3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Antisipasi Bencana di Satuan Pendidikan   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
January 27, 2025
in Esai
Pelatihan tentang Kebencanaan selama dua hari bagi 100 SMA/SMK/SLB se-Bali tersebar di 8 Kabupaten dan Kodya Denpasar.

TIDAK seorang punyang tahu kapan bencana terjadi. Walaupun ada ramalan cuaca dari BMKG, yang namanya ramalan tetap saja menimbulkan persepsi ketidakpastian.  Oleh karena itu, Satuan Pendidikan perlu mengantisipasi agar terhindar dari segala jenis bencana yang menimpa.

Pengetahuan tentang bencana menjadi penting disampaikan kepada peserta didik sebagai langkah preventif  mengedukasi. Bencana dikenali untuk dihindari.

Sadar akan hal itulah, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Provinsi Bali bekerja sama dengan Plan Indonesia melaksanakan Pelatihan tentang Kebencanaan selama dua hari bagi 100 SMA/SMK/SLB se-Bali tersebar di 8 Kabupaten dan Kodya Denpasar.

Pelaksanaan pelatihan bagi 100 sekolah sebagai piloting itu dilaksanakan dua tahap. Tahap I berlangsung pada 21-22 Januari 2024 dan Tahap II berlangsung 24 – 25 Januari 2024.

Peserta pelatihan tentang Kebencanaan | Foto: Nyoman Tingkat

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) adalah upaya pencegahan dan penanggulangan dampak bencana di Satuan Pendidikan. Dasar Hukumnya adalah Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan Program SPAB.

Sesuai dengan aturan itu, ada 3 filar yang wajib dipenuhi SPAB, yaitu fasilitas (sarana dan prasarana) pembelajaran yang aman bencana; meningkatnya kemampuan manajemen bencana di Satuan Pendidikan; dan melaksanakan pencegahan dan pengurangan risiko bencana.

Ketiga pilar itu dilengkapi dengan 8 nilai : pemberdayaan, perubahan budaya, kemandirian, berbasis hak, keberlanjutan, kemitraan, kearifan lokal, dan inklusivitas.

Ketiga pilar dan delapan nilai itu, dalam konteks kekinian perlu dukungan 4 sentra pendidikan: keluarga, sekolah, masyarakat, dan media sosial sebagaimana diperkenalkan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Keempat pusat pendidikan itu perlu bersinergi mengedukasi masyarakat sekolah dalam arti luas.

Sekolah dalam arti luas tidak hanya mengacu pada sekolah formal, tetapi juga mengacu pada lingkungan masyarakat secara umum. Hal ini sesuai dengan aksioma, setiap tempat adalah sekolah. Di dalamnya juga ada mahkluk hidup termasuk manusia sebagai anggotanya. Mereka juga perlu diselamatkan dari segala ancaman bencana agar komunitasnya tidak punah karena bencana yang datang tiba-tiba tanpa kabar berita.

Penting pula disadari bahwa bencana tidak hanya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, tsunami, angin tornado, kebakaran, wabah/kegeringan (sasab, covid-19)  tetapi juga bencana ilmu pengetahuan dan teknologi yang salah penggunaannya. Bencana yang terakhir ini berseliweran di media sosial mengumbar informasi tanpa filter. Ibarat nelayan menangkap ikan dengan pukat harimau, semua ikan terjaring walaupun tidak semuanya bermanfaat, bahkan ada yang beracun dan membahayakan.

Bila tidak difilter, komunitas ikan itu bisa punah dan mengganggu keseimbangan laut. Begitu pula halnya informasi yang diumbar di media sosial tanpa filter yang baik dapat meracuni masyarakat.

Instruktur sedang memberikan contoh pada pelatihan tentang kebencanaan | Foto: Nyoman Tingkat

Sudah sering diwejangkan informasi salah (hoaks) yang diteruskan berulang-ulang bisa diimani sebagai kebenaran baru, padahal itu adalah kesalahan yang dipuja dan dipuji. Analog dengan itu, ibarat cangak dengan angsa sama-sama putih, serupa tetapi berbeda tabiat. “Cangak kaden angsa”, begitulah tetua Bali menasihati dalam melaksanakan dharma wiweka.

Untuk kasus hoaks ini, dapat dicermati dalam kisah Pan Balang Tamak yang terkenal di Bali. Pan Balang Tamak adalah politikus licik yang tidak pernah terjerat hukum. Alasannya selalu logis sampai Bandesa pun tidak dapat mengimbangi. Sampai pada suatu saat, ia meninggal pun masih dipuja masyarakat. Mayatnya yang berpeti dikira emas kencana dibawa ke Bale Agung Pura Desa. Warga desa menyembah dan memujanya.

Namun, setelah dipuja, peti dibuka ternyata isinya mayat Pan Balang Tamak.  Telanjur dipuja mayatnya, maka ada  desa adat di Bali memiliki Pelinggih Pan Balang Tamak di dekat Bale Agung Pura Desa. Narasi bekerja ibarat tuak labuh tidak mungkin diambil kembali dimasukkan ke dalam wadah gelas, misalnya.

Kisah Pan Balang Tamak adalah contoh nyata dan hidup di batin masyarakat Bali. Kesalahannya telanjur dipuja dan dipuji. Akhirnya, diyakini sebagai kebenaran baru. Kebenaran baru adalah kebenaran lain, lain dengan kebenaran. Begitulah narasi bermain dan dimainkan. Jebakan narasi memalingkan manusia dari kebenaran menuju kebenaran baru.

Ini adalah bencana komunikasi yang jalan keluarnya pun menjadi tanggung jawab Pendidikan. Lagi-lagi guru jadi tumpuan. Simulasi kebencanaan pun tidak cukup dengan simulasi bencana alam, tetapi juga perlu simulasi dan mitigasi terhadap bencana teknologi informasi. Jangan sampai teknologi informasi yang merupakan produk dari dunia pendidikan menimbulkan musibah kemanusiaan yang makin dahshyat. Pada akhirnya, makin menumpuknya sampah masyarakat.

Jika itu yang terjadi, maka gagallah pendidikan memanusiakan manusia. Ilmu pengetahuan gagal memudahkan hidup manusia, tetapi justru menjerat hidup manusia. Itu merusak batin tubuh bangsa yang membuatnya kehilangan jati diri.

Sehubungan dengan hal itu, fasilitator dan narasumber pelatihan dari Plan Indonesia menggandeng Badan Pencegahan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten dan Provinsi Bali, tampaknya perlu juga menggandeng Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik untuk mengedukasi peserta didik agar terhindar dari bencana komunikasi di tengah banjirnya informasi.

Hal itu sejalan dengan semangat kemitraan dan pemberdayaan 4 sentra Pendidikan. Dengan demikian, antisipasi bencana di Lembaga Pendidikan dilakukan lebih komprehensif sehingga meminimalkan korban bila bencana terjadi.

Peserta pelatihan tentang Kebencanaan | Foto: Nyoman Tingkat

Dengan makin banyaknya mitra dalam mengantisipasi bencana, guru di sekolah dapat  berkolaborasi secara lebih inten mengedukasi siswa. Pasangan praktisi dengan guru di ranah edukatif makin solid bergerak mengintegrasikan materi tentang kebencanaan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Materi yang disajikan tidak hanya teoretis tetapi juga praktis sehingga peserta memiliki pengetahuan dasar antisipasi kebencanaan. Intinya perlu ketenangan saat bencana terjadi. Tenang mudah diucapkan tetapi sulit diaplikasikan bila bencana datang. Namun demikian, kita tidak boleh menyerah.  Ketenangan bisa dilatih, dilatih, dan dilatih.

Semoga kita terhindar dari bencana dengan antisipasi dini. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis  NYOMAN TINGKAT
Menggemakan Kabar Baik dari Sekolah Penggerak  
Hujan, Pariwisata, dan Sampah Kiriman   
Satuan Pendidikan dan Pengelolaan Sampah

Tags: guruPendidikanpendidikan kebencanaansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Legu Juga Bisa Digugu

Next Post

Tentang Menjadi Guru Besar

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Tentang Menjadi Guru Besar

Tentang Menjadi Guru Besar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co