3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hujan, Pariwisata, dan Sampah Kiriman   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
January 22, 2025
in Esai
Hujan, Pariwisata, dan Sampah Kiriman   

Aksi bersih pantai di kawasan Gumi Delod Ceking | Foto: Nyoman Tingkat

MUSIM hujan tiba. Banjir mengejar ke mana-mana. Bahkan di Gumi Delod Ceking di kaki Pulau Bali, tidak pernah terbayangkan akan banjir. Paling tidak keyakinan itu bertahan sampai 1990-an. Pada 1996, saya menulis kolom berjudul, “Berlangganan Banjir” di Bali Post untuk merespon banjir di kota Metropolitan Jakarta dan banjir di Kawasan Pariwisata Kuta.  Tidak sedikit pun terlintas di pikiran saya kala itu, bila di Gumi Delod Ceking di Kuta Selatan, yang biasa disebut bukit itu sampai kebanjiran. Yang terlintas di benak saya kala itu adalah banjir urban yang tanda-tandanya dimulai dari pemblokiran tanah dan masifnya pembangunan perumahan yang melambungkan harga tanah sampai ke leke-leke.

Dampak lain dari banjirnya urban ke Delod Ceking yang juga terlintas di pikiran saya kala itu adalah banjirnya sampah yang kian tidak terkendali, seiring dengan makin banyak penduduk pendatang yang membawa budayanya sendiri dan kadang-kadang lupa dengan petuah, “Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung”.

Banjirnya pendatang ke Kuta Selatan seiring dengan bergulirnya reformasi dengan produk Pemilu Langsung sejak 2004. Data pemilih 2024, melahirkan 10 legislator di Kecamatan Kuta Selatan, yang sebelumnya hanya 8 orang. Itu artinya banjirnya pendatang ke Kuta Selatan bisa menyumbang suara bagi petualang politik  dan mengundang persoalan sampah yang hingga kini belum tertangani maksimal.

Begitulah musim hujan, selain menyebabkan banjir dan  menyumbang banjir sampah kiriman dari berbagai daerah di hulu menuju objek wisata Pantai Kuta, Legian, Kedonganan, Jimbaran, termasuk Melasti dan Pandawa. Sebagai anak seorang nelayan amatir yang sejak kecil dibesarkan dari laut, saya ingat betul musim hujan selalu banjir sampah aneka rupa. Hal itu juga membuat saya jengkel bila memasang jaring, yang terjaring bukannya ikan, tetapi sampah yang melilit jaring bikin kusut, susah dibersihkan. Cuma saja, kala itu sebanyak-banyak sampah kiriman tidak sampai melibatkan pejabat turun tangan mencari solusi karena memang volume sampahnya masih normal dan umumnya potongan kayu atau bambu dan hanya beberapa botol plastik minuman.

Sampah sehabis hujan di kawasan pariwisata | Foto: Nyoman Tingkat

Banjir sampah ke objek-objek wisata pantai telah membuat sampah Pantai Kuta viral di media sosial yang tampaknya  membuat Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq  bersama Wamen Pariwisata Luh Puspa hadir pada aksi bersih pantai di Pantai Kelan, Kedonganan, dan Jimbaran pada Minggu, 19 Januari 2024.  

Saat itu, masyarakat dari berbagai kalangan umumnya dari birokrat di bawah OPD terkait, termasuk warga sekolah, membanjiri pantai melakukan aksi bersih pantai bersama. Aksi ini tentu tidak berarti secara berkesinambungan, bila kesadaran masyarakat akan budaya hidup bersih belum terbangun terutama dalam membuang sampah. Di sinilah pentingnya pemerintah sebagai guru wisesa hadir dengan kesadaran dan kesabaran mendidik masyarakat yang kian kritis tetapi terkadang cuek dengan masalah di sekitarnya.

Penting direnungkan ajakan WS Rendra oleh guru wisesa sebagai pendidik masyarakat. “Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakrawala dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata”.

Ajakan WS Rendra itu menjadi bermakna di tengah masyarakat yang makin  materialistik, hedonis, instan dan makin tunaetika dengan  pola didikan yang masih  paternalistik. Di sinilah pemimpin teladan diperlukan sehingga mengalirkan pikiran jernih sampai  ke hilir. Ibarat air hujan, bila di hulu airnya jernih maka sampai hilir pun juga jernih asalkan tidak ada residu dalam perjalanan air menuju laut. Hulu yang bersih bertemu dengan muara laut yang jernih. Dalam konteks ini, pemimpin  politik  yang dihasilkan melalui pemungutan suara, tidak cukup dengan jaya suara tanpa kekuatan jaya laksana. Satunya pikiran perkataan, dan perbuatan, sesuai dengan ajaran trikaya parisuda. Semesta mendukung.

Aksi bersih pantai di kawasan Gumi Delod Ceking | Foto: Nyoman Tingkat

Begitulah kawasan pantai pariwisata terkenal ketika musim hujan tiba selalu membawa kabar tidak baik akibat sampah kiriman yang menodai citra pariwisata, lebih-lebih dengan adanya video viral tentang kotornya pantai di Kuta Bali. Di satu sisi, hujan menjanjikan kesejukan dan kesuburan bagi pertanian, di sisi lain mengirimi kabar buruk yang tidak terkendali. Mengapa?

Produk sampah rumah tangga dan perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata saja sulit dikelola, apalagi sampah kiriman yang jumlahnya dari tahun ke tahun selalu meningkat. Jasa angkutan sampah di sebuah desa adat di bawah payung Baga Utsaha Padruen Desa Adat (BUPDA) pun merasa kewalahan menangani sampah, seperti dikeluhkan Ketua BUPDA Bualu I Wayan Arya yang menangani sampah di Kawasan Nusa Dua dan sekitarnya. “Tempat pembuangan sampah di TPA Suwung tidak memadai lagi, sedangkan produk sampah makin banyak. Lebih-lebih pada musim hujan, sampah kiriman makin tidak terkendali,”  kata I Wayan Arya.

Darurat sampah sesungguhnya tidak hanya terjadi karena musim hujan dengan sampah kiriman, tetapi sudah menjadi keluhan sehari-hari di daerah pariwisata. Ditambah lagi kurangnya kesadaran masyarakat akan arti kebersihan dan kesehatan, maka makin tidak terkendalilah penumpukan sampah. Hal demikian jelas terlihat dan terpotret ketika berbagai hajatan dilaksanakan secara masal dan ramai, setelahnya sampah berserakan. Petugas kewalahan. 

Hujan, pariwisata, dan sampah kiriman saling berkelindan saling menguatkan sekaligus saling melemahkan. Disebut saling menguatkan, karena musim hujan membawa sampah kiriman makin menggunung berkoloni menyatu membuat persatuan sampah ibarat wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai secara komunal.

Bersatunya sampah-sampah itu telah mengundang petinggi negeri untuk turun bersama masyarakat merapatkan barisan memperlakukan sampah dengan perikesampahan sebagaimana manusia dengan perikemanusiaannya. Walaupun sampah itu benda mati, ia pun  perlu disampahkan dengan baik dan benar sehingga tidak menimbulkan disharmonis yang mengundang berbagai jenis penyakit. Waspadalah !

Disebut melemahkan karena kehadiran sampah-sampah itu menodai keindahan kawasan yang membuat wisatawan tidak nyaman. Jika wisatawan tidak datang, kekhawatiran pun menghantui. Pendapatan Asli Daerah (PAD) turun. Kesejahteraan makin utopis. Begitulah, pariwisata ibarat pedang bermata dua dan rentan dengan pencitraan. 

Aksi bersih pantai di kawasan Gumi Delod Ceking | Foto: Nyoman Tingkat

Diperlukan kesadaran dan kesabaran bersama mengedukasi masyarakat dari atas ke bawah secara bersama-sama. Soal sampah tidak perlu teori dan diskusi sampai berbuih-buih seperti ombak yang buihnya tidak akan pernah hilang. Yang diperlukan adalah tindakan nyata, bukan serimonial yang formalitas. Budaya formalitas sebagai bagian dari budaya ABS (Asal Bapak Senang) bukan solusi di tengah masipnya aneka persoalan : sampah, banjir, kemacetan, kerusakan lingkungan, robohnya langit akhlak.

Sekali lagi diperlukan matahari kesadaran dan bumi kesabaran sebagaimana WS Rendra mengingatkan. Kuncinya bergantung pada pendidikan. Bukankah hujan adalah materi pelajaran untuk melihat fenomena alam yang bersiklus? Bukankah pariwisata adalah kajian dalam pendidikan untuk melihat perjalanan healing yang mestinya membuat makin eling? Bukankah sampah kiriman adalah materi pelajaran yang mengasyikkan bagi siswa yang kreatif inovatif mencari solusi? Bukankah pendidikan adalah solusi terhadap persoalan masyarakat dan lingkungannya?

Pertanyaan reflektif itu memerlukan  jawaban para pembelajar yang berkecerdasan. Cerdas memahami hujan, pariwisata, dan sampah kiriman. Tanpa demikian, yang tersisa hanya sampah masyarakat. Jangan sampai! [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain tentang JATILUWIH
  • BACA artikel lain dari penulis  NYOMAN TINGKAT
Segitiga Emas Pariwisata Bali Era Baru 
“Matirtayatra” ke Kawasan Pariwisata Religius Agraris: Pura Batukaru dan  Jatiluwih  
Mengintegrasikan Pertanian dan Pariwisata, Kurikulum Agrowisata Berkelanjutan untuk Masa Depan
Tags: banjirPariwisatapariwisata baliSampah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pelukan Orang Tua kepada Anaknya, Sederhana dengan Dampak Luar Biasa

Next Post

Mengenal Politik Uang Dalam Demokrasi Elektoral di Indonesia

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Mengenal Politik Uang Dalam Demokrasi Elektoral di Indonesia

Mengenal Politik Uang Dalam Demokrasi Elektoral di Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co