2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Politik Uang Dalam Demokrasi Elektoral di Indonesia

Muhammad Riyan Fitria Ramdlani by Muhammad Riyan Fitria Ramdlani
January 22, 2025
in Esai
Mengenal Politik Uang Dalam Demokrasi Elektoral di Indonesia

Muhammad Riyan Fitria Ramdlani

PADA awal dan akhir tahun 2024 Indonesia berhasil menyelenggarakan hajatan demokrasi lima tahunan. Tanggal 14 Februari 2024 untuk pemilihan presiden dan 27 November 2024 untuk pemilihan kepala daerah serentak tingkat kabupaten/kota dan provinsi se-Indonesia. Bagi para calon pemimpin, pemilu dijadikan sebagai ajang kompetisi untuk meraih simpati masyarakat agar mau memilihnya sebagai pemimpin mereka. Sedangkan bagi masyarakat sebagai pemilik hak pilih (voter), pemilu dijadikan sebagai sarana partisipasi aktif untuk memilih pemimpin yang mereka kehendaki. Selain itu, pemilu juga mereka jadikan sebagai bentuk penghukuman terhadap para pemimpin dengan tidak memilihnya kembali apabila dalam perjalanannya sang pemimpin mengecewakan publik.

Van Ham dan Lindberg (2015) menerangkan, meskipun hampir semua negara di dunia saat ini menyelenggarakan pemilu multipartai, tetapi tidak semua rezim mampu meningkatkan kualitas pemilu, terutama dalam menjamin prinsip pemilu yang bebas dan adil.

Politik Uang dalam Sistem Proporsional Terbuka

Pengalaman pemilu di Indonesia banyak dinodai oleh maraknya praktik yang merusak tatanan demokrasi. Hal ini sejak diperkenalkannya sistem pemilu proporsional terbuka yang diadopsi pada 2009. Sistem proporsional terbuka adalah sistem dimana pemilih mencoblos partai politik ataupun calon legislatif yang bersangkutan secara langsung. Perolehan suara terbanyak caleg secara personal dalam satu partai menjadi ciri khas sistem proporsional terbuka. Dalam sistem ini, para calon legislatif (caleg) melakukan strategi dan model kampanye yang mengutamakan ketokohan dirinya dibanding kampanye berbasis partai. Tujuannya agar caleg lebih menonjol dibandingkan dengan pesaing internal dari dalam partai sendiri. Dalam upaya mendapatkan suara, para caleg akan berusaha secara maksimal untuk memastikan pemilih mencoblos namanya.

Persaingan internal ini memaksa mereka terperangkap dalam lingkaran setan politik uang. Burhanuddin Muhtadi (2024) menyebutkan pemilih Indonesia yang terlibat dalam praktik jual beli suara antara 25 persen dan 33 persen dari total pemilih yang ada. Pemilu Legislatif 2014 misalnya. Saat itu jumlah total pemilih dalam negeri yang terdaftar sekitar 187 juta orang. Artinya, jika kisaran antara 25 persen dan 33 persen berarti sekitar 47 juta hingga 62 juta pemilih ditawari uang sebagai imbalan atas suara yang mereka berikan. Pada pemilu 2019, total daftar pemilih tetap mencapai 192 juta orang. Sedangkan pada pilpres dan pilkada terbaru 2024 yang diselenggarakan secara serentak pada Februari dan November tahun lalu, total pemilih yang terdaftar mencapai sekitar 204 juta orang. Jika menggunakan estimasi tertinggi, satu dari tiga orang Indonesia yang memiliki hak pilih secara pribadi terpapar politik uang. 

Besarnya biaya politik yang dikeluarkan tidak menjamin kandidat memenangkan pemilu. Seperti pengakuan dari mereka yang gagal menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada pemilu 2024. Salah satu kandidat dari Partai Golkar, Dito Ariotedjo, mengaku mengucurkan dana lebih dari Rp 10 miliar. Kandidat lainnya dari PDI-P, Masinton Pasaribu mengaku mengeluarkan dana hingga Rp 6 miliar hanya untuk mencetak alat peraga kampanye seperti spanduk dan baliho. Angka yang disebutkan Masinton belum termasuk alokasi politik uang dalam bentuk amplop yang dibagikan kepada calon pemilih.

Sistem Pelembagaan Partai Politik

Banyak pihak menyoroti bahwa sistem proporsional terbuka menciptakan dampak negatif seperti sarat dengan politik uang. Abdussamad (2023) misalnya, menengarai suburnya praktik politik uang dalam pemilu karena penerapan sistem proporsional terbuka. Menurutnya sistem ini telah mengebiri peranan partai politik yang digantikan oleh kekuatan peran individual kandidat. Padahal, perlu juga diperhatikan bagaimana pelembagaan partai politik dan sistem kepartaian berperan sebagai peserta pemilu.

Menurut Krouwel (2006), pelembagaan partai politik dapat dipahami dari aspek sejarah dan pengelolaannya. Menurutnya terdapat empat karakteristik tipe partai politik: elektoral, ideologikal, genetik, dan organisasional yang dapat mengungkap persoalan politik uang di Indonesia. Saat ini, partai politik di Indonesia cenderung hadir hanya saat pemilu dan menghilang setelahnya, tanpa menjalankan fungsi pendidikan politik, kaderisasi politik, serta memperjuangkan kepentingan publik.

Pasca pemilu 2019 dan 2024, oposisi melemah karena semua partai berlomba masuk pemerintahan, menunjukkan ciri partai kartel yang bergantung pada sumber daya negara. Selain itu, partai politik juga sering dimiliki oleh elite konglomerat yang menjadi penentu kebijakan partai, baik dalam hal pengisian jabatan struktur partai.

Penyebab Utama Politik Uang

Sistem pemilu proporsional terbuka dengan suara terbanyak bukanlah penyebab utama maraknya praktik politik uang dalam pemilu. Secara sistemik, sistem pemilu berfungsi sebagai tata cara kompetisi untuk mengonversi suara menjadi kursi, sekaligus membentuk sistem kepartaian yang terwujud setelah pemilu.

Kualitas aktor politik, baik partai maupun kandidat, lebih ditentukan oleh tingkat pelembagaan partai politik. Karakteristik partai politik di Indonesia masih cenderung bersifat elitis dan oligarkis. Demokrasi internal belum berjalan dengan baik, rotasi kepemimpinan berlangsung sangat lambat, dan partai politik seringkali hanya digunakan sebagai kendaraan politik tanpa kerangka nilai ideologis yang membedakan satu partai dengan lainnya. Kehadiran partai lebih terlihat sebagai “floating party,” yang hanya aktif pada saat pemilu.

Partai politik saat ini lebih menonjolkan dimensi elektoral semata, yaitu berfokus pada perebutan kekuasaan. Eksistensi partai politik biasanya hanya tampak pada atribut kampanye, dengan mengandalkan kandidat untuk menggalang suara. Dalam praktiknya, keinginan untuk terus berkuasa dalam sistem politik Indonesia menyebabkan partai politik cenderung menjelma menjadi partai kartel atau firma bisnis, demi memastikan keberlanjutan penguasaan sumber daya. Hal ini turut mengaburkan batas antara kubu pemerintah dan oposisi.

Persaingan internal partai yang sengit, sering dianggap sebagai dampak negatif dari sistem suara terbanyak, sesungguhnya mencerminkan bahwa partai politik telah sejak awal mengasingkan dirinya dari proses pelembagaan. Sebaliknya, partai politik memanfaatkan situasi tersebut untuk memperoleh keuntungan dari aktivitas para kandidat. Semakin aktif kandidat dalam menggalang suara, meskipun melalui cara-cara pragmatis, semakin besar keuntungan yang diraih partai. Pada akhirnya, kandidat yang terpilih tetap berada dalam kendali partai politik melalui mekanisme fraksi di parlemen. [T]

Referensi:

Abdussamad, G.M.A., Faralita, E., & Sulastri (2023). Korupsi Politik Terlahir dari sistem pemilihan umum menggunakan sistem proporsional terbuka di Indonesia. Wasaka Hukum, 11 (1), 62-77.

Krouwel, A. (2006). Party Models in R.S. Katz & W. Crotty (Eds), Handbook of Party Politics. Sage Publications.

Kualitas Calon Legislatif di Balik Biaya Politik Mahal. https://www.tempo.co/kolom/biaya-politik-mahal-calon-legislatif-817114

Diakses pada 16 Januari 2025

Muhtadi, Burhanuddin. 2024. Kuasa Uang: Politik Uang Dalam Pemilu Pasca Orde Baru. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Van Ham, C. dan S. Lindberg. 2015. “Vote Buying is A Good Sign: Alternate Tactics of Fraud Africa 1986-2012”. Working Paper No. 3, The Varieties of Democracy Institute.

Penulis: Muhammad Riyan Fitria Ramdlani
Editor: Adnyana Ole

Politik Uang Mengotori Demokrasi, Sampah Baliho Mengotori Bumi
Politik Uang Tampaknya Masih Tumbuh Subur Pada Pemilu 2024
Bali Dalam Politik: Pola Kampanye Semu Calon Pejabat Publik Dilihat Dari Perspektif Dramaturgi Erving Goffman
Tags: pemiluPilkadaPolitikpolitik uang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hujan, Pariwisata, dan Sampah Kiriman   

Next Post

Kebebasan Ekspresi dalam Lintas Semester dan Mata Kuliah | Dari Gelar Karya Mahasiswa Pendidikan Sendratasik UPMI Bali

Muhammad Riyan Fitria Ramdlani

Muhammad Riyan Fitria Ramdlani

Dosen Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Kebebasan Ekspresi dalam Lintas Semester dan Mata Kuliah | Dari Gelar Karya Mahasiswa Pendidikan Sendratasik UPMI Bali

Kebebasan Ekspresi dalam Lintas Semester dan Mata Kuliah | Dari Gelar Karya Mahasiswa Pendidikan Sendratasik UPMI Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co