23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lingga dan Yoni | Cerpen Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
February 23, 2025
in Cerpen
Lingga dan Yoni | Cerpen Mas Ruscitadewi

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy

PERTUNJUKAN perdana tahun ini di panggung Ksriarnawa akan dipimpin langsung oleh  Adhi Swara dan Raka Swati sebagai sutradara, pimpinan produksi, asisten sutradara, pemeran utama, yang juga merangkap sebagai pemain, tata artistik, kostum dan lain-lain.

“Tugasmu hanya menonton, menonton saja, mudah kan? ” kata Adhi Swara sambil melirik Raka Swari.

Aku hanya bisa bengong dan terpana, tak ingin menebak-nebak.

Sekian lama menjadi asiaten, anak buah Raka Swari dan Adhi Swara, membuat aku mampu meredam rasa penasaran, juga berbagai tanya.

“Tugas saya hanya menonton,” batinku berusaha memfokuskan pikiran pada nafas kemudian menyalurkannya ke mata dan telinga.

Panggung gelap, sangat gelap. Aku tetap membuka mata, menatap ke depan, berusaha memandang apa yang bisa dipandang. Tak ada yang terlihat, kuirup napas perlahan, kusimpan sejenak, dan kulepaskan dengan pelan, kututup mata kembali, kucoba merasakan napas yang masuk dan ke luar, kutajamkan telinga, yang kudengar hanya suara detak jantungku yang perlahan seirama tarikan dan pelepasan nafasku yang lembut dan perlahan.

Kucoba buka mata perlahan, kepekatan hitam seperti perlahan memudar, seirama tarikan dan hembusan nafasku, panggung menjadi agak kelabu, yang membuat perasaanku tak tentu. Lumayang-lumayung.

Warna kelabu itu kurasakan mengumpul mendesak ke tengah makin ke tengah, makin menyempit, makin kecil dan makin kecil, dari semburat cahaya merah muda, makin kecil menjadi semburat kuning muda, mengecil lagi menjadi semburat abu, kemudian menjadi titik cahaya putih terang, bening serupa kaca, yang berkilat memendar ke seluruh panggung, semua ruangan, titik cahaya kecil itu  keliling panggung, keliling ruangan.

Dari satu menjadi dua, menjadi tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan dan banyak, kini bisa kulihat kursi-kursi yang kosong tanpa penonton, tiang-tiang panggung dan ruangan, pintu masuk, lantai, tirai dan semuanya. Beberapa diantara titik cahaya putih itu bersatu menjadi titik cahaya lebih besar, menjadi lebih besar dan lebih besar lagi.

Kini kulihat seperti sebuah sosok cahaya putih yang menari, awalnya lembut, makin lama makin cepat, dan cepat sampai sosok itu terbelah menjadi dua.

“Apakah itu sosok cahya tubuh Raka Swati dan Adhi Swara?” tanya batinku.

“Tapi mana laki mana perempuan?” pikirku, sungguh tubuh cahaya itu tak bisa bedakan jenis kelaminnya.

Saat kedua tubuh itu menari dengan gerakan selaras aku merasa sangat menikmatinya, ada rasa bahagia yang menjalar dalam seluruh tubuhku.

Keindahan tarian itu membuat pikiranku berhenti bertanya dan menduga-duga. Hanya menikmati rasa bahagia.

Saat adegan kedua badan cahaya itu bersatu dan memisah kembali, pendar-pendar cahaya pelangi berputar-putar dalam ruangan, sebelum terfokus pada satu tiang yang tinggi menjulang, dengan urutan warna putih, kuning merah, hitam.

“Ooo, di antara putih kuning, ada orange, di antara merah putih ada merah muda, di antara putih hitam ada biru, di antara hitam kuning ada hijau, seperti warna pelangi,” batinku bersorak.

Tapi up, itu yang kulihat tepat di depan mataku yang tegak lurus dengan tiang. Saat pandanganku kuangkat, kutemukan formasi warna itu makin ke atas dan ke atas lagi, sampai kekuatan penglihatanku. Saat tatapku makin ke bawah formasi yang sama juga kutemukan.

Aku tercenung.

“Hm warna bukan material, ia bersifat spirit, tercipta dari jarak pandang dan kepadatan unsur penyusun,” simpulku sementara.

“Lalu suara? ” pikiran tak bisa lagi kubendung.

“Napas yang kuirup menjadi bunyi detak jantung, pelan, lambat dan cepat menjadi frekwensi, jauh dan dekat menjadi jarak dan volume,” batinku tersenyum.

Selanjutnya berbagai adegan drama dan tari yang dimainkan Raka Swari dan Adhi Swara bisa kuikuti dan kupahami.

“Aku adalah bumi, aku adalah air, aku adalah api, aku adalah udara, aku adalah ruang kosong,” kata Raka Iswari.

“Akulah bumi, akulah air, akulah api, akulah udara dan akulah ruang kosong itu,” jawab Adhi Swara seperti berbantah-bantahan dengan Raka Swari.

Aku tersenyum ingat mitologi perseteruan Dewa Wisnu dan Dewa Brahma dalam mendapatkan ujung Lingga sebagai manifestasi Siwa.

Dewa Wisnu menjadi babi hutan mencari ke dalam tanah, Dewa Brahma menjadi burung Garuda mencari ke langit. Dewa Wisnu esensi air mengalir ke kerendahan, membasahi, merekatkan material, Dewa Brahma esensi api, meninggi, memanaskan material, mengubah, menguasai.

“Aku lingga, purusha, spirit, kau yoni, Pradana,” kata Adhi Swara pada Raka Swari sembari membuat tubuhnya membesar meninggi makin tinggi, sehingga memenuhi alam semesta.

“Aku juga lingga, spirit yang kecil sangat kecil sehingga memenuhi tubuhmu dengan nafas,” ejek Raka Swari

Selanjutnya berbagai adegan seru, sedih, lucu silih berganti dimainkan oleh mereka berdua secara bergantian, dalam rupa dan suara yang beraneka.

“Terima kasih telah mengajarkan saya tentang lingga dan yoni, tentang linggayoni yang menjadi jagat karana, penyebab semua akibat,” sujudku penuh hormat.  [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Leaaaaakkk | Cerpen Mas Ruscitadewi
Toh Langkir dan Perang Itu | Cerpen Mas Ruscitadewi
Rudra Tiga | Cerpen Mas Ruscitadewi
Mimpi-mimpi Dewi Sri | Cerpen Mas Ruscitadewi
Gosip Apsara-Apsari | Cerpen Mas Ruscitadewi
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Gilang Sakti Ramadhan | Senandika

Next Post

Dewi Yulianti, Guru Besar Anyar Bidang Linguistik Kebudayaan di ISI Denpasar

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
Dewi Yulianti, Guru Besar Anyar Bidang Linguistik Kebudayaan di ISI Denpasar

Dewi Yulianti, Guru Besar Anyar Bidang Linguistik Kebudayaan di ISI Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co