23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika ASN Dinas Pertanian Buleleng Balap Traktor: Bak Petani, Mereka Berkeringat dan Berlumpur

Son Lomri by Son Lomri
March 7, 2025
in Khas
Ketika ASN Dinas Pertanian Buleleng Balap Traktor: Bak Petani, Mereka Berkeringat dan Berlumpur

Peserta balap traktor Dinas Pertanian Buleleng | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

BAGAIMANA jika Aparatur Sipil Negara (ASN) yang biasa bekerja dari balik meja di ruang kantor ber-AC melakukan balap traktor di tanah sawah berlumpur? Lucu juga.

Ya, lucu. Balap traktor itulah yang dilakukan ASN dari Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng di sebuah areal berlumpur di tengah kota Singaraja. Nama acaranya: Lomba Operator Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), traktor roda dua. Dalam lomba itu sejumlah ASN mencoba berkeringat sebagaimana para petani berkeringat saat membajak sawah.

Mereka guyub di lumpur, di area lomba, di lahan sawah Hutan Kota Banyuasri, Jumat, 7 Maret 2025.

Tidak ada tangis di sana, hanya ada tawa dan bahagia dalam rangka HUT Kota Singaraja yang ke-421. Kegiatan ini digagas oleh Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, sebagai respon mereka bahwa mereka penuh siap mendampingi para petani nanti di lapangan.

Sekitar pukul 07.00 wita, lomba itu dimulai. Sinar matahari masih anget-angetnya turun dan jatuh di antara kulit-kulit para peserta. Sawah yang becek, mereka hadapi sebagai rintangan. Dengan rasa  percaya diri sebab, tentu saja, sudah berlatih satu hari lalu.

Peserta balap traktor Dinas Pertanian Buleleng | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

Para peserta berdiri di belakang traktor. Rupa-rupa wajah mereka, ada yang siap gas-gas saja, ada yang berkeringat dingin, ada juga yang baru kemarin pegang traktor dan sekarang harus beradu cepat. Tapi antusias mereka tak bisa diragukan lagi.

Made Aryadana, seorang penyuluh pertanian yang sekaligus menjadi peserta kali ini, mengaku ia baru sekali sempat latihan, tapi semangatnya sudah seperti orang yang bergelut dengan sawah setiap hari. Anteng, siap gasss…

Peserta balap traktor Dinas Pertanian Buleleng | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

Ternyata mengendalikan traktor tak semudah kelihatannya. Mereka yang berlomba akhirnya menjadi semacam teatris di lapang lumpur. Di dalam arena balap, di sawah itu, Aryadana langsung melaju. Ia berlari kecil. Pandangannya lurus ke depan. Begitu mendekati finish, keseimbangannya mulai goyah.

Hampir saja tubuhnya ambruk ke dalam lumpur secara penuh. Hanya sebagian tubuhnya terkapar hingga penuh lumpur. Aryadana tetap ngegas tanpa tedeng aling-aling. Sampai di garis finish ia menghentikan traktornya. Air lumpur menyembur ke atas lantaran mesin traktor sedikit terendam. Sontak ketika ia berbalik, punggungnya penuh air lumpur dan sorak sorai penonton semakin riuh.

“Medannya beda. Ini nggak rata. Saya kira gampang, ternyata berat banget. Saya hampir jatuh karena sarung saya nyangkut di pedal!” kata dia sambil tetap berusaha mengatur napas usai mengendalikan traktor yang tampak lebih ganas dari latihan kemarin.

Para penonton tertawa lepas tak ada beban melihat aksi heroik para ASN yang tampak kewalahan membawa traktor adu cepat itu aduh-aduhan.

Seorang petani, Wayan Sareng, yang melintas di arena balap tersenyum simpul melihat tingkah para ASN dan pegawai itu yang lucu-lucu. Dari kejauhan ia melihat dan memperhatikan dengan seksama.

“Begini rasanya pekerjaan kami sehari-hari. Biar mereka tahu, petani itu bukan sekadar pegang cangkul, tapi harus bisa bertarung di medan berat,” ujarnya sambil tersenyum lebar, melihat aksi balap yang membuatnya sedikit terhibur.

Seusai Made Aryadana berperan bak petani profesional yang mengendalikan traktor, kini giliran CS Dinas Pertanian, Putu Noviana Damayanti, yang maju ke garis start. Dengan senyum ragu-ragu, perempuan berdaster itu dengan mantap menggenggam kendali traktor.

“Modal nekat aja, gas terus!” katanya, mencoba menyemangati diri sendiri. Napas perempuan itu tesengal. Kaki dan tangannya penuh lumpur.

Begitu lomba dimulai, ia langsung melaju—sedikit oleng ke kanan, lalu ke kiri, lalu hampir nyungsep. Alamak.  “Waduh, traktor ini berat banget! Tapi seru! Aku malah ketagihan,” ujarnya sambil tertawa tegang.

Meski grogi, Noviana tetap menyelesaikan balapan dengan penuh perjuangan, membuktikan bahwa perempuan juga bisa.

“Saya semakin sadar bahwa petani harus lebih dihargai. Kita menikmati nasi di meja, tapi tidak pernah benar-benar paham seberapa berat perjuangan mereka,” ujar Made Aryadana yang masih ngos-ngosan.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng Gede Melandrat (pegang mik) memberi semangat pasa peserta lomba | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

Aksi balap operator traktor ini pun dimaksudkan agar para pendamping pertanian juga memahami kerja-kerja petani. Tidak hanya sekedar datang, mendata lalu pergi, namun juga memiliki keterampilan yang sama dengan petani. Sehingga dalam melaksanakan tugas pendampingannya, para pendamping ini dapat semaksimal mungkin.

“Jangan cuma bisa ngomong dampingi petani, tapi traktor aja nggak bisa dikendalikan! Hari ini, kita tunjukkan bahwa ASN bisa bertani, bukan sekadar teori di belakang meja,” ujar Kepala Dinas Pertanian Buleleng Gede Melandrat dengan mantap.

Melandrat juga berharap, para ASN kini tak hanya sekadar mendampingi petani dari jauh, tetapi benar-benar memahami bahwa bertani adalah pekerjaan penuh perjuangan dan kehormatan. Satu hal yang pasti, setelah lomba ini, banyak ASN yang bakal menghargai semangkuk nasi dengan lebih mendalam.

Peserta balap traktor Dinas Pertanian Buleleng | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

Media traktor dipilih daripada bajak tradisional lantaran saat ini pertanian sudah mengalami perubahan. Modernisasi yang diterapkan dalam pertanian juga memudahkan petani dalam pengolahan lahan.

“Dulu memang pengolahan lahan dilakukan dengan bajak atau tenggala kalau di Bali. Tapi modernisasi juga penting sehingga sektor pertanian bisa berkembang. Pun demikian, tenggala jangan dilupakan, karena masih ada petani yang menggunakan walau tidak banyak,” kata dia.

Di tengah kegembiraan lomba, terselip satu kesadaran besar yang menyeruak di benak mereka para peserta. Bahwa menjadi petani bukan hal mudah. Mungkinkah mereka akan membawa para petani kita maju dan bersaing? [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

6 Hal yang Dilakukan Sutjidra pada 100 Hari jadi Bupati Buleleng: Nomor 6 Pasang Lampu Hias
Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  
Membaca Arsip Pertanian, Membentang Benang Kearifan: Teropong Mitos, Manuskrip, dan Ritus
Tags: bulelengDinas Pertanian Kabupaten Bulelengpertanian
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dongeng tentang Banteng Takut Jadi Kerbau dan Para Tetangga

Next Post

Dari Yogya ke Pasar Intaran, Bertemu Kejutan Bernama Bulan Bahasa Bali

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Dari Yogya ke Pasar Intaran, Bertemu Kejutan Bernama Bulan Bahasa Bali

Dari Yogya ke Pasar Intaran, Bertemu Kejutan Bernama Bulan Bahasa Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co