2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali Dalam Politik: Pola Kampanye Semu Calon Pejabat Publik Dilihat Dari Perspektif Dramaturgi Erving Goffman

I Dewa Gede Yoga by I Dewa Gede Yoga
November 18, 2024
in Opini
Bali Dalam Politik: Pola Kampanye Semu Calon Pejabat Publik Dilihat Dari Perspektif Dramaturgi Erving Goffman

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy | Diolah dari Canca

TUMBANGNYA tapuk kekuasaan orde baru selama 32 tahun dengan karakteristik pemerintahan otoriter memberikan iklim politik yang kurang pluralistis. Berakhirnya kekuasaan orde baru, melahirkan era yang disebut dengan era reformasi dimana era ini menjadi titik awal pemberian ruang-ruang yang lebih terbuka dan demokratis untuk seluruh bangsa Indonesia, tak terkecuali dalam urusan pemilu.

Kebijakan pemilu di era reformasi mengalami perubahan begitu kompleks mulai dari wilayah pusat sampai daerah. Berbicara terkait dengan kebijakan pemilu di daerah berdasarkan UU No.32 Tahun 2004 kepada daerah dipilih langsung oleh rakyat, yang sebelumnya kepala daerah dipilih langsung oleh DPRD.

Kontestasi politik memiliki daya tarik tersendiri dalam setiap periode pelaksanaannya. Mengulik pemilu kepala daerah tahun ini yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024, lebih-lebih pemilu yang dilaksanakan di Provinsi Bali tahun ini sangat menarik untuk diikuti prosesnya. Perihal menariknya tertuju pada proses kampanye dari masing-masing paslon untuk mencari simpatisan di masyarakat.

Belakangan ini proses kampanye menjadi perhatian di kalangan masyarakat. Sebagai misal, kampanye di media sosial menggunakan platform Tiktok, Instagram, Facebook dan mereka masing—masing paslon mempunyai akun pribadi yang dikelola langsung oleh tim pemenangnya. Masing-masing paslon mengemas dan mengiklankan dirinya dengan semenarik mungkin—mengikuti tren saat ini.

Jika mengacu pada data pemilih berdasarkan generasi yang dikeluarkan oleh KPU Provinsi Bali sebanyak 51% pemilih berasal dari generasi milenial dan generasi z. Artinya, mereka-mereka sebagian besar sudah terkontaminasi oleh teknologi (baca:handphone) dan inilah yang dimanfaatkan oleh paslon masing-masing untuk kampanye secara “senyap”. Mereka yang menonton cuplikan-cuplikan kegiatan masing-masing paslon di platform media sosial dan memungkinkan untuk saling mempengaruhi satu sama lain dalam hak memilih.

Tentu yang menjadi perhatian disini ialah paslon-paslon pejabat publik menggunakan media sosial untuk berkampanye. Lalu, timbul pertanyaan, apakah kampanye secara konvensional menggunakan media spanduk telah usang? atau sudah tidak efektif lagi?. Kalau menurut opini saya, kampanye-kampanye secara konvensional dengan cara menebar spanduk di sepanjang jalan seperti itu masih efektif namun tidak berpengaruh besar dalam dunia yang sudah serba teknologi ini. Jadi, pilihan untuk kampanye di media sosial salah satunya adalah pilihan yang efektif dan efisien. Namun, bagi saya pribadi, kampanye yang dilakukan di media sosial oleh calon pejabat publik ini memberikan kesan semu di masyarakat. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa perilaku-perilaku yang menunjukan hal tersebut.

Dimulai dari cara berpakaian masing-masing paslon kepala daerah di Bali yang meniru gaya anak muda agar kelihatan paslon memiliki gaya yang sama dengan anak-anak muda yang kebetulan generasi muda sebagai data pemilih dibilang cukup besar. Pemanfaatan cara berpakaian seperti anak muda ini memang betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, walaupun secara penampilan, menurut saya mereka kurang cocok mengadopsi itu.

Lagi-lagi ini berbicara tentang bagaimana upaya mereka untuk meraup suara sebanyak-banyaknya di masyarakat melalui generasi milenial dan generasi z. Mengimitasi cara berpakaian ini secara tidak langsung mereka melakukan kampanye semu. Akan tetapi, ini rasanya cukup efektif untuk mendulang pundi-pundi suara dalam pemilihan kepala daerah tahun ini, walaupun kesannya sedikit memaksa.

Kemudian, dengan melontarkan jargon-jargon yang sedang viral di media sosial. Notabene jargon-jargon yang tengah viral di media sosial ini dicetuskan dan diadopsi oleh anak-anak muda. Lalu, calon-calon pejabat publik itu ditengah-tengah melakukan kegiatan orasi, datang ke masyarakat selalu menyelipkan jargon ciri khas mereka.

Lalu apakah masyarakat tidak ada yang mengikuti jargon itu ketika dilontarkan? Tentunya, masyarakat menerima dan antusias dengan aktivitas itu, kemudian ini sampai ke merembet kemana-mana penyebsrsnnys. Hal itu merupakan salah satu upaya menyetarakan dirinya dengan kondisi dan situasi di masyarakat sekarang sebagai bagian dari strategi untuk mengumpulkan pundi-pundi suara sebanyak-banyaknya. Aktivitas tersebut merupakan aktivitas kampanye semu yang diadopsi oleh calon pejabat publik tahun ini.

Selain, melontarkan jargon-jargon ada hal yang lebih menarik lagi calon-calon pejabat publik di Bali ini untuk menarik simpatisan masyarakat. Secara sadar, keberhasilan di pusat kemarin tidak terlepas dari aksi joget-joget dalam proses kampanyenya dan ini menstimulus juga beberapa calon pejabat publik di Bali khususnya mengadopsi cara ini juga untuk menarik simpatisan. Biasanya saat proses kampanye tidak bisa dilepaskan dengan adanya penampilan-penampilan artis-artis lokal maupun nasional untuk memeriahkan acara. Setelah kegiatan inti berlangsung maka acara musik dan joget-joget dilangsungkan. Tentu, aktivitas ini merupakan proses kampanye semu yang diadopsi secara massal.

Dari aktivitas-aktivitas kampanye semu yang dilakukan oleh calon-calon pejabat publik di Bali tahun 2024 bisa dilihat dari teori dramaturgi pemikiran Erving Goffman. Dramaturgi merupakan sebuah aktivitas individu dalam mempresentasikan dirinya di tengah lingkungan masyarakat.

Menurut Goffman untuk menyesuaikan diri supaya diterima di mata masyarakat harus melakukan beberapa aktivitas untuk beradaptasi dengan ekspektasi sosial. Diantaranya, melakukan penyesuaian dalam cara berpakaian, berbicara, dan sejenisnya. Seorang individu akan cenderung berupaya menempatkan dan mengatur image agar dapat diterima oleh masyarakat. Intinya, calon-calon pejabat publik yang ingin diterima di masyarakat, tentunya mereka harus bersikap adaptif dan konformis terhadap situasi dan kondisi yang sedang berlangsung.

Nampaknya teori dramaturgi yang dicetuskan oleh Erving Goffman selaras dengan fenomena pesta demokrasi tahun ini dimana calon-calon pejabat publik ini menampilkan dirinya harus sesuai dengan apa yang diinginkan atau yang dapat diterima masyarakat banyak. Ini seolah-olah memberikan tanda bahwa apa yang dilakukan semacam semu dan harus bisa menyesuaikan di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, Goffman menegaskan bahwa, kehidupan sosial ini semacam sandiwara yang dilakukan oleh individu di tengah panggung masyarakat, begitu juga calon-calon pejabat publik ini memerankan sandiwara di tengah masyarakat. Artinya pada saat mereka melaksanakan kampanye, mereka akan menyesuaikan dirinya dengan masyarakat di depan panggung. Namun, ketika pertunjukan itu berakhir, mereka akan kembali dalam kehidupan dan kebiasannya masing-masing. Sejatinya kita dipaksa untuk menikmati sandiwara ini, walaupun terkadang ini membawa kebosanan. [T]

Sumber Rujukan

Kurniawan, K.N. (2020). Kisah Sosiologi Pemikiran Yang Mengubah Dunia dan Relasi Manusia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor

Tri Widiyanti. (2023, 23 September). 3,2 Juta Warga Bali Terdaftar di Pilgub 2024: Gen Z dan Milenial Paling Mendominasi. Diakses pada tanggal 18 November 2024, dari https://metrobali.com/32-juta-warga-bali-terdaftar-di-pilgub-2024-gen-z-dan-milenial-paling-mendominasi/

BACA artikel lain dari penulis I DEWA GEDE YOGA

Memikirkan Perempuan Bali di Tengah Budaya Patriarki
Sentimen Politik Jelang Pilkada dalam Media Sosial
Demokrasi  dalam  Pilkada dan Partai  Politik
Tags: kampanyePilkada 2024Pilkada BaliPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Persahabatan Seni  Kolaborasi Bali-Malaysia Watercolor Art Exhibition 2024

Next Post

ARTSUBS: Seniman, Platform dan Pasar

I Dewa Gede Yoga

I Dewa Gede Yoga

Kelahiran Bangli, alumni jurusan sosiologi Undiksha Singaraja tahun 2022

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
ARTSUBS: Seniman, Platform dan Pasar

ARTSUBS: Seniman, Platform dan Pasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co