2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika ASN Dinas Pertanian Buleleng Balap Traktor: Bak Petani, Mereka Berkeringat dan Berlumpur

Son Lomri by Son Lomri
March 7, 2025
in Khas
Ketika ASN Dinas Pertanian Buleleng Balap Traktor: Bak Petani, Mereka Berkeringat dan Berlumpur

Peserta balap traktor Dinas Pertanian Buleleng | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

BAGAIMANA jika Aparatur Sipil Negara (ASN) yang biasa bekerja dari balik meja di ruang kantor ber-AC melakukan balap traktor di tanah sawah berlumpur? Lucu juga.

Ya, lucu. Balap traktor itulah yang dilakukan ASN dari Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng di sebuah areal berlumpur di tengah kota Singaraja. Nama acaranya: Lomba Operator Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), traktor roda dua. Dalam lomba itu sejumlah ASN mencoba berkeringat sebagaimana para petani berkeringat saat membajak sawah.

Mereka guyub di lumpur, di area lomba, di lahan sawah Hutan Kota Banyuasri, Jumat, 7 Maret 2025.

Tidak ada tangis di sana, hanya ada tawa dan bahagia dalam rangka HUT Kota Singaraja yang ke-421. Kegiatan ini digagas oleh Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, sebagai respon mereka bahwa mereka penuh siap mendampingi para petani nanti di lapangan.

Sekitar pukul 07.00 wita, lomba itu dimulai. Sinar matahari masih anget-angetnya turun dan jatuh di antara kulit-kulit para peserta. Sawah yang becek, mereka hadapi sebagai rintangan. Dengan rasa  percaya diri sebab, tentu saja, sudah berlatih satu hari lalu.

Peserta balap traktor Dinas Pertanian Buleleng | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

Para peserta berdiri di belakang traktor. Rupa-rupa wajah mereka, ada yang siap gas-gas saja, ada yang berkeringat dingin, ada juga yang baru kemarin pegang traktor dan sekarang harus beradu cepat. Tapi antusias mereka tak bisa diragukan lagi.

Made Aryadana, seorang penyuluh pertanian yang sekaligus menjadi peserta kali ini, mengaku ia baru sekali sempat latihan, tapi semangatnya sudah seperti orang yang bergelut dengan sawah setiap hari. Anteng, siap gasss…

Peserta balap traktor Dinas Pertanian Buleleng | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

Ternyata mengendalikan traktor tak semudah kelihatannya. Mereka yang berlomba akhirnya menjadi semacam teatris di lapang lumpur. Di dalam arena balap, di sawah itu, Aryadana langsung melaju. Ia berlari kecil. Pandangannya lurus ke depan. Begitu mendekati finish, keseimbangannya mulai goyah.

Hampir saja tubuhnya ambruk ke dalam lumpur secara penuh. Hanya sebagian tubuhnya terkapar hingga penuh lumpur. Aryadana tetap ngegas tanpa tedeng aling-aling. Sampai di garis finish ia menghentikan traktornya. Air lumpur menyembur ke atas lantaran mesin traktor sedikit terendam. Sontak ketika ia berbalik, punggungnya penuh air lumpur dan sorak sorai penonton semakin riuh.

“Medannya beda. Ini nggak rata. Saya kira gampang, ternyata berat banget. Saya hampir jatuh karena sarung saya nyangkut di pedal!” kata dia sambil tetap berusaha mengatur napas usai mengendalikan traktor yang tampak lebih ganas dari latihan kemarin.

Para penonton tertawa lepas tak ada beban melihat aksi heroik para ASN yang tampak kewalahan membawa traktor adu cepat itu aduh-aduhan.

Seorang petani, Wayan Sareng, yang melintas di arena balap tersenyum simpul melihat tingkah para ASN dan pegawai itu yang lucu-lucu. Dari kejauhan ia melihat dan memperhatikan dengan seksama.

“Begini rasanya pekerjaan kami sehari-hari. Biar mereka tahu, petani itu bukan sekadar pegang cangkul, tapi harus bisa bertarung di medan berat,” ujarnya sambil tersenyum lebar, melihat aksi balap yang membuatnya sedikit terhibur.

Seusai Made Aryadana berperan bak petani profesional yang mengendalikan traktor, kini giliran CS Dinas Pertanian, Putu Noviana Damayanti, yang maju ke garis start. Dengan senyum ragu-ragu, perempuan berdaster itu dengan mantap menggenggam kendali traktor.

“Modal nekat aja, gas terus!” katanya, mencoba menyemangati diri sendiri. Napas perempuan itu tesengal. Kaki dan tangannya penuh lumpur.

Begitu lomba dimulai, ia langsung melaju—sedikit oleng ke kanan, lalu ke kiri, lalu hampir nyungsep. Alamak.  “Waduh, traktor ini berat banget! Tapi seru! Aku malah ketagihan,” ujarnya sambil tertawa tegang.

Meski grogi, Noviana tetap menyelesaikan balapan dengan penuh perjuangan, membuktikan bahwa perempuan juga bisa.

“Saya semakin sadar bahwa petani harus lebih dihargai. Kita menikmati nasi di meja, tapi tidak pernah benar-benar paham seberapa berat perjuangan mereka,” ujar Made Aryadana yang masih ngos-ngosan.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng Gede Melandrat (pegang mik) memberi semangat pasa peserta lomba | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

Aksi balap operator traktor ini pun dimaksudkan agar para pendamping pertanian juga memahami kerja-kerja petani. Tidak hanya sekedar datang, mendata lalu pergi, namun juga memiliki keterampilan yang sama dengan petani. Sehingga dalam melaksanakan tugas pendampingannya, para pendamping ini dapat semaksimal mungkin.

“Jangan cuma bisa ngomong dampingi petani, tapi traktor aja nggak bisa dikendalikan! Hari ini, kita tunjukkan bahwa ASN bisa bertani, bukan sekadar teori di belakang meja,” ujar Kepala Dinas Pertanian Buleleng Gede Melandrat dengan mantap.

Melandrat juga berharap, para ASN kini tak hanya sekadar mendampingi petani dari jauh, tetapi benar-benar memahami bahwa bertani adalah pekerjaan penuh perjuangan dan kehormatan. Satu hal yang pasti, setelah lomba ini, banyak ASN yang bakal menghargai semangkuk nasi dengan lebih mendalam.

Peserta balap traktor Dinas Pertanian Buleleng | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

Media traktor dipilih daripada bajak tradisional lantaran saat ini pertanian sudah mengalami perubahan. Modernisasi yang diterapkan dalam pertanian juga memudahkan petani dalam pengolahan lahan.

“Dulu memang pengolahan lahan dilakukan dengan bajak atau tenggala kalau di Bali. Tapi modernisasi juga penting sehingga sektor pertanian bisa berkembang. Pun demikian, tenggala jangan dilupakan, karena masih ada petani yang menggunakan walau tidak banyak,” kata dia.

Di tengah kegembiraan lomba, terselip satu kesadaran besar yang menyeruak di benak mereka para peserta. Bahwa menjadi petani bukan hal mudah. Mungkinkah mereka akan membawa para petani kita maju dan bersaing? [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

6 Hal yang Dilakukan Sutjidra pada 100 Hari jadi Bupati Buleleng: Nomor 6 Pasang Lampu Hias
Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  
Membaca Arsip Pertanian, Membentang Benang Kearifan: Teropong Mitos, Manuskrip, dan Ritus
Tags: bulelengDinas Pertanian Kabupaten Bulelengpertanian
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dongeng tentang Banteng Takut Jadi Kerbau dan Para Tetangga

Next Post

Dari Yogya ke Pasar Intaran, Bertemu Kejutan Bernama Bulan Bahasa Bali

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Yogya ke Pasar Intaran, Bertemu Kejutan Bernama Bulan Bahasa Bali

Dari Yogya ke Pasar Intaran, Bertemu Kejutan Bernama Bulan Bahasa Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co