13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kuliah di Tempat Sampah  |  Ini Kunjungan Mahasiswa STIE Satya Dharma Singaraja ke Galang Panji

Gading Ganesha by Gading Ganesha
January 15, 2025
in Khas
Kuliah di Tempat Sampah  |  Ini Kunjungan Mahasiswa STIE Satya Dharma Singaraja ke Galang Panji

Kunjungan mahasiswa STIE Satya Dharma Singaraja ke Bank Sampah Galang Panji | Foto: Dok. Bank Sampah Galang Panji

UMUMNYA mahasiswa kuliah di tempat yang sejuk. Kursi yang nyaman. Ruangan penuh wangi parfum. Duduk manis mendengarkan dosen bercerita. Tanpa gangguan.

Tapi ini beda. Bagaimana kalau mahasiswa harus belajar di tempat yang panas dengan aroma sampah? Ya, tak kenapa-kenapa!

Buktinya, Minggu, 12 Januari 2025, di Bank Sampah Galang Panji di Desa Panji, Buleleng, Bali, ada rombongan mahasiwa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satya Dharma Singaraja. Mereka belajar, bertanya-tanya, berpikir, berdiskusi, di tempat yang panas dan bau sampah.

Lazimnya kuliah dalam ruangan, mahasiswa itu kuliah lapangan di bank. Bukan bank berisi uang, tapi bank yang banyak sampahnya.

Kunjungan mahasiswa STIE Satya Dharma Singaraja ke Bank Sampah Galang Panji | Foto: Dok. Bank Sampah Galang Panji

Sebanyak delapan mahasiswa, lima perempuan tiga laki-laki. Mereka mahasiswa semester tiga di Program Studi Manajemen. Didampingi seorang dosen muda, berpanas-panasan mereka belajar. Tentu belajar manajemen sesuai program studi mereka. Mereka belajar tentang organisasi bank sampah.

***

Dosen muda itu, seminggu lalu, menghubungi saya. Ia minta waktu agar bisa ajak mahasiswanya kuliah lapangan.

Saya sebagai “penjaga” Bank Sampah Galang Panji sempat menolak, dengan menyertakan dua alasan. Pertama Bank Sampah Galang Panji hanya buka hari Minggu. Tentu saya harap ia mengurungkan niatnya. Siapa yang mau kuliah hari libur.

Belum ada lima menit, ia telah membalas WA saya.  “Tidak apa-apa, mahasiswa sudah setuju jika hari Minggu,” ujar dosen muda itu.

Saya cari alasan kedua. Tempat bank sampah kami kecil dan kotor, penuh sampah. Dengan tegas ia katakan, “Tenang kami hanya bersedikit orang!”

Dengan perasaan tidak tenang, saya pun tak punya alasan lagi untuk berkeberatan. Bersyukur kegiatan di tempat kerja juga sudah berkurang. Jadi kami bersepakat menerima mahasiswa dari kampus yang berada di Jalan Yudistira Singaraja itu dalam progam kuliah lapangan di Bank Sampah Galang Panji.

***

Pukul sembilan pagi, tepat sesuai surat yang dikirim mahasiswa itu datang. Berkendara sepeda motor mereka tiba dengan seragam rapi, lengkap dengan jas almamater khas perguruan tinggi.

Saya sedikit panik, belum siap, segera bergegas membersihkan meja. Juga menata sampah-sampah yang telah dibawa nasabah sebelumnya. agar ada ruang yang cukup untuk duduk.

Saya (penulis) bersama dosen muda Agung Restu (kiri) yang mengantar mahasiswanya berkunjung ke Bank Sampah Galang Panji | Foto: Dok. Bank Sampah Galang Panji

Agung Restu, nama dosen muda itu, usianya mungkin tiga puluhan tahun. Ia mulai memperkenalkan saya pada mahasiswanya. Perkenalannya mulai dari sejarah pertemuan kami pada tahun 2018. Kami sama-sama mengurusi pemilihan kepala daerah. Pun tugas itu sampai hari ini masih saya jalani.

Sementara Gung Restu, begitu saya memanggilnya, beralih profesi menjadi akademisi di kampus,  di perguruan tinggi yang telah melauching diri sebagai Eco Campus di Singaraja. Ya, kampus STIE Satya Darma.

Pria yang baru saja melepas masa lajang di bulan September 2024 ini juga menjelaskan, musabab kenapa ia ingin mahasiswa hadir di bank sampah di Desa Panji. Ia ingin kiranya para mahasiswa bisa belajar langsung, mengamati dan mengalisa permasalahan di bank sampah.

Mereka melakukan observasi, dokumentasi dan wawancara. Tentang bagaimana organisasi kecil bertumbuh dan bertahan sepuluh tahun lebih. Ini terkait pelajaran yang ia ampu. Implementasi Mata Kuliah Perilaku Organisasi.

***

Selesai perkenalan, mahasiswa diminta satu persatu bertanya. Ada yang malu-malu. Ada yang angkat tangan lebih dulu baru bertanya. Ada sambil mengintip catatan. Ada yang saling menoleh, nampak ragu-ragu.

Kunjungan mahasiswa STIE Satya Dharma Singaraja ke Bank Sampah Galang Panji | Foto: Dok. Bank Sampah Galang Panji

Mereka mulai dari pertanyaan sederhana. Kapan Bank Sampah Galang Panji terbentuk, hingga sampai pada pertanyaan yang saya sendiri tidak tahu pasti jawabannya. Kenapa membangun bank sampah? Apa tantangan yang dialami? Bagaimana menyadarkan warga? Seperti apa mengelola SDM (Sumber Daya Manusia) anak muda? Pertanyaan terakhir tentu merujuk pada teman-teman yang semua muda, yang membantu saya di bank sampah.

Ketika temannya bertanya, para perempuan serius mencatat, laki-laki berperan mengambil foto, pun ada yang merekam video dengan ponsel canggih mereka. Sesekali mereka mengobrol sendiri. Sembari melirik-lirik karya daur ulang sampah yang terpajang. Itu karya Rumah Plastik Mandiri dan Wajah Plastik Agus Janar.

Tatkala menerangkan jawaban acap kali saya harus terhenti. Pasalnya ada nasabah datang. Sebagian mahasiswa penuh sigap membantu. Menyapa nasabah. Menimbang sampah. Melihat-lihat jenis sampah yang ditabung. Menerka-nerka berapa nilainya.

Kala saya mencatat tabungan nasabah pada aplikasi berbasis website yang Galang Panji gunakan sejak 2021, seorang mahasiswi berujar, “Boleh saya menabung sampah di sini, Pak?”

Sontak saya gembira mendengarnya. Sebuah pertanda baik. Tentu saya membuka lebar. Bahwa siapa saja boleh menabung sampah di Galang Panji. Tidak ada syarat khusus. Yang penting punya sampah.

Temannya seorang wanita berjilbab menimpali bertanya. Seperti apa caranya membuat bank sampah di desa? Semakin senang hati saya. Dari pertanyaan itu, nampak urusan sampah masih memiliki tempat di hati anak muda.

Saya jelaskan singkat. Ia mengangguk pelan. Tentu tak mudah mendirikan bank sampah. Banyak bank sampah dibentuk di Buleleng. Berapa yang masih bertahan? Tak lebih dari hitungan jari tangan.

Waktu berlalu, hampir dua jam berdiskusi. Mahasiswa yang rata-rata asli Buleleng ini tak menunjukkan raut masam, meski keringat mulai datang perlahan. Entah karena senang, atau takut dengan dosen.

Sesi diskusi pun diakhiri. Dosen mewakili menyerahkan kenang-kenangan. Tumbler bertuliskan nama kampus. Saya hanya memberi ucapan terimakasih. Tak lupa sesi foto bersama di depan papan nama Bank Sampah Galang Panji. [T]

Penulis: Gading Ganesha
Editor: Adnyana Ole

Kisah Tiga Dadong , Nasabah Prioritas Bank Sampah Galang Panji di Buleleng
Gede Ganesha, Bank Sampah, dan Vibrasi Kebaikan dari Bali Utara
Agus dan Yogi, Anak Muda Desa Memimpin Pengelolaan Sampah TPS 3R Desa Panji
Belajar ke Desa Bantiran Tabanan | Terus Terang Soal Anggaran pada Pengelolaan Sampah Masyarakat
Abi Mantara | Fotografer Bank Sampah yang Pameran Foto di Bale Banjar
Tags: Bank SampahBank Sampah Galang PanjimahasiswaPendidikanSTIE Satya Dharma Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Desa Wisata Jangan Hanya Sibuk Kejar Juara

Next Post

Konformitas Orang Baduy dalam Bentuk Pandangan

Gading Ganesha

Gading Ganesha

Lahir dan tinggal di Desa Panji, Buleleng, 11 November 1988. Ia adalah founder Bank Sampah Galang Panji dan Co. Founder Rumah Plastik. Juga Ketua BPD Desa Panji.

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Kelecung ”Eco Village” Tabanan: Menjawab Keresahan Gempuran Investor

Konformitas Orang Baduy dalam Bentuk Pandangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co