12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika ASN Dinas Pertanian Buleleng Balap Traktor: Bak Petani, Mereka Berkeringat dan Berlumpur

Son Lomri by Son Lomri
March 7, 2025
in Khas
Ketika ASN Dinas Pertanian Buleleng Balap Traktor: Bak Petani, Mereka Berkeringat dan Berlumpur

Peserta balap traktor Dinas Pertanian Buleleng | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

BAGAIMANA jika Aparatur Sipil Negara (ASN) yang biasa bekerja dari balik meja di ruang kantor ber-AC melakukan balap traktor di tanah sawah berlumpur? Lucu juga.

Ya, lucu. Balap traktor itulah yang dilakukan ASN dari Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng di sebuah areal berlumpur di tengah kota Singaraja. Nama acaranya: Lomba Operator Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), traktor roda dua. Dalam lomba itu sejumlah ASN mencoba berkeringat sebagaimana para petani berkeringat saat membajak sawah.

Mereka guyub di lumpur, di area lomba, di lahan sawah Hutan Kota Banyuasri, Jumat, 7 Maret 2025.

Tidak ada tangis di sana, hanya ada tawa dan bahagia dalam rangka HUT Kota Singaraja yang ke-421. Kegiatan ini digagas oleh Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, sebagai respon mereka bahwa mereka penuh siap mendampingi para petani nanti di lapangan.

Sekitar pukul 07.00 wita, lomba itu dimulai. Sinar matahari masih anget-angetnya turun dan jatuh di antara kulit-kulit para peserta. Sawah yang becek, mereka hadapi sebagai rintangan. Dengan rasa  percaya diri sebab, tentu saja, sudah berlatih satu hari lalu.

Peserta balap traktor Dinas Pertanian Buleleng | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

Para peserta berdiri di belakang traktor. Rupa-rupa wajah mereka, ada yang siap gas-gas saja, ada yang berkeringat dingin, ada juga yang baru kemarin pegang traktor dan sekarang harus beradu cepat. Tapi antusias mereka tak bisa diragukan lagi.

Made Aryadana, seorang penyuluh pertanian yang sekaligus menjadi peserta kali ini, mengaku ia baru sekali sempat latihan, tapi semangatnya sudah seperti orang yang bergelut dengan sawah setiap hari. Anteng, siap gasss…

Peserta balap traktor Dinas Pertanian Buleleng | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

Ternyata mengendalikan traktor tak semudah kelihatannya. Mereka yang berlomba akhirnya menjadi semacam teatris di lapang lumpur. Di dalam arena balap, di sawah itu, Aryadana langsung melaju. Ia berlari kecil. Pandangannya lurus ke depan. Begitu mendekati finish, keseimbangannya mulai goyah.

Hampir saja tubuhnya ambruk ke dalam lumpur secara penuh. Hanya sebagian tubuhnya terkapar hingga penuh lumpur. Aryadana tetap ngegas tanpa tedeng aling-aling. Sampai di garis finish ia menghentikan traktornya. Air lumpur menyembur ke atas lantaran mesin traktor sedikit terendam. Sontak ketika ia berbalik, punggungnya penuh air lumpur dan sorak sorai penonton semakin riuh.

“Medannya beda. Ini nggak rata. Saya kira gampang, ternyata berat banget. Saya hampir jatuh karena sarung saya nyangkut di pedal!” kata dia sambil tetap berusaha mengatur napas usai mengendalikan traktor yang tampak lebih ganas dari latihan kemarin.

Para penonton tertawa lepas tak ada beban melihat aksi heroik para ASN yang tampak kewalahan membawa traktor adu cepat itu aduh-aduhan.

Seorang petani, Wayan Sareng, yang melintas di arena balap tersenyum simpul melihat tingkah para ASN dan pegawai itu yang lucu-lucu. Dari kejauhan ia melihat dan memperhatikan dengan seksama.

“Begini rasanya pekerjaan kami sehari-hari. Biar mereka tahu, petani itu bukan sekadar pegang cangkul, tapi harus bisa bertarung di medan berat,” ujarnya sambil tersenyum lebar, melihat aksi balap yang membuatnya sedikit terhibur.

Seusai Made Aryadana berperan bak petani profesional yang mengendalikan traktor, kini giliran CS Dinas Pertanian, Putu Noviana Damayanti, yang maju ke garis start. Dengan senyum ragu-ragu, perempuan berdaster itu dengan mantap menggenggam kendali traktor.

“Modal nekat aja, gas terus!” katanya, mencoba menyemangati diri sendiri. Napas perempuan itu tesengal. Kaki dan tangannya penuh lumpur.

Begitu lomba dimulai, ia langsung melaju—sedikit oleng ke kanan, lalu ke kiri, lalu hampir nyungsep. Alamak.  “Waduh, traktor ini berat banget! Tapi seru! Aku malah ketagihan,” ujarnya sambil tertawa tegang.

Meski grogi, Noviana tetap menyelesaikan balapan dengan penuh perjuangan, membuktikan bahwa perempuan juga bisa.

“Saya semakin sadar bahwa petani harus lebih dihargai. Kita menikmati nasi di meja, tapi tidak pernah benar-benar paham seberapa berat perjuangan mereka,” ujar Made Aryadana yang masih ngos-ngosan.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng Gede Melandrat (pegang mik) memberi semangat pasa peserta lomba | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

Aksi balap operator traktor ini pun dimaksudkan agar para pendamping pertanian juga memahami kerja-kerja petani. Tidak hanya sekedar datang, mendata lalu pergi, namun juga memiliki keterampilan yang sama dengan petani. Sehingga dalam melaksanakan tugas pendampingannya, para pendamping ini dapat semaksimal mungkin.

“Jangan cuma bisa ngomong dampingi petani, tapi traktor aja nggak bisa dikendalikan! Hari ini, kita tunjukkan bahwa ASN bisa bertani, bukan sekadar teori di belakang meja,” ujar Kepala Dinas Pertanian Buleleng Gede Melandrat dengan mantap.

Melandrat juga berharap, para ASN kini tak hanya sekadar mendampingi petani dari jauh, tetapi benar-benar memahami bahwa bertani adalah pekerjaan penuh perjuangan dan kehormatan. Satu hal yang pasti, setelah lomba ini, banyak ASN yang bakal menghargai semangkuk nasi dengan lebih mendalam.

Peserta balap traktor Dinas Pertanian Buleleng | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

Media traktor dipilih daripada bajak tradisional lantaran saat ini pertanian sudah mengalami perubahan. Modernisasi yang diterapkan dalam pertanian juga memudahkan petani dalam pengolahan lahan.

“Dulu memang pengolahan lahan dilakukan dengan bajak atau tenggala kalau di Bali. Tapi modernisasi juga penting sehingga sektor pertanian bisa berkembang. Pun demikian, tenggala jangan dilupakan, karena masih ada petani yang menggunakan walau tidak banyak,” kata dia.

Di tengah kegembiraan lomba, terselip satu kesadaran besar yang menyeruak di benak mereka para peserta. Bahwa menjadi petani bukan hal mudah. Mungkinkah mereka akan membawa para petani kita maju dan bersaing? [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

6 Hal yang Dilakukan Sutjidra pada 100 Hari jadi Bupati Buleleng: Nomor 6 Pasang Lampu Hias
Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  
Membaca Arsip Pertanian, Membentang Benang Kearifan: Teropong Mitos, Manuskrip, dan Ritus
Tags: bulelengDinas Pertanian Kabupaten Bulelengpertanian
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dongeng tentang Banteng Takut Jadi Kerbau dan Para Tetangga

Next Post

Dari Yogya ke Pasar Intaran, Bertemu Kejutan Bernama Bulan Bahasa Bali

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Dari Yogya ke Pasar Intaran, Bertemu Kejutan Bernama Bulan Bahasa Bali

Dari Yogya ke Pasar Intaran, Bertemu Kejutan Bernama Bulan Bahasa Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co