4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Para Pejuang dan Pengabdi Suku Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
January 29, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

MENULIS itu pada dasarnya mendokumentasikan, mensejarahkan, mancatatkan, dan menceritakan ulang suatu kejadian atau seseorang yang memiliki kiprah di atas rerata, atau memiliki nilai kejuangan dan kekaryaan yang lebih dari manusia umumnya.

Manusia umum atau manusia yang perilaku biasa-biasa saja cenderung tidak lazim disejarahkan, karena disinyalir keberadaannya tidak memberi efek dan nilai atau tidak memberi manfaat  serta menginspirasi manusia lain untuk berprilaku yang memiliki multifungsi.

Pejuang, pahlawan, pengabdi, dan pembaharu atau istilah  Agent of Change adalah titel-titel baik dan khusus yang disematkan pada manusia khusus yang dalam perjalanan hidupnya mencatatkan berbagai action yang berbeda dibandingkan dengan manusia lainnya. Kriteria keempat istilah tersebut berbeda-beda satu sama lain dan masing-masing memiliki nilai, ciri, kualitas serta jenis aset atau investasi yang ia lakukan dan kerjakan semasa hidupnya.

Kata pejuang lebih cocok penulis definisikan sebagai seseorang yang kiprah hidupnya lebih pada mengupayakan suatu situasi dan kondisi dari yang serba minus, negatif atau rendah kepada situasi yang maksimal, positif atau tinggi. Bisa juga didefinisikan sebagai manusia yang memperjuangkan hak-hak hidup rekan atau saudaranya dari situasi yang kurang baik menuju situasi yang lebih baik.

Pengabdi mirip dengan pejuang. Perbedaannya terletak pada nilai keikhlasan dan terus menerus (berkelanjutan) dalam melakukan kiprah hidupnya dan tiada batas waktu untuk memperjuangkan sesuatu , seseorang atau kelompok tertentu. Agent of change adalah manusia pembaharu yang berkiprah dalam mempengaruhi perubahan sikap, pola sosial atau hukum yang sedang berlaku. Agen ini bisa dari pihak luar (eksternal) atau dari pihak dalam (internal).

Baduy notabene masih dikategorikan suku yang menolak dan mengasingkan diri dari kehidupan dunia modern ( baca : masa kelampauan). Kini Baduy sudah mengalami pergeseran pendefinisian; bahwa suku Baduy di kekinian sudah tidak lagi total menolak pola hidup modern dan mengasingkan atau mengisolasi diri atau menjauhkan diri dari interaksi dengan masyarakat luar Baduy.

Kesukuan mereka telah mengalami redefinisi (pelunakan) tentang frase penolakan hidup modern. Mereka sudah mengubah atau mengedit dari statement “menolak modernisasi” menjadi menolak pola-pola hidup modern yang tidak sesuai dengan hukum adat mereka, tetapi mengadopsi atau meng-intergrasikan beberapa pola hidup modern yang memberi manfaat pada kesukuan mereka.

Dalam artian, tidak secara sporadis merusak tatanan hukum adat mereka. Mereka sudah memilih berbagai pola hidup modern yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan kemartabatan hidup mereka dari segi kesejahteraan finansial dan demi untuk menyeimbangkan pola pergaulan dan persaingan dengan kehidupan modern masyarakat di luar Baduy.

Kekinian Baduy dengan segala perubahan dan kemajuannya yang begitu mengagetkan dan mencengangkan publik bahkan mampu menghipnotis para pejabat negara serta para pemerhati, bukan hal yang tertutup lagi dan sudah tidak bisa tutup-tutupi lagi keberadaannya. Beratus ribu bahkan mungkin berjuta pasang mata manusia telah menyaksikan bagaimana geliat perubahan dan kepesatan perubahan yang terjadi di tanah ulayat mereka, baik secara visual langsung atau melalui tayangan video di jagat internet.

Campur Tangan Berbagai Pihak

Perubahan dan kebutuhan adalah dua kata yang saling mempengaruhi dan bergayutan. Perubahan bisa mempengaruhi munculnya jenis kebutuhan, pemenuhan kebutuhan akan mengakibatkan perubahan pola sikap. Perubahan dan  kebutuhan adalah sesuatu yang abadi dan terus terjadi dalam pergeseran peradaban. Dalam catatan sejarah menunjukkan dan membuktikan bahwa setiap kelompok masyarakat di dunia ini mengalami perubahan peradaban,  termasuk salah satunya suku Baduy yang ada di wilayah Banten.

Pembaca pasti setuju bahwa perubahan dahsyat yang cukup signifikan di suku Baduy saat ini tidak berjalan sendiri. Tentunya ada pihak-pihak yang mempengaruhi dan turut serta mengintervensi, baik dari dalam Baduy sendiri maupun dari pihak eksternal. Pengintervensiannya pun tentunya beragam sesuai dengan tujuan dari para pengintervensi, baik pemerintah sebagai penaung keberadaan mereka, atau pihak lain seperti : para peduliwan, pemerhati, budayawan, akademisi; bahkan kaum perusak sekali pun yang berhasrat merusak tatanan kehidupan adat mereka.

Secara leksikal bahwa intervensi lebih menjurus pada pemaknaan pemaksaan sebuah kehendak dalam rangka mempengaruhi sesuatu keadaan agar berubah. Arahnya bisa intervensi positif atau negatif tergantung pada niat (goal finishing). Baduy dengan segala positif dan negatifnya, ketegasan dan ketaatannya, kesempurnaan dengan segala kelebihan atau kekurangannya apalagi adanya interaksi dan interrelasi yang begitu intensif dengan pihak luar Baduy, maka proses intervensi pun pasti terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung.

Intervensi positif dimungkinkan datang dari kaum peduliwan, pemerhati dan peneliti. Intervensi abu-abu biasanya datang dari pihak penguasa dan atau kaum elit, karena akan selalu dikaitkan dengan target program atau visi misi yang belum tentu sejalan dengan local wisdom-nya Baduy. Dan tentunya intervensi negatif yang pasti datang dari kaum perusak budaya. Perubahan yang terjadi di suku Baduy adalah selain datang dari internal Baduy tentunya akibat adanya campur tangan berbagai pihak.

Segala bentuk perubahan yang terjadi di berbagai aspek kehidupan suku Baduy adalah hasil kumulatif dari berbagai ragam intervensi atau campur tangan manusia luar Baduy dan dari internal mereka  dengan berbagai tujuan. Para aktor intervensi yang tercatat memberi kontribusi positif  pada perubahan suku Baduy saya kategorikan menjadi 3 kelompok :

  1. Para Pejuang Suku Baduy
  2. Para Pengabdi Suku Baduy
  3. Para Pembaharu (Agent of Change) Baduy.

Penulis tidak interes untuk mensejarahkan kaum perusak kearifan lokal Baduy, karena tidak akan memberi dampak positif pada semua pihak. Tentunya  penulis lebih tertarik untuk mecatatkan kesejarahan mereka ( aktor intervensi) yang memberi kontribusi  positif  menjaga   keajegan kesukuan mereka, kemajuan mereka, pemberdayaan serta penguatan pada sisi mempertahankan identitas kesukuan mereka.

Banyak figur atau tokoh yang saya masukan pada para pejuang,  pengabdi dan  sebagai agen pembaharu. Siapa saja mereka, bagaimana kiprah mereka, dan kontribusi apa saja yang mereka berikan? Ikuti terus tulisan tentang Baduy selanjutnya. [T]

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Sekilas Informasi Wisata  Saba Budaya  Baduy
Efek Intensitas Wisatawan Saba Budaya Baduy
Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Tags: Budayamasyarakat adatpariwisata indonesiaProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rasa Syukur dan Rasa Bahagia dalam Sajian Seni HUT Ke-72 Yayasan Dwijendra

Next Post

Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails
Next Post
Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co