negatifnya, ketegasan dan ketaatannya, kesempurnaan dengan segala kelebihan atau kekurangannya apalagi adanya interaksi dan interrelasi yang begitu intensif dengan pihak luar Baduy, maka proses intervensi pun pasti terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung.

Intervensi positif dimungkinkan datang dari kaum peduliwan, pemerhati dan peneliti. Intervensi abu-abu biasanya datang dari pihak penguasa dan atau kaum elit, karena akan selalu dikaitkan dengan target program atau visi misi yang belum tentu sejalan dengan local wisdom-nya Baduy. Dan tentunya intervensi negatif yang pasti datang dari kaum perusak budaya. Perubahan yang terjadi di suku Baduy adalah selain datang dari internal Baduy tentunya akibat adanya campur tangan berbagai pihak.

Segala bentuk perubahan yang terjadi di berbagai aspek kehidupan suku Baduy adalah hasil kumulatif dari berbagai ragam intervensi atau campur tangan manusia luar Baduy dan dari internal mereka  dengan berbagai tujuan. Para aktor intervensi yang tercatat memberi kontribusi positif  pada perubahan suku Baduy saya kategorikan menjadi 3 kelompok :

  1. Para Pejuang Suku Baduy
  2. Para Pengabdi Suku Baduy
  3. Para Pembaharu (Agent of Change) Baduy.

Penulis tidak interes untuk mensejarahkan kaum perusak kearifan lokal Baduy, karena tidak akan memberi dampak positif pada semua pihak. Tentunya  penulis lebih tertarik untuk mecatatkan kesejarahan mereka ( aktor intervensi) yang memberi kontribusi  positif  menjaga   keajegan kesukuan mereka, kemajuan mereka, pemberdayaan serta penguatan pada sisi mempertahankan identitas kesukuan mereka.

Banyak figur atau tokoh yang saya masukan pada para pejuang,  pengabdi dan  sebagai agen pembaharu. Siapa saja mereka, bagaimana kiprah mereka, dan kontribusi apa saja yang mereka berikan? Ikuti terus tulisan tentang Baduy selanjutnya. [T]

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Sekilas Informasi Wisata  Saba Budaya  Baduy
Efek Intensitas Wisatawan Saba Budaya Baduy
Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Tags: Budayamasyarakat adatpariwisata indonesiaProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rasa Syukur dan Rasa Bahagia dalam Sajian Seni HUT Ke-72 Yayasan Dwijendra

Next Post

Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co