3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Legu Juga Bisa Digugu

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
January 27, 2025
in Esai
Legu Juga Bisa Digugu

Foto ilustrasi oleh Darma Permana

JIKA ada yang bertanya, binatang apa yang diri ini paling tidak sukai, dengan tegas tanpa ragu lidah tak bertulang ini akan menyebut kata legu (nyamuk).

Binatang yang berukuran kecil namun mampu menghisap darah ini cukup membawa kenangan buruk dalam sanubari. Belum lekang dalam ingatan ketika ia mampu membuat diri ini tanpa sengaja menjatuhkan HP dalam genggaman. Tambah lagi, ketika ia juga mampu membawa seorang bibi, tepat satu tahun lalu, menginap di rumah sakit.

Berbicara mengenai eksistensi, keberadaan legu terasabertambah banyak saat musim hujan tiba. Setiap pagi, siang, dan malam, suara racing khasnya kian menggema mengelilingi daun telinga.

Tubuh dan pikiran ini pun terasa dibuat tidak tenang, was-was, serta diliputi rasa nestapa. Percayalah! Saat Anda membaca tulisan ini, mungkin ia juga tengah bersiap menghisap darah anda bak vampir di film-film horror.

***

“Terkadang, pembelajaran yang bisa digugu datang dari sesuatu yang dirimu benci!”

Seperti itulah seuntai quotes indahyang saya sempat lihat di Instagram beberapa waktu lalu. Ungkapan yang secara tidak langsung mampu mengarahkan manah pada keberadaan makhluk yang kebanyakan meninggalkan kesan kelabu ini. Memangnya pembelajaran apa yang bisa digugu dari seekor Legu?

1. Masalah Terkadang Perlu Selesai di Saat dan Tempat yang Tepat

Pernah pada suatu masa diri ini dibuat begitu jengkel pada seekor legu berwarna hitam. Beberapa kali ia telah dapat meninggalkan jejak bentolan, dan diri ini coba tepuk namun selalu gagal. Sampai pada saatnya tiba, ia tiba-tiba hinggap di atas kemeja putih yang tergantung di atas pintu.

Namun sekali lagi, saat telapak tangan sudah diarahkan sekencang-kencangnya, ia masih bisa selamat dan terbang menyelamatkan diri.

“Kle ngidang gen ye mekeber.” (Sial bisa saja ia terbang). Begitu umpat diri ini sambil mengibaskan tangan yang menjadi kebas.

Meskipun demikian, perjuangan diri ini dalam membalaskan dendam akan darah yang telah dihisap tidaklah surut. Diri ini coba menambahkan power damage dengan mengambil sapu lidi yang tergeletak di sudut kamar.

Tibalah saatnya ketika mata ini mampu melirik ia hinggap di tembok kamar yang telah menganga. Tak mau mengulang kegagalan yang sama, dengan sekali hempasan sapu lidi “Plakkkkkkk!!!” Legu itu pun harus puas meregang nyawa.

Setelah melihat jasad legu itu di tembok disertai dengan darah berceceran, sanubari tiba-tiba diliputi perenungan. Bukan karena perjuangan menepuk legu hitamyang akhirnya menemui keberhasilan. Namun lebih daripada itu, rasa syukur tiba-tiba timbul justru karena melihat TKP matinya legu hitamtersebut.

“Kle aget matine di temboke. Apa dadine yang tuni bakat matiang di kemeja putihe. Dong be je.” (Piuh, untung matinya ia di tembok. Apa jadinya kalau tadi berhasil mati di kemeja putih. Ya sudahlah).

Atas kejadian tersebut, diri ini pun mampu menarik sebuah pembelajaran, bahwa jasad legu, ternyata bisa menyimbolisasikan sebuah masalah perlu selesai di saat dan tempat yang tepat. 

2. Masalah Memang Akan Datang Lagi, Lagi, dan Lagi

Alkisah di suatu pagi hari yang gabut, diri ini begitu bangga dapat menepuk banyak sekali Legu. Dalam durasi waktu kurang dari 1 jam, secara berturut-turut sembilan ekor legu penyek di tangan Sang Dewa. Sambil menghela napas, diri ini pun sempat berpikir sejenak.

Hari ini memang para legu sedang apes atau tangan ini yang semakin cekatan?

Menimbang jumlah kematian legu dalam satu masa yang kuantitasnya lebih banyak, jiwa ini pun merasa lebih aman, tentram, dan nyaman. Gangguan dari para legu durjana mungkin tidak akan datang menimbang jumlah kematian mereka yang begitu signifikan.

Berdasar pada ekspektasi tersebut, diri ini pada akhirnya memutuskan untuk lanjut membuat proyek tulisan. Ditimpali secangkir kopi, disertai luapan hati yang penuh ketenangan dan keriangan.

Namun apa yang terjadi? Apakahpara legu tersebut benar-benar lenyap dan menyerah?

Oh tidak semudah itu, Ferguso! Baru beberapa jam mengetik, seekor legu kembali datang dan bersandar di atas layar laptop. Begitu juga sampai pada malam harinya, nyanyian bunyi legu semacam tak surut-surut untuk senantiasa menghantui.

“Kle ber sing telah-telah teka Legune.” (Sial, tidak habis-habis datang nyamuknya).

Atas kejadian tersebut, diri ini pun berhasil menarik pembelajaran kedua, bahwa legu, bisa menjadi cermin dari masalah yang akan datang lagi, datang lagi, dan datang lagi.

3. Masalah Perlu Digali dan Dicabut Hingga ke Akar

Saking lelahnya menghadapi substansi bernama legu, pada akhirnya diri ini mulai merenungi dan memutuskan untuk menggali akar permasalahan. Akar di sini diarahkan pada hal-hal yang dapat memicu atau menjadi alasan kuat mengapa legu masih bisa eksis dan berkembak biak dalam ekosistem kamar. Mulai dari baju tergantung, adanya genangan air dalam wadah di waktu yang lama, sampah makanan yang dibiarkan mengendap dalam kamar, hingga air dalam bak kamar mandi yang jarang dikuras.

Setelah semua analisis alasan-alasan tersebut dikumpulkan, sarira pun mulai bergerak dan akar permasalahan coba diatasi satu demi satu.

Diri  mulai rajin merapikan baju dan memilih menyimpannya dalam lemari, membuang air dalam wadah apapun agar tidak menimbulkan genangan, mulai rajin dalam membersihkan dan memastikan kamar dalam keadaan bersih, sampai pada taat dalam menguras dan membersihkan kamar mandi.

Semua dilakukan demi tercabutnya gangguan Para Legu yang selama ini melanda. Belum lagi, obat nyamuk juga senantiasa tersedia dan diintensifkan untuk mengatasi serta mencegah sedotan mereka yang mematikan.

Dari sisi proses yang menyita pembiasaan, usaha untuk menganalisis dan mengatasi penyebab eksistensi legu mulai menampakkan hasil yang positif.

Gangguan legu memang masih ada, namun tidak seintens pada hari-hari biasanya. Sang diri pun mampu beraktivitas normal tanpa adanya gangguan.

Pada akhirnya, tidur malam juga bisa menjadi lebih nyenyak, menimbang suara knalpot mungil yang mengintimidasi gendang telinga sudah tidak ada lagi.

“Kle, akhirne suba siang ada legu buin.” (Piuhhh, akhirnya sudah tidak ada nyamuk lagi).

Atas kejadian tersebut, diri ini pun berhasil menarik sekali lagi pembelajaran, bahwa legu, juga bisa mengajarkan kita agar mampu menyelesaikan masalah hingga ke akar.

***

JADI bagaikan warnanya yang belang bercorak hitam dan putih, legu yang biasanya menjengkelkan ternyata juga mampu menghadirkan sisi hitam dan juga putih dalam kehidupan. Bahkan jika diselami secara lebih mendalam, sisi putihnya jauh lebih mampu menghadirkan pedoman hidup yang bisa digugu dan juga ditiru.

Jadi dari segala putih yang telah berhasil dihadirkan, apakah legu mampu menghapus stigmanya dalam sanubari ini sebagai hewan yang tidak disukai?

“Mohon maaf, kayaknya belum,” jawab langsung sanubari ini sambil tangan yang baru saja berhasil menepuk seekor legu. [T]

Penulis: Dewa Gede Darma Permana
Editor: Adnyana Ole


BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

FGD Ibu-ibu Kantin: Hujan, Cuaca Buruk atau Berkah?
Merenungi Ajian “Tri Samaya” Lewat Film “Sekawan Limo”
Menikmati Pasang-Surut Dinamika Hidup — Renungan dari Pantai Sanur
Bagaimana Siksa Kubur Versi Hindu?
“Melajah Kalah”
Tags: renungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Misteri Layar Lebar: Mengapa Film Horor Merajai Bioskop Indonesia?

Next Post

Antisipasi Bencana di Satuan Pendidikan   

I Dewa Gede Darma Permana

I Dewa Gede Darma Permana

Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Pelatihan tentang Kebencanaan selama dua hari bagi 100 SMA/SMK/SLB se-Bali tersebar di 8 Kabupaten dan Kodya Denpasar.

Antisipasi Bencana di Satuan Pendidikan   

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co