4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Para Pejuang dan Pengabdi Suku Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
January 29, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

MENULIS itu pada dasarnya mendokumentasikan, mensejarahkan, mancatatkan, dan menceritakan ulang suatu kejadian atau seseorang yang memiliki kiprah di atas rerata, atau memiliki nilai kejuangan dan kekaryaan yang lebih dari manusia umumnya.

Manusia umum atau manusia yang perilaku biasa-biasa saja cenderung tidak lazim disejarahkan, karena disinyalir keberadaannya tidak memberi efek dan nilai atau tidak memberi manfaat  serta menginspirasi manusia lain untuk berprilaku yang memiliki multifungsi.

Pejuang, pahlawan, pengabdi, dan pembaharu atau istilah  Agent of Change adalah titel-titel baik dan khusus yang disematkan pada manusia khusus yang dalam perjalanan hidupnya mencatatkan berbagai action yang berbeda dibandingkan dengan manusia lainnya. Kriteria keempat istilah tersebut berbeda-beda satu sama lain dan masing-masing memiliki nilai, ciri, kualitas serta jenis aset atau investasi yang ia lakukan dan kerjakan semasa hidupnya.

Kata pejuang lebih cocok penulis definisikan sebagai seseorang yang kiprah hidupnya lebih pada mengupayakan suatu situasi dan kondisi dari yang serba minus, negatif atau rendah kepada situasi yang maksimal, positif atau tinggi. Bisa juga didefinisikan sebagai manusia yang memperjuangkan hak-hak hidup rekan atau saudaranya dari situasi yang kurang baik menuju situasi yang lebih baik.

Pengabdi mirip dengan pejuang. Perbedaannya terletak pada nilai keikhlasan dan terus menerus (berkelanjutan) dalam melakukan kiprah hidupnya dan tiada batas waktu untuk memperjuangkan sesuatu , seseorang atau kelompok tertentu. Agent of change adalah manusia pembaharu yang berkiprah dalam mempengaruhi perubahan sikap, pola sosial atau hukum yang sedang berlaku. Agen ini bisa dari pihak luar (eksternal) atau dari pihak dalam (internal).

Baduy notabene masih dikategorikan suku yang menolak dan mengasingkan diri dari kehidupan dunia modern ( baca : masa kelampauan). Kini Baduy sudah mengalami pergeseran pendefinisian; bahwa suku Baduy di kekinian sudah tidak lagi total menolak pola hidup modern dan mengasingkan atau mengisolasi diri atau menjauhkan diri dari interaksi dengan masyarakat luar Baduy.

Kesukuan mereka telah mengalami redefinisi (pelunakan) tentang frase penolakan hidup modern. Mereka sudah mengubah atau mengedit dari statement “menolak modernisasi” menjadi menolak pola-pola hidup modern yang tidak sesuai dengan hukum adat mereka, tetapi mengadopsi atau meng-intergrasikan beberapa pola hidup modern yang memberi manfaat pada kesukuan mereka.

Dalam artian, tidak secara sporadis merusak tatanan hukum adat mereka. Mereka sudah memilih berbagai pola hidup modern yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan kemartabatan hidup mereka dari segi kesejahteraan finansial dan demi untuk menyeimbangkan pola pergaulan dan persaingan dengan kehidupan modern masyarakat di luar Baduy.

Kekinian Baduy dengan segala perubahan dan kemajuannya yang begitu mengagetkan dan mencengangkan publik bahkan mampu menghipnotis para pejabat negara serta para pemerhati, bukan hal yang tertutup lagi dan sudah tidak bisa tutup-tutupi lagi keberadaannya. Beratus ribu bahkan mungkin berjuta pasang mata manusia telah menyaksikan bagaimana geliat perubahan dan kepesatan perubahan yang terjadi di tanah ulayat mereka, baik secara visual langsung atau melalui tayangan video di jagat internet.

Campur Tangan Berbagai Pihak

Perubahan dan kebutuhan adalah dua kata yang saling mempengaruhi dan bergayutan. Perubahan bisa mempengaruhi munculnya jenis kebutuhan, pemenuhan kebutuhan akan mengakibatkan perubahan pola sikap. Perubahan dan  kebutuhan adalah sesuatu yang abadi dan terus terjadi dalam pergeseran peradaban. Dalam catatan sejarah menunjukkan dan membuktikan bahwa setiap kelompok masyarakat di dunia ini mengalami perubahan peradaban,  termasuk salah satunya suku Baduy yang ada di wilayah Banten.

Pembaca pasti setuju bahwa perubahan dahsyat yang cukup signifikan di suku Baduy saat ini tidak berjalan sendiri. Tentunya ada pihak-pihak yang mempengaruhi dan turut serta mengintervensi, baik dari dalam Baduy sendiri maupun dari pihak eksternal. Pengintervensiannya pun tentunya beragam sesuai dengan tujuan dari para pengintervensi, baik pemerintah sebagai penaung keberadaan mereka, atau pihak lain seperti : para peduliwan, pemerhati, budayawan, akademisi; bahkan kaum perusak sekali pun yang berhasrat merusak tatanan kehidupan adat mereka.

Secara leksikal bahwa intervensi lebih menjurus pada pemaknaan pemaksaan sebuah kehendak dalam rangka mempengaruhi sesuatu keadaan agar berubah. Arahnya bisa intervensi positif atau negatif tergantung pada niat (goal finishing). Baduy dengan segala positif dan negatifnya, ketegasan dan ketaatannya, kesempurnaan dengan segala kelebihan atau kekurangannya apalagi adanya interaksi dan interrelasi yang begitu intensif dengan pihak luar Baduy, maka proses intervensi pun pasti terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung.

Intervensi positif dimungkinkan datang dari kaum peduliwan, pemerhati dan peneliti. Intervensi abu-abu biasanya datang dari pihak penguasa dan atau kaum elit, karena akan selalu dikaitkan dengan target program atau visi misi yang belum tentu sejalan dengan local wisdom-nya Baduy. Dan tentunya intervensi negatif yang pasti datang dari kaum perusak budaya. Perubahan yang terjadi di suku Baduy adalah selain datang dari internal Baduy tentunya akibat adanya campur tangan berbagai pihak.

Segala bentuk perubahan yang terjadi di berbagai aspek kehidupan suku Baduy adalah hasil kumulatif dari berbagai ragam intervensi atau campur tangan manusia luar Baduy dan dari internal mereka  dengan berbagai tujuan. Para aktor intervensi yang tercatat memberi kontribusi positif  pada perubahan suku Baduy saya kategorikan menjadi 3 kelompok :

  1. Para Pejuang Suku Baduy
  2. Para Pengabdi Suku Baduy
  3. Para Pembaharu (Agent of Change) Baduy.

Penulis tidak interes untuk mensejarahkan kaum perusak kearifan lokal Baduy, karena tidak akan memberi dampak positif pada semua pihak. Tentunya  penulis lebih tertarik untuk mecatatkan kesejarahan mereka ( aktor intervensi) yang memberi kontribusi  positif  menjaga   keajegan kesukuan mereka, kemajuan mereka, pemberdayaan serta penguatan pada sisi mempertahankan identitas kesukuan mereka.

Banyak figur atau tokoh yang saya masukan pada para pejuang,  pengabdi dan  sebagai agen pembaharu. Siapa saja mereka, bagaimana kiprah mereka, dan kontribusi apa saja yang mereka berikan? Ikuti terus tulisan tentang Baduy selanjutnya. [T]

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Sekilas Informasi Wisata  Saba Budaya  Baduy
Efek Intensitas Wisatawan Saba Budaya Baduy
Kalender Adat dan ”Kolenjer” — [Bagian 1]: Panduan Kehidupan Etnis Baduy
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Tags: Budayamasyarakat adatpariwisata indonesiaProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rasa Syukur dan Rasa Bahagia dalam Sajian Seni HUT Ke-72 Yayasan Dwijendra

Next Post

Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Belajar dan Jalan-jalan: Dari Bandung ke Palu, Dari Internet ke Ragam Kuliner

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co