23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Politik Uang Dalam Demokrasi Elektoral di Indonesia

Muhammad Riyan Fitria Ramdlani by Muhammad Riyan Fitria Ramdlani
January 22, 2025
in Esai
Mengenal Politik Uang Dalam Demokrasi Elektoral di Indonesia

Muhammad Riyan Fitria Ramdlani

PADA awal dan akhir tahun 2024 Indonesia berhasil menyelenggarakan hajatan demokrasi lima tahunan. Tanggal 14 Februari 2024 untuk pemilihan presiden dan 27 November 2024 untuk pemilihan kepala daerah serentak tingkat kabupaten/kota dan provinsi se-Indonesia. Bagi para calon pemimpin, pemilu dijadikan sebagai ajang kompetisi untuk meraih simpati masyarakat agar mau memilihnya sebagai pemimpin mereka. Sedangkan bagi masyarakat sebagai pemilik hak pilih (voter), pemilu dijadikan sebagai sarana partisipasi aktif untuk memilih pemimpin yang mereka kehendaki. Selain itu, pemilu juga mereka jadikan sebagai bentuk penghukuman terhadap para pemimpin dengan tidak memilihnya kembali apabila dalam perjalanannya sang pemimpin mengecewakan publik.

Van Ham dan Lindberg (2015) menerangkan, meskipun hampir semua negara di dunia saat ini menyelenggarakan pemilu multipartai, tetapi tidak semua rezim mampu meningkatkan kualitas pemilu, terutama dalam menjamin prinsip pemilu yang bebas dan adil.

Politik Uang dalam Sistem Proporsional Terbuka

Pengalaman pemilu di Indonesia banyak dinodai oleh maraknya praktik yang merusak tatanan demokrasi. Hal ini sejak diperkenalkannya sistem pemilu proporsional terbuka yang diadopsi pada 2009. Sistem proporsional terbuka adalah sistem dimana pemilih mencoblos partai politik ataupun calon legislatif yang bersangkutan secara langsung. Perolehan suara terbanyak caleg secara personal dalam satu partai menjadi ciri khas sistem proporsional terbuka. Dalam sistem ini, para calon legislatif (caleg) melakukan strategi dan model kampanye yang mengutamakan ketokohan dirinya dibanding kampanye berbasis partai. Tujuannya agar caleg lebih menonjol dibandingkan dengan pesaing internal dari dalam partai sendiri. Dalam upaya mendapatkan suara, para caleg akan berusaha secara maksimal untuk memastikan pemilih mencoblos namanya.

Persaingan internal ini memaksa mereka terperangkap dalam lingkaran setan politik uang. Burhanuddin Muhtadi (2024) menyebutkan pemilih Indonesia yang terlibat dalam praktik jual beli suara antara 25 persen dan 33 persen dari total pemilih yang ada. Pemilu Legislatif 2014 misalnya. Saat itu jumlah total pemilih dalam negeri yang terdaftar sekitar 187 juta orang. Artinya, jika kisaran antara 25 persen dan 33 persen berarti sekitar 47 juta hingga 62 juta pemilih ditawari uang sebagai imbalan atas suara yang mereka berikan. Pada pemilu 2019, total daftar pemilih tetap mencapai 192 juta orang. Sedangkan pada pilpres dan pilkada terbaru 2024 yang diselenggarakan secara serentak pada Februari dan November tahun lalu, total pemilih yang terdaftar mencapai sekitar 204 juta orang. Jika menggunakan estimasi tertinggi, satu dari tiga orang Indonesia yang memiliki hak pilih secara pribadi terpapar politik uang. 

Besarnya biaya politik yang dikeluarkan tidak menjamin kandidat memenangkan pemilu. Seperti pengakuan dari mereka yang gagal menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada pemilu 2024. Salah satu kandidat dari Partai Golkar, Dito Ariotedjo, mengaku mengucurkan dana lebih dari Rp 10 miliar. Kandidat lainnya dari PDI-P, Masinton Pasaribu mengaku mengeluarkan dana hingga Rp 6 miliar hanya untuk mencetak alat peraga kampanye seperti spanduk dan baliho. Angka yang disebutkan Masinton belum termasuk alokasi politik uang dalam bentuk amplop yang dibagikan kepada calon pemilih.

Sistem Pelembagaan Partai Politik

Banyak pihak menyoroti bahwa sistem proporsional terbuka menciptakan dampak negatif seperti sarat dengan politik uang. Abdussamad (2023) misalnya, menengarai suburnya praktik politik uang dalam pemilu karena penerapan sistem proporsional terbuka. Menurutnya sistem ini telah mengebiri peranan partai politik yang digantikan oleh kekuatan peran individual kandidat. Padahal, perlu juga diperhatikan bagaimana pelembagaan partai politik dan sistem kepartaian berperan sebagai peserta pemilu.

Menurut Krouwel (2006), pelembagaan partai politik dapat dipahami dari aspek sejarah dan pengelolaannya. Menurutnya terdapat empat karakteristik tipe partai politik: elektoral, ideologikal, genetik, dan organisasional yang dapat mengungkap persoalan politik uang di Indonesia. Saat ini, partai politik di Indonesia cenderung hadir hanya saat pemilu dan menghilang setelahnya, tanpa menjalankan fungsi pendidikan politik, kaderisasi politik, serta memperjuangkan kepentingan publik.

Pasca pemilu 2019 dan 2024, oposisi melemah karena semua partai berlomba masuk pemerintahan, menunjukkan ciri partai kartel yang bergantung pada sumber daya negara. Selain itu, partai politik juga sering dimiliki oleh elite konglomerat yang menjadi penentu kebijakan partai, baik dalam hal pengisian jabatan struktur partai.

Penyebab Utama Politik Uang

Sistem pemilu proporsional terbuka dengan suara terbanyak bukanlah penyebab utama maraknya praktik politik uang dalam pemilu. Secara sistemik, sistem pemilu berfungsi sebagai tata cara kompetisi untuk mengonversi suara menjadi kursi, sekaligus membentuk sistem kepartaian yang terwujud setelah pemilu.

Kualitas aktor politik, baik partai maupun kandidat, lebih ditentukan oleh tingkat pelembagaan partai politik. Karakteristik partai politik di Indonesia masih cenderung bersifat elitis dan oligarkis. Demokrasi internal belum berjalan dengan baik, rotasi kepemimpinan berlangsung sangat lambat, dan partai politik seringkali hanya digunakan sebagai kendaraan politik tanpa kerangka nilai ideologis yang membedakan satu partai dengan lainnya. Kehadiran partai lebih terlihat sebagai “floating party,” yang hanya aktif pada saat pemilu.

Partai politik saat ini lebih menonjolkan dimensi elektoral semata, yaitu berfokus pada perebutan kekuasaan. Eksistensi partai politik biasanya hanya tampak pada atribut kampanye, dengan mengandalkan kandidat untuk menggalang suara. Dalam praktiknya, keinginan untuk terus berkuasa dalam sistem politik Indonesia menyebabkan partai politik cenderung menjelma menjadi partai kartel atau firma bisnis, demi memastikan keberlanjutan penguasaan sumber daya. Hal ini turut mengaburkan batas antara kubu pemerintah dan oposisi.

Persaingan internal partai yang sengit, sering dianggap sebagai dampak negatif dari sistem suara terbanyak, sesungguhnya mencerminkan bahwa partai politik telah sejak awal mengasingkan dirinya dari proses pelembagaan. Sebaliknya, partai politik memanfaatkan situasi tersebut untuk memperoleh keuntungan dari aktivitas para kandidat. Semakin aktif kandidat dalam menggalang suara, meskipun melalui cara-cara pragmatis, semakin besar keuntungan yang diraih partai. Pada akhirnya, kandidat yang terpilih tetap berada dalam kendali partai politik melalui mekanisme fraksi di parlemen. [T]

Referensi:

Abdussamad, G.M.A., Faralita, E., & Sulastri (2023). Korupsi Politik Terlahir dari sistem pemilihan umum menggunakan sistem proporsional terbuka di Indonesia. Wasaka Hukum, 11 (1), 62-77.

Krouwel, A. (2006). Party Models in R.S. Katz & W. Crotty (Eds), Handbook of Party Politics. Sage Publications.

Kualitas Calon Legislatif di Balik Biaya Politik Mahal. https://www.tempo.co/kolom/biaya-politik-mahal-calon-legislatif-817114

Diakses pada 16 Januari 2025

Muhtadi, Burhanuddin. 2024. Kuasa Uang: Politik Uang Dalam Pemilu Pasca Orde Baru. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Van Ham, C. dan S. Lindberg. 2015. “Vote Buying is A Good Sign: Alternate Tactics of Fraud Africa 1986-2012”. Working Paper No. 3, The Varieties of Democracy Institute.

Penulis: Muhammad Riyan Fitria Ramdlani
Editor: Adnyana Ole

Politik Uang Mengotori Demokrasi, Sampah Baliho Mengotori Bumi
Politik Uang Tampaknya Masih Tumbuh Subur Pada Pemilu 2024
Bali Dalam Politik: Pola Kampanye Semu Calon Pejabat Publik Dilihat Dari Perspektif Dramaturgi Erving Goffman
Tags: pemiluPilkadaPolitikpolitik uang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hujan, Pariwisata, dan Sampah Kiriman   

Next Post

Kebebasan Ekspresi dalam Lintas Semester dan Mata Kuliah | Dari Gelar Karya Mahasiswa Pendidikan Sendratasik UPMI Bali

Muhammad Riyan Fitria Ramdlani

Muhammad Riyan Fitria Ramdlani

Dosen Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Kebebasan Ekspresi dalam Lintas Semester dan Mata Kuliah | Dari Gelar Karya Mahasiswa Pendidikan Sendratasik UPMI Bali

Kebebasan Ekspresi dalam Lintas Semester dan Mata Kuliah | Dari Gelar Karya Mahasiswa Pendidikan Sendratasik UPMI Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co