2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali Dalam Politik: Pola Kampanye Semu Calon Pejabat Publik Dilihat Dari Perspektif Dramaturgi Erving Goffman

I Dewa Gede Yoga by I Dewa Gede Yoga
November 18, 2024
in Opini
Bali Dalam Politik: Pola Kampanye Semu Calon Pejabat Publik Dilihat Dari Perspektif Dramaturgi Erving Goffman

Ilustrasi tatkala.co | Rusdy | Diolah dari Canca

TUMBANGNYA tapuk kekuasaan orde baru selama 32 tahun dengan karakteristik pemerintahan otoriter memberikan iklim politik yang kurang pluralistis. Berakhirnya kekuasaan orde baru, melahirkan era yang disebut dengan era reformasi dimana era ini menjadi titik awal pemberian ruang-ruang yang lebih terbuka dan demokratis untuk seluruh bangsa Indonesia, tak terkecuali dalam urusan pemilu.

Kebijakan pemilu di era reformasi mengalami perubahan begitu kompleks mulai dari wilayah pusat sampai daerah. Berbicara terkait dengan kebijakan pemilu di daerah berdasarkan UU No.32 Tahun 2004 kepada daerah dipilih langsung oleh rakyat, yang sebelumnya kepala daerah dipilih langsung oleh DPRD.

Kontestasi politik memiliki daya tarik tersendiri dalam setiap periode pelaksanaannya. Mengulik pemilu kepala daerah tahun ini yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024, lebih-lebih pemilu yang dilaksanakan di Provinsi Bali tahun ini sangat menarik untuk diikuti prosesnya. Perihal menariknya tertuju pada proses kampanye dari masing-masing paslon untuk mencari simpatisan di masyarakat.

Belakangan ini proses kampanye menjadi perhatian di kalangan masyarakat. Sebagai misal, kampanye di media sosial menggunakan platform Tiktok, Instagram, Facebook dan mereka masing—masing paslon mempunyai akun pribadi yang dikelola langsung oleh tim pemenangnya. Masing-masing paslon mengemas dan mengiklankan dirinya dengan semenarik mungkin—mengikuti tren saat ini.

Jika mengacu pada data pemilih berdasarkan generasi yang dikeluarkan oleh KPU Provinsi Bali sebanyak 51% pemilih berasal dari generasi milenial dan generasi z. Artinya, mereka-mereka sebagian besar sudah terkontaminasi oleh teknologi (baca:handphone) dan inilah yang dimanfaatkan oleh paslon masing-masing untuk kampanye secara “senyap”. Mereka yang menonton cuplikan-cuplikan kegiatan masing-masing paslon di platform media sosial dan memungkinkan untuk saling mempengaruhi satu sama lain dalam hak memilih.

Tentu yang menjadi perhatian disini ialah paslon-paslon pejabat publik menggunakan media sosial untuk berkampanye. Lalu, timbul pertanyaan, apakah kampanye secara konvensional menggunakan media spanduk telah usang? atau sudah tidak efektif lagi?. Kalau menurut opini saya, kampanye-kampanye secara konvensional dengan cara menebar spanduk di sepanjang jalan seperti itu masih efektif namun tidak berpengaruh besar dalam dunia yang sudah serba teknologi ini. Jadi, pilihan untuk kampanye di media sosial salah satunya adalah pilihan yang efektif dan efisien. Namun, bagi saya pribadi, kampanye yang dilakukan di media sosial oleh calon pejabat publik ini memberikan kesan semu di masyarakat. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa perilaku-perilaku yang menunjukan hal tersebut.

Dimulai dari cara berpakaian masing-masing paslon kepala daerah di Bali yang meniru gaya anak muda agar kelihatan paslon memiliki gaya yang sama dengan anak-anak muda yang kebetulan generasi muda sebagai data pemilih dibilang cukup besar. Pemanfaatan cara berpakaian seperti anak muda ini memang betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, walaupun secara penampilan, menurut saya mereka kurang cocok mengadopsi itu.

Lagi-lagi ini berbicara tentang bagaimana upaya mereka untuk meraup suara sebanyak-banyaknya di masyarakat melalui generasi milenial dan generasi z. Mengimitasi cara berpakaian ini secara tidak langsung mereka melakukan kampanye semu. Akan tetapi, ini rasanya cukup efektif untuk mendulang pundi-pundi suara dalam pemilihan kepala daerah tahun ini, walaupun kesannya sedikit memaksa.

Kemudian, dengan melontarkan jargon-jargon yang sedang viral di media sosial. Notabene jargon-jargon yang tengah viral di media sosial ini dicetuskan dan diadopsi oleh anak-anak muda. Lalu, calon-calon pejabat publik itu ditengah-tengah melakukan kegiatan orasi, datang ke masyarakat selalu menyelipkan jargon ciri khas mereka.

Lalu apakah masyarakat tidak ada yang mengikuti jargon itu ketika dilontarkan? Tentunya, masyarakat menerima dan antusias dengan aktivitas itu, kemudian ini sampai ke merembet kemana-mana penyebsrsnnys. Hal itu merupakan salah satu upaya menyetarakan dirinya dengan kondisi dan situasi di masyarakat sekarang sebagai bagian dari strategi untuk mengumpulkan pundi-pundi suara sebanyak-banyaknya. Aktivitas tersebut merupakan aktivitas kampanye semu yang diadopsi oleh calon pejabat publik tahun ini.

Selain, melontarkan jargon-jargon ada hal yang lebih menarik lagi calon-calon pejabat publik di Bali ini untuk menarik simpatisan masyarakat. Secara sadar, keberhasilan di pusat kemarin tidak terlepas dari aksi joget-joget dalam proses kampanyenya dan ini menstimulus juga beberapa calon pejabat publik di Bali khususnya mengadopsi cara ini juga untuk menarik simpatisan. Biasanya saat proses kampanye tidak bisa dilepaskan dengan adanya penampilan-penampilan artis-artis lokal maupun nasional untuk memeriahkan acara. Setelah kegiatan inti berlangsung maka acara musik dan joget-joget dilangsungkan. Tentu, aktivitas ini merupakan proses kampanye semu yang diadopsi secara massal.

Dari aktivitas-aktivitas kampanye semu yang dilakukan oleh calon-calon pejabat publik di Bali tahun 2024 bisa dilihat dari teori dramaturgi pemikiran Erving Goffman. Dramaturgi merupakan sebuah aktivitas individu dalam mempresentasikan dirinya di tengah lingkungan masyarakat.

Menurut Goffman untuk menyesuaikan diri supaya diterima di mata masyarakat harus melakukan beberapa aktivitas untuk beradaptasi dengan ekspektasi sosial. Diantaranya, melakukan penyesuaian dalam cara berpakaian, berbicara, dan sejenisnya. Seorang individu akan cenderung berupaya menempatkan dan mengatur image agar dapat diterima oleh masyarakat. Intinya, calon-calon pejabat publik yang ingin diterima di masyarakat, tentunya mereka harus bersikap adaptif dan konformis terhadap situasi dan kondisi yang sedang berlangsung.

Nampaknya teori dramaturgi yang dicetuskan oleh Erving Goffman selaras dengan fenomena pesta demokrasi tahun ini dimana calon-calon pejabat publik ini menampilkan dirinya harus sesuai dengan apa yang diinginkan atau yang dapat diterima masyarakat banyak. Ini seolah-olah memberikan tanda bahwa apa yang dilakukan semacam semu dan harus bisa menyesuaikan di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, Goffman menegaskan bahwa, kehidupan sosial ini semacam sandiwara yang dilakukan oleh individu di tengah panggung masyarakat, begitu juga calon-calon pejabat publik ini memerankan sandiwara di tengah masyarakat. Artinya pada saat mereka melaksanakan kampanye, mereka akan menyesuaikan dirinya dengan masyarakat di depan panggung. Namun, ketika pertunjukan itu berakhir, mereka akan kembali dalam kehidupan dan kebiasannya masing-masing. Sejatinya kita dipaksa untuk menikmati sandiwara ini, walaupun terkadang ini membawa kebosanan. [T]

Sumber Rujukan

Kurniawan, K.N. (2020). Kisah Sosiologi Pemikiran Yang Mengubah Dunia dan Relasi Manusia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor

Tri Widiyanti. (2023, 23 September). 3,2 Juta Warga Bali Terdaftar di Pilgub 2024: Gen Z dan Milenial Paling Mendominasi. Diakses pada tanggal 18 November 2024, dari https://metrobali.com/32-juta-warga-bali-terdaftar-di-pilgub-2024-gen-z-dan-milenial-paling-mendominasi/

BACA artikel lain dari penulis I DEWA GEDE YOGA

Memikirkan Perempuan Bali di Tengah Budaya Patriarki
Sentimen Politik Jelang Pilkada dalam Media Sosial
Demokrasi  dalam  Pilkada dan Partai  Politik
Tags: kampanyePilkada 2024Pilkada BaliPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Persahabatan Seni  Kolaborasi Bali-Malaysia Watercolor Art Exhibition 2024

Next Post

ARTSUBS: Seniman, Platform dan Pasar

I Dewa Gede Yoga

I Dewa Gede Yoga

Kelahiran Bangli, alumni jurusan sosiologi Undiksha Singaraja tahun 2022

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post
ARTSUBS: Seniman, Platform dan Pasar

ARTSUBS: Seniman, Platform dan Pasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co